Minggu, 21 April 2013

semi

Diamkuhanya sesAat zeiring hari bertambah angkuh jiwaku hanya sedekat bunga iskandar mengagumimu di balik kemiskinan tak anganky melayang apda hutan yang lebat bergantungan pada akar lembah yanf kuat memeluk

matinya aku

Tersimpanbqgai kubangan di dunia yang mati sendiri menanti sesuatu yang belum tentu datang enggan aku bertanya pada sang khalik apakah dosaku tak sehangat bunga seroja dalam tanya selepas dahaga jiwa yang terkapartak berdaya matipun enggan ku bertanya

langkah

Jalan ini sedikit mengacuhkan langkahku perlahan lahan juga terdengar cekikan tawa di sepanjang jalan menodai luka yang tertawan dlm keremangan senja tak berdaya tapi tak mengapa ada esokkan menjadi melati

Jumat, 12 April 2013

menara hati

kupendam dengan sejuta cinta yang terbagi dalam sejuta kekelaman yang terpenjara dalam swaktu bagaikan angin yng riuh tap tak berdaya dimakan gelombang lautan aku masih bisu seiring waktu yang berjalan dalam gelap malAM menanti waktu sang mempelai dalam keribangan senja beradu dalam pikiran akan sebuah kejernihan air lautan aku tertinggalkan waktu seperti menara yang enggan bersanding di bawah awan meliku terpental ke bawah terasa hampa walau hanya semntara tpi menatap angan hidup hanyalajh sebuah lukisan hampa

Kamis, 31 Januari 2013

bisu

Rentang waktu seperti lautan
Melambai lambai riak mempesona waktu
Tersentuh di awal sebuah kenyataan
Ditepian pasir putih yang hanya bersemi
Pergi
Dan menjauh
Sepi
Dan menghardik
Bisu dan kwatir
Menguning seperti cerita masalalu
Kuenggan menyadari
Lama sudah aku menanti

Minggu, 13 Januari 2013

waktu yang dinanti

Tuhan kebisuan yang mendalam tetapku pasrah pada sang waktu kerelaan yang hadir hanya sementara seiring waktu yang tertinggal yggak perduli padaku memaksaku untuk berpikir dengan kedua mataku apakah masih tersisa penantianku untukku jingga merah menodai kain putihyang terperangkap dalam guraeatan kata tanya apakah waktu itukan datangseiring sang durjana menatap dengan marah kekalahan yangtereiam si atas para ma.usia pengecut yang hidupnya takdihormati dan matinya terabaikan dala jurang penuhlendir apakah kesabarantakberujung waktu hampa terasa di akhir derita Berharap kan bisa nenjadi sebuah bunga Yang teraibaikan ditaman gelapgempita

Jumat, 28 Desember 2012

mimpi yang terindah

aku datang dengan sejuuta cinta aku pergi dengan sejuta kata sejenak aku terhenti dalam deka[pan rindu hening seperti di taman kota perih mendalam dalam kehampaan dan bayanganmu masih selalu menunggu di senja kirana apakahj aku masih manusia yang terdiam di kala mentari yang sombong menamparku perlahan tapi pasti setiap detik membunuhku.. mengagumimu seperti orang gila yang hilang dikejauhan tanpa suara masih selalu membisu seperti diambang keraguan yang terhenti sejenak