Jumat, 28 Desember 2012

mimpi yang terindah

aku datang dengan sejuuta cinta aku pergi dengan sejuta kata sejenak aku terhenti dalam deka[pan rindu hening seperti di taman kota perih mendalam dalam kehampaan dan bayanganmu masih selalu menunggu di senja kirana apakahj aku masih manusia yang terdiam di kala mentari yang sombong menamparku perlahan tapi pasti setiap detik membunuhku.. mengagumimu seperti orang gila yang hilang dikejauhan tanpa suara masih selalu membisu seperti diambang keraguan yang terhenti sejenak

Sabtu, 15 Desember 2012

natal yang hilang

Kurangkai kembali
Satu pertanyaan di dalam jiwa
Terdiamku diantara seribu luka yang tertangis
Kebencian tlaah menjadi pelangi surgaku
Kemiskinan hanya tersenyum di kisahku
Aku pernah memujanya
Kucintai dan kujadikan sebagai hari yg kunanti
Perlahan dan menjauh seperti hampa
$eneriaki kisah hidupku yang berjalan di tempat
Tanah yang merah
Sangat membosankan

Kulihat mereka tawanya di balik baju barunya
Kutatap mereka dengan senyuman tertawan pada kilauan cahaya sepatu baru
Kutatap mereka dengan seindah salju yang setiap wajahnya di olesi kecantikan putri sion
Bersukaria menyambut sang mesias
Tapi apakah natal itu hanya sebuah realita ttg keangkuhan
Kekayaan dan kesombongan
Apa natal yang kau tanyakan
Apa natal yang kau pikirkan
apakah natal hanya hadir dikalangan orang orang terhebat
Yang hebat bernyanyi ,anak paranger.anak pandita dan jago berbicara dikaum par inangon
Apa yang engkau cari
Begitu mudahnya rasa natal kau ganti dengan duniawi
Natal yang sederhana jauh dri pengharapan

Rabu, 12 Desember 2012

masalalu

kurangkai kembAli cerita yangtlah mati di hadapan sang waktu kuingatkan kembali waktuyangtlah pergi kesendirian adalahsebuah keberanian yang terpendam dimanusia kalah tersalib diakardosa yNg rentA dan menanti mati adalah pilihannya kami tertinggaldibelakang sejarah bangsa tak ada yNg perlu di pertanyakan dan jangan pernah membuat harapan semuanya hanyalah sebuah dilemA tak terbayangakan biarlah keajaiban yNg kan menghujani para manusiabijaksana

Kamis, 06 Desember 2012

pengecut

Aku tidak perlu menghormati kebaikan
Aku tak sungkan untuk mengiyakan sesuatu kesalahan dengan satu ucapan
Aku tak perlu untuk dihormati
Dan bila suatu hari aku jatuh dari sebuah kebodohan
Biarlah semua dunia tertawa
Mengaharamkan semuanya menjadi sebongkah kepengecutan
Didalam jiwa yang dianggap sudah lama mati
Tak ada yang bisa dikatakan harapan
Terbungkus di dalam keheningan malam
Seperti serigala yang hatinya tertikam di kubangan dosa
menahan takut menanti fajar menyising

Jumat, 09 November 2012

Hanya orang gila yang memberi grasi bagi para bandar narkoba

Jika kita bijaksana apakah duniakan tertawa bila di indonesia tak ada lagi hargi diri ketika anak perawan dijajankan di halte bus
Trimakasih untukmu chrisjohn dan daud yordan atas semangatmu yg tak pernah surut meski raga mu lelah engkau menghadirkan cerita untuk esok bagi anak bangsa

sang waktu

Bila kumati
Ku ingin engkau tahu
Dan tanamkan dlam hidupmu
Apakah ada waktu kita kelak bertemu
Didalam kesepian biarlah ilalangkan menjadi penghibur
Kuingin bintang mencoba tertawa
Apakah ada bgian dunia yang perlu di hormati
apakah ada yang perlu diselamatkan
Biarlah semua yg dimuliakan menjadi serigala
Dan yang direndahkan menjadi belatung
Krna dari detik ini
Tak ada lagi hari penghakiman

Kamis, 08 November 2012

rindu

kubuka jendela
Dan terlihat mentari
Memberi warna damaikan hatiku
Kuulangi kembali melukis wajahmu di hatiku
Semakin rindu terasa di dada
Masih adakah waktukan menyapa
Hadirmu damaikan hatiku
Apakah tersisa kenangan yg tercipta
Cintamu tlah kibarkan semangatku

Minggu, 04 November 2012

Sabtu, 03 November 2012

Seperti apakah aku ini
Apakah aku bisa berjalan dalam kesesakan
Siapakah yangkan menguatkanku disaat aku rapuh
Siapakah yangkan mengajariku ttg hidup
Aku mengenal engaku sedekat cintamu
Suaramu lembut memanggil namaku
Membelaiku dari lelah
Hingga engkau kusebut ayah

Diammu laksana istana tua
Dibalik tuamu selalu engkau tampil muda
Engakau mengajariku ayat ayat tuhan
Mengenalkanku ttg cerita nabi nabi
Dan didalam doamu terlukiskan namaku

Kamis, 01 November 2012

evrinla

Aku menatapmu dengan penuh harap
Aku memelukmu dgn dekapansang rajawali
Engkau pun mungkin lebih mengerti
Ak tak bisa memberikan apa untukmu
Tp suatu kelak
Mungkin sebelum mentari tertidur
Dan enggan engkau tertidur
Semuanya engkaupun kan tahu
Disaat semuanya tersenyum untukmu
Disaat itulah engkaukan temukan
Untuk apa semuanya ini

kita hanya di bagian dari sebuah kisah
Engkau terlahir seperti sekuntum bunga
Mencerahkan hidupku bagai ditaman cinta
Ada mimpi yang harus engkau perjuangkan
Dan kuberharap engkau mampu melanjutkan mimpiku
Menatap jauh luasnya lautan di pinggir pantai
Dan kuberharap engkau menemukan apa yang tlah aku pikirkan
Berjuanglah dengan kejujuran
Berhentilah sejenak bila terasa lelah
Ganti tujuan dikala tak lagi ada harapan
Bijakilah hatimu dengan ayat ayat tuhan
Ganti pikiranmu selalu sedekat dengan tuhan
Biarlah tuhan yang mewujudkan semua harapmu
Dan kuberharap engkaukan menemukan apa yang selama ini yang kucari
Hidupkanlah bagimu pantang menyerah
Krna pasti banyak jalan menuju keangkasa

Terimakasih evrinla tlah menjadi puisi di hidupku
Satu hal yang pasti,aku benar pengecut dan laknat tpi apakah engkau pantas dihormati bila kekayaanmu berasal dari rakyat
Dan hidupmu berazaskan kebengisan ttg falsafah pancasila

Aku yakin dan percaya jutaan pemuka agama gerja dan hajipun di indonesia takkan mampu membawa indonesia keluar dari kemaksiatan tp aku berani mengatakan suatu saat nanti salah satu pemuda kristen akan menjadi pemimpin bangsa


Aku salut dengan orang timur dan begitulah jadinya,mereka tak terkalahkan

Orang pintar selalu tampil mempesona tetapi orang pendiam selalu tampil untuk sempurna,menunggu adalah jawabnya

Kemiskinan adalah sahabat kami,wajar aku mengatakan krna tak terasa seumur hidup aku hidup di dalamnya

Bila hatimu gundah cobalah tertawa tetapi bila hatimu porak poranda jgn coba coba tertawa krn bila engkau tertawa duniapun akan menertawaimu

Kini hidupku bagai kutilang,lucu dan menjijikan

Mana yang engkau pilih,ikan paus ato ikan hiu..
Ikan paus orang gendut macam di senayan bicara lantang seperti kentut tak berotak dan doyan selangkangan
Ato ikan hiu yang ditahbiskan hidupnya seperti kucing garong..

Perlu anda tahu!!di batam pelacur itu sdah dianngap profesi

Kegilaan hatiku hanya satu,,kok bisa ya dikala kecilnya berak celana di kelas sekolah dan bodohnya minta ampin dan ditambah tukang kentut bisa kd pegawai negeri


Tentara versus polisi...coba tebak siapa yang paling banyak nghabisin uang negara...

Rabu, 31 Oktober 2012

pertanyaan

Aku pernah bertanya
Dan aku juga pernah bertapa
Di dalam kesepian aku menatap jauh para khalifah
Aku terpaku di dinding bejana tua
Terpenjara dlam keheningan surga
Terbuai dlm sebuah kehidupan
Ketika satu persatu harapan bangsa terdiam
Seperti air mengalir
Terbawa jauh ke laut dan menangungi dirinya dengan kebiadaban
Tak perlu lg ada pertanyaan


Selasa, 30 Oktober 2012

Benar ada seribu bahasa di indonesia begitu juga suku tp bagi saya suku betawilah yang paling derajatnya rendah krna mereka hanya bertahan hanya di satu kota bknkah kini mereka terkepung banjir...

Jika saja aku bisa bicara dengan hujan,kan kukatakan cantikmu melebihi putri indonesia
Putri yang dari dulu sampe skrng kita sdah tahu pasti kota mana pemenangnya...



Finance bisa memuncaki klasemen kehidupan krna orang yg hidup didalamnya sdah lama kuanggap binatang dimana cakarnya tak punya rasa hormat

Jumat, 26 Oktober 2012

berharap pada waktu

Berharap pada waktu yang tlah lama kunanti
Terpenggal pada cerita yang tlah menjauh
Siapakah aku dihadapan para pembela kebenaran
Terdengarkah napasku di balik jubah hitammu
Dan apakah yang tersisa dari tragedi kemarin
Tak cukupkah mereka menjadi bukti
Tak tangiskah pikiranmu ketika alam merobek robek nasib sebangsa
Dan dimanakah akal mu menatap yg terhina
Menanti kebenaran
Dihamparan langit malam anak bangsa bercerita
Jauh disebelah timur mimpi sedekat dlam genggaman
tak dipandang tpi mampu dikatakan
Ada jalan menuju yang tak terbatas
Tpi kudiam dinegeri sendiri
Kuterlahir diselangkangan para manusia agamis
Bicara lantang seperti para pesulap
Bicara kotor yang penting halal
Dan memuliakan kekudusan demi tangan kotor yang memerah
Liar dan terjal adalah kekuatan yang sangat mahal
Dan biarlah lautan murka dengan falsafah mereka

Hentakan kebodohan menjadi sasaran empuk kaum ningrat
Darah biru yang tak perlu di damaikan
Maju dihadapan dalam sekejap
Hilang di akhir jaman
Aku tertindas di nafas kekalahan
Krna aku dilahirkan dari debu
Ayahku adalah tanah gersang
Ibuku adalah kerikil tak bertulang
Dan siapakh aku bila dilaitkan dengan kehidupan
Dihadapanmu aku tak berarti
Krna otakku tlah memerdekaanku ttg pemberontakan
Akuu sdh melihat
Tpi aku bimbang
Aku sdh mendengar
Tp aku takut
Untuk mengatakan
Tak ada lagi yang diharapkan di negeri ini

Kamis, 27 September 2012

sepertimu cinta

Tlah lama kumendekap dlam cinta
Tak ada sesuatu yg mampu mengubah hidupku
Kehilanganmu tlah membuatku terjebak
Dlm waktu yang tak kudengar.lagi kedamaian
Bahkan sepipun tlah memukulku
Tepat dihadapan para pengadil
Jantungku tlah membisu seperti seroja
Menyepi layaknya pertapa
Yang hidupnya ditasbihkan dlam segelas minuman
Dimanakah cinta itukan menjadi indah
Bila tubuhku tak bergejolak trhadp wanita
Tak ada yang satupun tercipta sepertinya
Bahkan aku tlah meracuniku cintaku agar tak tumbuh bermekaran
Pikiran mereka tlah bercampur dgn air sungai asahan
Kejijikan yang ada pada tubuhnya
Kehormatan mampu dibeli dgn sdkit rayuan
Hingga kumbang kumbangpun mengiklaskan jasadnya bersatu menjadi alam
Bimbang tak ada lagi yg perlu diberdebatkan
Dan tak ada lagi musim memanen
Semuanya lenyap seperti debu dan bersembunyi layaknya sang mentari
Tak ada yang baik dihadapan para pencinta
Tak ada harapan di tanah yang gersang
Dan cintakupun tertanam di batu batu
Berserakan seperti rumput di padang$
Biarlah menjadi ilalang yg enggan memguning

Selasa, 25 September 2012

ironi kebangsaan

Mentari terasa enggan tuk bersinar
Dlam hening kugapai ketakutanku
Adak celah yang membuatku berontak dlm jiwa
Kumelihat negeri tak lagi seperti harapan pancasila
Kelaknatan century tlah menjadi jendela keangkuhan bangsa
Diperdebatkan tapi hanya sebentar
Ditanyakan ada yg di perhadapkan
Memaki itu adalah pedang yang manja
Hingga mereka layak pelakon wayang

Ironi kebangsaan hanya umpatan
Tlah tlah tersalib dihadapan para bangsa bangsa
Hargadiri murahan tergadai di gerbang kemaksiatan
Apakah ada yang perlu ku katakan ketika harapan anak bangsa terjebak di lorong hitam
Tak ada yang perlu dihormati
Tak perlu seseorang dibutuhkan untuk jadi penyelamat
Tak seorangpun berhak
Tpi apakah ada yang berjiwa besar ketika kita dihadapan majelis keadilan
Bernapas saja kita malas
Melihat keangkuhan pemimpin negeri
Bergaya oriental penuh dgn iman
Berotak agamis tp bentrok di falsafah pancasila
Menganggap benar kebangsaannya tpi enggan untuk mengalah
Hingga mereka mengatakan merekalah yang paling benar


cinta

Kukenang semua cerita cinta
Kurangkai kembali waktu yang tlah pergi
Menatap indah senyummu kasih
Engkau tercipta hanya untukku
Tpi engkau hanya membisu
Setelah waktu membawamu berlabuh
Pikirmu tlah berganti bau bunga seroja
Dan akupun tersisihkan oleh dinding keangkuhan dunia
Menepi enggan tuk berharap sepi seperti kesunyian
Kalah adalah laknat yg tertatap disalib cintaku

Kamis, 20 September 2012

negeri damanik

Presidenku adalah anjing
Parlemenku adalah babi
Mereka adalah binatang yang paling baik hingga mencabik cabik sebangsanya
Pintar berdebat dan tak mau kalah
Berjuang hingga benar walapun rakyat tertawa
Berani menggertak tpi di gertak membara
Tatapan nanar menghardik idealisme bangsa

Polisiku adalah belatung
Kaum jaksa adalah borok
Sama sama mengerikan
Berjalan di ruangan tak bermoral
Menjual moral dihadapan ketuhanan
Merampok orang bodoh kaum bangsa ini
Dan mewariskan kebejatannya kepada keturunannya
Sungguh enggan aku bertanya

Buat apa aku tersinggung ,klo aku tersinggung ak harus ganti profesi dong...wkwkwkwkwkwkkwk
Apakah ada surga nantinya?

Negara:damanik bkn indonesia...
Hanya orang gila yang mengatakan suatu kemenangan yang di raih dengan menghina ketuhanan sebangsanya

Islam adalah saudara jauh kristen camkanlah dlm hatiku itu para penghianat,bukan kita dialiri para nabi nabi itu

Jangan jadikan dirimu penghianat tp jadikanlah dirimu perampok,rampoklah mereka yang tlah mengambil secara diam diam kekayaan bangsa ini


Sesuatu itu adalah harapan yang hadir di depan mata

Berlarilah ke ujung dunia hingga duniapun tertawa di pikiranmu



Tlah lama aku menganggap kantor pengadilan adalah pasar sampah yang menjual para selangkangan..

mimpiku adalah puisiku

Puisi ini adalah mataku melihat jiwaku yg tlah mati
Kueja dengan napas kekalahanku akan arti dri sebuah harapan
Mimpiku adalah puisiku
Mimpi yang hadir di dalam ingatanku
Satu persatu waktu tlah kujalani
Dengan kelam di bawah saungan gelombang armada
Hingga kebimbangan sedekat kematian mendekat
Segumpalan pasukannya ya di depan pintu kehampaan hati
Menerkamku dan mentahbiskanku
Seperti debu dikasur kelas sekolahku dlu
Teringat dimanasemangatku berlomba mencari mimpi
Bertarung di ruang kosong dgn kursi yang berkaki tiga
Aku terlahir dan terbawa napas napas para manusia berjubah
Hingga aku hadir seperti orang yang gila
Dan dipkul dengan kesopanan yang beradab
Mati adalah awal dri kebahagiaan
Berani melawan utk sesuap mimpi anak bangsa
Dan biarlah sepi ini menjadi kain kapanku
Puisiku adalah hidupku
Dan takkan pernah mati
Setiap jaman akan menjadi terang
Hingga senja tak lg perawan
Dan ku mati dengan senyuman

risih

Semenjananya waktu yg terbawa imajinasi orang mati
Dan akupun terjebak dlam keangkuhan sang dunia

Rabu, 05 September 2012

masalalu

Tlah kubungkam rasa takutku di tepian kekalahanku
Kuaduk rata kepengecutanku di bgian terhormat
Berharap waktukan terdiam seperti angin malam
Menangisiku
Apalah artinya hidup dengan cinta bila hanya hadir diheningnya malam
Memelukmu ku jangan
Menatapmu ku enggan
Bahkan mengeja namamu haram bagiku
Inilah cinta diatas beringin berakar
Masalalu tetap mengejarku

wajah negeri

senja reda dibalik falsafah
Dentuman wajah pribumi tak bernyawa
Kemarin ada crita yang datang meniru sang fajar
Melambai l ambai riak bagai halilintar
Mencoba tersenyum di wajah paradigma
Renta sudah wajah ini menyapa
Mengapa masih ada orang bijak bekaca di sungai yang kotor
Terlintas dlam jiwa kemunafikan
Apakahj masih ada yang menjaga pikirannya
Negeri rongsokan oni pergi menjauh..
Dokter di negeriku apakah engkau tak seperti kutilang yang otaknya bnerceceran di selangkangan anak bangsa

Kamis, 23 Agustus 2012

Sabtu, 18 Agustus 2012

mengenangmu

Bijaknya aku hanya sebentar
Seperti air hujab di vulan september
Mengenangmu di cerita senja
Menawan wajahmu di rindu terdalamku
Kemarin aku masih melihat wajahmu dibalik bodohku
Sekarang aku masih terpaku didindingnya
Menemukan cinta sejati adalah akhirku
Kesakitanku mengatakan sikapku yang acuh
Kesombonganku tlah merajai isi pikiranku
Berwarna jingga cerminkan keangkuhan
Dankini aku di ujung bumi
Bertapa di langit langit malam
Bertinju dengan kekalahan
Dan biarlah sepi menjadi mimpi
Mimpiku berakhir dihembusan debu

Jumat, 17 Agustus 2012

ketakutan

Kumandang jeritan suara dari dlam ketakutan
Berdengung memupus keberanian diatas kepala
Dulu ada cerita yang mengalir
Kini hanyalah sepenggal kisah
Pergi entah kemana
Berlalu terbawa waktu
Hingga tiba saatnya kita sendiri
Tak ada yang perlu di pertanyakan...
Disini kita hadir dengan kekalahan

Kamis, 16 Agustus 2012

dendamku

Dendamku tlah lama berujung duka
Diamku tlah lama terdiam di atas awan
Mataku menanti saatnya waktu yangkan bicara
Seperti apakah aku bila aku hanya pasrah
Menatap wajahmmu dibalik kepengecutan
Bicaramu seperti kaum dhuafa
Menjijikkan

Kurasakan ada jiwa yang enggan tuk kembali bernapas
Diantara luka yang masih memerah
Mengapa ada jiwa enggan tuk bertanya
Kemanakah bangsa ini berjalan
Bisu menghanpiri dengan perkataan
Seperti apa rencana di istana
Terdengarkah nyanyian kemiskinan
Bersama dengan denyutan kekalahan para buruh
Berdiri diatas senja
Berlari menerjang hitam
Terdiam di cengkeraman pencakar langit
Pada siapakah kita bertautan
Lelahkah engkau para pujangga bersyair
Atau apakah tak ada pemberontka kan bangkit
Menengadah menanyai kejaliman bangsa

Senin, 23 Juli 2012

Jika ada satu kebodohan orang munafik adalah bila dia hanya beranggapan surga itu tak ada

Langkahku tlah berhenti tepat diatas ke biadaban otakku yangselalu berharap ada keajaiban hadir di depan mata

Minggu, 22 Juli 2012

mentari

Tak bosankah engkau mentari memaki tubuhku
Dibalik kesombonganmu terlihat jelas angkuhmu
Mendandani hidupku yang tlah mati
Gusar hati penuh dendang
Terjawab sudah putihnya langit
Diluar sana pun tak ada harapan
Mati adalah ujungnya
Dan viarlah semuanya membisu

Kamis, 19 Juli 2012

Jumat, 13 Juli 2012

Rabu, 11 Juli 2012

Selasa, 10 Juli 2012

Rabu, 04 Juli 2012

Selasa, 03 Juli 2012

sahabatku

apa yang engkau pikirkan sahabnatku
Apa yang engkau inginkan wahai kawan
Bukankah mentari selalu ceria menanti kedatanganmu
Apakah kabar yang engkau ingin sampaikan
Tak bosankah suara azan menjadi penyemangatmu
Jangan bermimpi akan indahnya surga
Itu tidak ada dan tak nyata
Tak ada satupun bersaksi melihat indahnya surga
Biarlah kita bertarung dengan waktu
Hingga tuhanpun tahu ada doa terbungkus dikekalahan
Gelagat tawa para pencari muka
Tak terbilang begitu menyenangkan
Diam dengan bisikan pemberontakan
Diakhir perjalanan menjadi penghianat

aku bukan penyair

Aku bukan penyair
Datang dari negeri air
Akubukanlah sang ksatria datang dari kota siantar
Aku adalah aku
Apa yang aku lakukan sepertu awan yang diatas
Sana
Setia selalu menjadi saksi kehancuran dunia
Ketika tangan tangan kerakusan berubah menjadi ketamakan
Tak satupun yang mengerti dan peduli
Bahkan aku hanya bisa terdiam
Hutan terabaikan di tanah yang gersang

Aku bukanlah sang penyair
Aku bukanlah sang gelombang
Memangsa penduduk bumi dengan kutukan tsunami
Aku adalah aku
Aku melihat kerakusan para kaum bijaksana
Tepat di mulut mereka
Menjual apa saja kekayaan negeri
Dan menaruhnya di lemari besi
Yang sebagian isinya dimantarai dengan kejujuran yang berdalih diatas kemanusian
Tak terpikirkan apa yang tertahan di gelombang tragedi
Bencana menjadi tangan tuhan yang maha adil
Tak tertawar sedemikian rupa hingga belatung enggan berdiam di bangkai manusia

Aku bukanlah penyair
Aku hanyalah sebagian kisah
Kisahku adalah sebuah perjalananku
Terkalahkan diatas pelangi
Dan diremukkan oleh singasana
Ketika pendidikan milik kaum soeharto
Kemanakah yang pintar melangkah?
Kami berdiam di luabang lubang kenistaan
Membisu dengan sebuah ungkapan
Puisi menjadi sahabat terbaik terselip disenja tlah berkumandang
Berpikir tlah menjadi batu sandungan
Tersenyum menyebabkan kegalauan hati
Mundur adalah terbaik
Diatas harapan yangkan hadir di depan ruimah kita
Berharap tak ada lgi ketakutan
Seperti kami para manusia kalah


Aku bukan penyair. Aku adalah harimau
Aku pembunuh dri siantar
Aku tak gentar pada siapapun
Pedang ditangan sekali berkumandang enggan tak bertanya
Kepakkan sayap mengejar para belalang dimanakah kita yang mengalir
Jauh di hulu terbayang surga
Dan hanya kematian yangkan memanjarakan keberanian

Aku bukanlah sang penyair
Aku adalah sang pemikir
Jangan tanyakan padaku apa arti dari ideologi
Ijinkanlah aku membuka satu persatu kedurhakan si kaum laknat
Banyak cerita yang di pikirkan di selangkangn mereka
Apa daya dan tak terjamah perilaku monyet senayan
KPK terhimpit di gedung tua
Kusam kakinya tak nergerak
Diabaikan adalah kesepakatan si kaum usang
Hingga manusia dari gua
Nyanyiakan adzan di siang bolong
Berontak untuk keagungan

Aku bukanlah sang penyair
Aku bukanlah jg sebagai pangeran
Aku bukanlah sang pemikir
Tapi aku adalah aku
Aku dan engaku satu falsafah
Demi indonesia
Pernah kah kita merenung!!
Apakah negeri ini kebenarannya tlah merdeka!!

Senin, 02 Juli 2012

ketakutanku

Gelombang lautan menderu diatas kepalaku
Seiring waktu yang tak terbatas mengilhami pemikiranku
Ada sesuatu yang hadir dengan seribu kegalauan
Berani berdiri sedikit lentur
Mencoba menghindar diterkam kekalahan
Segala kebaiakan kin tlah kulihat tak lagi segarang para ksatria
Semua tertanam sedemikian rupa tanpa ada yang mengingatkan
Tak berdaya
Tapi aku melihatnya satu persatu mereka kembali
Memakan apa saja yang perlu dimakan
Kitab tuhanpuan dijadikan metode keserakahan
Tanpa takut akan darah yang mengalir
Dan diperdebatkan di atas taruhan anak bangsa
Sekian dlam hentakan jiwa yang terabaiakan
Aku berkata kepadamu selagi aku bisa melihat
Dan aku berpikir
Semua kebenaran ini akan menjadi perbedaan antara kaum bijaksana yang tenggelam
Dimana menanti waktu yang tepat membelah langit
Menunjukkan pancaran kejujuran
Dan rasa takutku terbukti benar
Satuy persatu garuda bangsa tlah berani
Blak blakan menantang keangkuhan paradigam bangsa yang selalu beradegan layaknya aktor
Ditunjukkan kejaliman harus di gelandang ke sembelihan
Mereka bangkit di atas gelombang
Dan terpilih seperti yang tlah kukatakan kepadamu sebvelumnya
Dimana di hatinya tlah berbunga
Harumnya trntang kebaiakan dan kejujuran
Kaum bawah tlah bersatu ketika mgaruda bangsa di katakan pelacur
Akan bangkit serigala serigala yang siap mati demi kepancasilaan
Mengangkat kepalan tangan
Turun ke jalan dengan ganasnya merobek merah putih di rumah rumah orang kaya
Dam mengibarkan merah putih 45 di atas jendela rumah kita
Aku takut untuk mengatakan ini sebelumnya
Kehancuran bangsa ini tlah jauh berjalan
Kita tak dipimpin selayaknya anak domba
Kita di beringas seperti air yang penuh rawa
Enggan hidup itulah gambarannya
Dan punya wajah yang menjijikkan
Ketakutanku dilandasi lkepada apa yang kulihat dan kupikirkan

aku tak butuh pujianmu

Tak gentar darah ini untuk sekali menantang
Tak takut aku menebas sebuah keangkuhan
Tak rela aku engkaupun tertawa
Di atas gelombang kekalahan kaum dhuafa
Apa yang engkau katakan tak membuatku gentar
Apa yang engkau rasakan membuat darahku muak
Semakin lama engkau berdiri di altar penuh dongeng
Semakin pula aku menawanmu dikelaknatan senja
Jangan sampaikan padaku kemarahan
Dan jangan pula engkau mengaanggapku sempurna
Buang semua prasangkamu
Aku tak butuh perkataanmu
Kata kata yang selalu mengungkap durhaka
Dan biarlah engkau menyampaikannya pada ilalang yang tak kuning

Kamis, 28 Juni 2012

prahara

Apakah ada di hidupku sebuah cerita
Aku yang tak pernah merasakan surga
Mulutku tlah membisu di altar awan putij
Buta mataku melijat para kaum bijaksana
Berbicara dengan ayat ayat tuhan
Berbuat dengan perangai ilahi
Dan berdosa diatas kasur yang empuk
Menjilati kerakusan di atas kepala
Tiada henti

sahabat debu

Engkaup pernah menjadi debu di pikiran hitamku
Merasukiku ttg kenistaan di ambang para perawan
Kita berdansa di lubah api yang terjal
Menyantap semua perbudakan di ilalang tanah kering
Menangisi waktu yang kan menjadi musuh
Seperti apakah engkau kini
Lama tak kudengar suaramu
ketika klematian datang tubuhmu talah menjadi debu
Terlihat seolah kumbang yg enggan bertarung
Tertidur di selokan selokan berair
Kudis tlah menjadi selimutmu
Dan tangisanmu tlah menjadi air di efrata

Tangan tangan ilahi enggan untuk menyapamu
Tak ada belas kasihan yang datang
sepi hidupmu sendiri di hutan belantara
Kering tanpa sepatah katapun
Terdengar diammu tlah bersama dengan alam

tangisku

Menatap indah wajahmu di balik kebodohanku
Mengharapkan kejaiban keci yang dtang sperti sengatan lebah
Sadarkanku bahwa cinta ini tak selamanya ondah
Tawamu mendamaikan segenap penghuni surga
Dan tangisku tersisih di kubangan dosa
Perbedaan yang didepan takkan pernah sirna
Dan meskipun akan ada hari yang cerah
kuhanyutkan semuanya tenggelam di samudera kekalahan

Rabu, 27 Juni 2012

engkau pelacur malam

Terdiamku mendengar tangisanmu
Tak mampu raga ini membelaimu
Memberikan cerita agar kaupun terhenti
Dari resah hidupmu yang hitam

Engkau berjalan dengan tanganmu
Menghapus luka di balik cerita malam
Dan engkau selalu tak gentar menghadapi hidup
Meski kadang mereka menghina hidupmu


Engkau pelacur malam
Tetaplah tersenyum
Waktunya kan tiba engkaukan tertawa
Engkau pelacur malam jiwakan damai
Sedamai hatimu tuk selalu ter senyum

seberapa lama aku bisa bertahan

Napasku hanya bisamerintih menahan sakit yang dalam
Ketakutan itu kembali menyeruak seperti hantu yang siap menerjang
Aku tak berdaya menantang mentari
Kubiarkan satu persatu bayang bayang itu pergi entah kemana
Lelah menghinggapi menutup semua pintu celah nadiku
Untuk bangkit kembali.
Apakah ada yang kutanyakan ketika hari berganti dengan hari kuhanya bisa tertahan di samudera kekalahan
Pikirku tak lagi segarang yang dulu
Ada dualisme kepengecutan bertunas kembali
Menaburi kisahku dengan debu debu keserakahan
Terjatuhkan aku kembali dalam kubangan kejahatan
Atau adakah pertolongan itu hadir kembali
Secepat apakah aku bisa untuk kembali ke atas
Apakah terlambat aku berlari
Aku melihat tapi pikiranku ada di awang
Enggan kembali krn tlah tersirup dlm keangkuhan
Menanti ajal layaiknya sang pengecut
Hanya itu yang kubisa!!
Seberapa lama aku bisa bertahan???

Minggu, 24 Juni 2012

Lambat launkan mereka tahu ada saatnya nanti kehormatan yang pernah kalah akan menemukan waktunya untuk kembali berjuang

Aku memilih jalan yang penuh batu dan kerikil dripada aku memilih jalan yang penuh dengan kedamain,krna terkutuklah orang yang menganggap hidup hanya sementara.hidup adalah apa yang ada di hatimu maka bersiaplah jgn jadikan hidupmu penuh dgn kemaksiatan


Menyerah tak ada dalam otakku tp mengalah adalah bagian dr perjlananku

Mewarnai hidup dengan seggenggam keberanian
Melawan dunia dengan seikat kejujuran
Dan menjadi pecundang hanya sekali
Tibalah saatnya kita bangkit dri kebodohan

cinta yang kalah

Dimanakah sesuatu yang indah
Apakahkan kutemukan
Wanita yang bisa membuatku tersenyum
Dikala mentari membunuhku

Tak ada yang bisa aku katakan
Tak mungkin semuanya hanyalah cinta
Bersinar seperti $mentari yang kehijauan
Lalu memerah dengan murka menyakitiku


Gentar menyapa hentakan cahaya fajar
Berselimut erangan kelaparan aku terburai
Ada cinta yang semestinya berbunga
Tengkurap enggan mati di tanah yang tak ada dosa
Bila dunia yang ingin mengalahkan hatimu
Kubiaskan hitam dibelakangku
Semuanya takkan pernah berlalu
Kutakbisa memberi kehormatan di tangan kananmu

Selasa, 19 Juni 2012

rindu

Bila kuingat saat saat yang indah
Terbayangkan sudah betapa kutak mampu
Tuk lupakan cintamu
Hadirkan sejuta kisah yang terindah
Sampai mati cinta inikan abadi

Kukenang kembali waktu yang tlah pergi
Kusimpan semuanya di dalam doaku
Berharap ada kisah yng tersisa
Mengingati kembali cerita yang pernah engkau janjikan


Disini kusetia menanti
Meski enggan ku mencari
Tetapi hatiku ini tak mampu tuk katakan rindu
Yang berlahan ingin pergi
Mengapa kutakbisa tuk melupakan artimu
Dihadapan tahta ku yng tenggelam diantara perbedaan yang menjuangh

Minggu, 17 Juni 2012

sebuah risalah

Kuatkanlah aku dengan puisimu
Kerjakanlah bagiku apa yang baik bagimu
Dan jangan engkau tanyakan
Satu katapun tentangku
Krna aku sudah lama mati

Katakanlah bila aku seorang pengecut
Krna jari ini dan selamanua aku sudah menyerupai debu
Dan jangan engkau pernah engkau menghinaku
Kran ucapanmu bisa membangkitkanku dri kematian

Biarkanlah waktu yang menguning membelai kisahku
Dibalik terang ternyata aku bukanlah seoran insan
Jubahku merah semerah kegatalan kulitku
Menemaniku menanti duniaku yangkan hancur
Tak terkatakan bila aku adalah gila
Kegilaan ini krna aku tak bisa mengatakan
Ada yang lebih penting dri kemerdekaan
Membela kaun susah dihadapan para mahkamah

seperti orang gila aku melihatnya

Tak kukatakan apa lagi yang membius kepala otakku
Biarlah semuanya seperti api yang mencengkeramku
Dihujatan neraka yang bersanding kaum beringas
Dihadapan para raja raja kita terbebas
Seperti keringat yang tak pernah malu
Mengalir dan mengaliri ke tubuh renta
Kembalikankanlah kita di waktu yang tak bertelinga
Seribu persoalan datang menanti di pintu kota
Jeritab bayi meringis menahan lapar
Banyak lagi keserakahan yang tersembunyi di gedung gedung berdinding kaca
Pemuda terpanggang tubuhnya di kesunyian malam
Seperti orang gila aku melihatnya
Seperti hantu kumelihat wajahnya
Sangat tidak berjiwa garuda bila aku menanyakan
Apakah kehormatan negeri ini masih ada!!

Selasa, 12 Juni 2012

kegalauan hati

Kemanakah langkah inikan pergi,jauh sudah aku mendaki gunung tua yang terjal tetapai kaki ini selalu penasaran untuk mencari hidup lebih berarti.sendiri dikota batam tanpa saudara dan sahabat serta sanak family kujalani waktu dengan senyuman dan sisa engharapanku ttg adanya hidup yg lebih baik dimana sebuah perjalanan yang besar menantiku di ujung waktu yuang tak pernah memikirkanku.dah tiga tahun waktu tlah berjalan tanpa mimpi,cinta dan pengharapan.aku hidup di liang debu yang sumpek,najis dan kehitaman,caci maki dalah hidupku,diludahi adalah takdirku krna semanya demi hidup bahkan angin pun enggan tuk membelaiku krna dosaku mampu mengalahkan cerita kehebatan jaman romawi.dalam diam aku bertanya dalam gelap malam aku mencoba meraba apakah ada insan yang perlu dicinta dan mencinta!apakah ada yangkan menjadi sayap sayapku menerbangkan semua mimpi ini langsung ke sebelah tahta yang kuasa.
Bisikku di dalam hati!!
Apakah ada seseorang yangkan menyelamatkanku??

Senin, 11 Juni 2012

menanti waktu

Enggan aku bertanya ttg hembusan debu
Semuanya mati seperti paradigma tak bersalah
Satu bicaara jujur dan satu bicara kejahatan
Bersatu seperti awan dilangit
Teriakin anak negeri enggan untuk terbang

Mencoba berlari dikala musim semi
Kisah yg hadir di balik sandiwara para situan bijak
Menghilang dan sembunyi doi ruangan gelap
Menanti waktu
Kembali memberi kehebatan di akhir dunia
Mengerti dan menghempaskan semua kejiwaan yang kalah diambang pintu rumah saudara
Siapakah kita yang hanya menunggu
Ketika rembulan stngah hati menemani kepakkan bintang di bawah utara
Menerjang kehijauan di atas kebohongan

dia

Indah kurangkai kembali
Cerita cinta yang tlah lama mati
Meski dirimu tak lagi seindah yang dlu
Hitam wangimu senggem kekuasaan sang langit

Kankupuji didalam hatiku
Kekuatan terbesarmu mengakui dirmu siapa
Tak kuragykan cinta inikan menjadi kecupan
Selamanya kan menjadi setitik sinar
Sinar kehidupan dibawah cinta yg tlah usang
Jelaskanlah apakah sang nabi jg enggan berpuisi
Ketika bintang bintang dilangit menebarkan aroma kejantanan
Terpaku di velenggu dunia yang biru
Menanti raga bersembunyi di kalbu kejujuran
Waniyta adalah kehormatan sang agung

Sabtu, 09 Juni 2012

cinta yg terlambat

Hanya diam yang bisa aku lakukan
Ternyata cintamu hilang dihadapanku
Lelah hati ini melukiskan dirimu
Mengagumimu tanpa engkaupun tahu

dlam hidupku hanyalah dirimu
Yg terlukis dlm kesendirian
Mengagumimu di bawah bodohku
Terlahirkan seribu puisi


Samapai kapankah cinta ini terdengar
Bagaikan pelangi di musim hujan
Apakah cintya ini kan berakhir bahagia
Aku yg terlambat mengatakan cinta
Adakah waktuikan menjadi penyelamatku
Bagi hidupku yuang penuh dngan kekalahan
Mengapa harus kurelakan semuanya pergi
Tanpa kusadari engkaulah terbaik untukku

Jumat, 08 Juni 2012

guratan jiwa

Dipersimpangan kusimpan sebuah angan
Terbalik dikertas putih tanpa coretan
Kutimang senja yang terhempas dikejauhan malam
Masih adakah waktukan kembali tersenyum
Bagi kami yang tertinggal di keagungan sang rembulan
Kupaksa mata ini patuh pada alibi
Kuakali napasku agar tetap setia menungguiku
Menyepi seperti angin yang pergi ke arah samudera
Berlari tanpa suara di alam raya
Berlalu tanpa ada kesenjangan yang terpatri ditaman taman kehidupan
Gilakah manusia yg beradab yang sisa mimpinya terapung di dunia tanpa kata
Ataukah hanya selembaran yang terhinggap di atas tiang kehidupan
Berbaris satu persatu seperti awan yanh di atas sana
Enggan untuk mengatakan
Kemunafikan tlah menyelimuti hati para kaum bijak
Yang tanpa nama mencoreng jiwa yang terkecil dibutiran debu
apapun yang didepan dengan gagahnya menerjang yang perlu diterjang
Hingga suatu hari nanti kegentaran kaum pemberontak menyesal terlahir kembali

Selasa, 29 Mei 2012

talut

kurengkuh dengan ketalutan mendengar caranya bicara
Lembut matanya mengayomi sejuta pikiranku terbentang di dalam jiwa
Sampai kpan semua ini menjadi indah
Biarlah talutku gerah menyampaikannya langsung
Krna kupasrah akan keadaan
Tak ada lagi yang perlu kupertahankan
Hidup mungikn tak berakhir di senja kepakan mentari

paradigma bangsa

Datangnya lady gaga disambut meriah kaum FPI
Bagai petir di awan yg cerah menyambar paradigma bangsa
Bobotoh terkulai tak nbernapas di gelora bungkarno
Apakah ada sandiwara di balik ini
Tertipu lagi kemasyarakatan majemuk ttg beragama
HKBP di ungsikan ke arah selatan tanpa ragu
Itu hal yang sdah menjadi buah bibir
Ketika kedaulatan negara takluk seperti babi
Diperjualbelikan kehormatan bangsa

Apakah SBY menjadi pahlawan
Ketika kisah sinetron century pergi ke lembaran sejarah
Tak terjamah dan tergantikan
Malingnya hingga sekarang menari dipusaran perawan
Tanyakan padaku mengapa gayus hanya di cerca begitu mudah
Tanpa ada bom yg meledak
Sesumbar di ujung sore
Kedasyatan si tuan beye
Tlah menghunus seperti belatung yang enggan mati
Keajabaian datang lagi ketika negara di barisan depan membasmi narkoba
Corby menjadi santapan di tv nusantara
Menjadi patung yang harus diungkapkan
Kembalinya otoriter kebangsaan di perdebatkan di langit nusantara
Kejanggalan pendapat menjadi santapan
Kemabli terungkap pahlawankah pak beye..
Biarlah mereka yang menafsirkan sendiri...

gentar

Keraguan yg mendalam ttg falsafah
Kemana naluri kan bertanya
Kebodohanku tiap detik tlah memperdayaku
Memaki dengan guratan keserakahan
Pasrah apa aja yang menghadang
Semakin lama gentar jga aku menantang kehidupan

kelud yang bisu

Terjebak di angkuhnya sang waktu
Terdiam seperti daun yg enggan menyapa bumi
Takutku dah sebesar kapal sinabung
Lusuh dan jijik ak menatapnya
Sekali lagi pulang dengannya
Dengan ratapan yang tak ingat di kepala

Tersusun rapi seperti jasad yang korban perang
Berbaur dengan aroma terapi menengadah ke atas langit
Kita hanya pasrah
Kebijakan sikaum usang gagah bersandiwara
Cengkeraman ketidakadilan begitu jebatnya membuat kita tak bisa $embaca
Apa yang harus kukatakan kepada kalian lautan
Sebongkah besi tua melangkah membelah samudera dengan kamar mandi banjir kotoran
Kemakmuran terbeli dengan keangkuhan jeritan si kaum pantai
Udara tersenyum bangga dengan lukisan emas
Sekali jentak tiba di tujuan
Punya harga diri tersematkan di senyuman wanita cantik
Miskin hina dan kaya sama rata di langit nusantara

Lautan nbergemuruh menandakan ombak berlarian
Dri ujung lautan pergi ke samudera
Dari samudera pergi entah kemana
Adilkah kita yang berjalan di rogsokan tua ini
Pelayannya sama seperti lintahnya di daratan julan nasi dengan jamur yamng menantang
Apakah ada sesuatu yang bisa dihargai..
Apakah hidup hanya sebatas sanjungan
Ketika tuan rumah sombongnya seperti hantu
Doaku biarlah samuderapun tahu
Membawamu ke bibir dasar laut
Kesombonganmu biarlaj diadili sang samudera
Waktukan menjadi akhir dri segalanya

Selasa, 15 Mei 2012

terhempas

Berlari mengejar waktu yang tlah memudar
Bersama cintayang tenggelam dipusara jingga
Terhempas dlam buaian selendang tanah kanaan
Terbit dikala mentari menghujam dibarat
Apakah ceritakan terlahir kembali
Apakah dustakan menghela kebosanan
dibalik gunung tua diprambanan
Seolah diapun benci mengungkap jatidiri
Bangsa ini diambang kotak penalti
Menanti sang keajaiban diakhir penghakiman
Kemanakah yang jujur bersembunyi
Kemanakah yang bijak bertapa
Apakah diapun merasakan ilham yang sama
Terpenjara di ketakutan situan ical
Terselip di kesombongan si raja beye
Terapung di kemunafikan sibengal anas
Terhempas disudut kepremanan sibengis gayus

Langkah yang berarti di jepitan arah mata angin
Sayup berdendang sperti lagu sangkakala
Menghapus lelah dri pemberhentian kejora fajar
Dan kita tersidang di angin sepoi sepoi
Tertidur dan enggan banglit kembali
Bahkan mati adalah ujung dri kehampaan
Kehormatan terbeli di pintu keadilan

Senin, 14 Mei 2012

Sabtu, 12 Mei 2012

terlahir kembali

Kenang aku sebagai pengecut
Tawailah ak sebagai martir
Dan bunuhlah aku sebagai penghianat
Rasa ini tak bercampur lagi
Kebutaanku ttng kekalahan sdah hadir di depan mata
Akukan mendiami istana kematian para pemberani
Duduk di sudut sebelah mentari menanti kembali
Mempersenjatai tubuhku dgn rintihan ketakutan
Menambah kebijaksaanaanku di altar para pangeran
Dan terlahir kembali
Ke alam para manusia kalah

Jumat, 11 Mei 2012

takut

Tak seperti aku mengharapkan senyumanmu
Tak seharusnya kutersentuh dengan kebodohanmu
Dan tak semestinya cinta ini terpaku dlam pusara cintamu
Tapi aku tak bisa mengatakan
Sesungguhnya aku jg takut kehilanganmu
Jakakaka

Jumat, 04 Mei 2012

ilham

hujan membasahi bumi dengan harapan semua yang dibicarakankan menmjadi terang kemudian terangnya menyinari hati gundah yg kelana menjadi jingga di b alik keraguan anak negeri tentang impian yang trerdiam di ketakutan yang dalam banyak cerita yang terindah menggapai kenakalan kitsa bermimpi banyak kebohongan yang datang ditepian sang mentari yang enggan untuk berlari dan ada masanya kita mengerti dua dunia yang berlain arah tersudut diambang sebuah keraguan hanya tuhan yg tahu hanya kita berdiam di reaqlita yang takkan terdengar oleh kaum kaum nbejat di negeri ini terhempas kandas didunia yang berbeda apakah kitakan menjadi lukisan di langit nusantara bila kita hanyalah seperti angin yang berlari tanpa tujuan- tak seorangpunkan menanyakan apa ilham yamg kan menjadi taruhan di bukit karmel apa yang tersendiri di atas kebohongan dan apa yang perlu disampaikan di balik sejarah apakah ada yang mengerti tanpa ada tujuan yang hadir begitu rupa seperti kita hanyalah berencana sepakatilah di dalam hidupmu satu kehidupan yang lebih baik dari yang kemarin hemntikan kata katamu yang berserakan seperti sampah terbitkan kejujuran dfi hatimu dengan sejuta senyuman dan katakan tidak un tuk mereka yang bersandiwara seperti orang gila

lihat terangmu kawan

kemana langkah sang waktu telah pergi seiring ceritas yang tlah pergio beryaung tentangf perdamaian negeri bagaimana caramu untuk membuatku tertawa sang kharisma jika kita hanyalh bisa tertawan dalam jauhnya siang dan malam dengan dekapan kekalahan yang berakhir dimana kita tak mengerti apa yang hjarus kita lakukan kita hanyalah nseperti angin yang berlalu dari gunung turun ke lembvash lembah dan dari lembah kitsa berakhir di tamnah y6ang gersang bnersama dengan derap ;langkah sang waktu kita hanyalh sedekat kematiuan yang tertindas dalam deksapan sdang waktu

Senin, 30 April 2012

Selasa, 17 April 2012

Siapa yang tidak mau menjadi raja
Dan siapa yang tak mau hidupnya lebih baik
Semuanya pasti setuju jika aku mengatakan
"Tak ada ruang bagi orang pintar di negeri ini"

sang pengecut

Diantara dualisme yg tersangkut di tanah perjanjian
Kucoba berpikir lebih bijak dri kaum bijaksana
Kerja keras tlah dillakukan
Doa tlah beribu kali di ucapkan
Tp masih selalu saja
Kuterbaring di bawah jembatan
Rongsokan menjadi tertawan dlam pandangan
Keriput membanjiri raga yg enggan mati ini
Menanti fajar enggan aku kembali bernapas
Kuterpatri di dinding putih
Terttuliskan

Inilah pengecut dri siantar

Senin, 16 April 2012

tulang engkaupun tahu

Kiranya aku seperti tulang
Yang bicara dengan hak kesulungan
Kiranya aku bisa mengadang tantangan
Jatuhnya aku dlam kubangan
Seperti elang yang terbang menjauhi awan
Tiarap di dasar sungai dengan ganasnya menantang kaum murahan
Tanpa ampun dan surat perintah menikami yang benar dgn tuak ketakutan
bijaknya tulang tak sdkit mengalir di nadi kehidupan
Berani tertawa di ambang kehitaman bangsa
Menghujani kata kata kehidupan ttg perjuangan
Menancapkan merah putih berkibar di hati sang pengecut

Lama tak terdengar kbarmu tulang
Seperti biasanya di depan sebelum mahgrib tiba
Dengan lantang engkau bijakkan para kurcaci
Agar hidup menjadi hantu dlm keangkuhan negeri
Menipu lebih baik drpd ditipu
Pintar lebih baik sehari drpd pengecut sllamya
Hidup tertawan dlam sepi
Tulang pun tahu..
Engkaupun tahu tulang
Yg pintar mengangkangi kaum bijaksana
Sehelai kertas tersirat dlam pikiran
Tulang lama engkau sdah terkubur
Ada crita tlah lama membeku
Di hari tua senja pun berpijar
Biarlah tulang tahu
Anakmu sekali lgi di zolimi negeri ini

Rabu, 11 April 2012

kumelihat

Ku melihat ada yg mengerikan
Negeri ini tlah penuh dengan orng orang serakah
Mataku kusam dgn air mata
Penderitaan semakin tak terbatas
Rintihan mereka terdengar sprti nyanyian di azan bertautan
Terbaring di debu jalan sikaum tua
Apakah ada yankan mengatakan
Sesuatu ada ygkan ddtng

Rabu, 04 April 2012

gugatan

Aku anak dri siantar
Berlari menerjang samudera
Ketika kegagalan menjadi tawanan
Kurela mati demi cinta ygkan tertinggal di ujung waktu
Seribu cinta utkmu kehormatan
Tersalib
Tak ada yang tahu
Ada manusia biadab di seberang taman bunga

ketika cinta

Cinta ini membuatku tersudut
Kembali cintamu membuatku tak berdaya
Engkau menghujamku dgn seribu pelangi
Hembuskan napasku yg terhenti utk kembali berdendang
Apakah masih ada cinta itu mengalir
Dan kemanakah butiran air kasihnya mengalir
Untuk tubuh ini terjerumus memandikan asmara
Berehat ttg artinya
Betapa penting cinta ini kukatakan padamu
Aku terbeku dipalungan kebodohan
Mengagumimu di bawah kemiskinanku

keangkuhan si tuan pembeli

Bincangmu seakan drimu tahu segalanya
Matamu tajam ingin buktikan drimu hebat
Kepalamu tegak isyaratkan bahwa dirimu tak terkalahkan
Memang dirimu adalah segalanya
Ada padamu yang tak bisa kukalahkan
Semuanya bisa engkau beli
Bahkan ucapan aja bisa engkau hargai dengan sebilah emas
Siapa saja yang memuji pastikan bangga
Engkau limpahi dengan kehormatan materi
Menjilatimu seperti ice creem monalisa

Tpi tidak saudara
Aku tak bisa engkau beli
Aku miskin tpi aku punya pengharapan
Diatas langit masih adalangit
Dan diatas segalanya dimuka bumi ini
Satu persati orng spertimu akan lenyap
Seragammu terbeli dri rakusnya nenek moyangmu
Menjengkali kaumku dengan kebohongan yang terhapus sejarah
Aku tidak menghormatimu bahkan dlm nafasku engkau adalah anjing
Ibarat wanita tua tak punya agama
Wajahmu laksana sang agung bagiku hanyalah seperti hantu
Di dalam doakku kuberharap keturunanmu engkau ajarkan hitam putih kejujuran
Tak perlu engkau tanyakan saudara
Aku membencimu seumur hidupku
Apa yang engkau ucapkan hanyalah bauan kepecundanganmu
Engkau mendustai para manusia bijaksana
dan takdir yangkan menentukan kita
Dimana kita berada di bagian terhormat
Disana tidak perlu jual beli kekuasaan
Krna malaikat yang langsung mengatakannya

Jangan pernah bangga dengan apa yang tlah engkau miliki
Dinegeri ini tlah lama semuanya seperti kotak ajaib
Dibeli dengan uang
Polisi,pns,tentara,guru dll

Sabtu, 31 Maret 2012

Hati hati terhadap ahli ahli taurat yg suka berjalan jalan memekai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar.yg suka duduk terdepan di rumah rumah ibadah dan di tempat terhormat dlm perjamuan.
Diberkatilah dia yg dtng dlm nama tuhan

Selasa, 27 Maret 2012

negara ini membutuhkan seorang yang bertangan besi dimana tangan kanannya tersematkan kejujuran
Dan ditangan kiri kerakyatan yang dilandasi pancasila
1.Ambil alih perusahaan asing seperti telkomsel,indosat dan perusahhan lainya yg menjadi kebutuhan pokok bangsa ini
2.Ganti semua pemerintah yang kompeten dimana berumur 4o ke atas di pensiunkan
3.KPK mutlak haknya di atas presiden dan MPR dan ketua KPK dipilih langsumg oleh rakyat
4.Bubarkan MPR diganti dengan badan musyawarah pancasila(!BMP)
5.Mengambil alih sekolah sekolah swasta menjadi negeri beserta yg fungsinya menjadi po para guru menjadi PNS dimana gaji guru di sejahterakan dan berikan biaya sekolah seringan ringannya dengan semboyan...tak ada yang gak sekolah
6.Membangun jembatan lintas antara pulau pulau besar dmna dgn sendirinya mengurangi pengeluaran pemasaran mobil,motor dan tidak meluli BBM selalu naik
7.Mengirim mahasiswa yang kompeten tanpa ada rekayasa publik ttg kepintarannya dimana membuang jauh nepotisme dan kejujuran yang hadir keluar negeri 100.000 pertahun
8.Membubarkan polisi dan menggantinya dengan sebutan
9.Gaji buruh dan kesejahteraanya menjadi landasan negara ini diberikan demi kemakmuran bangsa
10.Mengilegalkan perjudian dengan syarat syarat
11.Membubarkan ormas ormas yang sering membuat onar
12.Rumah sakit diberi label merah bila kemanusiaan yg mereka jalankan bertentangan dengan undang undang
13.Hak penyiaran televisi di jaga ketat oleh pemerintah
14.Koruptor di penjara selaiknya selama 30 tahun
15.Memberikan kebebasan pers sebesar besarnya
16.Stop mengimpor beras dan menjadikan kembali indonesia menjadi raja maritim dan agaria
17.Batam di jadikan pintu herbang pasar internasional
18.Membangun stadioan olahraga bertaraf internasional di stiap provinsi
Dan mendanai langsung sarana dan prasarana sebesar 20 persen APBN provinsi
19.Memberikan secara langsung bantuan kewirausahaan dengan tanpa syarat dan nepotisme
Dimana peraturannya di atur langsung perundang undangan
20.Membuka sebesar besarnya para investor dengan pajak yg memadai dab gaji buruh yang di selaraskan. Dgn kesejahteraan bangsa


Percayalah bangsa ini bukan membutuhkan orang pintar,sang ahli bangsa ini tlah mejadikan nepotisme sebagai keluarganya yg membuat bangsa ini berantakan
Jujur di negeri ini apapun bisa di beli tetapi orang jujur tidak bisa terbeli.

Ingat orang jujur itu tidak selamanya dri pesantern dari gereja jg bisa,vihara dan lain lain
Siapapun nanti pemimpin bangsa ini agar mempertimbangkan usulan ini
Kerakyatan ini tlah memudar
Dulu aku berlari dengan para manusia yang tak kenal lelah
Kini aku berjalan dengan mahasiwa yang harga dirinya bisa dibeli di selakangan otoriter bangsa
A

sama siapa kami bicara,mahasiswa

Begitu hebatkah waktu yang di kala ini
Hebatnya membuatku mulutku gentar untuk menantang
Tanganku gemetar sking hebatnya
Stiap jaman di ganti dengan semboyan bru
Menciptakan lebih banyak dri pada menjalankan
membuat kita hanya terpaku diambang dua kehidupan
Pasrah akan nasib yng tlah diukir di nisan nisan di tanah lering
Tak ada lgi airmta
Tak ada lagi cinta
Semua tlah kembali ke alam sadar
Menanti mati adalah terbaik
Untuk kita renungkan

Sekali lagi mataku memerah tetapi tak segarang yg kemarin saudara
Ktika kehormatan ada diatas langit pertiwi
Kita berdiri bersama merongrong persaudaraan
Kutak melihat lagi manusia manusia gagah
Kutak melihat lgi manusia manusia yang siap mati
Dan kutak melihat lagi yang mau mati mememluk pertiwi
Satu persatu aku mengingati
Semanggi
Wajah mereka yang tak pernah habis di pikiranku
Apakah negeri terkubur ditangan pendatang baru yang mengerti sejarah
Kukan merindumu di seberang lautan kemiskinan
Saudara engkau dengarkah suara ini
Apakah engkau enggan tuk melawan
Apakah harga diri kerakyatan bisa dijilatin seperti sapi perahan
Kemana kalian saudaraku..
Kemana kalian para pengecut
Kemana kalian para penakut
Kemana kalian yang mengaku para demokrat
Pembaruan,sang nasionalis
Apakah klalian gentar menatap hentakan penguasa
Katakan padaku
Ungkapkan kepadaku
Apakah kita terlahir seperti para pengecut
Yang bertelanjang dada di pasar kerakyatan

Enggan aku menjawab semuanya
Kuhanya tertunduk lesu membusung ke tanah
Malu aku mengatakan
Benci aku untuk menyampaikan
Telingaku tlah menjadi karatan mendengar pendritaan bangsa ini
Di ujung dunia para nelayan enggan untuk berlayar
Para petani menunggu mati di sawah sawah yg kering
Mahasiswa terlahir seperti pengecut
Yg engganm untuk hidup
Dan kumasih teringat wajah mereka
Yang diam di rumput semanggi

Senin, 19 Maret 2012

Tak ada yg perlu ditakutkan dlm hidup bila kita selalu berbuat baik

Satu hal yang kutakuti adalah melukai hati orng baik krna orang baik sangatlah susah dicari


Kepakkanlah sayapmu seperti sang garuda terbanglah setingginya hingga angin bosan membelaimu

Cita cita akan menajdi indah bila para pengecut tidak laknat memperdaya para pengecut di senayan

Sabtu, 17 Maret 2012

Sebab segalanya tak mungkin seperti harapan kita baiknya kita bersikap realistis pada kebijakan nurani,menjdikan hidup menjadi indah adalah di saat kita mampu menjadi orang yang paling bodoh

Kebenaran hanya terjadi sekali dan hasilnya kan menjadi abadi

Mulut berhias dengan lipstik tetapi hati yang bersih mampu menyelamatkan ribuan bangsa

Kemenangan adalah sebuah episode,bersambung tiada henti
Dan menceeritakan yang tlah menjadi akhir kisah tetapi cintaku kan suci seperti sungai di siantar


Satu hal yg kunantikan adalah menjadi gitar ,menghibur siapa saja yang mendengar

Orang pintar biasanya orng yg berbicara dgn wajah melihat ke bawah dan mengatakan pada dirinya dia adalahj seorang pengecut

pedang keadilan

Dan sprti anak yg disapih
Hidupku ada berdiri pada dinding yang tak bersuara
Speri api yanhg berada di bukit bukit karmel
Tempat singa betina dan singa jantan mengaum
Sehingga diantar ketakutanku aku hanya bisa terdiam
Sebab sesungguhya di negeri ini tidak ada lgi kejujuran

Apakah kecuranganmu tak terdengar para pencari tuhan
Dr ujung negeri yg satu ke ujung negeri yg lain
Tak ada pancasila yg menjadi ideologi bangsa
Sunyi sepi segenap negeri dengan kedurjanaan para moderta
Berapa lama lgi negerikan menjadi tandus
Sebab pedang kekalahan hanya berdiam dlm cengkeraman maut

Kamis, 15 Maret 2012

pikiranku menodai

Kepalaku tak biasanya mampu
Bertahan untuk menatap keningmu
Enyahlah pikiranku dari jelmaan wujudmu
Seperti angin yang benaran menamparku
Ingatkanku dlu perkasa seperti hutan
Kini darahku membanjiri pemikiranku dengan keengganaan hidup

Dulu pernah ada warna itu
Sekejap saja aku tlah terkesima
Ribuan puisi kuparkirakan di lubuk hatimu
Enggan aku bertanya
Enggan aku mempersoalkan
Kecantikanmu mengalahkan keagungan sang dirgantara
Burung pun hanya membisu
Kegilaanku terbawa dlm pemikirannya
Seperti inikah waktukan menjelang
Tersembunyi di kesombongan senyummu
Engkau bagaiakan debu
Sedikit saja beri kehangatan tetapi bisa menahan luka yang dlam
Membuunuh saja bagi orang yang tak mengerti pancasila

Aku terlahir dri cinta yang tlah pergi
Cinta itu terbawa di makam makam orang tuaku
Aku diajarkanya ttg falsafah negara
Aku di berkati dia dgn cinta yang tak pernah berhenti berbuah
Dan dendam itu tidak terpancar dri hidupku yang lunglai
Tiap waktu ak berubah menjadi bijaksana
Tiap jam aku berubah menjadi ksatria
Tiap hari napasku menjadi nafas kebenaran
Dan biarkanlah aku menancapkan pedangku ke langit nusantara
Berdiri di hadapan para pembelot bangsa
Bicara lantang dengan sdkit permainan
Dan di akhir hari dosa itu bisa terhapuskan


Dan biarlah semuanya menjadi kebanggaan
Di sini tak ada lagi kejujuran
Dan aku berdiri sprti tentara romawi
Terkubur dikubangan kejajahanaman penguuasa bamgsa ini

cinta simiskin

Tlah kuakui cinta ini
Dibalik dinding yang putih penuh noda
Lelah sudah aku membawanya
Menjadi beban di tiap langkah
Merasakan sebuah kerlipan yang berlinang
Cinta tak selamnya pelangi
Kehitamannya terlihat seperti parasit
Menjengkali hidupku yng miskin
Kularut dlam keheningan malam
Seperti biasa aku membelaimu di laguku
Dan biarlah aku bercermin pada dunia
Inilah aku apa adanya
Simiskin dri siantar

Minggu, 11 Maret 2012

erangan kebisuan

Sampaikan apakah ada cinta yang tersipu dibalik purnama
Dan katakan juga apa yang hadir di balik senyum
Indahmu bagaikan seroja
Membuatku gila membayangkan lingkaranmu
Memerah mewarnai kain hitam
Terperosok dalam kisah yaang berdebu
Mencintaimu dengan senafsu binatang
Kucinta caramu
Memanjakanku
Tergilaku di erangan deras keringatmu
Mengucur dan bergelora membuatku merinding
Hampir menjadi senyawa dlam gemerlap malam
Menembusi ke tulang menularkan bius yang putih
Meneriakimu dgn kata kata romantika
Sesaat menghembuskan cinta yg terlarang

guratan jiwa

Terbilangkan sudah guratan jiwa
Yg bak sampah membusuk di rongga dada
Kedipan malam menelanjangi sepi
Kita terbawa dalam kemerosotan moral
Kehilanganmu adalah ujung dunia tak tergantikan
Meski raut wajahmu kian menampar
Menggoreskan nama diatas panorama dunia

Jumat, 09 Maret 2012

masihkah engkau mengingatnya kawan

Dibalik surya kugenggam sebuah cerita
Beralaskan mimpi kuterbangun dri kesesakan dunia
Terhimpit di dua jurang yang saling berselisih
Ketika kehidupan tersalib di kubah jalanan
Menghempaskan kepintaran dikantung celana

Kita pernah berbagi kawan
Ketika hujan masihkah engkau mengingatnya
Ketika kita bercerita tentang sansiro
Ditepian sekolah dengan keberanian yang tersingkap di balik celana
Butuh usaha untuk pergi kesana
Menapaki waktu yang tlah berani menghapus satu persatu
Mimpi mimpi yang tlah lama menertawai
Tak satupun kita tepati

Berdentang sepi di bawah awan kulihati lagi bintang yang berbarisan di langit malam
Terbayarkan sudah aku mencoba mengingati mimpi kita
Terbayarkah mimpumu kawan
Tak terdengar kabar drimu
Disanakah dirimu berteriak dengan kencang seperti dilapangan sekolah
Atau aku dan engkaupun menjadi sembelihan
Terkiyak di ambangan kekalahan
Mati adalah awal dri kepengecutan
Uang merah berserakan di laci laci para journalis
Enggan untuk berbicara lantang ttg keruntuhan kesejahteraan rakyat
Berdelimutkan cerita yang usang
Berkelana seperti orang gila
Yang bajunya wangi
Debupun malu untuk menyapa

Seribu kemalangan hadir menyapa
Terpenjara di barisan para puisi
Berharap orang jujur menyimak
Apa uang kukatakan dengan seribu kicauan
Masihkah engaku mengingat kawan
Ketika senja masih tersirat
Enggan untuk tertidur
Mendengar lagu kita
Dan semuanya seperti kertas yang tak lagi perawan
Krna aku bukanlah aku lagi
Ada hantu di dalam napasku
Menunggu mati adalah akhlaknya
Masihkah engkau mengingatnya kawan

dilema cinta

Diantara luka yang masih menggema
Kebodohanku kurelakan menjadi ruang dlam segerombolan kekalahanku
Kita terpaku dlm dua cinta yg berbeda
Menapaki waktu yg tlah terhina
Menggapai kehormatan kemunafikan cnta
Sehelai wajah terllukis di kemerahan sang jingga
Senyumnya luluhkan seribu mentari yg tlah tenggelam
Karam sejauh samudera terhadir dlam kesepian
Kita terpenjara di hidangan para pecinta

Rabu, 29 Februari 2012

apa sih yang harus jujur

dan bila

Dan bila kita hanya tertawa
Membodohi keterbelakangan akan sejarah dunia
Kemanapun langkah berjalan tanpa ada tujuan
Pastinya kita kan terhenti pada kubangan waktu
Berjalan seperti air yang. Mengalir
Dan terhenti di hitamnya kalbu
Tak terpikirkan bahwa dosa di bawa mati

kekalahan sang pencinta

Diamku mungkin adalah jawaban terbaikku
Ketika satu persatu menjadi sebuah makna kehidupan
Cinta ini terlahir dri debu yg berasal dri kemiskinan
Aku terlahir dari akar kehidupan yang dialiri nafa skekalahan
Berontak untuk berlari enggan untuk berlari
Sekejap mata menahbiskan kekurangan dgn perbedaan
Yang datang dengan untaian jiwa yg terpatri di kubangan dosa

Penuh harapan membalas keangkuhan
Kesombongan mereka melempari hinaan yang tajam
Kejam bagaikan pasukan sosilo
Tak kenal ampun
Bahkan cengkeraman mereka lebih keras dri baja
Aku diteriakin seperti pemerkosa
Bajuku terkoyak di erangan kejaran yang tak berujung
Nyawaku teranjam meski aku di tengah hutan
Selalu saja bayangan kekejaman mereka memburuku
Hinggap tertidurpun aku enggan untuk bermimpi
Akankah akukan terselamatkan dri cinta yang putih ini

apakah ada kata selain cinta
Cinta ini membunuhku
Aku terpenjara dalam kejaran seribu dewa dewa
Mencintaimu membuatku erlari ke ujung dunia
Wajahmu bersih bernapas nyanyian raja daud
Memperdaya pemikiranku tentang kemiskinan
Sejuta menghampiri dengan untaian debu berserakan
Hadirmu sederhana tanpa serabut kelelahan
Kurasa itukan menjadi sempurna
Dan hingga aku trus berlari dan berlari
Bersembyi di gua gua
Menahan lapar di persembunyian aku selalu berdoa
Jangan sampai pedang mengukur jasadku
Terpenggal tanpa kepala
Daingku berserakan dicabik serigala hutan
Tuhan kirim aku penyelamatku

Selasa, 28 Februari 2012

kabarmu

Terdiam aku di kala senja bertanya
Sejauh hati ini menangungi rinduku
Kekasih masih kah teringat dirimu kini
akan cinta yang pernah menjadi indah

Hamparan kerinduan tlah menjelma
Menjadi hantu yg sangat mengecewakan
Kabar buruk dri seberang membisikkan
Seuntai kekalahan terjatuh dlm jerami
Besok engkau akan ersanding dengan sang arjuna
Khianati kerasnya perkara yangkan kuseberangi

sang mempelai

Takkan lagi ada cinta
Takkan lagi bisakan tergantikan
Drimu satu satunya di hatiku
Selamanyakan menjadi hidup dan matiku

Bukan krna cantikmu bkan krna hebatmu
Kesederhanaanmu mengubah langkahku
Kau tunjukkan aku arti dri hidup ini
Disaat jatuh kau kuatkan aku

Inilah ibu yg kupilih menjadi kekasihku
Berikanlah senyummu yang terindah utkmu
Inilah ibu yang kupilih menjadi mempelaiku
Sertakan namanya di dalam doamu


Segalanya kan menjadi indah
Kejujurannya menutupi keangkuhanku$

sang kekasih

Tuhan kaupun mengerti
Hati ini terasa sepi
Bilakah cinta ini kan bertautan
Pada tepian hati yang membisu
Kukecap dan tak kulepas lagi
Untaian cintamu yng dlu pernah ada
Mungkinkah bila semuanya kan berakhir
Pada ujung dunia yg tak bisa mengerti

Kepakkanlah sayapmu menari
Diatas awankan kulukis kan segalanya
Engkaulah hidup dan matiku
Kurebahkan semuanya diatas selimut sang waktu

Mencintaimu adalah keiklasan raga
Kucinta dirimu dengan sejujurnya
Kukan selalu menjadi bintang pujaanmu
Di setiap waktu disetiap saat

Minggu, 26 Februari 2012

neraka

Aku ini seperti orang tidak mendengar
Orang bodoh yg dtng dri negeri yg hilang
Semua tlah kudiamkan ketika aku melihat keangkuhan para penguasa
Mereka berani mengatakan kebenaran
Kebenaran yangkkan menjadi karang kehidupan
Ketika mati menjadi tanya yang mencekam

Buat apa uang di tangan
Buat apa hidup di ormati
Bila di penghakima terakhir dibakr hidup hidup
Didepan ulama yang benar

tantang aku

Siapa berani menyanggah aku
Dan menantang perkataanku
Negeri ylah peuh dengan orang orang berzinah
Aku melihat ada yg mengerikan
Janganlah marah bila aku bicara
Presiden bangsa ini sudah menyerupai setan

doa sang pemberontak

Air mataku terus menerus bercucuran
Janganlah engkau tutupi telingamu dgn kebencian
Engaku tlah melihat ketidakadilan di antarkan di negeri ini
Engaku menyelubungi dirimu dgn awan
Seperti burung mereka memburu keserakahan
Lidah bayi membisu di tepian rindu tetek ibunya
Susu dibeli dgn ratapan kesedihan yg dalam
Dan ada lagi yang beli kukatakan

Lihatlah mereka bertanya
Kenajisanya melekat pada ujung bajunya
Dlam kesombongan yg menyala nyala
Tanpa belas kasihan memperkosa putri negeri ini
Menelanjangi tanpa ada ratapan
Membunuh segala yang menantang
Tarpaku di pohon pohon tua
Tuhan adalah bagianku
Sebab itu aku berharap padamu
Aku merintih krna debaran jantungku
Kekuatanku hilang
Orang orang memburuku krna ucapanku
Memasang jerat pada semua orng mendengar
memberontak kepada negeri

Jika aku mengabaikan hakku hidup untuk negeri
Apakah ada yangkan bangkit dri tanah kemiskinan
Mengangkat pedang dengan gagahnya
Aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa
Atau memakan makanan yg menjadi bagian anak yatim piatu
Maka biarlah apa yang kuperjuangkan dimakan orang lain
Aku sudah menyerupai debu dan abu
Bersembunyi dri goa ke goa
Sehabis bicaraku tidak ada seorangpun yang mau melanjutka
Mati adalah segalanya bagiku

cinta

Terlalu bodoh bagiku untuk mencinta
Terlalu angkuh aku mengisyaratkan cinta
Dan terlalu gila aku mencintaimu dengan kata
Biarlah engakau mengartikannya sendiri
Karena cinta adalah cinta
Cinta yang mencintaimu di sepanjang hidupmu

cemburu

Jangan di diamkan hati yang cemburu
Kibaskan dengan suara yg lantang
Dan biar menjadi kenangan
Aku pernah memakimu

mengagumimu cinta

Hentakan kemalasan itu seakan tak enggan kembalo bercerita
Menampar kesepian akan gelora yang terpenggal
Hadir dengan cinta yang membisu
Mengagumi kekasih tanpa ada jejak misterius
Cinta menguatkanku akan kebenaran
Kebenaran teruji mendasari titik nadir ke rakusan
Keserakahan waktu mengingatkan kita
Lembaran demi lembaran kisah tlah terpatri
Bernuliskan noda langkah hitam
Terbungkan dalam cinta yang tersipu mengagumimi
Di bawah kemiskinan
Itu aku mentari
Itu aku sang puitis
Melangkahi waktu isyaratkan kebohongan
Kebohongan yang terikat pada satu elemen
Ingin di cintai debupun menjadi andalan
Agar dirimu terpikat dlm rumah cintaku

Dimanakah aku sandarkan kemerahan hati yg membeku
Terlalu lama mendiam dlam keraguan
Kibaskan angan terbalik di bawah kaki
Cinta ini kembali menguatkanku
Dihamparan senja
Melukis wajahmu di bagian depan pemikiran
Mengagumimu
Dibalik dinding kemiskinan
Mengagumimu diantara kasta yag tak terbayarkan
Dan biarlah kemiskinan ini terpaku di atas tahta cinta

Sabtu, 25 Februari 2012

melihat

Mataku kusam dgn air mata
Tak ada petunjuk dri awan
Krna jalanku luas bagai samudera jauhnya
Krna inilah aku menangis
Rak ada lgi di negeri ini yg perlu di hormati

malu

Aku tlah menyembunyikan mukaku
Sebab cintaku tlah di makan waktu
Tergantung gantung di atas awan
Mencintaimu dari jauh tanpa sepatah kata
Dan rasa sakit menggema
Hadir ketika kutahu sglanya
Cintamu tlah terikat di wajah pribumi

Jumat, 24 Februari 2012

Kata orang ,bila manusia memiliki pikiran yg agamis selayaknyalah dirinya langsung melihat langit.jangan pernah berpikir bahwa kita hanya bisa melangkah bila hanya berpedoman selalu tentang agama.lakukanlah apa yang pantas engkau lakukan dengan memberikan senyuman ke segala penjuru krna hanya senyuman yang mampu menyelamatkan negeri dari sikap pragmatis para penguasa bangsa ini.hendaklah kita berpikir akan suatu kemajuan bangsa ini bila tidak di landasi semangat pancasila dan mengalir idealisme kebangsaan negeri ini menunggu waktunya krna tanpa sengaja kita menciptakan ribuan henerasi pemalas,pemberontak,bodoh yang suatu saat akan menjadi bumerang bangsa kita hingga sampai kapanpun negeri ini hanya akan melangkah di tempat.agama memiliki doktrin yang berbeda tentang kebangsaan yang acapkali kita dengar hanya menjadi tameng,patung yang tidak perlu ditakuti dan dihindari krna kita mengetahui bahwa dimanapun kita menemukan agama setiap bangsa jika kita berseru kpd tuhan ataupun suatu saat membagikab ke tangan yang membutuhkan hasil keserakahan ttg masa lalu dgn menutupi kesalahan masa lalu ,dimana tuhan pun akan mengampuni.jd menurut saya bila koruptor pun di tahbiskan kesaksiannya dengan kitab suci sama aja tak ada artinya bila mengayomi kpda nilai kepercayaan,toh suatu saat saya bisa mensucikan dri saya dengan cara menyantuni anak yatim,membangun rumah ibadah,berbuat baik buat kpda orang lain dgn tanpa sengaja bahwa sesungguhnya apa yang dia pikirkan tuhan itu akan mengerti.sebenarnya doktrin sudah menyalahi kaidah agama tetapi bagi orang yang salah,terjerat pidana ya mau tak mau ya menghalalkan segala cara agar bagaimana bisa lepas dri sanksi.hanya satu kata bagi kita,TUHAN ITU MAHA TAHU.

Kekejian para akademis ini tlah menjadi acuan bagi kita bahwa kebijaksaannya sebagai wakil dri rakyat acapkali terlihat seperti sinetron sineteon yang kejar tayangnya mepet krna mereka jg sudah dilengkapi menahan rasa malu.tuduh menuduh sudah lukisan makanan masyarakat kita sehari hari jd tak usah heran bila hari ke hari mereka mampang di surat kabar .dari sketsa tdi kita sudah melihat mereka memiliki kekeluargaan yang dashyat
Dimana bila ada teman separtai terjerat kasus pidana beramai ramai membela meski dengan mata keranjang atapun anak SD pun tahu diaa bersalah tetap saja di bela habis habisan maka krna itu apakah negara ini masih layaj menjadi acuan yang acapkali menimbulkan rasa malu bagi negeri sendiri.apa yang di pikirkan mereka menyakiti negeri krna mereka tidak berlandaskan ideologi negara ini.

Bangsa ini membutuhkan manusia yang darahnya mengalir semangat pancasila,kejujuran dan. Mengatas namakan kesejateraan rakyat dimna tidak membutuhkan kantor yang triliunan

Kamis, 23 Februari 2012

si raja uang

Harapan di balik sebuah pertanyaan
Yang hinggap seperti debu di jubah
Mengendus pepatah lama tentang syair kehidupan
Terganjal bagai mimpi yg bersandar pada dinginnya malam
Pernahkah anda tergadai dlam milyaran rupiah
Tersangkut dlam harga diri yang terkejar
Bagai mentari yang panasnya menyebalkan begitu jugalah ttg perbankan
Menguliti si miskin dengan syair syair keuntungan
Memangsa dengan laknat tak pake agama
Berlomba seperti bangsawan rindu dgn keperawanan
Bersekutu dengan pria berdasi diambang jendela negeri
Siapa yang perlu di pertanyakan
Perdebatanmu dijadikan bagai merebut raja rimba
Buas dan ganas tanpa perlawan
Sekali hjentak langsung termakan

Si raja uang berjalan tanpa pakaian dalam
Gadis muda terpengaruh dengan mudahnya terperangkap
Dikasih emas cintamu rela di mandiin
Jadi ambangan di hitam takdir sunnah
Pembelot berpesta dgn hasil mengangkai anak negeri
Menawarkan kezaliman menjadi teman

Rabu, 22 Februari 2012

orang tebusan tuhan

Majulah hai para pengecut
Majulah berperang
Sebab negeri ini akan sunyi sepi
Pedang akan makan sampai kenyang
Tajamkanlah tombakmu
Singkirkanlah batu batu
Sampai ke ujung bumi
Kita tlah dipersiapkan di pintu pintu pemberontakan
engkau akan disebut
Orang orang tebusan tuhan

Selasa, 21 Februari 2012

jelaskan artimu

Jelaskanlah padaku arti dri bunga bunga
Tersiram di bawah pancaran mentari
Enggan menawarkan wanginya kpd kumbang
Malukah kita menatap negeri ini
Hari berganti tanpa ada tujuan
Penguasa punya mimpi aneh aneh
Kekanakan memangsa situan poniman
menjadi artis lebih bijak daripada menjadi presiden

kutrima semua

Kutrima semua apa yang engkau ucapkan
Caci dan makilah akui sekuat kemarahanmu selagi ada
Teriakkanlah seribu kenajisan di balik tubuh indahmu
Ratakanlah apa yang ada dipikiranmu
Hingga duniapun tersungkur ke alam
Membelakangimu dengan sebutan kekasih

Pernahkah engkau tersirat di bundaran jingga
Disisinya mengalir di dua tujuan

erangan di pagi hari

Senja datang tiba tiba
Enyahkan erangan terpancar di saluran pelangi
Kicauan burung menanti senyuman
Segala risalah hati menyambar menyentuh jiwa

Hari esok akankah kembali
Menurut waktu terpancar kemiskinan anak negeri
Berlari senja menampar kemarahan langit
Terdiam diatas kezaliman penguasa
Bangga akan kebinasaan para laknat di jembatan
Beralaskan kardus dan dinginnya membunuh idealisme
Terlahir pun enggan untuk hidu

Kesepian mentari menyelimuti naluri
Kutanyalan pada pelngi yang tergantung di langit siantar
Tak menyerupai seindah mimpi
Kembali cinta tersudut di ambang persawahan
Tenaga terbayar dengna erangan keserakan
Mengutuki siapa saja yang di depan menantang
Hidup adalah kesejahteraan anak negeri
Terlunaskan di pembangkangan
Pikiran mewarnai dengan seribu kesombongan


Sandaran gelora ketakutan akan sebuah tujuan negeri
Kini di pertanyakan dihadapan mahkamah konstitusi
Penguasa bernyali dlam sederet kecongkakan
Menjadi aktor di kala negeri berkabung
Apa yang harus kita perdebatkan
Hanyalah sandiwara kebodohan
Tenggelam selagi bisa lari
Melihat saja kita tertawa
Apakah masih ada yang ditertawakan
Ketika anjing anjing mentri sibuk nerimajinasi
Apakah masih ada di tawarkan
Ketika anak negeri tersangkur di persawahan
Apakah ada yangkan kita bicarakan
Bila dengkuran sang penguasa menjijikkan
Besok akan tambah lagi penghecut di negeri ini
Menyesal hidup tanah pertiwi

Jumat, 17 Februari 2012

kematian

Kematian datang tak seperti halilintar
Menghanguskan siapa saja yg menantang
Bertemankan kerakusan dia datang tak kenal pilihan
Miskin kaya di tendang ke angkara murka
Siapakah saudara dengan kebijakan penguasa
Berani bicarta dengan lantang tanpa palsafah bangsa
Dengan sengaja membunuh mimpi anak bangsa
Menyeret ke pintu pintu gerbang para pejuang sejarah
Ada saatnya andakan dizolimi di tempat yg berbeda
Dimana tuhan yg langsung mendakwah

cinta

Cinta adalah bisikan kebodohan
Menuai diatas penderitaan yang cukup panjang
Merajai impian ditepi kebodohan
Dan meneriaki kita dgn sejuta kemarahan

kematian adalah kebahagian

Senandung rindu di jiwa yang tlah membisu
Memudar kemerahan terlihat tak lagi perawan
Pujangga menari diatas serpihan kaca kehidupan
Terperanjat dlam realita fatamorgana pelangi hitam putih

Hentakan mentari menyambar nyambar di atas angkuhnya waktu yg sombong
Sedetik saja tak bisa tertawan
Menunggu mati adalah kebahagian
Sebelum kita katanya terhapus dlam sejarah
Apakah ada yang perlu di pertanyakan
Apakah ada yang mampu menjadi bijak
Ketika penguasa berlarian dri bukit
Bertelanjang dada seperti pangeran
Ironis mengatakan kebenaran dan keadilan menyapa kaum dhuafa
Merasa bangga ttg kejayaan di atas perut buncit para manusia laknat
Seribu seragam bisa ditawar dengan celana dalam pra biduan bermata sempit
Menata pribumi dengan erangan serigala
Siapa saja pasti terkejut
Kejam terdiam di dapur si tuan miskin
Kita terpenjara di gulungan jaman yg tak bertuan
Seperti itulah kita
Kita hanya mengakhiri sebuah tanya
Tanapa ada jawaban yg terdengar di ujung dunia
Kematian adalah kebagian yang tak terjamah

siapa yg bijaksana

Siapa yg bijaksana biarlah ia memahami ini
Pintu pintu di sungai sungai tlah dibuka
Engkau penuh kemabukan dan dukacita
Bangsa bangsa tlah mendengar ttg celamu
Anak anak yg pernah engkau tindas akan dtng kepadamu
Dengan pedang merajai diatas langitmu
Dan memperkosa putri ketika matamu tak terjaga
Dan mentasbiskan darahnya didpn wajahmu

Seperti halnya akupunkan tertawa
Menatap nanar wajahmu hilang di hamparan keagungan sang khalik
Dan tertawalah yg menatapmu
Krna jalanmu pedih dan penuh benci
Biarlah itu menjadi saksi
Sejarahkan terukir didlam hati

Kamis, 16 Februari 2012

nazar

Engkau sombong krna kecantikanmu
Sebab aku tahu dosamu berjumlah besar
Bangkilah dan pergilah
Kemana langkahmu kan berhenti seiring waktu yang mendesis
Sebelum menteri merajai langit
Rayakanlah hri kebebasanmuu di batas kemanusiaan
Sebab tidak akan ada lagi orng dursila
Menatap tajam wajahmu
Dgn nafsu terkubur disamping ilalang

Minggu, 12 Februari 2012

berpalinglah kepadaku

Berpalinglah kpdku dan kasihanilah aku
Aku membasuh tanganku di atas kemunafikan
Lihatlah betapa banyaknya musuhku
Dan bagaimana mereka membenci
Dan mengutukiku
Aku menggiling keangkuhan seperti debu dipusara angin
Mencampakkan mereka ke lautan
Mereka ketakutan mendengar suaraku
Karena tanganku mengajar perang. Dengan ganasnya

Singa mengaung singa merauang
Kemusnahan dan kelaparan akan akutertawakan
Krna bukan dri debu terbit bencana
Tetapi dri jiwa terlahir keserakahan
Penguasa menggagalkan rancangan orng orng cerdik
Dan bukan dri tanah tumbuh kesusahan
Melainkan manusia serakah
Yang bangga dengan segala keangkuhannya
membeli manusia menjadi malaikat penjaganya

Akan ada seseorang yang dipilih menjadi penyelamat
Yang dtng dri kejauhan tanpa ada sejarah
Bertanya tanyalah tentang orng orng jaman dahulu
Ia seperti tumbuh tumbuhan yg msih segar di panas matahari
Akarnya membelit timbunan batu
Dan suaranya lantang sprti halilintar
Yang melakukan perbuatan perbuatan besar yg tak terduga
Dan memerintah matahari di tangannya shingga tidak terbit
Dan berkelana diatas gelombanglaut

Sabtu, 11 Februari 2012

dimanakah!

Dimanakah orang orang bijaksanamu
Hai semua penduduk dunia
Sia sialah engkau bangun pagi pagi dan duduk duduk. Sampai jauh malam
Lebih baik nerlindung pada tuhan dripda percaya kpd bangsawan

dimanakah engkau!

Dimanakah engkau ketika aku meletakkan dasar bumi
Terdengarkah suara nafiri memanggilmu tiada henti
Pekik perangnya menyatakan sesuatu keganjilan
Dari sebelah utara muncul sinar keemasan
Si pembual tlah terlahir kebumi
Angkatlah kepalamu wahai pintu pintu gerbang
Bangsa bangsa ribut melupakan penindasan
Tajamilah anak panahmu dengan iringan lagu syahdu
Tak gentar meskipun halilintar menghadang di haluan
Dengan angin selatan engkau membombardir
Bangunlah sebab jiwa kami tertanam dalam debu
Bersiaplah untuk berani mengatakan kebenaran
Siang malam mereka hanya mengelilingi negeri
Dengan alasan mencari tujuan
Merancangkan penghancuran anak negeri
Agar tak terlihat di malam yang sepi

Kamis, 09 Februari 2012

Lebih baik seperti batu drpd seperti pasir krna lebih baik keras kepala yg di dalam drinya mengalir pemberontakan

Menjadi gila adalah inisiatif terakhirku bila aku tal kuat lagi melihat tingkah para penguasa,berdandan ala amerika

Rencanakanlah yang ada di pikiranmu dan jadikanlah bentangan wawasanmu serta rakitlah menjadi mimpi dengan segala kekuatanmu raihlah yang di kilasi dengan doa dan harapan

Bijaklah hatimu krna sebijak bijaknya hatimu hanya orang yang rendah hati yangkan memiliki akal dan budi

Tidurlah dengan selimut kemerdekaan
Bernapaslah dengan pancasila
Berjuanglah diatas merah putih
Hari ini dan selamanya
Seseorang akan diutus menyelamatkan bangsa ini
Siapkah anda jika anda kan berdiri sebarisan dengan para pemberontak!!

Bangsa yang besar adalah bangsa yg tidak mau sama sekali mnegajarkan generasi tentang sejarah

Kebodohan pergilah datanglah kepengecutan dan biarlah kalian yg menjadi raja di hati

Hidup adalah kekuatan yang berasal dari surga,maka hendaklah kita menjaga raga dengan sgla senyuman
Satu kejujuran dpt menawarkan sejuta kesalahan kita

Tuhan adalah diatas segalanya,dan biarkanlah dirinya yang berkarya di perjalananku

Sangat di sayangkan bila kesempatan itu dibiarkan pergi
Dan menatap jauh seakan tak perduli

Rabu, 08 Februari 2012

Keberanian itu bila diberikan sejuta perjuangan akan menjadi pedang yang tajam

Teriakkanlah mimpimu di atas gelombang lautan

Kita adalah sesuatu bagian yangkan menjadi sayap sayap dunia

Mengejar mimpi sampai ke langit mengejar cinta sampai ke kapernaum
Dan mati di tanah gurun.hidup tanpa cinta sama saja jiwa yang lama tlah terdiam di kubangan sejarah

Diamnya aku hanyalah isyarat kekalahanku
Mencintaimu adalah akhir dr sglanya
Dan apakah cintamukan menyalipkankanku!!

Kekalahan terlahir jika kita hanya pintar untuk tersenyum di ufuk barat

Nama yang indah terukir bagi merka yang terlahir menjadi pahlawan,sebagian hidupnya diberikan kepada sesama yang membutuhkan


Senjata yterhebat adalah pikiranmu maka bersahabtlah dengan pokiranmu sebelum pilkiranmu menjadi musuh terbesarmu

Kepahlawan hanyalah tersirat di buku buku sejarah tetapi kebaikan ,tuhan langsung yang menyiratkan di suratan takdir

Kebaikan itu tidak bisa di beli dengan seribu kilo emas

membunuh atau dibunuh lebih baik dri pada harga diri di pijak pijak

Hanya satu yang kutakuti di dunia adalah orang baik

Ak tak pernah takut pada kekalahan krna kekalahan adalah sahabt terbaikku
Sahabat yang peduli untuk kembali nerjuang

Pemimpin yang bijak hendaklah dirinya selalu bersabar intuk menanggapi keluhan permasalahan bangsa nya

Pahlawan tiada berarti jika hidupnya tergantung di dua dunia yang berbeda

Cinta
Ijinkanlah aku tertawa
Biarlah angin itu menamparku di atas gelombang samudera
Dibalik keangkuhan sang ksatria
Berjuang di atas tahta cinta

Cinta adalah sutu kisah yang mampu membuat kita bisa melakukan apapun

Selasa, 07 Februari 2012

Jika ak berpikir satu hal yangkan ada di otakku,kapan aku bisa merasa damai...

Kedamaian hanya dapat dimiliki dengan jiwa yg sudah mati

Kekerasan terjadi bukanlah krna kita mampu untuk menghindari namun kekerasan dpt terjadi krna kita tidak menyadari bahwa hanya binatang yang mencintai kekerasaan

Hidup adalah belajar berdoa

Politik itu indah pada awalnya sdkit kecongkakan bisa menjadi pelacur malam
Tanpa malu mengangkangi martabat bangsa

Politik merupakan suatu ajaran kesombongan bagi kaum cendekiawan yuanmg rela nerdebat seperti orang gila

Kecepatan dalam berpikir adalah kunci sukses untuk menjadi serakah

Buku adalah isi apa uyang kau tanggung jawabkan

Tanyakanlah apa yang ingin engkau sampaikan
Sebelum ak pergi entah kemana
Apa arti dri burung garuda
Bila kebebasan beragama hingga detik ini di jalimi


Bila cinta di tolak
Dukun bertindak
Kata orang gila
Bila cinta ditolak
Puisi berirama

Kegagalan adalah suatu kisah yang menjengkelkan dmna kita sdah mati matian memprjuangkan tetapi kegagalan adalah akhir dri semua kepuasan

Jujur itu sehat
Sehat itu jujur
Sijujurpun mendengkur di kursi bambu

Kemerdekaan yang dibeli sama halnya negeri yang tak punya rasa malu

Kesombongan hanya bisa dikatakan dengan keangkuhan dan hanya orang miskin yang bergaya orang kaya

Negeri yang presiden yang selalu melakukan pencitraan sdh laiknya jendral dan penmguasa menegakkan kampak di depan rumahnya

Selasa, 31 Januari 2012

Rasa takut bisa dikalahkan dengan tawa yg keras

Apa yang kita pikirkan adalah apa yang hendak kita lakukan

Mulu bisa menjadi racun tpi bisa jg membuat impian menjadi kenyataan

Diamnya aku hanya sejenak selanjutnya pikirkanlah...

Matematika adalah ilmu yg paling terpenting tetapi ilnmu yang terhebat adalah ilmu moral,masih adakah di pikiranmu yang perlu di hormati!

Kejarlah mimpimu ke mana saja asal jangan engkau kejar di tempat tidurmu

Orang bijak adalah orang memiliki mata yang indah,mampu melihat kebenaran dengan sekali kerlipan

Uang adalah akar dri sebuah rencanankrna uang dapat menjadikanmu segala galanya

Baiknya lah kita belajar terbang sperti belalang

Setiap hari tlah menandai kita dengan kebijakan kebijakannya


Seorang pemimpin takkan pernah takut pada semua hal karena dirinyua sudah di takdirkan mati di medan perang

Senin, 30 Januari 2012

anak negeri

Malam yang sepi kembali menjarumi stiap detik tulangku
Mneghela naps di tandusnya tanah gersang
Berbagi cerita di atas langit
Berpijakan di tanah kebanggaan
Mengaliri jalan dengan penuh kegagahan
Masih seperti yang dulu
Masih menyirani negeri
Dihutan hutan kami bersembunyi
Menanti fajar menyapa di ufuk timur
Demi negri yang nanti
Biarlah waktukan menjadi perisai bagi kami
Bertempur dengan jiwa yang takkan kalah

Kutahbiskan awan putih di pikiranku
Teringat dan terbayang sejuknya air di hulu sungai
Mengintipi sang impian di balik batu
Hanya cinta yang mengalir di daun bunga kembang
Siratkan rindu yang terhenyak bagai terikat di alam liar
Mengangkangi kedaulatan dengan tangisan bayi bayi
Kejahatan di abaikan dengan tumpah darah
Mengais ke depan dengan senjata di tangan
Siapapun lawan tiada ku gentar
Selama indonesia tetap negeri tercinta
Kami sebarisan dengan pemuda bijaksana
Mati yterhempas di atas senja
Tertidur di selokan bagai tikus
Menyeruak ganasnya seperti harimau
Menghantam bagaikan angin topan yang siap menghadang

senja itu tlah menghabisi kegundahan hati
Satu persatu sahabat terhembas ke tanah
Fajar di sebelah timur menyeruak menghabisi kegelapan
Teriakan kematian menghela di ujung klematian
Suara tembakan teriakan kami untuk bersiap bertempur
Musuh di depan laksana pasukan kavaleri roma
Beringas bagai meriam di istana esbeye
Kecongkakan dengan ideralisme orang gila
Pencitraan bagai putri monalisa yang giginya ompong
Semuia orang tahu dia tercipta bagaikan kumbang
Krana dengan lagunya menggambarkan kebodohan
Mundur teriak sahabat yang ada di depan
Langkahku terhenyak dengan takut yg dalam
Dan sekejap kakiku enggan uintuk berlari

Selasa, 24 Januari 2012

aku

aku adalah manusia kalah
Datang dri siantar dengan pedang kecil di jubah
Menapaki kekalahan dengan senyum menyapa
Mempertaruhkan segalanya demi cinta
$enghempaskan keangkuhan di jejak langkah
dan biarlah aku menjadi bumerang bagi yang hilang
Terdiam di sudut kehampaan

tiang besi kekutanku

Dan bila waktukan berhenti
Ditepian kesendirianku
Terbayang kembali indah wajahmu
Hadirkan sejuta kisahku di balik kenangan
Mengagumimu
Menawan wajahmu di anganku
Menapaki kisahku bersamamu di mimpi
Terperanjat dalam seribu kekalahanku
Yang tak bisa jujur pada hatiku
Terluka dalam kubangan kemiskinan
Terdampar di lorong hitam tak bertepi dan berlayar ke ruang tak terdengar

Kisah itu hadir kembali
Sekian lama tlah pergi menjauh
Tringat kisah memandangimu
Tanpa ijinmu
Tak terdengarkah suara cintaku
Yg kubisikkan di tlinganmu dngan senduku
Apakah ada cintamu kan bertautan seirama lagu cintaku
Ataukah cinta bertepi pada gelombang lautan
Aku merindumu disajadah kubah kenangan yg lama
Hilang dan jauh seiring teriakan manusia kalah
Bergamtungan pada sisa sisa dosa
Mana tahu adasetitik cinta menjadi milikku

Kekasih..
Hentakan kepengecutanku tlah lama tersalib
Menungguimu di barisan manusia kalah
Pikiranku tlah berjuang dengan langkahku dri perjalanan jauh
Mengukir namamu di atas kepalaku
Dan hanya namamu yang tersebut ketika lelah merajaiku
Penawar beban akan ketakutanku
Tiang besi kekuatanku

Senin, 23 Januari 2012

Bintang berpijar di kesunyian malam
Bisikkanlah padaku ttgmu
Didahan tuaku pejamkan mata
Ada crita yg mengalir di sisa hidupku
Kuyakinkan seutuhnya untukmu

Kamis, 19 Januari 2012

Kepakkanlah sayapmu saudara,carilah apa yang terlahir di sanubari krna hari nerganti hari dan waktupun kan berlalu tataplah ke depan tak ada lkeberhasilan diraih tanpa ada perjuangan,maka matikanlah kemalasanmu detik ini

Kematian adalah akhir dari perjalanan tetapi manusia yang tdk menghargai kematian hendaklah dia banyak banyak berdoa agar doanya menjadi hakim dri hidupnya yg baru

Kekuatan doa berasal dri nurani,jadikanlah nuranimu seperti sungai yng terus $engalir hingga kekeringan tidak melanda

Cintamu tlah menjadikan aku sebongkah permata yang indah warnanya warnyanya jingga seindah ilalang di ladang pertanian krna apapun yg ada pada dirimu adalah lukisan kepribadianku


Biarlah angin itu memperkosaku
Biarlah dirinya menjadi singa di hatiku
Drpda aku menjadi burung di langit
Yg enggan bernyanyi

Lidah yg tebal mampu mencairkan es di antartika

Kepribadian orang dpt dilihat dri keadaan motornya

Cantikmu laksana dewi tp cantikmu jg mampu membuatku rapuh
Cintamu pergi dengan bayangan kemewahan istana para pangeran
Tak terbeli dan terjamah menodai warisan yng beruntung hidup

Ibu lihat kupu kupu itu
Terbang bebas terhempas angin pagi
Aku jg ingin bebas selayaknya merpati
Terbang tinggi ke langit surga
Menjadi garam di tengah dunia

kegilaan

Kegilaan hatiku bertambah minus
Senjataku tlah meracuniku akan kepengecutan
Binasa yang datang kni hadir menyapa
Sejurus kutakberdaya
Tapi kubahagia
Kuterjerat dlm naungan surga
Sendiri menghentikan kegilaan
Biarlah waktukan menjadi intisari hidupku

Sabtu, 14 Januari 2012

Kadang jika kita terlalu banyak bicara mungkin porsi makanan kita mungkin berlebihan hingga kita seperti boneka yang lucu
Dan orang yang mendengar akan menggerutu

Jadikanlah mimpi itu seperi tarian ,tentukan dendangnya sesuai keadaanmu

Seperti apakah engkau sang dewinrupawankah dirimmu hingga mentari seakan gak kenal lelah menjebakmu
Bukankah cantikmu adalah satu sisi yang di haramkan

Suarakanlah apa yang ada di dalam hidupmu
Katakanlah apa yang ada di benakmu
Hingga engkaupun tertawa
Di kesunyian malam
Melacuri hidupmu dengan suara yang indah
Seakan itu adalah suara nafiri
Mentahbiskan hidupmu di antara peronda malam


Kekuatanku tlah lama kubuang terbuang di jalan hitamku
Dan tersisa hanya sebongkah keangkuhan



Cinta tlah membinasakanku tpi cintamu tlah mengalir seperti salju putih
Apakah dirimu dewi itu!

Jumat, 13 Januari 2012

pasrah

Kenyataan yang hadir di dalam mimpi
Kusambut dengan tangan di bawah
Meski menyakiti
Kan kucoba untuk tetap berdiri

stres tingkat tinggi

Perdebatan yang tiada henti
Tanya jwab hdirkan lelucon kecil sedikit berasap tp mengesankan
Ada yg terluka di balik pintu
Menahan nafsu belalang
Ada yng bangga di jubah safari
Suaranya lantang dengan bijaksana
Diskusi propaganda yang mengesankan
Berontak sikaum kumuh
Hijau bergelombang
Menggapai kursi di meja hijau

Sekali dan takkan berulang kali
Berhenti di arah jam sepuluh
Berdebat mencari kambing hitam
Siapa yang menjadi pemangsa!
Minggu depan kembali beraksi
Kecil dan rupawan hangat tersipu
Cerita berganti lagi
Sikanis bergaya orientasi
Dibalik kumis pintar mengorganisir
Candaan kaum bijaksana

Terus teruslah mengalir tanpa arti
Tanpa ada penggugat
Datang dan pergi seperti penyair
Tiada hukum yang berhadapan
Tiada keadilan yang terselip dikantong
Tiada jawaban mengakhiri rasa takut
Jauh dan pergi
Seperti angin yang bertiup
Damaikan kebodohan anak negeri
Pergi dan pergi
Jauh dan jauh
Selamanya engkau pergi pecundang
Hanya bicara akupun bisa
Hanya mengancam anjingpun bisa
Tapi engkau bukan anjing
Setangkai mawar untuk mu karni suarakanlah apa yang semestinya engkau tanyakan
Sebelum aku suarakan kepadamu
Adakah hantu di lapindo
Adakah pencuri di istana gayus
Jika para anjing di beri tulang
Dia akan menganggung layaknya sang pengerat
Tpi ketamakan dan keberanianmu untuk suaraku
Jadikanlah menjadi ayat hapalanmu
diatas langit aku tlah melukis namaku
Namaku jelas sebaris dengan kaum jelata
Memarahiku adalah gila
Krna aku sudah gila
Menghinamu adalah kutukku
Dan biarkanlah kuabadikan dalam kegilaanku tingkat tinggi

Kamis, 12 Januari 2012

Waktu yang berjalan mengingatkan kita akan sebuah kebaikan dan keburukan
Tetapi waktu jg bisa menjadi musuh terhebat dikala kita hanya larut dalam kemalasan
Diam ,membeiarkan waktu berjalan semakin jauh


Suara yang membahana lebih parah dri pada kentut yangtertahan di celana
Krna mampu megambarkan sifat asli seseorang

Hidup yang damai adalah hidup dimana kita hanya mampu memberikan senyuman kepada sesama yang lain dan berbuat orang lain bahagia


Mengalirlah sperti sungai dan bersemilah bunga di taman serta berikan kecupan yang hangat di pipiku menawariku akan rindu yang belum hilang

Jiwa yang mati menyambar nyambar seperti halilintar
Suaranya kejam seperti pemangsa
hitam putih tak ada di tangannya


Menari di atas awan dan bergantungam di angin dan terapung di lauatan
Sebuah makna yang hanya dialamatkan untuk pengembara
Tak henti melangkah trus berjalan hingga ajal menajdi penghormatan terakhir utknya

Mimpi yang terbeli menyelamatkan kita akan kemenangan tetap mimpi yang di perjuangkan dihormati diatas langit dan di bawah langit

Biarkanlah waktu yang menjadi teman terbaikku dan menjadi teman akhirku

Hidupku mengalir dari puisi ke puisi yang lain
Dan aku gila terdampar di tangan para penyair
Mudahnya kita bicara tak setimpal apa yang kita pikirkan dan lakukan
Kadang mulut jg bisa menghancurkan satu kota
Tpi hati yang lapang mampu mendamaikan dua insan yang bodoh untuk menjadi bijak

Ketika kita jatuh dalam kekalahan kita hanya larut dlm penyesalan tetapi bagi pejuang seperti aku
Takkan ada kekalahan yang bisa mengalahkanku
Meski raga yang tersisa
Kukan tetap tetap berdiri
Sebab kekalahan tlah jauh kutanggalkan di impian kecilku


Apa yang semestinya yang kita katakan baiknya kita menampakkan semua kejujuran tiu selalalu di depan dan menutupnya dengan kejujuran juga


Uang dan airmata gambaran rupa sebuah kehidupan,karena sesempurna insan tak ada yg melebihi sang kuasa,jadikanlah dirimu menjadi gambaran akan kebaikan bagi semua orang

Jadikanlah dirimu seperti sungai,meski limbah mengalir amata airnya tetap setia pada penciptanya...mengaliri sepanjang masa


Kekuatan yang berasal dri pikiran mambu membuat perselisihan yang besar tetapi kekutan dari tatapan mata memberikan dunia baru bagi yang melihatnya

Jauhkanlah apa yang ada di buruk di atas kepalamu dan dekatkan segala cintamu untuk sekelilingmu

satu kegagalan sangat berharga drpda seribu kemenangan,kemenangan yang didapat dri penindasan tak berarti bila semua insan mengutuki kita

Daun yang jatuh kebumi lambangkan kerendahan hati kpd sang pencipta
Tetapi hati yang membalaskan dendam akan berontak sepanjang hidupnya

Rabu, 11 Januari 2012

kecuplah aku wahai bidadari dngan sejuta cintamu,sebelum cintamu bernaung di hatiku
Tanyakanlah pada kalbumu!tertawakah langit mendengarku!!


Masa depan adalah seperti perabotan yang mahal,bisa dibeli dengam lembaran uang lertas..tpi cinta adalah segalanya
Mengalahkan kebodohan seorang pemuda yang miskin

Jika aku menjadi bodoh,kuatkanlah aku dengan kejaliman
Krna hanya kejaliman yang bisa kami dapatkan
Sperti kejaliman jg lah kami menjadi dihormati
Senjata terhebat di topeng kemiskinan


Jika kesuksesan diraih dengan hanya ijasah sma,itukan menjadi teladan bagiku tp bila kesuksesan itu diraih dengan sarjana
Aki menganggapnya seperti pencuri ketiban rejeki
Bukankah di indonesia pendidikan itu sangat mahal...


Jika aku menjadi awan biarlah angin bagianmu
Krna hanya angin yg mampu mendewasakanku
Manapaki kegelisahanku
Kehilanganmu

Berikanlah apa yang menjadi kewajibanmu
Jawablah pertanyaan yang engaku anggap benar
Jujurlah pada akhlakmu
Pada siapakah kita berdoa!!


Cantikmu adalah lukisan yang terdampar di samudera biru
Menggema hingga ke roma
Kemanakah langkah sang pujangga
mencintaimu kekalahan terhebatku

Ketulusan hati berawal dari hati yang kosong,menapaki rentang waktu akan kebenaran

cerita usang

Terhempasku di atas tumpukan kegelisahan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala

Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia

Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil

Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan

Senin, 09 Januari 2012

cinta...(harta)

Jika atas langit ada langit
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku

atas nama hukum

Apa yang salah di pikiran kita
Ingin rasanya ku robek robek suratmu
Terdengar kicauan burung gereja lukiskan memerah wajahmu
Engkau terbaring dlam cengkeraman rajawali emas
Membisu mulutmu tergantung terpenjara laknat
Atas namakan hukum
Malingh sandal terpapah terkandang jeramai besi
Sang koruptor menjadi pahlwan
Membeli apa saja yangh bisa di beli
Selagi kehormtan masih di selakangan
Lakukan apa yang perlu untuk disampaikan
Mengistiarkan kejaliman anjing negara
Jauh di padang sana
Terdampar duka sang ibu
Hanya bisa tersenyum di balik kerudungnuya
Menangisi dua putranya tergadai di jeratan anjing negara
Bersih seperti sungai jordan tanpa irama kesalahan
Saling jegal di atas lapang mengisi kebobrokan bangsa ini
Atas nama hukum
Terdengar hanya sejam
Terbawa berita hanya di seberang
Pergi entah kemana
Hati bimbangpun berkaca dalam ketakutan
Serigala kelabu menghadang di depan
Kemarilah wahai sejenak
Jauh sudah langkah ini tersempit dlm kubangan
Atas nama hukum apakah adanya pembantaian
Anjingkah mereka atau hanya pengecut
Buaskah mereka
Todongkan senjata ke arah sudut kemiskinana
Berdoakah mereka di saat kosong pikiran mengacau
Mentabiskna penghakiman akan kematian di telapak tangan
Atas nama hukum
Pengadil manakah yangkan menjadi penjerat si anjing negara
Tanyakanlah apa yang ingin mereka katakan
Dan tataplah nanar wajah yng tergadai
Ribuan kasih menyambutmu di jantung ketuhanan

Minggu, 08 Januari 2012

masih ada cinta

Kankukenang cerita yg pernah ada
Kan kujadikan sebuah kisah yang indah
melupakanmu adalah akhir dari perjalanan
Selamat tinggal cintaku
Dulu ada cinta yng menyapa
Mentari tersenyum di taman sekolah
Hanya mampu untuk meninkmati cinta yang hadir begitu senja
Kita hadir dengan untaian puisi puisi ilmiah
Metafora bersama idealisme kita tlah tertunduk
Diatas jalur arah yang berbeda
Aku adalah pemuda dari keturunan tak berdaya
Debu adalah sahabatku
Mentari adalah lawanku
Dan waktu yng sombong tlah kutabiskan utk menjadi senjataku
Tertanam di kerikil yang buas
Menapaki sisa hidupku untuk menjadi pedang
Kembali maratapi akhir ujung langkah
Aku tak berdaya
Dan berjuang layaknya sang ksatria
Demi keturunan yg dititipkan ayahku
Membawa keluarga ke gerbang madani
Kelaparan memangsa sesama dengan pembalasan yang serupa
Hanya mengingatmu disisi
Terbaring di pangkuanku
Iti adalah hantu yang selalu kutunggua
Melukis wajahmu di atas beban hidup
Kupercaya membuat langkahku semakin mantap
Napas dalam hidupku kujadikan taruhan
Dirimu adalah asas semua mengapa aku masih hidup
Semakin hangat dan semakin menerka
Terselip bunga seroja di jubah hitamku

Tahukah engkau kini
aku sendirian dan hingga aku ingin bermandikan tubauhku di sungai asahan
Apa yang dititipkan ayahku
Tlah bersatu dengan alam
Semua tlah di sembelih pendekar dari tanah gersang
Keluargaku dan semuanya tlah lenyap
Disalibkan di ilalang terowongan hitam
Aku tertawan dlm dekapan risau hati yng sedih
Kehancuran akan jiwa yh terpenggal
Dan kasih yg dalam
Wajah mereka dan wajahmu selalu hadir hingga ak memnucaki semua nadiku intuk berontak
Hidupku yang putih yang dijejali ayat ayat ketuhanan tlah kutinggalkan di atas gunung sinabung
Aku iktiarkan napas ini bukan lagi mahluik suci
Tubuh ini tidak lagi sepeutih kain kapan
Menjadi serigala adalah akhlaknya
Dan menantang kodrat adalah akhirnya
Hingga malam tiba aku dgn segenap cinta yang tak berdaya
Berontak seperti halilintar
Tanganku sperti tiang keadilan suaralu mengaunh speri serigala
Siapapun uyangh didepan kubantai dengan ganasnyua
Sperti setan aku tlah berontak
Luluhkan semuanya hingga mpenawankupun ketakutan nbegitu dashyat
Kabur ke hutan seperti rusa
Semua tewas di tanganku
Dan aku nerteriak teriak
Seperti orang kesurupan
Bangga tpi nanar terlihat sepi
Rebah di tanah