Kamis, 21 Januari 2010

sebuah gugatan

dengan siapakah aku berdiri
ketika satu persatu anak negeri dizalimi
haknya telah di gali di sawah-sawah
kewajibannya di injak injak kaum birokrat
hanya meratapi ijasah yg telah usang
dibalik mimpi ada harapan
sertakanlah semua kehampaan negeri ini
teriakkanlah kegelapan masa depan bangsa ini
tak mampu menahan gejolak tawa
yg tertanam di hamparan bukit tua
menatap mata yg merah tangis darah
yg kaya di jadikan pemimpin bangsa
yg tak bermoral merebut singasana
yg bodoh berbicara dimimbar agama
semuanya menyatu raga sukmma menjadi teladan
merongrong generasi
hanya menawan kenikmatan palsu...........

alam menanti

senja datang sampaikan seribu pesan
mentari yng sombong siap menghadang dengan jutaan peluru
aku hanya meradang
lawan tangguh di depan
aku tak gentar
karena inilah yg kunanti
semua manusia akhirnya bersatu dengan alam

Sabtu, 16 Januari 2010

sebuah harapan

derap langkahku meninggalkan malam
menembusi jiwa yg terlena
di hamparan penderitaanku terselip sebuah harapan
yg terlahir dari kejamnya dunia
aku hanya tersenyum
aku hanya terdiam
tak mampu bertanya
jawaban apa ygkan kudengar
di balik setiap jengkal harapan
ketika kata mimpi terlahir
kucoba kembali menawan sejuta rinduku
membakar setiap menit semangatku
kerahkan semua yg tersisa
dan saatnya aku menunggu....
sebuah harapan yg terselip diantara
satu mimpi diantara dunia