Selasa, 31 Januari 2012

Rasa takut bisa dikalahkan dengan tawa yg keras

Apa yang kita pikirkan adalah apa yang hendak kita lakukan

Mulu bisa menjadi racun tpi bisa jg membuat impian menjadi kenyataan

Diamnya aku hanya sejenak selanjutnya pikirkanlah...

Matematika adalah ilmu yg paling terpenting tetapi ilnmu yang terhebat adalah ilmu moral,masih adakah di pikiranmu yang perlu di hormati!

Kejarlah mimpimu ke mana saja asal jangan engkau kejar di tempat tidurmu

Orang bijak adalah orang memiliki mata yang indah,mampu melihat kebenaran dengan sekali kerlipan

Uang adalah akar dri sebuah rencanankrna uang dapat menjadikanmu segala galanya

Baiknya lah kita belajar terbang sperti belalang

Setiap hari tlah menandai kita dengan kebijakan kebijakannya


Seorang pemimpin takkan pernah takut pada semua hal karena dirinyua sudah di takdirkan mati di medan perang

Senin, 30 Januari 2012

anak negeri

Malam yang sepi kembali menjarumi stiap detik tulangku
Mneghela naps di tandusnya tanah gersang
Berbagi cerita di atas langit
Berpijakan di tanah kebanggaan
Mengaliri jalan dengan penuh kegagahan
Masih seperti yang dulu
Masih menyirani negeri
Dihutan hutan kami bersembunyi
Menanti fajar menyapa di ufuk timur
Demi negri yang nanti
Biarlah waktukan menjadi perisai bagi kami
Bertempur dengan jiwa yang takkan kalah

Kutahbiskan awan putih di pikiranku
Teringat dan terbayang sejuknya air di hulu sungai
Mengintipi sang impian di balik batu
Hanya cinta yang mengalir di daun bunga kembang
Siratkan rindu yang terhenyak bagai terikat di alam liar
Mengangkangi kedaulatan dengan tangisan bayi bayi
Kejahatan di abaikan dengan tumpah darah
Mengais ke depan dengan senjata di tangan
Siapapun lawan tiada ku gentar
Selama indonesia tetap negeri tercinta
Kami sebarisan dengan pemuda bijaksana
Mati yterhempas di atas senja
Tertidur di selokan bagai tikus
Menyeruak ganasnya seperti harimau
Menghantam bagaikan angin topan yang siap menghadang

senja itu tlah menghabisi kegundahan hati
Satu persatu sahabat terhembas ke tanah
Fajar di sebelah timur menyeruak menghabisi kegelapan
Teriakan kematian menghela di ujung klematian
Suara tembakan teriakan kami untuk bersiap bertempur
Musuh di depan laksana pasukan kavaleri roma
Beringas bagai meriam di istana esbeye
Kecongkakan dengan ideralisme orang gila
Pencitraan bagai putri monalisa yang giginya ompong
Semuia orang tahu dia tercipta bagaikan kumbang
Krana dengan lagunya menggambarkan kebodohan
Mundur teriak sahabat yang ada di depan
Langkahku terhenyak dengan takut yg dalam
Dan sekejap kakiku enggan uintuk berlari

Selasa, 24 Januari 2012

aku

aku adalah manusia kalah
Datang dri siantar dengan pedang kecil di jubah
Menapaki kekalahan dengan senyum menyapa
Mempertaruhkan segalanya demi cinta
$enghempaskan keangkuhan di jejak langkah
dan biarlah aku menjadi bumerang bagi yang hilang
Terdiam di sudut kehampaan

tiang besi kekutanku

Dan bila waktukan berhenti
Ditepian kesendirianku
Terbayang kembali indah wajahmu
Hadirkan sejuta kisahku di balik kenangan
Mengagumimu
Menawan wajahmu di anganku
Menapaki kisahku bersamamu di mimpi
Terperanjat dalam seribu kekalahanku
Yang tak bisa jujur pada hatiku
Terluka dalam kubangan kemiskinan
Terdampar di lorong hitam tak bertepi dan berlayar ke ruang tak terdengar

Kisah itu hadir kembali
Sekian lama tlah pergi menjauh
Tringat kisah memandangimu
Tanpa ijinmu
Tak terdengarkah suara cintaku
Yg kubisikkan di tlinganmu dngan senduku
Apakah ada cintamu kan bertautan seirama lagu cintaku
Ataukah cinta bertepi pada gelombang lautan
Aku merindumu disajadah kubah kenangan yg lama
Hilang dan jauh seiring teriakan manusia kalah
Bergamtungan pada sisa sisa dosa
Mana tahu adasetitik cinta menjadi milikku

Kekasih..
Hentakan kepengecutanku tlah lama tersalib
Menungguimu di barisan manusia kalah
Pikiranku tlah berjuang dengan langkahku dri perjalanan jauh
Mengukir namamu di atas kepalaku
Dan hanya namamu yang tersebut ketika lelah merajaiku
Penawar beban akan ketakutanku
Tiang besi kekuatanku

Senin, 23 Januari 2012

Bintang berpijar di kesunyian malam
Bisikkanlah padaku ttgmu
Didahan tuaku pejamkan mata
Ada crita yg mengalir di sisa hidupku
Kuyakinkan seutuhnya untukmu

Kamis, 19 Januari 2012

Kepakkanlah sayapmu saudara,carilah apa yang terlahir di sanubari krna hari nerganti hari dan waktupun kan berlalu tataplah ke depan tak ada lkeberhasilan diraih tanpa ada perjuangan,maka matikanlah kemalasanmu detik ini

Kematian adalah akhir dari perjalanan tetapi manusia yang tdk menghargai kematian hendaklah dia banyak banyak berdoa agar doanya menjadi hakim dri hidupnya yg baru

Kekuatan doa berasal dri nurani,jadikanlah nuranimu seperti sungai yng terus $engalir hingga kekeringan tidak melanda

Cintamu tlah menjadikan aku sebongkah permata yang indah warnanya warnyanya jingga seindah ilalang di ladang pertanian krna apapun yg ada pada dirimu adalah lukisan kepribadianku


Biarlah angin itu memperkosaku
Biarlah dirinya menjadi singa di hatiku
Drpda aku menjadi burung di langit
Yg enggan bernyanyi

Lidah yg tebal mampu mencairkan es di antartika

Kepribadian orang dpt dilihat dri keadaan motornya

Cantikmu laksana dewi tp cantikmu jg mampu membuatku rapuh
Cintamu pergi dengan bayangan kemewahan istana para pangeran
Tak terbeli dan terjamah menodai warisan yng beruntung hidup

Ibu lihat kupu kupu itu
Terbang bebas terhempas angin pagi
Aku jg ingin bebas selayaknya merpati
Terbang tinggi ke langit surga
Menjadi garam di tengah dunia

kegilaan

Kegilaan hatiku bertambah minus
Senjataku tlah meracuniku akan kepengecutan
Binasa yang datang kni hadir menyapa
Sejurus kutakberdaya
Tapi kubahagia
Kuterjerat dlm naungan surga
Sendiri menghentikan kegilaan
Biarlah waktukan menjadi intisari hidupku

Sabtu, 14 Januari 2012

Kadang jika kita terlalu banyak bicara mungkin porsi makanan kita mungkin berlebihan hingga kita seperti boneka yang lucu
Dan orang yang mendengar akan menggerutu

Jadikanlah mimpi itu seperi tarian ,tentukan dendangnya sesuai keadaanmu

Seperti apakah engkau sang dewinrupawankah dirimmu hingga mentari seakan gak kenal lelah menjebakmu
Bukankah cantikmu adalah satu sisi yang di haramkan

Suarakanlah apa yang ada di dalam hidupmu
Katakanlah apa yang ada di benakmu
Hingga engkaupun tertawa
Di kesunyian malam
Melacuri hidupmu dengan suara yang indah
Seakan itu adalah suara nafiri
Mentahbiskan hidupmu di antara peronda malam


Kekuatanku tlah lama kubuang terbuang di jalan hitamku
Dan tersisa hanya sebongkah keangkuhan



Cinta tlah membinasakanku tpi cintamu tlah mengalir seperti salju putih
Apakah dirimu dewi itu!

Jumat, 13 Januari 2012

pasrah

Kenyataan yang hadir di dalam mimpi
Kusambut dengan tangan di bawah
Meski menyakiti
Kan kucoba untuk tetap berdiri

stres tingkat tinggi

Perdebatan yang tiada henti
Tanya jwab hdirkan lelucon kecil sedikit berasap tp mengesankan
Ada yg terluka di balik pintu
Menahan nafsu belalang
Ada yng bangga di jubah safari
Suaranya lantang dengan bijaksana
Diskusi propaganda yang mengesankan
Berontak sikaum kumuh
Hijau bergelombang
Menggapai kursi di meja hijau

Sekali dan takkan berulang kali
Berhenti di arah jam sepuluh
Berdebat mencari kambing hitam
Siapa yang menjadi pemangsa!
Minggu depan kembali beraksi
Kecil dan rupawan hangat tersipu
Cerita berganti lagi
Sikanis bergaya orientasi
Dibalik kumis pintar mengorganisir
Candaan kaum bijaksana

Terus teruslah mengalir tanpa arti
Tanpa ada penggugat
Datang dan pergi seperti penyair
Tiada hukum yang berhadapan
Tiada keadilan yang terselip dikantong
Tiada jawaban mengakhiri rasa takut
Jauh dan pergi
Seperti angin yang bertiup
Damaikan kebodohan anak negeri
Pergi dan pergi
Jauh dan jauh
Selamanya engkau pergi pecundang
Hanya bicara akupun bisa
Hanya mengancam anjingpun bisa
Tapi engkau bukan anjing
Setangkai mawar untuk mu karni suarakanlah apa yang semestinya engkau tanyakan
Sebelum aku suarakan kepadamu
Adakah hantu di lapindo
Adakah pencuri di istana gayus
Jika para anjing di beri tulang
Dia akan menganggung layaknya sang pengerat
Tpi ketamakan dan keberanianmu untuk suaraku
Jadikanlah menjadi ayat hapalanmu
diatas langit aku tlah melukis namaku
Namaku jelas sebaris dengan kaum jelata
Memarahiku adalah gila
Krna aku sudah gila
Menghinamu adalah kutukku
Dan biarkanlah kuabadikan dalam kegilaanku tingkat tinggi

Kamis, 12 Januari 2012

Waktu yang berjalan mengingatkan kita akan sebuah kebaikan dan keburukan
Tetapi waktu jg bisa menjadi musuh terhebat dikala kita hanya larut dalam kemalasan
Diam ,membeiarkan waktu berjalan semakin jauh


Suara yang membahana lebih parah dri pada kentut yangtertahan di celana
Krna mampu megambarkan sifat asli seseorang

Hidup yang damai adalah hidup dimana kita hanya mampu memberikan senyuman kepada sesama yang lain dan berbuat orang lain bahagia


Mengalirlah sperti sungai dan bersemilah bunga di taman serta berikan kecupan yang hangat di pipiku menawariku akan rindu yang belum hilang

Jiwa yang mati menyambar nyambar seperti halilintar
Suaranya kejam seperti pemangsa
hitam putih tak ada di tangannya


Menari di atas awan dan bergantungam di angin dan terapung di lauatan
Sebuah makna yang hanya dialamatkan untuk pengembara
Tak henti melangkah trus berjalan hingga ajal menajdi penghormatan terakhir utknya

Mimpi yang terbeli menyelamatkan kita akan kemenangan tetap mimpi yang di perjuangkan dihormati diatas langit dan di bawah langit

Biarkanlah waktu yang menjadi teman terbaikku dan menjadi teman akhirku

Hidupku mengalir dari puisi ke puisi yang lain
Dan aku gila terdampar di tangan para penyair
Mudahnya kita bicara tak setimpal apa yang kita pikirkan dan lakukan
Kadang mulut jg bisa menghancurkan satu kota
Tpi hati yang lapang mampu mendamaikan dua insan yang bodoh untuk menjadi bijak

Ketika kita jatuh dalam kekalahan kita hanya larut dlm penyesalan tetapi bagi pejuang seperti aku
Takkan ada kekalahan yang bisa mengalahkanku
Meski raga yang tersisa
Kukan tetap tetap berdiri
Sebab kekalahan tlah jauh kutanggalkan di impian kecilku


Apa yang semestinya yang kita katakan baiknya kita menampakkan semua kejujuran tiu selalalu di depan dan menutupnya dengan kejujuran juga


Uang dan airmata gambaran rupa sebuah kehidupan,karena sesempurna insan tak ada yg melebihi sang kuasa,jadikanlah dirimu menjadi gambaran akan kebaikan bagi semua orang

Jadikanlah dirimu seperti sungai,meski limbah mengalir amata airnya tetap setia pada penciptanya...mengaliri sepanjang masa


Kekuatan yang berasal dri pikiran mambu membuat perselisihan yang besar tetapi kekutan dari tatapan mata memberikan dunia baru bagi yang melihatnya

Jauhkanlah apa yang ada di buruk di atas kepalamu dan dekatkan segala cintamu untuk sekelilingmu

satu kegagalan sangat berharga drpda seribu kemenangan,kemenangan yang didapat dri penindasan tak berarti bila semua insan mengutuki kita

Daun yang jatuh kebumi lambangkan kerendahan hati kpd sang pencipta
Tetapi hati yang membalaskan dendam akan berontak sepanjang hidupnya

Rabu, 11 Januari 2012

kecuplah aku wahai bidadari dngan sejuta cintamu,sebelum cintamu bernaung di hatiku
Tanyakanlah pada kalbumu!tertawakah langit mendengarku!!


Masa depan adalah seperti perabotan yang mahal,bisa dibeli dengam lembaran uang lertas..tpi cinta adalah segalanya
Mengalahkan kebodohan seorang pemuda yang miskin

Jika aku menjadi bodoh,kuatkanlah aku dengan kejaliman
Krna hanya kejaliman yang bisa kami dapatkan
Sperti kejaliman jg lah kami menjadi dihormati
Senjata terhebat di topeng kemiskinan


Jika kesuksesan diraih dengan hanya ijasah sma,itukan menjadi teladan bagiku tp bila kesuksesan itu diraih dengan sarjana
Aki menganggapnya seperti pencuri ketiban rejeki
Bukankah di indonesia pendidikan itu sangat mahal...


Jika aku menjadi awan biarlah angin bagianmu
Krna hanya angin yg mampu mendewasakanku
Manapaki kegelisahanku
Kehilanganmu

Berikanlah apa yang menjadi kewajibanmu
Jawablah pertanyaan yang engaku anggap benar
Jujurlah pada akhlakmu
Pada siapakah kita berdoa!!


Cantikmu adalah lukisan yang terdampar di samudera biru
Menggema hingga ke roma
Kemanakah langkah sang pujangga
mencintaimu kekalahan terhebatku

Ketulusan hati berawal dari hati yang kosong,menapaki rentang waktu akan kebenaran

cerita usang

Terhempasku di atas tumpukan kegelisahan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala

Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia

Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil

Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan

Senin, 09 Januari 2012

cinta...(harta)

Jika atas langit ada langit
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku

atas nama hukum

Apa yang salah di pikiran kita
Ingin rasanya ku robek robek suratmu
Terdengar kicauan burung gereja lukiskan memerah wajahmu
Engkau terbaring dlam cengkeraman rajawali emas
Membisu mulutmu tergantung terpenjara laknat
Atas namakan hukum
Malingh sandal terpapah terkandang jeramai besi
Sang koruptor menjadi pahlwan
Membeli apa saja yangh bisa di beli
Selagi kehormtan masih di selakangan
Lakukan apa yang perlu untuk disampaikan
Mengistiarkan kejaliman anjing negara
Jauh di padang sana
Terdampar duka sang ibu
Hanya bisa tersenyum di balik kerudungnuya
Menangisi dua putranya tergadai di jeratan anjing negara
Bersih seperti sungai jordan tanpa irama kesalahan
Saling jegal di atas lapang mengisi kebobrokan bangsa ini
Atas nama hukum
Terdengar hanya sejam
Terbawa berita hanya di seberang
Pergi entah kemana
Hati bimbangpun berkaca dalam ketakutan
Serigala kelabu menghadang di depan
Kemarilah wahai sejenak
Jauh sudah langkah ini tersempit dlm kubangan
Atas nama hukum apakah adanya pembantaian
Anjingkah mereka atau hanya pengecut
Buaskah mereka
Todongkan senjata ke arah sudut kemiskinana
Berdoakah mereka di saat kosong pikiran mengacau
Mentabiskna penghakiman akan kematian di telapak tangan
Atas nama hukum
Pengadil manakah yangkan menjadi penjerat si anjing negara
Tanyakanlah apa yang ingin mereka katakan
Dan tataplah nanar wajah yng tergadai
Ribuan kasih menyambutmu di jantung ketuhanan

Minggu, 08 Januari 2012

masih ada cinta

Kankukenang cerita yg pernah ada
Kan kujadikan sebuah kisah yang indah
melupakanmu adalah akhir dari perjalanan
Selamat tinggal cintaku
Dulu ada cinta yng menyapa
Mentari tersenyum di taman sekolah
Hanya mampu untuk meninkmati cinta yang hadir begitu senja
Kita hadir dengan untaian puisi puisi ilmiah
Metafora bersama idealisme kita tlah tertunduk
Diatas jalur arah yang berbeda
Aku adalah pemuda dari keturunan tak berdaya
Debu adalah sahabatku
Mentari adalah lawanku
Dan waktu yng sombong tlah kutabiskan utk menjadi senjataku
Tertanam di kerikil yang buas
Menapaki sisa hidupku untuk menjadi pedang
Kembali maratapi akhir ujung langkah
Aku tak berdaya
Dan berjuang layaknya sang ksatria
Demi keturunan yg dititipkan ayahku
Membawa keluarga ke gerbang madani
Kelaparan memangsa sesama dengan pembalasan yang serupa
Hanya mengingatmu disisi
Terbaring di pangkuanku
Iti adalah hantu yang selalu kutunggua
Melukis wajahmu di atas beban hidup
Kupercaya membuat langkahku semakin mantap
Napas dalam hidupku kujadikan taruhan
Dirimu adalah asas semua mengapa aku masih hidup
Semakin hangat dan semakin menerka
Terselip bunga seroja di jubah hitamku

Tahukah engkau kini
aku sendirian dan hingga aku ingin bermandikan tubauhku di sungai asahan
Apa yang dititipkan ayahku
Tlah bersatu dengan alam
Semua tlah di sembelih pendekar dari tanah gersang
Keluargaku dan semuanya tlah lenyap
Disalibkan di ilalang terowongan hitam
Aku tertawan dlm dekapan risau hati yng sedih
Kehancuran akan jiwa yh terpenggal
Dan kasih yg dalam
Wajah mereka dan wajahmu selalu hadir hingga ak memnucaki semua nadiku intuk berontak
Hidupku yang putih yang dijejali ayat ayat ketuhanan tlah kutinggalkan di atas gunung sinabung
Aku iktiarkan napas ini bukan lagi mahluik suci
Tubuh ini tidak lagi sepeutih kain kapan
Menjadi serigala adalah akhlaknya
Dan menantang kodrat adalah akhirnya
Hingga malam tiba aku dgn segenap cinta yang tak berdaya
Berontak seperti halilintar
Tanganku sperti tiang keadilan suaralu mengaunh speri serigala
Siapapun uyangh didepan kubantai dengan ganasnyua
Sperti setan aku tlah berontak
Luluhkan semuanya hingga mpenawankupun ketakutan nbegitu dashyat
Kabur ke hutan seperti rusa
Semua tewas di tanganku
Dan aku nerteriak teriak
Seperti orang kesurupan
Bangga tpi nanar terlihat sepi
Rebah di tanah

Jumat, 06 Januari 2012

surat dari kawan

Seperti apakah yang tlah kau kuucapkan
Itu juga yang kusampaikan padanya
""Dengarkanlah dan camkanlah dengan hati yang bergelorta
Kita sdah melihat sendiri bagaimana bangsa ini tidak berjalan seperti yang kita harapkan
Pemerintah hanya punya dalih dengan kebijaksanaan yang selalu merugikanm rakyat
Bbm kembali di naikkan,pendidikan menjadi sperti barang impor,koruptor di sana sini
Keadilan bisa dijadikan sebuah lambang kejaliman ketidak berdayaan kita.
Kita melihat sendiri kerakusan para bangsa ini ketika koruptor yang merugikan rakyat triliunan hanya di penjarta tujuh tahun bahkan ada diantata mereka hingga sampai skrnhg tak tersentuh,aparat polisi sama rakus seperti serigala membunuh dan membanti siapa saja yang menjadi pengjadang tuannya,para buruh di perbudak dengan upah yang tidak memadai dan banyak anak bangsa menangisi masa depannya di lemari rumahnya
Janganlah engaku hanya bisa tertawa saudaraku,bagian kita tlah tergadai di nusantara
Merka tlah merampok dan memperkosa titipan nenek moyang kita.
Apakah kita hanya diam saja,ketika orang tua kita terbaring lemah pesakitan dimana ketika rumah sakit mengabaikanya,merka hanya memikirkanm diri sendiri,merka buas hingga menjual martabat bangsa ini.
TKI di negeri arab dan malaysia digantunh dan di cambuk pemimpin bangsa menangis di altar televisi,kecengengannya terdengar ke tanah pertiwi merasakn aib yng dalam,dan janganlah enhaku jg menangis mendengar kabar ini,jauh di sumatra ratusan anak bangsa tergadai di tanah,nyawa melayang demi tanah yang terbeli di warisan nenek moyang.mereka di bantai saudara dengan laras panjang tp penguasa hanya diam dilkandangnya sperti babi,sibuik dengan cucunya.katakan kepada saudaramu yang nberdarah pancasila.tanamkan dalam dadamu pemberontakan agar pengorbanan hutagalung tidak sia sia menjengkali pemerintah kita.
Kita adalah sebarisan anak bangsa,baiknya kita bersihkan hati kita untuk keluar dari tempat tinggal dengan kain putih di lengan,kita nberontak a pada kejaliamnm dan ketidakpedulian penguasa....

diana

Jam tiga sore di siantar plasa
Kurangkul kembali semangatku yng tlah pergi
Kekembalilkan kembali pengharapan itu di atas kepalaku
Masih adakah insiatif itu menghampiri..aku terjungkal di depan tahta
Gilaku tlah berdami dengan darahku...
Dirinya tersenyum di kejauhan
Kembali $mengombakkanku di tiang tak berujung
Secantik seperti kemarin
Luluhkanku kupernah mendekapmu...

hidupku

Kita adalah sesuatu yang tlah ku kenal
Ibarat kutilang merayap di teras rumah
Menemanimu kawan di seberang pemberontakan
Ketika aku bercermin kulihat dirimu
Tak sebijak yng dlu
Kabur menghitam wajahmu
Dosa apakah yang tlah kau tanamkan
Kini menjelma menjadi menakutkan..
diammu gambaran cerita
Diam tak bergelora
Enggan untuk hidup kembali

kabarmu kawan

Jikalau ada kabar drimui kawan
Dengarkanlah aku walau hanyua sesumbar
Masih adakah di sana pengharapan
Untuk menyambung nyawa di tanah perbudakan
Aku sudah pasrah untuk berdamai
Di tanah kelahiran aku seperi sampah
Menyengat
Bagi merka yg bijaksana

beban langkah

Beban langkah hidup tlah yerbiasa
Berlari tergantung di puing romantika
Kecapan waktu tlah tersandung
Seperti irama musik menampar hidupku kembali
Luka dam membahana
Menerjanh dinding dinding keangkuhanku
Bak senja menghantui dekapan mentari
Terbunuh di kegalauan masa depan
Apakah yg terlahirkan dri persengkokolan
Apakah negeri inikan selalu membujang
Perawan yng tergadai di semenanjung selatan
Bahkan lebih dri lukisan para ningrat
Sembari perih menantang jiwa yg tlah menyerah
Kita berserakan di ambang jendela indonesia
Meneriaki kekalahan di sepanjang jalan
Beriringan dengan kehilangan moral
Terjepit di dua sisi
Sisi yang satu serigala namanya
Sisi yang disini kambing rupanya
Menjelma dan bertutur kata
Bijak dan pemerhati pencaplok angkara
Keheningan senja di tepian lauatan
Tergambarkan memang
Risau hati para bangsaku
Menatap jauh ke langit atas
Mulutnya menengadah ke langit dengan untaian doa
Doa yg terselip diambang kematian
Apakah yang datang menjadi hina?
Surgawi bertepuk dada
Gunung gunung $embanjiri kegelisahan saudara
Hewan berilham akan kebuasan seperti di colosum romawi
Rakyat dibaiarkan tanpa pangeran
Pemimpin mengais kekayaan di bintang tujuh
Korbankan apa yang di korbankan
Beli apa yang namanya kehormatan
Dan jual kemunafikan dengan kesombongan
Jalan darah seperti taman langit
Jalan berdebu bergumam di napas ilahi
Seperti apakah rupawan yang di nanti..
Banyak berbaris anak bangsa di ruas ruas persimpangan
mata lesu menahan lapar
Suaranya lantang kobarkan kerakusan dan matanya merah menuntut keadilan
Bagian terkecil dri pengharapan
Rencana masa depan
Dipertaruhkan di buku buku pejuang
Kita tertinggal dan terjungkal
Berserakan di hamparan langit malam...
Tanpa tujuan dan tanpa masa depan
Di atas pemimpin terlahir sebagi penhecut
Cepat mati susilo...