kita hanyalah sebagian dri sebuah keserakahan
menjelma menjadi sebuah malapetaka
perih mendera bak senjata dalam kantung
merampas dengan bijaksana hingga fajar menyapa kita tetap tak berubah
darah yang mengalir warnanya tak merah lagi
sepertinya tanah tlah mengutuk setiap jengkal kematian
bangkit berdiri mentari tlah menjauh
berlatri menyapa sang bulan tlah tertidur
terbang ke awan sang langit pun diam tanpa kata
hanya tersirat wajah wajah tak bersahabat
cacian,makian dan tamparan
Minggu, 26 Juni 2011
Selasa, 21 Juni 2011
kita hanya bisa bertanya
erangan sebuah penderitaan dihamparan langit kamarku
terbayangkan indah sebuah kisah
menantang setiap jengkal tanah harapan
keadilan menderu seoerti suara sirine perang
kita dizaLIMI TAK BERDAYA
napas napas ilahi berdiri menantang tapi terjatuh di sombongnya tamparan sang angin
kita dikalahkan oleh kejamnya hidup ini
tak berdaya tapi tak mengapa
siapakah musuh terbesar kita
haruskah kita hanya bertanya..
diamkah kita sebijak sang senja
kalah kita ditepian lautan
kita terkurung tak berdaya
pikirannya di perkosa oleh penguasa kota
kita hanya bisa bertanya........
terbayangkan indah sebuah kisah
menantang setiap jengkal tanah harapan
keadilan menderu seoerti suara sirine perang
kita dizaLIMI TAK BERDAYA
napas napas ilahi berdiri menantang tapi terjatuh di sombongnya tamparan sang angin
kita dikalahkan oleh kejamnya hidup ini
tak berdaya tapi tak mengapa
siapakah musuh terbesar kita
haruskah kita hanya bertanya..
diamkah kita sebijak sang senja
kalah kita ditepian lautan
kita terkurung tak berdaya
pikirannya di perkosa oleh penguasa kota
kita hanya bisa bertanya........
SANG PECINTA
cinta membnuhku diantara dua simpang waktu yang berbeda
mencintaimu adalah akhir sebuah perjuangan
langit bertahta seiring gelombang sang waktu
menertawai di sepanjang jalan kehidupan
tawarkan segudang jiwa yang hilang
kemanakah sang waktu kan terbang
adakah cinta inikan abadi
ataukah cinta ini persis seperti sang debu
hilang di persimpangan jalan
kembangkanlah sayapmu wahai sang pecinta
kita ditakdirkan untuk menjaDI PENCINTA
mencintaimu adalah akhir sebuah perjuangan
langit bertahta seiring gelombang sang waktu
menertawai di sepanjang jalan kehidupan
tawarkan segudang jiwa yang hilang
kemanakah sang waktu kan terbang
adakah cinta inikan abadi
ataukah cinta ini persis seperti sang debu
hilang di persimpangan jalan
kembangkanlah sayapmu wahai sang pecinta
kita ditakdirkan untuk menjaDI PENCINTA
Langganan:
Postingan (Atom)
