Kamis, 10 Juni 2010

sansiro aku menanti

sesuatu y6g indah akan tiba saatnya
kitya hanyalah sesuatu yg menanti
aku menantimu kawan
di seberang sekolah
ketika bel pulang melaju
bersama menelusuri jalan dgn sejuta mimpi
kita akan ke sansiro
aku intermilan dan kamu ac milan
aku materazzi dan kamu shevenco
dan kta akan bertarung
layaknya sisingamangaraja
dgn ulos dibahu
mengakangkat negeri
aku menanti
engkau tlah pergiu kwan
dengan sejuta skit yg tertahan
diammu di nisanmu
kuhanya terpesona di detik waktu
aku akan diam
jauh menuju sansiro

mimpi

jika aku hanyalah mimpi di atas para gunung
aku kan rela disisiku sebilah pedang
mengatasnamakan kebenarn di surbanku
menghakimi yg hilang
menista si tuan bejat.......
hingga satupun enggan kembali ke alam

terperosok

sehening malam hanya aku berpikir
tak habis mimpi melayang ke surga
hilangnya cinta di ambang dewa isis
kuhanya terperosok diantara cinta yang kalah

Sabtu, 05 Juni 2010

diamnya aku hanya bersamamu

lihatlah aku adalah sebungkus kata cinta
tataplah aku hanyalah sebagian crita luka
rasakanlah aku hanya diam dan perih di ujung samudra
adakah ada yng mengerti
satu persatu cinta hilang di terjang sang halilintar
menerjang layaknya sang kafir
mengilhami kbnaran dgn nafsu dunia
tertawalah wahai manusia
tertawalah yng keras
hingga semuanya merasa benar
hitam langit yg kau paparkan memerah di senja
fajarpun tertawa menahan pudarmu
siangpun hanya membisu
tak mapu menahan gettir yg engkau ukir...
di balik napas yg mengalir sprti efraim
aku kalah
diam membisu
aku tertawa
hanya sedetik rupa
diamnya aku bioarkanlah bersamamu

Jumat, 04 Juni 2010

ada rasa

hanya sedetik
mungkin terakhir kali
ataupun semuanya kan kembali
kala itu jika aku bisa
merangkum pikiranku
berjiwa sprti sisingamangaraja
tak melepasmu
dengan seribu kesalahan

aku tercipta sebagai pecundang

jika aku hanyalah air yg berdebaran di hamparan persawahan
adakah sang lintah yangkan mengabadikan napasku
jika aku hanyalah cinyta padamu
adakah terbuka hatimu untukku
jika aku hanyalah manusia hampa
siapakah aku
tanyakanlah kepada bejana bejana di parabotan tua
debu menyapa dri fajar hingga senja menyingsing
sebutkan diantar hluan cinta bertepi
di hamparan puisi kusanjung sang dewi
memeluk laksana bulan di lautan
menertawai bodohku
aku tercipta sebagai pecundang
senjataku hanya di tas sajadah kertas
suaraku hanya diam di lukisan kamarku
terperosot di hitam jauh sang malam
meneriaki sejuta namamu.....
hanya malam yg tahu
cinta ini hanya untukmu