dentang waktu membawa langkahku meninggalkan yang tersisa
bersama sang awan aku menanti sebuah keajaiban
bencana kembali terdengar di sebelah barat
kembali negeriku tersentuh
ada apa dengan negeriku!
ku hanya terdiam
ketika alam membalaskan sejuta kematian
kita hanya membisu di altar-altar mesjid
memohon ampun bersujud
kemarin benar sekumpulan pengusaha
membuat gundul ratusan gunung
kemarin memang benar ibu-ibu membuang sampah di lautan
kemarin bom menghentak batu-batu karang muda
sekarang kumendengar manusia-manusia berdosa di teror alam
menangis hanya jawaban terakhir
tersenyum hanyalah akhir penantian
rumah-rumah hancur seperti debu
banyak nyawa yang melayang
tangisan seperti ayunan kecapi
menyayat hati demi si tuan kecoa
merampok senditian negeri ini
ku tanyakan kepada langit
tangan siapa yang membangkitkan kemarahan alam
siapa...............
kuhanya satu jawaban di balik tangisan bocah-bocah
semalam ada ayah sekarang hanya diam membisu
jawablah kami......................
mengapa ada hotel-hotel megah
di atas tanah rumah kumuh kami kemarin
semua itu adalah akhir segalanya
ketika alam tak lagi berjalan menuju tujuan yang sama
Rabu, 30 September 2009
Selasa, 29 September 2009
ada janji menghitung hari
di atas pusaramu
aku seperti orang gila
banyak mimpimu
terukir untukku
tapi aku hanya manusia biasa
hilang di kabut malam
aku hanya mengingat
tapi aku tak bisa melawan
cambukan itu menelanjangiku
mengubur rasa patriotku
aku tak bisa
aku tak mampu
jangan paksa aku
melawan pemberontakan mereka
aku seperti orang gila
banyak mimpimu
terukir untukku
tapi aku hanya manusia biasa
hilang di kabut malam
aku hanya mengingat
tapi aku tak bisa melawan
cambukan itu menelanjangiku
mengubur rasa patriotku
aku tak bisa
aku tak mampu
jangan paksa aku
melawan pemberontakan mereka
janji
hari ini aku hanya bisa tersenyum
wajahmu melukiskan padaku
sebuah harapan terakhir
menjadi orang besar
bersahabat dengan mimpi
berdiri diantara ke dua belas bintang
wajahmu melukiskan padaku
sebuah harapan terakhir
menjadi orang besar
bersahabat dengan mimpi
berdiri diantara ke dua belas bintang
alam menangis di balik keserakahan
ungkapkanlah apa yang tersirat di dalam benakmu
katakanlah agar setiap yang bernapas mengerti
apa arti dari semua bencana ini
bicarakanlah dengan lantang sesuai apa yang terjadi
dan biarkanlah daun-daun berbunga sedia kala
mendamaikan setiap insan yang haus kebahagiaan
agar alam tak lagi menaruh dendam yang panjang
di sana gelombang memarahi lautan
tangan-tangannya membalaskan dendam
jauh di sana dengan amarahnya tanah memejamkan mata
orang-orang tak berdosa
bersatu dengan alam
di sini angin menampar sebuah kota
hancurkan kegagahan gedung-gedung yang angkuh berdiri seperti tembok berlin
tak berdaya
aku juga tak berdaya menatap tangis mereka
aku juga meneteskan airmata
mengapa alam memusuhi kita
mengapa kita larut tanpa ada kata maaf
kita menumpas kehidupan mereka
bukit-bukit berdiri seperti tembok ratapan
pohon-pohon terpajang menjadi penyangga
lauatan seperti gunung sampah
semua berdikari membentuk lingkaran
seperti singa di coloseum romawi
mengintai setiap detik hidup kita
ketika alam tak lagi sedamai mentari
katakanlah agar setiap yang bernapas mengerti
apa arti dari semua bencana ini
bicarakanlah dengan lantang sesuai apa yang terjadi
dan biarkanlah daun-daun berbunga sedia kala
mendamaikan setiap insan yang haus kebahagiaan
agar alam tak lagi menaruh dendam yang panjang
di sana gelombang memarahi lautan
tangan-tangannya membalaskan dendam
jauh di sana dengan amarahnya tanah memejamkan mata
orang-orang tak berdosa
bersatu dengan alam
di sini angin menampar sebuah kota
hancurkan kegagahan gedung-gedung yang angkuh berdiri seperti tembok berlin
tak berdaya
aku juga tak berdaya menatap tangis mereka
aku juga meneteskan airmata
mengapa alam memusuhi kita
mengapa kita larut tanpa ada kata maaf
kita menumpas kehidupan mereka
bukit-bukit berdiri seperti tembok ratapan
pohon-pohon terpajang menjadi penyangga
lauatan seperti gunung sampah
semua berdikari membentuk lingkaran
seperti singa di coloseum romawi
mengintai setiap detik hidup kita
ketika alam tak lagi sedamai mentari
Minggu, 27 September 2009
suara harapan
luka ini semakin perih
luka ini membusuk di ketakutan yang amat panjang
ada sejuta kenyataan yang tak kunjung habis
menertawai setiap jengkal perjalanan
dan kuhanya berharap
sesuatu keajaiban kecil
menyelamatkanku
ketika hidup harus memilih kita hanya bisa tersenyum
semuanya seperti episode baru meski penuh kejutan
tapi mampu menertawai dunia
luka ini membusuk di ketakutan yang amat panjang
ada sejuta kenyataan yang tak kunjung habis
menertawai setiap jengkal perjalanan
dan kuhanya berharap
sesuatu keajaiban kecil
menyelamatkanku
ketika hidup harus memilih kita hanya bisa tersenyum
semuanya seperti episode baru meski penuh kejutan
tapi mampu menertawai dunia
Jumat, 25 September 2009
aku gila
aku gila
hanya sebuah lukisan
lukisan tentangku kini hanya sebuah garisan
sayapku memusuhiku dengan takdirku
menghujam jantungku dengan sebilah ketakutan
aku di musuhi bangsaku
bangsa yang hanya membisu
ketika haknya di tukar dengan sebuah kesombongan
pernah engkau bertanya
negara ini penuh dengan pemimpi
pernah engkau melihat kesombongan negeri ini
di televisi para kurcaci mainkan perannya seperti kelinci
sebuah cerita kehebatan bangsa ini
sebuah cerita kemewahan negeri ini
ketika cinta menjadi topik yang mahal
ketika anak -anak bangsa hanya tahu bertanya
apakah negeri ni sehebat di sinetron-sinetron
ada mobil mewah
ada rumah seperti istana
anak SD diajarkan bercinta
ada si tuan yang di agungkan
hentikan...........
dengarkanlah suara dari mulut macan ini
meski masih muda mampu meredakan gelombang yang marah
bijakkah engkau menyembunyikan realita bangsa ini
hanya sebuah lukisan
lukisan tentangku kini hanya sebuah garisan
sayapku memusuhiku dengan takdirku
menghujam jantungku dengan sebilah ketakutan
aku di musuhi bangsaku
bangsa yang hanya membisu
ketika haknya di tukar dengan sebuah kesombongan
pernah engkau bertanya
negara ini penuh dengan pemimpi
pernah engkau melihat kesombongan negeri ini
di televisi para kurcaci mainkan perannya seperti kelinci
sebuah cerita kehebatan bangsa ini
sebuah cerita kemewahan negeri ini
ketika cinta menjadi topik yang mahal
ketika anak -anak bangsa hanya tahu bertanya
apakah negeri ni sehebat di sinetron-sinetron
ada mobil mewah
ada rumah seperti istana
anak SD diajarkan bercinta
ada si tuan yang di agungkan
hentikan...........
dengarkanlah suara dari mulut macan ini
meski masih muda mampu meredakan gelombang yang marah
bijakkah engkau menyembunyikan realita bangsa ini
di atas pena aku takdirkan sebuah kisah
kepakkan sayap itu membawa langkahku
memperkenalkanku pada hikayat cinta
semilir angin dan awan terlukiskan sebagai kekasih
bercinta di atas kepalaku tawarkan segenggam rindu
setelah sekian lama waktu mengajakku berkelana
menembusi dan menantang sombongnya mentari
aku pulang.............
ada rindu setebal warna pelangi
ada kemenangan yang terlahir
ada napas yang baru
semua terukir seperti relief sejarah
menghantui masa masa susah
ketika keyakinan dan kekalahan bertabrakan
aku manusia di kalahkan sebuah kemiskinan
di atas pena aku pernah
merajai pikiranku dengan petualangan
menjadi panglima besar
semua masih sperti hantu
menanyakanku ketika mata terpejam
karena mimpi bukan di gedung-gedung birokrat
tak terbentuk bersandar pada hitam langit
tak lebih dan setengahnya aku hanya sehelai layangan
terbawa angin tanpa tujuan
merantau dari ujung ke ujung
kini hanya mimpi.............
mimpi yang tersalib di bukit kekalahan
aku kalah.....
tapi kini aku menang
kini mimpi itu menyelimutiku
menawan jeritan kelelahanku dengan segala pikirku
menancapkan kerja keras dengan harapan
terdiam diantara kebodohan
di hantui rasa kekalahan
tak selamanya pena melukiskan cinta yang sesungguhnya
untukmu ayah,karena engkau hanya tersenyum ketika aku mengatakan bahwa mimpi bukan hanya mampu di raih di kampus-kampus,tetapi menjelajahi hidup menanamkan jati diri yang tak kunjung hilang, merantau dari kota ke kota dalah sebuah perjalanan menuju surga.,.aku tak mau menjadi polisi,guru,kuliah,dan segalanya karena itu mimpi itu hanya sebuah barang yang bisa di beli.terkutuklah mereka dengan hanya bersandarkan kekuatan orang tuanya.
memperkenalkanku pada hikayat cinta
semilir angin dan awan terlukiskan sebagai kekasih
bercinta di atas kepalaku tawarkan segenggam rindu
setelah sekian lama waktu mengajakku berkelana
menembusi dan menantang sombongnya mentari
aku pulang.............
ada rindu setebal warna pelangi
ada kemenangan yang terlahir
ada napas yang baru
semua terukir seperti relief sejarah
menghantui masa masa susah
ketika keyakinan dan kekalahan bertabrakan
aku manusia di kalahkan sebuah kemiskinan
di atas pena aku pernah
merajai pikiranku dengan petualangan
menjadi panglima besar
semua masih sperti hantu
menanyakanku ketika mata terpejam
karena mimpi bukan di gedung-gedung birokrat
tak terbentuk bersandar pada hitam langit
tak lebih dan setengahnya aku hanya sehelai layangan
terbawa angin tanpa tujuan
merantau dari ujung ke ujung
kini hanya mimpi.............
mimpi yang tersalib di bukit kekalahan
aku kalah.....
tapi kini aku menang
kini mimpi itu menyelimutiku
menawan jeritan kelelahanku dengan segala pikirku
menancapkan kerja keras dengan harapan
terdiam diantara kebodohan
di hantui rasa kekalahan
tak selamanya pena melukiskan cinta yang sesungguhnya
untukmu ayah,karena engkau hanya tersenyum ketika aku mengatakan bahwa mimpi bukan hanya mampu di raih di kampus-kampus,tetapi menjelajahi hidup menanamkan jati diri yang tak kunjung hilang, merantau dari kota ke kota dalah sebuah perjalanan menuju surga.,.aku tak mau menjadi polisi,guru,kuliah,dan segalanya karena itu mimpi itu hanya sebuah barang yang bisa di beli.terkutuklah mereka dengan hanya bersandarkan kekuatan orang tuanya.
Rabu, 23 September 2009
hujan membasahi bumi,aku masih seperti yang dulu terpaku diantara resahku.entah mengapa sejak aku berkenalan dengan gadis itu aku merasakan sesuatu yang beda ada cinta,ada sayang dan ada aliran listrik 1000 watt.tetapi lupakan aku takkan memikirkan wanita karena aku berjanji di atas pusara para orang-orang bodoh akan menjadi batu sandingan bagi mereka yang serakah.mungkin ini hanya halusinasi bagi aku orang yang bermimpi di terowongan-terowongan tetapi ini benar kini kusandarkan sebuah harapan mengajak ,bercermin dan memehami bahwa saatnya kita untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini.aku bangsa indonesia,aku salah satu anak terpintar di kelasku tetapi aku menerima kekalahanku dan mengakui aku memang pecundang yang di lahirkan di tanah yang gersang.aku tidak menyesali semua ini karena aku tahu tuhan juga takkan memberikan cobaan yang berat untuk kaumnya.orang tuaku hanya sebagian kaum yang tertindas di negeri ini,tapi cinta yang mereka berikan kepada kami anaknya adalah permata yang yang mampu membeli seluruh isi bumi.kekuatan cinta mengajarkan aku apa arti hidup sesungguhnya,menghormati orang dan memberikan yang terbaik untuk negeri ini walaupun akhirnya aku hanya bersandar di kursi yang tua yang penuh imajinasi yang menumpuk.
namaku hendra aku dilahirkan di rumah kontrakan tepatnya kota siantar.mimpi yang tercipta di sini banyak bahkan yang kan kuungkapkan tentang negara ini.karena apapun yang dipikiranku akan tercipta sesuatu perubahan yang dilandasi tanggung jawab moral.aku tahu bung iwan fals dah lelah nyanyikan lagu mengusik mereka yang serakah tapi kini dia tak sendirian lagi bahkan slank sekarang lebih aktiv lagi mengabarkan kepada para bapak-bapak senayan untuk mengutamakan kepentingan rakyat.kini aku walau hanya bermimpi aku hanya ingin agar aku bisa berbuet sesuatu untuk negeri tercinta ini walaupun aku harus berkorban karena aku percaya takkan ada kemenangan tanpa ada perjuangan dan pengorbanan,tak ada yang datang tanpa dipikirkan.semua itu mengganggu tidurku tentang permasalahan negeri ini,bayi-bayi menangis di rumah sakit karena orangtuanya belum melunasi yang harus menjadi tanggung jawabnya,seribu bapak-bapak hanya bersandar pada harapan tentang anaknya yang memerlukan kehidupan yang layak karena baru aja pemogokan kerja dan PHK,para sarjana mengutuki negeri ini karena ijasahnya harus berakhir di lemari dan sebagian dari mereka jualan ice krim,wanita -wanita muda menjual keperawanan mereka demi sebungkus nasi,anak-anak menawarkan mimpi-mimpinya di perempatan jalan,para penguasa hanya bisa merapatkan tentang pesta pora,presiden hanya tahu melakukan pembangunan tetapi tak pernah memikirkan bayi-bayi di malam hari di teras-teras toko berselimutkan koran dan semua nya mengundang air mataku untuk mengajak setiap orang membaca ini untuk mengepalkan tangannya kelangit,"kita jangan hanya mendiam,kita harus bergandengan tangan demi merah putih"
seribu langkah di dalam kebisingan kota jakarta hanya satu yang terlukiskan walaupun aku tak pernah menginjakkan kedua kakiku di sana.aku hanya melihat dan mendengar bahwa di sanalah markas manusia-manusia tertindas dan serakah,semua bercampur satu menciptakan topengnya sendiri tak ada kawan dan sahabat semua bercampur demi kepuasan semata.
namaku hendra aku dilahirkan di rumah kontrakan tepatnya kota siantar.mimpi yang tercipta di sini banyak bahkan yang kan kuungkapkan tentang negara ini.karena apapun yang dipikiranku akan tercipta sesuatu perubahan yang dilandasi tanggung jawab moral.aku tahu bung iwan fals dah lelah nyanyikan lagu mengusik mereka yang serakah tapi kini dia tak sendirian lagi bahkan slank sekarang lebih aktiv lagi mengabarkan kepada para bapak-bapak senayan untuk mengutamakan kepentingan rakyat.kini aku walau hanya bermimpi aku hanya ingin agar aku bisa berbuet sesuatu untuk negeri tercinta ini walaupun aku harus berkorban karena aku percaya takkan ada kemenangan tanpa ada perjuangan dan pengorbanan,tak ada yang datang tanpa dipikirkan.semua itu mengganggu tidurku tentang permasalahan negeri ini,bayi-bayi menangis di rumah sakit karena orangtuanya belum melunasi yang harus menjadi tanggung jawabnya,seribu bapak-bapak hanya bersandar pada harapan tentang anaknya yang memerlukan kehidupan yang layak karena baru aja pemogokan kerja dan PHK,para sarjana mengutuki negeri ini karena ijasahnya harus berakhir di lemari dan sebagian dari mereka jualan ice krim,wanita -wanita muda menjual keperawanan mereka demi sebungkus nasi,anak-anak menawarkan mimpi-mimpinya di perempatan jalan,para penguasa hanya bisa merapatkan tentang pesta pora,presiden hanya tahu melakukan pembangunan tetapi tak pernah memikirkan bayi-bayi di malam hari di teras-teras toko berselimutkan koran dan semua nya mengundang air mataku untuk mengajak setiap orang membaca ini untuk mengepalkan tangannya kelangit,"kita jangan hanya mendiam,kita harus bergandengan tangan demi merah putih"
seribu langkah di dalam kebisingan kota jakarta hanya satu yang terlukiskan walaupun aku tak pernah menginjakkan kedua kakiku di sana.aku hanya melihat dan mendengar bahwa di sanalah markas manusia-manusia tertindas dan serakah,semua bercampur satu menciptakan topengnya sendiri tak ada kawan dan sahabat semua bercampur demi kepuasan semata.
Senin, 21 September 2009
ada san siro di kotaku
ada san siro di kotaku
ada tawa yang lepas
ada cinta selembut mentari
ada persahabatan yang takkan mati
meski waktu mengubur segalanya
aku dan kamu
roberto baggio itulah kamu
bertuliskan pada seragammu
kita menantang anak-anak seusia kita
demi kehormatan dan uang jajan
kita sama hebatnya gentarkan semua lawan
mencetak gol mengukir hebatnya kita
di SD JALAN PERWIRA batu-batunya seperti serigala
kaki-kaki seperti terbuat dari baja
tapi kalah bukan akhir segalanya
sampai peluit terakhir berbunyi
takkan ada menyerah
dan itulah kamu...
kita saling menjaga
kita sama tertawa
kita sama menangis
di sini di san siro yang engkau sebutkan
10 tahun telah berlalu
aku berdiri ...........
tak ada lagi seperti dulu
kita yang pernah muda
menanti mentari tertidur di ufuk barat
bermain bola
di san siro
aku mencari wajah-wajah
wajah kecil dengan senyum kepolosan
hujan membasahi bumi
kemarin namamu hanya kenangan
setelah gempuran penyakit
mengajakmu berkelana bersatu dengan alam
tapi senyummu
di san siro
ada roberto baggio mencetak gol
ada nesta si tembok besi
kita dan mimpi
mimpi di senayan
akhir dari segalanya
menunjukkan hebatnya kita
tertidur diantara jembatan
mimpi yang tak kesampaian
cat:banyak anak negeri ini hebat bermain bola tetapi harus menghadapi realita
di kalahkan oleh sang durjana.
wahai para pemuka dengarkanlah jeritan anak bangsa ini jangan jadikan sepak bola menjadi barang yang mahal.seperti san siro di kotaku
itu hanya lapangan upacara sekolah berbentuk L bukan seperti lapangan bola semestinya.tetapi di situ pernah ada roberto baggio dan ada alexsandro nesta.
ada tawa yang lepas
ada cinta selembut mentari
ada persahabatan yang takkan mati
meski waktu mengubur segalanya
aku dan kamu
roberto baggio itulah kamu
bertuliskan pada seragammu
kita menantang anak-anak seusia kita
demi kehormatan dan uang jajan
kita sama hebatnya gentarkan semua lawan
mencetak gol mengukir hebatnya kita
di SD JALAN PERWIRA batu-batunya seperti serigala
kaki-kaki seperti terbuat dari baja
tapi kalah bukan akhir segalanya
sampai peluit terakhir berbunyi
takkan ada menyerah
dan itulah kamu...
kita saling menjaga
kita sama tertawa
kita sama menangis
di sini di san siro yang engkau sebutkan
10 tahun telah berlalu
aku berdiri ...........
tak ada lagi seperti dulu
kita yang pernah muda
menanti mentari tertidur di ufuk barat
bermain bola
di san siro
aku mencari wajah-wajah
wajah kecil dengan senyum kepolosan
hujan membasahi bumi
kemarin namamu hanya kenangan
setelah gempuran penyakit
mengajakmu berkelana bersatu dengan alam
tapi senyummu
di san siro
ada roberto baggio mencetak gol
ada nesta si tembok besi
kita dan mimpi
mimpi di senayan
akhir dari segalanya
menunjukkan hebatnya kita
tertidur diantara jembatan
mimpi yang tak kesampaian
cat:banyak anak negeri ini hebat bermain bola tetapi harus menghadapi realita
di kalahkan oleh sang durjana.
wahai para pemuka dengarkanlah jeritan anak bangsa ini jangan jadikan sepak bola menjadi barang yang mahal.seperti san siro di kotaku
itu hanya lapangan upacara sekolah berbentuk L bukan seperti lapangan bola semestinya.tetapi di situ pernah ada roberto baggio dan ada alexsandro nesta.
pada akhirnya
kita akan mengadakan sebuah rencana
kita akan melakukan pemberontakan
kita akan menggemparkan dunia
semua akan menjadi indah
pada akhirnya
jika insan setiap detik
terlahir dari merah putih
kita akan melakukan pemberontakan
kita akan menggemparkan dunia
semua akan menjadi indah
pada akhirnya
jika insan setiap detik
terlahir dari merah putih
rinduku di balik mimpiku
siapakah mempelaiku
adakah dia bersembunyi di gua-gua
sama halnya dengan aku merindukan mempelainya
aku yang lemah di hadapan wanita
jantungku meledak berdebar seperti bom marriot
merenggut nyawa tak berdosa
aku bukan lah sang penyair
bermain kata sejumlah gadis terpesona
mendekap hari mewarnai dunia
aku adalah selembar kertas
penuh dengan coretan
bernapaskan hitam perjalanan
aku bukan juga bukan pemikir seperti karl marx
ilmunya memporakporandakan idealisme dunia
aku bukan el che
berjuang seperti singa mengalahkan kaum burjois
mengatakan pada dunia ancaman imperialisme
aku bukan nelson mandela
sebagian hidupnya mendekam di penjara
demi hak yang sama
serta aku juga bukan martin luther
pemberontak dengan pena mengubah dunia
tetapi aku adalah aku
aku hanya seorang manusia
yang dikalahkan cinta
aku menanti wanita terindah
mengisi hariku dengan awan putih berkarpet salju
hidup tanpa cinta seperti taman yang gersang
tanpa ada kumbang
rinduku di balik mimpiku
adakah dia bersembunyi di gua-gua
sama halnya dengan aku merindukan mempelainya
aku yang lemah di hadapan wanita
jantungku meledak berdebar seperti bom marriot
merenggut nyawa tak berdosa
aku bukan lah sang penyair
bermain kata sejumlah gadis terpesona
mendekap hari mewarnai dunia
aku adalah selembar kertas
penuh dengan coretan
bernapaskan hitam perjalanan
aku bukan juga bukan pemikir seperti karl marx
ilmunya memporakporandakan idealisme dunia
aku bukan el che
berjuang seperti singa mengalahkan kaum burjois
mengatakan pada dunia ancaman imperialisme
aku bukan nelson mandela
sebagian hidupnya mendekam di penjara
demi hak yang sama
serta aku juga bukan martin luther
pemberontak dengan pena mengubah dunia
tetapi aku adalah aku
aku hanya seorang manusia
yang dikalahkan cinta
aku menanti wanita terindah
mengisi hariku dengan awan putih berkarpet salju
hidup tanpa cinta seperti taman yang gersang
tanpa ada kumbang
rinduku di balik mimpiku
kisah cintaku
dunia menangis di balik jendela
satu persatu daun tua berguguran bersatu dengan alam
seiring tanyaku tentang cinta
cinta yang hilang di balik gereja
ada cinta ....
ada senyum....
tentang mu masih seperti hantu
menghantuiku menjelang malam merajai
kusebut namamu di balik bantalku
kupeluk tubuhmu di balik tanyaku
rindu ini telah menjelma menjadi bom kuningan
merenggut setiap waktuku memikirkanmu
adakah engkau merasakan rindu yang dalam
saat-saat ini
aku terlena manisnya getaran cinta
satu persatu daun tua berguguran bersatu dengan alam
seiring tanyaku tentang cinta
cinta yang hilang di balik gereja
ada cinta ....
ada senyum....
tentang mu masih seperti hantu
menghantuiku menjelang malam merajai
kusebut namamu di balik bantalku
kupeluk tubuhmu di balik tanyaku
rindu ini telah menjelma menjadi bom kuningan
merenggut setiap waktuku memikirkanmu
adakah engkau merasakan rindu yang dalam
saat-saat ini
aku terlena manisnya getaran cinta
!!!!!!!!!!!!!!!!!
walau kutahu aku hanya sebatang lidi
kuhempaskan kebodohan ini
hidup adalah tujuan
mati akhir segalanya
tapi mengalahkan kehidupan
itu akhir dari perjalan
mimpi lahir di setiap detik harapan
dan hanya harapan membuat kita menjadi besar
menghormati hidup menawan surga
kuhempaskan kebodohan ini
hidup adalah tujuan
mati akhir segalanya
tapi mengalahkan kehidupan
itu akhir dari perjalan
mimpi lahir di setiap detik harapan
dan hanya harapan membuat kita menjadi besar
menghormati hidup menawan surga
rindukanmu
kan ada tetes airmata
ketika tangan ini membelai wajahmu
rinduku mengalir seperti sungai asahan
terlewati tahun ke masa lampau
kudekap seperti gunung sinabung
dan takkan kulepas
hingga kematian bersandar di sebelah kanan
kan kunyanyikan lagu cinta
sengaja kusimpan di dalam gua kerinduan
tataplah wajahku ini jelita
beranikanlah dirimu
bibirmu kukecup
rebahkanlah cintamu di balik rembulan
engkaulah wanita terhormat di lukisan pelangi impianku
ketika tangan ini membelai wajahmu
rinduku mengalir seperti sungai asahan
terlewati tahun ke masa lampau
kudekap seperti gunung sinabung
dan takkan kulepas
hingga kematian bersandar di sebelah kanan
kan kunyanyikan lagu cinta
sengaja kusimpan di dalam gua kerinduan
tataplah wajahku ini jelita
beranikanlah dirimu
bibirmu kukecup
rebahkanlah cintamu di balik rembulan
engkaulah wanita terhormat di lukisan pelangi impianku
siapakah aku
aku adalah sebatang pena yang melukiskan indahnya
kedamaian mentari
berselimutkan kemiskinan aku menantang
sang sombongnya penguasa
aku tak gentar karena di darahku terlukiskan tentang kematian
di dalam hidupku aku di ajarkan
hidup seperti karang
di tangan kananku kusisipkan sepenggal pemberontakan
sebelum mentari bertahta di negeri ini
satu persatu akan lahir jiwa pemberani
terlahir benar bernapaskan kepakan sayap garuda
di tangan kiriku tersimpan sebuah cerita
seribu airmata negeri ini
nama-nama raja kecil berlambangkan keserakahan
telah lama aku membisu
telah lama aku bersembunyi
di batu-batu yang tak berharga
di sini terdengar tangis bayi di rumah-rumah sakit
rindunya untuk menetek ibunya
disini terdengar seribu bapak-bapak pengangguran
yang bertanya pada tuhannya perihal tangisan nasib anaknya
manusiakah mereka.......
menatap ke langit seperti orang gila
binatangkah mereka.....
mengulurkan kedua tangannya
atau mereka adalah bunga-bunga terasing
di taman tua di tanah gersang
aku melawan kedamaian si tuan jingga
aku berani menantang kebenaran
jiwa ini dipilih untuk dimenangkan
kita dan siapa......
aku atau mengapa.....
sarjana-sarjana muda terempas di sawah-sawah
polisi dan aparat bernyanyi seperti pelacur
merebut singgasana
anak-anak mengubur mimpinya di perempatan jalan
artis -artis bersolek seperti waria
memperkosa setiap insan
aku hanya diam...
di balik kertas
tertuliskan namamu
karena aku sama gilanya denganmu
pemberontakan ini akhir dari tanyaku
kedamaian mentari
berselimutkan kemiskinan aku menantang
sang sombongnya penguasa
aku tak gentar karena di darahku terlukiskan tentang kematian
di dalam hidupku aku di ajarkan
hidup seperti karang
di tangan kananku kusisipkan sepenggal pemberontakan
sebelum mentari bertahta di negeri ini
satu persatu akan lahir jiwa pemberani
terlahir benar bernapaskan kepakan sayap garuda
di tangan kiriku tersimpan sebuah cerita
seribu airmata negeri ini
nama-nama raja kecil berlambangkan keserakahan
telah lama aku membisu
telah lama aku bersembunyi
di batu-batu yang tak berharga
di sini terdengar tangis bayi di rumah-rumah sakit
rindunya untuk menetek ibunya
disini terdengar seribu bapak-bapak pengangguran
yang bertanya pada tuhannya perihal tangisan nasib anaknya
manusiakah mereka.......
menatap ke langit seperti orang gila
binatangkah mereka.....
mengulurkan kedua tangannya
atau mereka adalah bunga-bunga terasing
di taman tua di tanah gersang
aku melawan kedamaian si tuan jingga
aku berani menantang kebenaran
jiwa ini dipilih untuk dimenangkan
kita dan siapa......
aku atau mengapa.....
sarjana-sarjana muda terempas di sawah-sawah
polisi dan aparat bernyanyi seperti pelacur
merebut singgasana
anak-anak mengubur mimpinya di perempatan jalan
artis -artis bersolek seperti waria
memperkosa setiap insan
aku hanya diam...
di balik kertas
tertuliskan namamu
karena aku sama gilanya denganmu
pemberontakan ini akhir dari tanyaku
bertemankan kematian
jika aku mati
aku tak ingin ada yang meneteskan airmata
biarkanlah jasadku tertanam di tanah yang gersang
tersimpan di setiap orang yang memandang
ternyata hidup hanya sebentar
kukan menanti datangnya menghadap raja semesta
membisikkan sebuah harapan
aku bosan hidup menjadi kutukan
aku tak ingin ada yang meneteskan airmata
biarkanlah jasadku tertanam di tanah yang gersang
tersimpan di setiap orang yang memandang
ternyata hidup hanya sebentar
kukan menanti datangnya menghadap raja semesta
membisikkan sebuah harapan
aku bosan hidup menjadi kutukan
Jumat, 18 September 2009
BODOH ITU PENGECUT
aku di besarkan diatas tikar penuh sejarah
rumahku melukiskan nyata tentang kesusahan
semuanya menjadi satu meracuni jantungku untuk
hebat seperti karang
dan aku sekarang adalah jelmaan serigala hitam
manusia merdeka dari keserakahan
kunyatakan pantangan di balik moral
kuimpikan surga di sebelah kanan
dan menghampirinya ketika mentari berubah menjadi bulan
dan akukan mengatakan kepada setiap orang
agar terdiam didalam keheningan
merenungkan hidup sejenak
seberapa lama lagi kita bertahan di negeri sendiri
apakah kita hanya duduk manis di beranda rumah
menikmati indahnya patamorgana
lalu esoknya kita terbungkus berdindingkan tanah
diantara jumlah keringat yang berdesakan di pori badan
bergeraklah saudara
jangan tanyakan kemakmuran
berontaklah sahabat
demi impian seberat sekilo
singsingkan semangatmu di balik pakaianmu
sirami pemikiranmu dengan masa depan
berontaklah dari kebodohan
bangkitlah dari tidur yang panjang
kita telah di tinggalkan di tepian hutan
laskarilah tubuhmu dengan penderitaan
dan matikan keputusasaan di tangan kirimu
berontaklah seperti pelangi
demi merah putih dan generasi
"TINGGALKAN KEBODOHAN SAMPAI DI SINI"
rumahku melukiskan nyata tentang kesusahan
semuanya menjadi satu meracuni jantungku untuk
hebat seperti karang
dan aku sekarang adalah jelmaan serigala hitam
manusia merdeka dari keserakahan
kunyatakan pantangan di balik moral
kuimpikan surga di sebelah kanan
dan menghampirinya ketika mentari berubah menjadi bulan
dan akukan mengatakan kepada setiap orang
agar terdiam didalam keheningan
merenungkan hidup sejenak
seberapa lama lagi kita bertahan di negeri sendiri
apakah kita hanya duduk manis di beranda rumah
menikmati indahnya patamorgana
lalu esoknya kita terbungkus berdindingkan tanah
diantara jumlah keringat yang berdesakan di pori badan
bergeraklah saudara
jangan tanyakan kemakmuran
berontaklah sahabat
demi impian seberat sekilo
singsingkan semangatmu di balik pakaianmu
sirami pemikiranmu dengan masa depan
berontaklah dari kebodohan
bangkitlah dari tidur yang panjang
kita telah di tinggalkan di tepian hutan
laskarilah tubuhmu dengan penderitaan
dan matikan keputusasaan di tangan kirimu
berontaklah seperti pelangi
demi merah putih dan generasi
"TINGGALKAN KEBODOHAN SAMPAI DI SINI"
kata hati
kukan membunuh sepi
dengan rintihan ilalang di tepi hutan
kitakan mengadakan pemberontakan
membagikan kedamaian di sepanjang hari
hinga tak ada seorangpun bersembunyi di balik jendela
mencari alasan mati sebagai pengecut
dengan rintihan ilalang di tepi hutan
kitakan mengadakan pemberontakan
membagikan kedamaian di sepanjang hari
hinga tak ada seorangpun bersembunyi di balik jendela
mencari alasan mati sebagai pengecut
patriot tua bersenjata sapu lidi
jiwa yang terkubur di balik perjuangan
napas yang terhenti tertembus peluru
mimpi yang terikat di langit nusantara
masih membekas ketika kita bersama
kita masih muda menembusi waktu
hutan dan desahan ketakutan adalah sahabat terdekat
senjata di bahu siap meluncur membisikkan kematian
dan tiap detiknya kematianlah yang membuat kita tertawa
kita masih muda dan engkau mati muda
engkau pegang erat tanganku dan engkau tersenyum
tak ada air mata hanya senyum
kereta menantimu berdamai dengan alam
sepasang peluru bersarang tepat diantara perutmu
memperkosa jantungmu untuk terdiam di balik patriotmu
kita masih muda seperti saudara
meski kutahu kita berbeda bahasa
tapi demi merah putih berkibar
kita menantang sombongnya dunia peradaban
dan tentangmu adalah sejarah bagiku
di pusaramu aku berdiri
dah 60 tahun berlalu
kini pusaramu seperti taman lembu
dihadapanku tertulis namamu
tertutup semak
nisanmu hanya dapat ku eja
di balik warna yang busuknya sama dengan penguasa
dan aku.........
hanya mampu tertunduk
aku hanya sebagai tukang sapu jalan
di balik tua dagingku
aku di khianati negeriku sendiri
napas yang terhenti tertembus peluru
mimpi yang terikat di langit nusantara
masih membekas ketika kita bersama
kita masih muda menembusi waktu
hutan dan desahan ketakutan adalah sahabat terdekat
senjata di bahu siap meluncur membisikkan kematian
dan tiap detiknya kematianlah yang membuat kita tertawa
kita masih muda dan engkau mati muda
engkau pegang erat tanganku dan engkau tersenyum
tak ada air mata hanya senyum
kereta menantimu berdamai dengan alam
sepasang peluru bersarang tepat diantara perutmu
memperkosa jantungmu untuk terdiam di balik patriotmu
kita masih muda seperti saudara
meski kutahu kita berbeda bahasa
tapi demi merah putih berkibar
kita menantang sombongnya dunia peradaban
dan tentangmu adalah sejarah bagiku
di pusaramu aku berdiri
dah 60 tahun berlalu
kini pusaramu seperti taman lembu
dihadapanku tertulis namamu
tertutup semak
nisanmu hanya dapat ku eja
di balik warna yang busuknya sama dengan penguasa
dan aku.........
hanya mampu tertunduk
aku hanya sebagai tukang sapu jalan
di balik tua dagingku
aku di khianati negeriku sendiri
Rabu, 16 September 2009
janji terpung di lautan luas
ada rasa kecewa
saat engkau mengingkari janjimu
ada segenggam kebencian
menawarkan pemberontakan
dulu engkau seperti anggur
memabukkan semua yang mendengar terlena
sandarkan engkau ada
banyak yang bernapaskan padamu untuk harapan
tetapi kamu tak jauhnya dengan serigala
meneror setiap jengkal mimpi anak-anak negeri ini
kini hanya pasrah
bertemankan doa
seperti alam berdamai dengan malapetaka
di balik bimbang kami menunggu mati
rencana apa yangkan engkau perlihatkan....
bisikan apa yangkan engkau sampaikan
dan janjimu hanya terapung di lautan
bergerak kearah penjaga alam semesta
hutan-hutan hanya sebuah daratan kosong
laut laut menangisi masa lau
manusia terdiam di balik ketakutan
alam meneror dengan dendam sejuta langit
kami sandarkan mimipi padamu
semua janjimu terapung di lautan luas
janji terdampar di tanah merah
dan kami hanya berharap
tuhan di sebelah kanan kami
saat engkau mengingkari janjimu
ada segenggam kebencian
menawarkan pemberontakan
dulu engkau seperti anggur
memabukkan semua yang mendengar terlena
sandarkan engkau ada
banyak yang bernapaskan padamu untuk harapan
tetapi kamu tak jauhnya dengan serigala
meneror setiap jengkal mimpi anak-anak negeri ini
kini hanya pasrah
bertemankan doa
seperti alam berdamai dengan malapetaka
di balik bimbang kami menunggu mati
rencana apa yangkan engkau perlihatkan....
bisikan apa yangkan engkau sampaikan
dan janjimu hanya terapung di lautan
bergerak kearah penjaga alam semesta
hutan-hutan hanya sebuah daratan kosong
laut laut menangisi masa lau
manusia terdiam di balik ketakutan
alam meneror dengan dendam sejuta langit
kami sandarkan mimipi padamu
semua janjimu terapung di lautan luas
janji terdampar di tanah merah
dan kami hanya berharap
tuhan di sebelah kanan kami
Senin, 14 September 2009
PELACUR DAN DIANTARA MIMPI-MIMPINYA
ku hanya terhanyut ketika tangan mungilmu menuntun langkahku
mengajarkanku apa arti hidup ini
menuntun langkahku untuk selalu tersenyum
dan ada tercipta sebuah cerita yang damaikan hatiku
sesungguhnya di dalam mimpi-mimpiku
aku menantikan sinar kecil yang mengubah hidupku
setelah perkenalan itu
jantungku bergetar berlari menawan wajahmu
pelupuk mimpi
ada cinta.........
ada damai............
di balik kesederhanaanmu ada yang lain
di balik senyummu ada sesuatu yang indah
di balik tawamu ada ketabahan yang dashyat
dan desahan napasmu kurasakan ada perjuangan yang takkan berakhir
dalam pelukanmu kurasakan surga yang sesungguhnya
meski jalanmu penuh luka dan airmata
bertemankan bulan yang menjadi saksi
kau jual tubuhmu dengan sebuah materi
dan semua tahu itu bukan karena maumu
tetapi karena mimpi yang gak terbeli
senyummu wahai pelacurku di balik selimut jingga
menerobos pemikiranku untuk hidup selamanya
sucikah engkau atau kau hanya batu sandungan bangsamu
hinakah engkau yang terlahir tak seperti awan putih
bencikah engkau menerima takdirmu
ataupun engkau mengutuki tuhanmu
tapi engkau masih engkau
masih ada pengharapan
ada sejuta cinta
meski menerobos kegelapan
aku pantas memberi hormat padamu
karena hidup kadang memberi kita pilihan
dalam doaku dalam genggaman tanganku
kurasakan cinta suci saat bersamamu
akukan selalu berdiri di depanmu menantang badai
kurela mati .........
karena kau juga manusia.
hingga bangsamu menangisimu di balik merah putih
dengan kertas berselimutkan
"aku dikalahkan oleh bangsaku sendiri
aku memiliki mimpi
tapi mimpi itu hanya ada di pancasila
aku tak mau mati berselimutkan dosa
dan biarkan pancasila terbaring di pusara
aku bangga menjadi bangsa INDONESIA
AKU BANGGA MENJADI PELACUR,PELACUR YANG MIMPINYA TAK TERBELI BANGSA INI"
mengajarkanku apa arti hidup ini
menuntun langkahku untuk selalu tersenyum
dan ada tercipta sebuah cerita yang damaikan hatiku
sesungguhnya di dalam mimpi-mimpiku
aku menantikan sinar kecil yang mengubah hidupku
setelah perkenalan itu
jantungku bergetar berlari menawan wajahmu
pelupuk mimpi
ada cinta.........
ada damai............
di balik kesederhanaanmu ada yang lain
di balik senyummu ada sesuatu yang indah
di balik tawamu ada ketabahan yang dashyat
dan desahan napasmu kurasakan ada perjuangan yang takkan berakhir
dalam pelukanmu kurasakan surga yang sesungguhnya
meski jalanmu penuh luka dan airmata
bertemankan bulan yang menjadi saksi
kau jual tubuhmu dengan sebuah materi
dan semua tahu itu bukan karena maumu
tetapi karena mimpi yang gak terbeli
senyummu wahai pelacurku di balik selimut jingga
menerobos pemikiranku untuk hidup selamanya
sucikah engkau atau kau hanya batu sandungan bangsamu
hinakah engkau yang terlahir tak seperti awan putih
bencikah engkau menerima takdirmu
ataupun engkau mengutuki tuhanmu
tapi engkau masih engkau
masih ada pengharapan
ada sejuta cinta
meski menerobos kegelapan
aku pantas memberi hormat padamu
karena hidup kadang memberi kita pilihan
dalam doaku dalam genggaman tanganku
kurasakan cinta suci saat bersamamu
akukan selalu berdiri di depanmu menantang badai
kurela mati .........
karena kau juga manusia.
hingga bangsamu menangisimu di balik merah putih
dengan kertas berselimutkan
"aku dikalahkan oleh bangsaku sendiri
aku memiliki mimpi
tapi mimpi itu hanya ada di pancasila
aku tak mau mati berselimutkan dosa
dan biarkan pancasila terbaring di pusara
aku bangga menjadi bangsa INDONESIA
AKU BANGGA MENJADI PELACUR,PELACUR YANG MIMPINYA TAK TERBELI BANGSA INI"
dosa di balik impian
jika aku berdosa
dan jika aku terhina
aku takkan membatu
seutuhnya akukan bersujud
mohon ampun dengan segala hormat
tak ada seperti kehilangan
jauhku di dalam tanah gersang
menembus kegelapan dengan sebilah pedang bersarungkan kesombongan
menunggu waktu menunjukkan keperkasaan sang allah
aku memperkosa takdirku sendiri
aku menghianati impianku
berlari seperti riak gelombang mengejar kepolosan pasir putih
menjadi hakim kecil
dan semua wajah mengutuki diriku
di hatiku aku adalah pangeran tapi di hati mereka
aku adalah serigala
aku yang membeku di jalan penuh dosa
sesaat ku renungkan ...........
sejenak aku memandang ke langit..............
air mata membanjiri wajahku
seperti sungai tak bermuara
banyak cerita menenggelamkanku
di tepian pagi.........
ku bersujud ......
mohon ampaun dengan segala hormat
dan jika aku terhina
aku takkan membatu
seutuhnya akukan bersujud
mohon ampun dengan segala hormat
tak ada seperti kehilangan
jauhku di dalam tanah gersang
menembus kegelapan dengan sebilah pedang bersarungkan kesombongan
menunggu waktu menunjukkan keperkasaan sang allah
aku memperkosa takdirku sendiri
aku menghianati impianku
berlari seperti riak gelombang mengejar kepolosan pasir putih
menjadi hakim kecil
dan semua wajah mengutuki diriku
di hatiku aku adalah pangeran tapi di hati mereka
aku adalah serigala
aku yang membeku di jalan penuh dosa
sesaat ku renungkan ...........
sejenak aku memandang ke langit..............
air mata membanjiri wajahku
seperti sungai tak bermuara
banyak cerita menenggelamkanku
di tepian pagi.........
ku bersujud ......
mohon ampaun dengan segala hormat
Sabtu, 12 September 2009
untuk seseorang pujangga
awan ini akan mengajarkanku tentang cinta
setelah waktu yang sombong menidurkanku di kerinduan yang dalam
andai kata aku bisa menjadi puisi
akukan mewarnai di setiap detik perjalananmu
tak ada tangis,rindu,serta harapan tapi itu 6 tahun yang lalu
benar ada sekuntum mawar
tertunda yang tak pernah kuberikan
itu aku ...........
mengagumimu di balik jendela
masih teringat ketika aku katakan
masih terbayang senyummu yang kemarin
dan masih saja kusimpan puisi cintaku
dan mungkinkah engkaukan tahu.......
di balik bantal kutahu kaulah yang kusebut
mengingat wajahmu seketika matapun terpejam
tapi dimanakah kamu...........
pernahkah kau memikirkanku........
bertanyakah engkau tentangku...........
di balik awan kumenanti rinduku
setelah waktu yang sombong menidurkanku di kerinduan yang dalam
andai kata aku bisa menjadi puisi
akukan mewarnai di setiap detik perjalananmu
tak ada tangis,rindu,serta harapan tapi itu 6 tahun yang lalu
benar ada sekuntum mawar
tertunda yang tak pernah kuberikan
itu aku ...........
mengagumimu di balik jendela
masih teringat ketika aku katakan
masih terbayang senyummu yang kemarin
dan masih saja kusimpan puisi cintaku
dan mungkinkah engkaukan tahu.......
di balik bantal kutahu kaulah yang kusebut
mengingat wajahmu seketika matapun terpejam
tapi dimanakah kamu...........
pernahkah kau memikirkanku........
bertanyakah engkau tentangku...........
di balik awan kumenanti rinduku
jangan hanya diam
jumlahkanlah berapa banyak pengecut di negeri ini
jumlahkan berapa banyak pahlawan di negeri
dan jumlahkan berapa banyak anak -anak tak sekolah
serta jumlahkan berapa banyak anak negeri yang mati muda
dekatkan pemikiranmu pada sesuatu yang tak bertumpu
dan renungkan seberapa jauh kau hidup
pernah kau pikirkan negeri ini sedetik aja!
hai para pangecut............
pernahkah kau bayangkan negeri ini
inilah negeriku..........
kumpulan para kurcaci
jumlahkan berapa banyak pahlawan di negeri
dan jumlahkan berapa banyak anak -anak tak sekolah
serta jumlahkan berapa banyak anak negeri yang mati muda
dekatkan pemikiranmu pada sesuatu yang tak bertumpu
dan renungkan seberapa jauh kau hidup
pernah kau pikirkan negeri ini sedetik aja!
hai para pangecut............
pernahkah kau bayangkan negeri ini
inilah negeriku..........
kumpulan para kurcaci
Kamis, 10 September 2009
aku hanya seekor merpati
kini aku hanya seekor merpati
terbang seperti awan
bertemankan langit
yang tak lagi membutuhkan daratan
yang bernapaskan kemunapikan
aku hanya mendengar
aku tak bisa melihat
ketika anak negeri berselimutkan putus asa
aku hanya mengis tanpa airmata
menatap jauh kehancuran bangsaku
menggugah siapa saja yang melihat
dari pengasingan yang mampu tumbuhkan
helaian sayapku ingin aku menyapa
hentikan kesombongan para pemuka
tapi adakah yang tersenyum untukku
tapi adakah tangan tempatku bersandar
ketika peluru-peluru mereka
mencabik-cabik sayapku
akankah ada .....
terlahir suatu ...
mungkinkah ada
tapi dia hanya diam berpakain tak selajimnya
berontak tapi takut mati
akankah ada merpati kembaran seperti aku
menemaniku di ruangan gelap
dan berbagi waktu
dengan pemikiran revolusi
ataupun seberkas bayangan berwujud seperti hantu
mengajariku dan aku murid terbaiknya
menguatkanku dengan syair perjuangan!
ketika jasadku telah menjadi tanah
aku hanya seekor merpati
terdiam di balik awan
menanti tiba saatnya
bukit-bukit hijau
melahirkan jiwa-jiwa kesatria
dengan pakaian perang serta pedang terhunus
menantang kejaliman
dengan sebatang pena mengukir kemegahan
dan dengan sekuat tenaga bergandengan tangan
hingga matahari pun takut dengan impian mereka
terbang seperti awan
bertemankan langit
yang tak lagi membutuhkan daratan
yang bernapaskan kemunapikan
aku hanya mendengar
aku tak bisa melihat
ketika anak negeri berselimutkan putus asa
aku hanya mengis tanpa airmata
menatap jauh kehancuran bangsaku
menggugah siapa saja yang melihat
dari pengasingan yang mampu tumbuhkan
helaian sayapku ingin aku menyapa
hentikan kesombongan para pemuka
tapi adakah yang tersenyum untukku
tapi adakah tangan tempatku bersandar
ketika peluru-peluru mereka
mencabik-cabik sayapku
akankah ada .....
terlahir suatu ...
mungkinkah ada
tapi dia hanya diam berpakain tak selajimnya
berontak tapi takut mati
akankah ada merpati kembaran seperti aku
menemaniku di ruangan gelap
dan berbagi waktu
dengan pemikiran revolusi
ataupun seberkas bayangan berwujud seperti hantu
mengajariku dan aku murid terbaiknya
menguatkanku dengan syair perjuangan!
ketika jasadku telah menjadi tanah
aku hanya seekor merpati
terdiam di balik awan
menanti tiba saatnya
bukit-bukit hijau
melahirkan jiwa-jiwa kesatria
dengan pakaian perang serta pedang terhunus
menantang kejaliman
dengan sebatang pena mengukir kemegahan
dan dengan sekuat tenaga bergandengan tangan
hingga matahari pun takut dengan impian mereka
ironis
jalan ini menghentikan langkahku
mataku mengalir seperti sungai ketika kutemukan selimut negeri ini
mengapa masih saja di tutupi
dan badut tertawa di sisinya
melongok seperti kacung
puas menjilatinya
mataku mengalir seperti sungai ketika kutemukan selimut negeri ini
mengapa masih saja di tutupi
dan badut tertawa di sisinya
melongok seperti kacung
puas menjilatinya
mimpi yang kemarin
hujan membasahi bumi
diantara tanya aku masih seperti dulu
menanti hingga ada seberkas cahaya
dan damaikan hatiku
jauh aku melangkah di dalam kesendirian
seperti angin yang berhembus tanpa tujuan
di kota ini terasa sempit
imajinasiku dibunuh tak tersisa
mati hingga terkapar di tanah tak bernama
airmata sahabat terbaik
doa dan harapan nyanyian surgawi
tak tersirat tawa
tak terpikirkan kata-kata
hidup di negeri orangkah aku......
atau apakah ini suatu lembaran baru
meniup sangkakala di balik bukit
menahan pedih dan napsu duniawi
di negeriku sendiri.
mimpi-mimpi yang dulu bercahaya
kini pudar dan berganti warna
rasa cinta terukir sempurna
berubah menjadi serigala siap menerkam
yang polos hatinya berubah menjadi hitam
tang taat hatinya menjadi pemberontak
yang berani menjadi pengecut
dan yang putus asa,mati muda
terlihat jelas tanpa cerita
ketika anak bangsa di khianati bangsanya sendiri
kami hanya mampu bertanya
di balik mimpi-mimpi senja di ufuk timur
diantara tanya aku masih seperti dulu
menanti hingga ada seberkas cahaya
dan damaikan hatiku
jauh aku melangkah di dalam kesendirian
seperti angin yang berhembus tanpa tujuan
di kota ini terasa sempit
imajinasiku dibunuh tak tersisa
mati hingga terkapar di tanah tak bernama
airmata sahabat terbaik
doa dan harapan nyanyian surgawi
tak tersirat tawa
tak terpikirkan kata-kata
hidup di negeri orangkah aku......
atau apakah ini suatu lembaran baru
meniup sangkakala di balik bukit
menahan pedih dan napsu duniawi
di negeriku sendiri.
mimpi-mimpi yang dulu bercahaya
kini pudar dan berganti warna
rasa cinta terukir sempurna
berubah menjadi serigala siap menerkam
yang polos hatinya berubah menjadi hitam
tang taat hatinya menjadi pemberontak
yang berani menjadi pengecut
dan yang putus asa,mati muda
terlihat jelas tanpa cerita
ketika anak bangsa di khianati bangsanya sendiri
kami hanya mampu bertanya
di balik mimpi-mimpi senja di ufuk timur
Selasa, 08 September 2009
aku muda
kuhanya membisu
tak ada satupun suara yang kuutarakan
semua tak terpikirkanku di hadapan mereka
jauh aku berbeda
semua telah hilang seperti bukit hijau yang tandus
pemikiranku ketika satu persatu
gagasanku berakhir di jahatnya persengkokolan mereka
pertanyaan dan alasan mereka yang memusuhi langit
aku hanya terpaku
aku tak mau merespon
aku diam seperti padi
akankah aku terima kekalahan ini
ketika setiap kata tak bernyawa
tak seperti misteri bayangan penuh
palsu penuh sandiwara
menggugat dan menjauhi kebenaran
dan menelanjangi pemikiran
negara ini di kotori cerita busuk
negara ini di buat seperti boneka
generasi didik seperti tak berhati
dan kita hanya membisu
tak ada yang melawan
dan aku ........
seperti aku............
beginilah aku......
kembali taringku melayu
mereka bersulang seperti kumpulan bangsawan
terdengar tawa keras
dan aku hanya membisu......
dikalahkan karena aku muda
tak ada satupun suara yang kuutarakan
semua tak terpikirkanku di hadapan mereka
jauh aku berbeda
semua telah hilang seperti bukit hijau yang tandus
pemikiranku ketika satu persatu
gagasanku berakhir di jahatnya persengkokolan mereka
pertanyaan dan alasan mereka yang memusuhi langit
aku hanya terpaku
aku tak mau merespon
aku diam seperti padi
akankah aku terima kekalahan ini
ketika setiap kata tak bernyawa
tak seperti misteri bayangan penuh
palsu penuh sandiwara
menggugat dan menjauhi kebenaran
dan menelanjangi pemikiran
negara ini di kotori cerita busuk
negara ini di buat seperti boneka
generasi didik seperti tak berhati
dan kita hanya membisu
tak ada yang melawan
dan aku ........
seperti aku............
beginilah aku......
kembali taringku melayu
mereka bersulang seperti kumpulan bangsawan
terdengar tawa keras
dan aku hanya membisu......
dikalahkan karena aku muda
Senin, 07 September 2009
aku anak siantar
aku bangga jadi anak siantar
kota ini mengajarkanku hidup
tentang cinta dan nurani
aku tinggal di BDB lorong 24
di jalan itu ada kebahagian
yang takkan terlukiskan
aku SD di jalan perwira lorong 23 BDB
dimana kini kau sahabat.......
3 tahun kuhabiskan di SMP negeri 8
masihkah jalan pane di penuhi dengan lubang
titip salam amamu desminar sidabutar
dah berapa anaknya!!!!!!!!!!!
jam enam aku harus online di kamar mandi
biar tak terlambat ke SMU negeri 1
semua berdesakan seperti ikan rebus di dalam bus
uih!!!aku rindu bau yang menyengat di dalamnya
lidia kamu sombong banget sih
pesan di facebookku gak pernah dilirik
ama pak polisi alfredo seragamnya bagus bung
tapi tanya ya ama emaknya ,berapa sih duit dikeluarin untuk beli seragamnya!
pasti mahal dong!!!!!!!!!!!!!ah!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kini aku di batam
halo parlin
gimana belum dapat cewek yang cocok ya
kawin dong biar makan enak kita
kawin-----------kawin--------
thanks
aku bangga jadi anak siantar
kota ini mengajarkanku hidup
tentang cinta dan nurani
aku tinggal di BDB lorong 24
di jalan itu ada kebahagian
yang takkan terlukiskan
aku SD di jalan perwira lorong 23 BDB
dimana kini kau sahabat.......
3 tahun kuhabiskan di SMP negeri 8
masihkah jalan pane di penuhi dengan lubang
titip salam amamu desminar sidabutar
dah berapa anaknya!!!!!!!!!!!
jam enam aku harus online di kamar mandi
biar tak terlambat ke SMU negeri 1
semua berdesakan seperti ikan rebus di dalam bus
uih!!!aku rindu bau yang menyengat di dalamnya
lidia kamu sombong banget sih
pesan di facebookku gak pernah dilirik
ama pak polisi alfredo seragamnya bagus bung
tapi tanya ya ama emaknya ,berapa sih duit dikeluarin untuk beli seragamnya!
pasti mahal dong!!!!!!!!!!!!!ah!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kini aku di batam
halo parlin
gimana belum dapat cewek yang cocok ya
kawin dong biar makan enak kita
kawin-----------kawin--------
thanks
realita cinta
jika aku tak mampu lagi............... kukan mendiam
dalam seribu tanya
jika aku tak kuat lagi..........akukan tertidur
dalam seribu mimpiku
kukan tepikan semua mimpiku
kukan bekukan selimut cintaku
biarkan tanganku,merasuk dalam istanamu
untuk terakhir kembali
namun...............
hitam keadilan menerkamku di balik dinding perbedaan
menahanku dan merobekku tanpa nyali
meludahi pemikiranku dan menelanjangi aku
agar aku tertidur berselimutkan ketakutan
dengarkanlah................tertawalah.................
hai.......binatang yang memiliki tanduk di kepala
apakah orang seperti aku tidak berhak mencintai
seorang putri sion
apakah kemiskinan ini menjadi jurang
dan apakah ituyang namanya keadilan
bagi kami yang dikalahkan kehidupan
karena pada saat ini......
ketika mentari bersahabat dengan penghuni alam
di situ aku jugakan menyeret tubuhku
melakukan perjanjian kepadamu
bahwa cinta itu adalah hadiah yang paling berharga
yang diberikan sang isa kepada anaknya
hingga keturunanmu merasakan kejahatanmu
hingga akhir dunia...........
dan mataku tertutup untuk bersatu dengan alam
sendiri menahan kematian
melukiskan indah wajah kekasihku dipelukanku
sampai jumpa di kehidupan yang lain
hingga napas..............
di ujung membisu
dalam seribu tanya
jika aku tak kuat lagi..........akukan tertidur
dalam seribu mimpiku
kukan tepikan semua mimpiku
kukan bekukan selimut cintaku
biarkan tanganku,merasuk dalam istanamu
untuk terakhir kembali
namun...............
hitam keadilan menerkamku di balik dinding perbedaan
menahanku dan merobekku tanpa nyali
meludahi pemikiranku dan menelanjangi aku
agar aku tertidur berselimutkan ketakutan
dengarkanlah................tertawalah.................
hai.......binatang yang memiliki tanduk di kepala
apakah orang seperti aku tidak berhak mencintai
seorang putri sion
apakah kemiskinan ini menjadi jurang
dan apakah ituyang namanya keadilan
bagi kami yang dikalahkan kehidupan
karena pada saat ini......
ketika mentari bersahabat dengan penghuni alam
di situ aku jugakan menyeret tubuhku
melakukan perjanjian kepadamu
bahwa cinta itu adalah hadiah yang paling berharga
yang diberikan sang isa kepada anaknya
hingga keturunanmu merasakan kejahatanmu
hingga akhir dunia...........
dan mataku tertutup untuk bersatu dengan alam
sendiri menahan kematian
melukiskan indah wajah kekasihku dipelukanku
sampai jumpa di kehidupan yang lain
hingga napas..............
di ujung membisu
aku dan pikiranku
aku adalahseorang patriot
tak ada takut di medan perang
aku seperti titus
menguasai seluruh dunia
tetapi aku tak mau sperti zonah(pelacur)
aku adalah terpelajar
yang mengabdi bagi orang bodoh
aku ingin seperti aristoteles
mewarnai dunia dengan pemikiran
tak mau
seperti rodef
aku adalah diriku
aku yang pernah hilang
telah kembali...............
dan kini aku tahu dan ternyata aku bodoh tetapi kata hatiku bertanya
layakkah aku dikatakan aku bodoh
hatiku adalah pemberontak dan napasku adalah cinta damai
ya memang aku bodoh............
tapi tahukah kamu..........
diamnya seorang binatang hanya yangbbijak tahu
kini aku kembali dan terbangun dari tidur panjangku
setelah tak ada seorangpun yang mengerti arti salibnya
dan jangan salahkan aku
jika aku membakar sisa-sisa kebodohanmu
di hadapan bapaku di surga
kalian senang menyusun peraturan,akan tetapi lebih senang lagi melanggar peraturan
ibarat anak-anak asyik bermain si tepi pantai
dengan penuh semangat meyusun pasir
menjadi
menara yang tinggi
setelah itu menghancurkannya dengan penuh tawa
kalian dapat membuat peraturan
antara baik dan buruk
tapi aku bertanya padamu?
siapakah yang dapat melarang burung pipit
bernyanyi di pagi hari
dan burung itu..........
adalah aku yang terbangun dari kematian
aku kembali bangkit untuk menggugatmu
karena aku tahu bukan karena inginku
tapi tuhan membingbing lidahku untuk menyampaikan perkara ini
pa:bila kau tak menghargaiku
maka aku akan pergi darimu
kembali untuk menyusun rencana kedua
tak ada takut di medan perang
aku seperti titus
menguasai seluruh dunia
tetapi aku tak mau sperti zonah(pelacur)
aku adalah terpelajar
yang mengabdi bagi orang bodoh
aku ingin seperti aristoteles
mewarnai dunia dengan pemikiran
tak mau
seperti rodef
aku adalah diriku
aku yang pernah hilang
telah kembali...............
dan kini aku tahu dan ternyata aku bodoh tetapi kata hatiku bertanya
layakkah aku dikatakan aku bodoh
hatiku adalah pemberontak dan napasku adalah cinta damai
ya memang aku bodoh............
tapi tahukah kamu..........
diamnya seorang binatang hanya yangbbijak tahu
kini aku kembali dan terbangun dari tidur panjangku
setelah tak ada seorangpun yang mengerti arti salibnya
dan jangan salahkan aku
jika aku membakar sisa-sisa kebodohanmu
di hadapan bapaku di surga
kalian senang menyusun peraturan,akan tetapi lebih senang lagi melanggar peraturan
ibarat anak-anak asyik bermain si tepi pantai
dengan penuh semangat meyusun pasir
menjadi
menara yang tinggi
setelah itu menghancurkannya dengan penuh tawa
kalian dapat membuat peraturan
antara baik dan buruk
tapi aku bertanya padamu?
siapakah yang dapat melarang burung pipit
bernyanyi di pagi hari
dan burung itu..........
adalah aku yang terbangun dari kematian
aku kembali bangkit untuk menggugatmu
karena aku tahu bukan karena inginku
tapi tuhan membingbing lidahku untuk menyampaikan perkara ini
pa:bila kau tak menghargaiku
maka aku akan pergi darimu
kembali untuk menyusun rencana kedua
MENANTI SANG NASIONALIS
dengan gagah kau tancapkan merah putih
di tanah kering agar setiap orang tahu
betapa mahal negeri ini
dan betapa kaya bangsa ini
lidahmu tak henti-hentinya berbicara
sampaikan sesuatu kemerosotan moral bangsa ini
meski peluru siap menghabisimu
sedikitpun engkau tak gentar
kerena sekali di lahirkan kita takkan bisa laridari kematian
masih teringat apa yang kau katakan
masih ada sesuatu yang menjadi akar dalam kehidupan
membangunkanku dari mimpi penawar gelisahku
untuk sampaikan kepada negeri ini
sesuatu apa yang dinyatakan tentang nasionalis
tibalah saatnya para mentari kecil akan bangkit dari tidurnya
membawa ribuan puisi tentangmu di pusara
dan berbicara lantang menggurui yang lebih tua dari dia
di tangan kanannya ada keadilan
di tangan kirinya ada kedamaiannya
dan di hatinya ada napas kehidupannya
semangatnya akan seperti badai
menghancurkan setiap jengkal keserakahan penguasa
akan terlihat dari keturunan nya dendam yang dalam
hingga air matanya menggalir seperti sungai ratapan
hingga ia menyesal dilahirkan ke bumi
dia akan memimpin burung-burung untuk bernyanyi
menghibur jiwa yang yang telah mati
memberikan sejumlah emas
membagikan sejumlah kebajikan
menggugat para hakim dan aparat
membersihkan dengan darah mereka sendiri
hingga mayatnya tak di ijinkan bersatu dengan tanah
setiap orang akan meludah dan mengutuk
tapi..........akankah ada yang terlahir
putra-putri bangsa ini
akankah ada jiwa yang terdiam dan terpanggil
apakah ada yang mendengar suara ini
adakah yang akan berdoa di setiap detik waktu berdentang
terlahir SATU JIWA yang darahnya di basuh MERAH PUTIH
HENDRA DAMANIK
AKU INGIN SEPERTI W.S.RENDRA
di tanah kering agar setiap orang tahu
betapa mahal negeri ini
dan betapa kaya bangsa ini
lidahmu tak henti-hentinya berbicara
sampaikan sesuatu kemerosotan moral bangsa ini
meski peluru siap menghabisimu
sedikitpun engkau tak gentar
kerena sekali di lahirkan kita takkan bisa laridari kematian
masih teringat apa yang kau katakan
masih ada sesuatu yang menjadi akar dalam kehidupan
membangunkanku dari mimpi penawar gelisahku
untuk sampaikan kepada negeri ini
sesuatu apa yang dinyatakan tentang nasionalis
tibalah saatnya para mentari kecil akan bangkit dari tidurnya
membawa ribuan puisi tentangmu di pusara
dan berbicara lantang menggurui yang lebih tua dari dia
di tangan kanannya ada keadilan
di tangan kirinya ada kedamaiannya
dan di hatinya ada napas kehidupannya
semangatnya akan seperti badai
menghancurkan setiap jengkal keserakahan penguasa
akan terlihat dari keturunan nya dendam yang dalam
hingga air matanya menggalir seperti sungai ratapan
hingga ia menyesal dilahirkan ke bumi
dia akan memimpin burung-burung untuk bernyanyi
menghibur jiwa yang yang telah mati
memberikan sejumlah emas
membagikan sejumlah kebajikan
menggugat para hakim dan aparat
membersihkan dengan darah mereka sendiri
hingga mayatnya tak di ijinkan bersatu dengan tanah
setiap orang akan meludah dan mengutuk
tapi..........akankah ada yang terlahir
putra-putri bangsa ini
akankah ada jiwa yang terdiam dan terpanggil
apakah ada yang mendengar suara ini
adakah yang akan berdoa di setiap detik waktu berdentang
terlahir SATU JIWA yang darahnya di basuh MERAH PUTIH
HENDRA DAMANIK
AKU INGIN SEPERTI W.S.RENDRA
Minggu, 06 September 2009
tentang nusantara
aku masih terdiam diantara tanya dan jawabku
menatap negeriku yang tandus akan kedamaian
setiap anak lahir di beri tanggung jawab yang pilu
setiap manusia hanya mampu berharap
seperti hujan dengan sombongnya memperkosa alam
dan kita hanya mampu bertanya.............
dan kita hanya mampu melihat..................
di balik selimut merah putih ada harapan
di balik doa kami menunggu
penguasa kumpulan para pemain bola
menendang dan tertawa mencetak gol untuk rakyatnya
gol yang yang terindah di nusantara di genggam dengan rakusnya
dan tahukah kamu...........
dan mengertikah engkau.........
dan menangiskah engkau...............
hai!para penghianat.........
gawang itu adalah kami
yang tertidur di bawah langit
yang tersisih di tanah kelahirannya sendiri
dimana airmatanya seperti hujan.setahun puasa membasahi bumi
haruskah kami membakar nurani kami
akankah kami membuka baju
dan bersama berpegangan tangan
kebodohan apa lagi yangkan kalian sampaikan
politik apa yangkan kalian utarakan
jangan jejali kami dengan kata-kata kalah
kami tak kalah...kami pemenang
orang-orang pintar di negeri ini kau jadikan level terendah
dan orang bodoh yang bertemankan keserakahan
bersamamu menikmati jalan dosamu
bersama memperkosa anak negeri ini
tanyaku !dan mana jawabmu!
bisikku dan dengarkanlah
seharusnya tangan-tangan putihmu
mengalir dan mengepal
membentang ke seluruh penjuru nusantara
dan katakan pada semua orang untuk mendengar,melihat
INDONESIA BANGKITLAH
HENDRA DAMANIK
SMU NEGERI 1 SIANTAR
HP 081372246714
menatap negeriku yang tandus akan kedamaian
setiap anak lahir di beri tanggung jawab yang pilu
setiap manusia hanya mampu berharap
seperti hujan dengan sombongnya memperkosa alam
dan kita hanya mampu bertanya.............
dan kita hanya mampu melihat..................
di balik selimut merah putih ada harapan
di balik doa kami menunggu
penguasa kumpulan para pemain bola
menendang dan tertawa mencetak gol untuk rakyatnya
gol yang yang terindah di nusantara di genggam dengan rakusnya
dan tahukah kamu...........
dan mengertikah engkau.........
dan menangiskah engkau...............
hai!para penghianat.........
gawang itu adalah kami
yang tertidur di bawah langit
yang tersisih di tanah kelahirannya sendiri
dimana airmatanya seperti hujan.setahun puasa membasahi bumi
haruskah kami membakar nurani kami
akankah kami membuka baju
dan bersama berpegangan tangan
kebodohan apa lagi yangkan kalian sampaikan
politik apa yangkan kalian utarakan
jangan jejali kami dengan kata-kata kalah
kami tak kalah...kami pemenang
orang-orang pintar di negeri ini kau jadikan level terendah
dan orang bodoh yang bertemankan keserakahan
bersamamu menikmati jalan dosamu
bersama memperkosa anak negeri ini
tanyaku !dan mana jawabmu!
bisikku dan dengarkanlah
seharusnya tangan-tangan putihmu
mengalir dan mengepal
membentang ke seluruh penjuru nusantara
dan katakan pada semua orang untuk mendengar,melihat
INDONESIA BANGKITLAH
HENDRA DAMANIK
SMU NEGERI 1 SIANTAR
HP 081372246714
Langganan:
Postingan (Atom)
