Kamis, 27 September 2012

sepertimu cinta

Tlah lama kumendekap dlam cinta
Tak ada sesuatu yg mampu mengubah hidupku
Kehilanganmu tlah membuatku terjebak
Dlm waktu yang tak kudengar.lagi kedamaian
Bahkan sepipun tlah memukulku
Tepat dihadapan para pengadil
Jantungku tlah membisu seperti seroja
Menyepi layaknya pertapa
Yang hidupnya ditasbihkan dlam segelas minuman
Dimanakah cinta itukan menjadi indah
Bila tubuhku tak bergejolak trhadp wanita
Tak ada yang satupun tercipta sepertinya
Bahkan aku tlah meracuniku cintaku agar tak tumbuh bermekaran
Pikiran mereka tlah bercampur dgn air sungai asahan
Kejijikan yang ada pada tubuhnya
Kehormatan mampu dibeli dgn sdkit rayuan
Hingga kumbang kumbangpun mengiklaskan jasadnya bersatu menjadi alam
Bimbang tak ada lagi yg perlu diberdebatkan
Dan tak ada lagi musim memanen
Semuanya lenyap seperti debu dan bersembunyi layaknya sang mentari
Tak ada yang baik dihadapan para pencinta
Tak ada harapan di tanah yang gersang
Dan cintakupun tertanam di batu batu
Berserakan seperti rumput di padang$
Biarlah menjadi ilalang yg enggan memguning

Selasa, 25 September 2012

ironi kebangsaan

Mentari terasa enggan tuk bersinar
Dlam hening kugapai ketakutanku
Adak celah yang membuatku berontak dlm jiwa
Kumelihat negeri tak lagi seperti harapan pancasila
Kelaknatan century tlah menjadi jendela keangkuhan bangsa
Diperdebatkan tapi hanya sebentar
Ditanyakan ada yg di perhadapkan
Memaki itu adalah pedang yang manja
Hingga mereka layak pelakon wayang

Ironi kebangsaan hanya umpatan
Tlah tlah tersalib dihadapan para bangsa bangsa
Hargadiri murahan tergadai di gerbang kemaksiatan
Apakah ada yang perlu ku katakan ketika harapan anak bangsa terjebak di lorong hitam
Tak ada yang perlu dihormati
Tak perlu seseorang dibutuhkan untuk jadi penyelamat
Tak seorangpun berhak
Tpi apakah ada yang berjiwa besar ketika kita dihadapan majelis keadilan
Bernapas saja kita malas
Melihat keangkuhan pemimpin negeri
Bergaya oriental penuh dgn iman
Berotak agamis tp bentrok di falsafah pancasila
Menganggap benar kebangsaannya tpi enggan untuk mengalah
Hingga mereka mengatakan merekalah yang paling benar


cinta

Kukenang semua cerita cinta
Kurangkai kembali waktu yang tlah pergi
Menatap indah senyummu kasih
Engkau tercipta hanya untukku
Tpi engkau hanya membisu
Setelah waktu membawamu berlabuh
Pikirmu tlah berganti bau bunga seroja
Dan akupun tersisihkan oleh dinding keangkuhan dunia
Menepi enggan tuk berharap sepi seperti kesunyian
Kalah adalah laknat yg tertatap disalib cintaku

Kamis, 20 September 2012

negeri damanik

Presidenku adalah anjing
Parlemenku adalah babi
Mereka adalah binatang yang paling baik hingga mencabik cabik sebangsanya
Pintar berdebat dan tak mau kalah
Berjuang hingga benar walapun rakyat tertawa
Berani menggertak tpi di gertak membara
Tatapan nanar menghardik idealisme bangsa

Polisiku adalah belatung
Kaum jaksa adalah borok
Sama sama mengerikan
Berjalan di ruangan tak bermoral
Menjual moral dihadapan ketuhanan
Merampok orang bodoh kaum bangsa ini
Dan mewariskan kebejatannya kepada keturunannya
Sungguh enggan aku bertanya

Buat apa aku tersinggung ,klo aku tersinggung ak harus ganti profesi dong...wkwkwkwkwkwkkwk
Apakah ada surga nantinya?

Negara:damanik bkn indonesia...
Hanya orang gila yang mengatakan suatu kemenangan yang di raih dengan menghina ketuhanan sebangsanya

Islam adalah saudara jauh kristen camkanlah dlm hatiku itu para penghianat,bukan kita dialiri para nabi nabi itu

Jangan jadikan dirimu penghianat tp jadikanlah dirimu perampok,rampoklah mereka yang tlah mengambil secara diam diam kekayaan bangsa ini


Sesuatu itu adalah harapan yang hadir di depan mata

Berlarilah ke ujung dunia hingga duniapun tertawa di pikiranmu



Tlah lama aku menganggap kantor pengadilan adalah pasar sampah yang menjual para selangkangan..

mimpiku adalah puisiku

Puisi ini adalah mataku melihat jiwaku yg tlah mati
Kueja dengan napas kekalahanku akan arti dri sebuah harapan
Mimpiku adalah puisiku
Mimpi yang hadir di dalam ingatanku
Satu persatu waktu tlah kujalani
Dengan kelam di bawah saungan gelombang armada
Hingga kebimbangan sedekat kematian mendekat
Segumpalan pasukannya ya di depan pintu kehampaan hati
Menerkamku dan mentahbiskanku
Seperti debu dikasur kelas sekolahku dlu
Teringat dimanasemangatku berlomba mencari mimpi
Bertarung di ruang kosong dgn kursi yang berkaki tiga
Aku terlahir dan terbawa napas napas para manusia berjubah
Hingga aku hadir seperti orang yang gila
Dan dipkul dengan kesopanan yang beradab
Mati adalah awal dri kebahagiaan
Berani melawan utk sesuap mimpi anak bangsa
Dan biarlah sepi ini menjadi kain kapanku
Puisiku adalah hidupku
Dan takkan pernah mati
Setiap jaman akan menjadi terang
Hingga senja tak lg perawan
Dan ku mati dengan senyuman

risih

Semenjananya waktu yg terbawa imajinasi orang mati
Dan akupun terjebak dlam keangkuhan sang dunia

Rabu, 05 September 2012

masalalu

Tlah kubungkam rasa takutku di tepian kekalahanku
Kuaduk rata kepengecutanku di bgian terhormat
Berharap waktukan terdiam seperti angin malam
Menangisiku
Apalah artinya hidup dengan cinta bila hanya hadir diheningnya malam
Memelukmu ku jangan
Menatapmu ku enggan
Bahkan mengeja namamu haram bagiku
Inilah cinta diatas beringin berakar
Masalalu tetap mengejarku

wajah negeri

senja reda dibalik falsafah
Dentuman wajah pribumi tak bernyawa
Kemarin ada crita yang datang meniru sang fajar
Melambai l ambai riak bagai halilintar
Mencoba tersenyum di wajah paradigma
Renta sudah wajah ini menyapa
Mengapa masih ada orang bijak bekaca di sungai yang kotor
Terlintas dlam jiwa kemunafikan
Apakahj masih ada yang menjaga pikirannya
Negeri rongsokan oni pergi menjauh..
Dokter di negeriku apakah engkau tak seperti kutilang yang otaknya bnerceceran di selangkangan anak bangsa