Senin, 20 Desember 2010

senandung lagu rindu

senandung lagu rindu
memecahkan lamunanku
di hamparan gelombang laut kuteriaki cinta yang hilang
disini tertanam didalam jiwa yang mati
tak terasa setahun waktu itu tlah hilang
jiwa ini merasakan pedih yang dalam
selamanya dirimu takkan tergantikan

Minggu, 19 Desember 2010

cinta yang hilang

gagah engkau bersandar pada dinding tua rumahmu
lamunanmu terbang laksana garuda menembusi awan jingga
diammu hentakkan pkirku kemanakah dirimu berkelana
dahimu sekali kali berkenyut menahan napas
sekali kali tersenyum
rokok yang ditanganmu seiring lamunanmu berkali kali memperkosa bibirmu
dan engkau masih diam
apakah engkau pikirkan para pujangga
dimanakah cinta itu mengalir
engkau artikankah senyuman terakhir sang dewi
memapah cinta kosong hanya pasrah
menantimu bangkit berdiri laksana sisingamangaraja
rebut kembali cinta di garis keangkuhan sang dunia
bosankah engkau di cinta yang kalah
matikah engkau kali ini
pergi jauh dan takkan kembali
dianatar cinta yang hilang

risah...

kemanakah aku kan pergi
kemanakah langkah lelah ini kan terhenti
dimanakah saudaraku..
adakah engkau dengar suara rintihanku
aku terjebak di makam para pemberontak
aku terhempas di idealisme oarng gila
aku terdiam di altar seribu tuhan tuhan
merdeka adalah akhir dri penderitaanku.......

kisah menarik di malam natal

Sabtu, 18 Desember 2010

ibu

mengapa cinta ini masih berkumandang dia altar para manusia dengan segenggam rindu yang dalam
melikis semangat hidupmu yang tak pernah mati
engkau kalahkan panasnya matahari
engkau ajarkan semangat tentara alesandria mengalir di darahku
berjuang dengan tangan yang hampa
tak ada kekalahanhanya ada kemenangan
hidupku adalah aliran doamu
yang selalu setia menyebut namaku di bahasa kalbumu

cinta sang mempelai

cinta ini tlah mengajarkanku
tentang cinta yang takkan pernah mati
cinta ini tlah menyelamatkanku
dengan sayap patahnya
hadirmu laksana pelangi sehabis hujan
cerahkan pemikiranku tentang ralita hidup yang kalah
kau bangkitkan kembali cerita cinta yang telang hiolang
engkau katakan harapan itu masih ada
dan bangkit adalah akhirnya
cinta ini talah menjadi akar di dlam perjalananku
seperti nayanyian di surgacantikmu tawarkan seribu semngat seperti daud
kelemahanku kau tawarkan dengan senyum terindahmu
engkau lah perempuanku
engkaulah segalanya bagiku
engkaulah terakhir dri segala terakhir
hingga waktukan menyingsing
aku tetap milikmu
=dan biarkanlah mereka terpana cinta ku sedasyat halilintar di langit
dan embun pagipun larut dalam keriangan tiada tara..

pasrah

kukatakan kata kata di atas lidah tak bertuan
kukatakan sekali lagi
kutanyakan untuk mendamaikan pikiranku
apoakah aku masih di hormati........
sang pengecut berlari dengan tangan diatas
berpasrah dengan keadaan
jiwa yang berduri hanya terpenjara di relung dosa yang hitam
biarkanlah aku berdiam di dingin goa goa ketakutan
membunuhku dengan nisan tanpa anama.....

ada mimpi

kita adalah debu debu yang berserakan di altar kekalahan
kita adalah jiwa jiwa yang mati di hamparan tanah yang gersang
kita hanyalah suara yang terdengar menjelang suara azan berkumandang
kita adalah bagian yang terkecil yang tertindas negeri
dimana kumpulan para monyet menari di senayan
berkelompok mereka menukik bagai pesawat siap landas hancurkan negri dengan peraturan peraturan yang membingungkan
peraturan yang dibuat dri pabrik universitas tersohor
kumpulan orang pintar kata bapaknya
dan bapoaknya sama bodohnya dengan anaknya
mengangkangi si tuan bodoh dengan belaian uang membeli sarjana
dan angin juga tahu..
mereka menampar kumpulan orng pintar
bersemayam di taman impian
ada ijasah tergadai di ruang jaksa
ada mimpi terbeli di kantor polisi
ada harapan bertarung dengan penderitaan di rumah sakit
semuanya tersirat seprti dongeng di ecrita lama
yang kaya menjadi pahlwan di akhir kata
siapakah kita.....
aku juga bertanyaa
siapakah kita diantar mereka
siapakah sang pahlawan sesungguhnya
para tkw terlindas di negeri awan
para tentara bertinju merebut sang jendral
dan para istana sibuk dengan hari lebaran..
tertawalah di negeri para pencinta penindasan
tersenyumlah di negri para pahlaan
hanya itu yang tersirat
kita hanyalah kumpulan para manusia kalah...

Jumat, 17 Desember 2010

perjalanan cinta

kemanakah langkah sang embun pagi
apakah terdengarnya nayanyian surga
yang meretas di kedua pipi yang merah
selalu terguncang di rindu yang bertepi
masih salalu saja topeng keindahanmu meratapi di haluan malamku
merindumu di balik purnama yang menghitam
mengiringi derap langkah sang pengcut tertancap di busung kerinduan
tiada cderita seprti yang dulu seperti gelombang lauatan dendangkan lagu rindu
di saat sang dewi memeluk pergi berkelana mencari sesuatu yang tersurat di atas kepala
apakah gerangan cinta inikan bersemi...
mengalir seperti sungai di efraim
menghibur para petani dengan benih yang melimpah
para dara menari dengan riang seiring irama biola
menanti musim panen yangkan bertabur seperti bintang di langit
aku hanya tersipu di selimut tidurku kupejamkan mata dengan untaian air mata
sekali lagi dalam pikirku
akankah rindu ini kan bersemi
adakah dia setia menanti kedatanganku dengan cintanya
atau akankah dia tlah berpaling menghujaniku dengan satu senyuman
mati adalah akhir dri hidupku
aku mati bila cintamu hilang
aku hidup berakar atas sajadah cintamu
aku takkan bisa
aku belum bisa oh kekasihku
aku belum bisa untuk kembali
nyanyikan lagu kesukaanmu di balik cerita dongengmu
yang kuananti setelah lelap rindu menyapa
mengapa dirimu seindah mentari mengapa dirimu menunjukkan kesederhanaanmu
meninggalkan tahta putri di kerajan
menjelma layaknya rakyat biasa
meniupkan bunga cinta yang terdiam di altar seribu dewa dewa
aku terpesona dan terbuai di atas cinta yang suci.
engkau hadirkan kisah cinta seperti di arwana
kisah yangkan hidup di sepanjang sejarah
cinta ini membawaku perjalanan seperti sang kesatria bertempur demi kehormatan negeri
menertawaiku dengan sebilah pedang
pedang yang terbasuh demi harga diri para pejuang
darah yang terlahir dari para pahlawan
dan mnati layaknya seperti sang p[angeran
dimanakah dirimu kekasihku..
jika aku terlambat menggapai impianmu
sebelum ayam bernayayi disitulah akuy telah tertidur diatas altar kekalahan
adakah cinta ini yangkan menyalibku
menguburku dengan salib kekalahan
aku mati karena khodrat cinta
adakah doamu bersamaku
adakah namaku engkau sebutkan sebelun di rimu tertidur di palamiananmu
apakah engkau tawarkan dirimu dengan puasa puasa
apakah aku harus bertanya pada sang bintang...
jiea ini mati dengan irimngan kepusasaan
satu persatu keraguan datang menghantui
menghentikan langkahku dengan kemalasan
dah setahun engkau menanti
lelahkah engkau memprjuangkan rindumu
tabahkah engkau mendengar ocehan sahabatmu
menghasutmu dengan kata kata yang gila
meracuni nadimu membunuh namaku
menghardikkan wajahmu berpaling menjauh meninggalkanku
keraguanmu aku takkan kembali lagi......

Rabu, 15 Desember 2010

rinduku bersemi kembali

biarkanlah sedikit angin yang merayumu
di balik lemahku untuk memelukmu
ada kata yang mengalir setiap detik
tanyaku terlahir diatas sajadah rindu
akankah terabaikan seprti angin yang ilalang
terbawa di balik sengatan sang kumbang
itulah kurasakan aroma cintamu
memandangimu dri jauh di bawah bodohku
terlalu lama rasa ini berkelana
menawan sedetik rindu di pelupuk jingga'a
bergetarkah jiwa tiada henti menapaki jalan penuh kerikil
memperkosa si pejantan dengan sebilah harapan
tersudut menggapai imajinasi yang terlempar di balik jendela terpapar masa lalu
kemiskinan sahabat terbaik menertawai di sebelah kekacauan
aapakah cinta yang terhina ternafkahi
aku yang hanya berlari dengan sejuta cerita cinta
simiskin dengan cinta sebesar sungai asahan
mencintai tanpa dicintai
bersanding dengan langkah kekalahan
terlempar di arung jeram lautan yang luas
pada siapakah kutautkan cinta
kepada langit diapun diam menoleh ketanah
kutatap bintang acuhnya membuang jauh raut wajahnya
akankah cinta inikan bersemi kembali
dirindu setebal awan hanya terpaku di sudut kamar
menatap wjah berselimut sutra
kuhanya diam tak setangguh para pejantan

Selasa, 14 Desember 2010

menanti kebenaran

mimpi...
tertawan di imajinasi orang kaya
merobek lautan dengan kemegahan kekayaan
simiskin berlari dengan tangan menunjuk langit
menanti kebenaran terungkap
biarlah tuhan yang langsung manyampaikannya..

semangat sang garuda

engkaulah jawaban atas dirimu
engkaulah untaian kata kata yang berharga
berjuanglah raih mimpimu
pantanglah dirimu untuk menyerah
bangkitlah dengan merah p[utih
doaku di atas sang garuda
demi indonesia
bangkitlah engkau yang kalah
berteriaklah wahai engkau yang malas
bernayanyilah engkau sang pemberontak
sisingkan bajumu tawari napasmu dengan patriot
kartakan kepada dunia
indonesia bisa
berdiri menantang sang mentari

resahmu

mimpi yang tergadai di balik dinding putih
kata yang terhadang di senayan
mimpi yang tersenyum di balik bukit sintai
dan banyak lagi
marilah kita tertawa seakan kita tak ada
kemiskinan hanya candaan di parlemen
ocehan pria berdasi di warung pak lurah....

relita cinta

sang waktu kembali meneriakiku dengan kata kata kebaikan
aku yang terhempas di jalan hitam penuh tanya
membanjiri keserakahn di lautan cinta
begitulah adanya seperti pengemis di bukit rhodes
aku mengharapkan sesuatu yang hina
tapi aku di berikan sebuah emas yang berlapis permata
wanita tersanjung dengan pedangku
terhempas seprti ilalang di lautan sabana
terhembus angin damaikan hidupku
siapakah sang pecinta
terlalu serakah membagi cinta dengan senyuman surga terbelai di hamparan kedamian
tersanjung terpikat di pantai pasir putih
perkenalan itu menghancvurkan mimpi yang terlahir
mengenalmu hadirkan risau gundah hatiku
mata terjaga melukis wajahmu di langit kamarku
seprti hantu menghantui setiap jengkal lamunanaku
di balik jalanmu dengan seutas kemewahan
aromamu tawarkan nafsu sejuta kembang para kumbang
pelacur yang mengenal akan tuhannya
nyanyianmu dentangkan kesedihan yang mendalam
teteskan para pendenbgar tak tertegun.......

cinta yang kalah

diamku hanya sebatas dosaku
aku hina terlahir sebagai manusia
keklahan yang terdiam di atas kemiskinan
tetes airmata menjadi sahabat terbaikku
ketika cinta datang tanpa di sapa
aku mencintai dengan seribu tawa
ketika beban menjadi awal malapetaka
akankah cinta gentar dengan keserakahan
kebenaran sang pecinta patut untuk di hukum
menjadi patung sebagai pelukis keabadian
diartikan sebagai dewa segala kebaikan
mengapa cinta tak berpihak kepada manusia yang hina
yang mengagungi haknya di perdebatkan
adakah kebenaran yangkan terlahir
siapakah sang kebenaran
mengapa dia menutup mata akan sebuah kekalahanku
dimanakah dia...
akankah ada bantuan berupa sebilah pedang
adakah yangkan menghakimi dengan kejujuran
diatas cinta sejati yang beralaskan tanah yang dialiriperjuangan
janganlah sungkan wahai malaikat
lihat kemari walau sejenakl
berpikirlah tuhan
cinta ku hanya dialtar gereja
wanitaku bersanding dengan si putra mahkota
hinakah aku..
pantaskah aku...
menggugatmu di atas kekalhan dengan cinta
hendaklah jiwa ini menjadi hamba di segal manusia kalah

s

sang pecinta

senja itu hanya tersenyum di balik wajah nakalku
riak sungai bermanja di kakiku
aku pandangi saja dirimu di balik bodohnya aku
mengagumi tanpa ijinmu
dan hanya tiu yang kubisa
kuijinkan mimpiku terbang ke alam mimpimu
karena cinta tak kenal lelah

dentang waktu

jauh di dalamjiwa yang terdiam diantara seribu pikiran pikiran yang meluap luap mewarnai dunia aku terdiam diantar idealisme yang tarapung di lautan kekalahan,semuanya hitam terlahir di atas noda hitam seperti sungai yang mengamuk menerjang daratan tanpa ada katakata.kuhanya lah jiwa yang mati diantara kesedihan jiwa yang terpenggal di hitamnya dunia ini,lilin kecil yang menerangi setapak perjalanan seprti masa lalu yang datang menerkam jiaku yang jahat,melahap habis sisa sisa kebodohan dan kesombongan sandarkan aku akan perjalanan yang berdirri megah menantang hidupku bahwa aku ada di jalan takdirku untuk mengangkat sdkit titah kebenaran yang tartawan di keserakahan para pendurhaka.puing puing kemegahan kebaikan telah habis dilahap si tuan yang bertopeng dewa tanpa ada tersisa merasuki insan muda dengan ajaran ajaran yang tak bernyawa,kebaikan di balas dengan kejahatan,kejahatan di balas dengan seribu kejahatan memangsa siapa saja tanpa kenal lelah.aku sudah melihat sedikit kebaikan terpanggang di api yang membara .