Jumat, 12 Juli 2013

sang pengecut

hendaklah jiwa yangkan menjadi sebuah alasan tentang pertentangan berpikirlah sejenak dikala rembulan yang sombong menertawai apakah ada gerangan seuntai kata kata yang hendak menyerupai imajinasi sang waktu atau enggan kah kita tertawa di barisan hari hari terpana sebuah kekalahan yang mnenderu dibalik jubah hingga saatnya tiba kita terbenam di dalam jiwa sang pengecut hidup adalah sesuatu gerangan yang dipertanyakan dan sesuatu jwaban yang menghandalkan etika kelaknatan sedekat kita bercerita ttg diam seketika itu jg membuat kita terbuai dalam kehampaan senja yang tak terbatas lembut merayu kuat mengikat hingga kita terjebak diuntaian doa terlihat seperti warna kemenangan namun sirna dimakan senja hingga kita menyatakan senja tak lagi sedamai seperti syair berdiri di altar sang kekalahan aku terjebak dlam sebuah imajinasi piukiranku tak lagi semerah aku bernyanyi ada nafas baru yang menggantii aromanya terasa seoerti dendam sang waktu melawan takdir aku tak bisa menyerah adalah ajalnya aku adalah pengecut yang enggan tuk bernyanyi

Minggu, 21 April 2013

semi

Diamkuhanya sesAat zeiring hari bertambah angkuh jiwaku hanya sedekat bunga iskandar mengagumimu di balik kemiskinan tak anganky melayang apda hutan yang lebat bergantungan pada akar lembah yanf kuat memeluk

matinya aku

Tersimpanbqgai kubangan di dunia yang mati sendiri menanti sesuatu yang belum tentu datang enggan aku bertanya pada sang khalik apakah dosaku tak sehangat bunga seroja dalam tanya selepas dahaga jiwa yang terkapartak berdaya matipun enggan ku bertanya

langkah

Jalan ini sedikit mengacuhkan langkahku perlahan lahan juga terdengar cekikan tawa di sepanjang jalan menodai luka yang tertawan dlm keremangan senja tak berdaya tapi tak mengapa ada esokkan menjadi melati

Jumat, 12 April 2013

menara hati

kupendam dengan sejuta cinta yang terbagi dalam sejuta kekelaman yang terpenjara dalam swaktu bagaikan angin yng riuh tap tak berdaya dimakan gelombang lautan aku masih bisu seiring waktu yang berjalan dalam gelap malAM menanti waktu sang mempelai dalam keribangan senja beradu dalam pikiran akan sebuah kejernihan air lautan aku tertinggalkan waktu seperti menara yang enggan bersanding di bawah awan meliku terpental ke bawah terasa hampa walau hanya semntara tpi menatap angan hidup hanyalajh sebuah lukisan hampa

Kamis, 31 Januari 2013

bisu

Rentang waktu seperti lautan
Melambai lambai riak mempesona waktu
Tersentuh di awal sebuah kenyataan
Ditepian pasir putih yang hanya bersemi
Pergi
Dan menjauh
Sepi
Dan menghardik
Bisu dan kwatir
Menguning seperti cerita masalalu
Kuenggan menyadari
Lama sudah aku menanti

Minggu, 13 Januari 2013

waktu yang dinanti

Tuhan kebisuan yang mendalam tetapku pasrah pada sang waktu kerelaan yang hadir hanya sementara seiring waktu yang tertinggal yggak perduli padaku memaksaku untuk berpikir dengan kedua mataku apakah masih tersisa penantianku untukku jingga merah menodai kain putihyang terperangkap dalam guraeatan kata tanya apakah waktu itukan datangseiring sang durjana menatap dengan marah kekalahan yangtereiam si atas para ma.usia pengecut yang hidupnya takdihormati dan matinya terabaikan dala jurang penuhlendir apakah kesabarantakberujung waktu hampa terasa di akhir derita Berharap kan bisa nenjadi sebuah bunga Yang teraibaikan ditaman gelapgempita