Senin, 30 April 2012
Selasa, 17 April 2012
sang pengecut
Diantara dualisme yg tersangkut di tanah perjanjian
Kucoba berpikir lebih bijak dri kaum bijaksana
Kerja keras tlah dillakukan
Doa tlah beribu kali di ucapkan
Tp masih selalu saja
Kuterbaring di bawah jembatan
Rongsokan menjadi tertawan dlam pandangan
Keriput membanjiri raga yg enggan mati ini
Menanti fajar enggan aku kembali bernapas
Kuterpatri di dinding putih
Terttuliskan
Inilah pengecut dri siantar
Kucoba berpikir lebih bijak dri kaum bijaksana
Kerja keras tlah dillakukan
Doa tlah beribu kali di ucapkan
Tp masih selalu saja
Kuterbaring di bawah jembatan
Rongsokan menjadi tertawan dlam pandangan
Keriput membanjiri raga yg enggan mati ini
Menanti fajar enggan aku kembali bernapas
Kuterpatri di dinding putih
Terttuliskan
Inilah pengecut dri siantar
Senin, 16 April 2012
tulang engkaupun tahu
Kiranya aku seperti tulang
Yang bicara dengan hak kesulungan
Kiranya aku bisa mengadang tantangan
Jatuhnya aku dlam kubangan
Seperti elang yang terbang menjauhi awan
Tiarap di dasar sungai dengan ganasnya menantang kaum murahan
Tanpa ampun dan surat perintah menikami yang benar dgn tuak ketakutan
bijaknya tulang tak sdkit mengalir di nadi kehidupan
Berani tertawa di ambang kehitaman bangsa
Menghujani kata kata kehidupan ttg perjuangan
Menancapkan merah putih berkibar di hati sang pengecut
Lama tak terdengar kbarmu tulang
Seperti biasanya di depan sebelum mahgrib tiba
Dengan lantang engkau bijakkan para kurcaci
Agar hidup menjadi hantu dlm keangkuhan negeri
Menipu lebih baik drpd ditipu
Pintar lebih baik sehari drpd pengecut sllamya
Hidup tertawan dlam sepi
Tulang pun tahu..
Engkaupun tahu tulang
Yg pintar mengangkangi kaum bijaksana
Sehelai kertas tersirat dlam pikiran
Tulang lama engkau sdah terkubur
Ada crita tlah lama membeku
Di hari tua senja pun berpijar
Biarlah tulang tahu
Anakmu sekali lgi di zolimi negeri ini
Yang bicara dengan hak kesulungan
Kiranya aku bisa mengadang tantangan
Jatuhnya aku dlam kubangan
Seperti elang yang terbang menjauhi awan
Tiarap di dasar sungai dengan ganasnya menantang kaum murahan
Tanpa ampun dan surat perintah menikami yang benar dgn tuak ketakutan
bijaknya tulang tak sdkit mengalir di nadi kehidupan
Berani tertawa di ambang kehitaman bangsa
Menghujani kata kata kehidupan ttg perjuangan
Menancapkan merah putih berkibar di hati sang pengecut
Lama tak terdengar kbarmu tulang
Seperti biasanya di depan sebelum mahgrib tiba
Dengan lantang engkau bijakkan para kurcaci
Agar hidup menjadi hantu dlm keangkuhan negeri
Menipu lebih baik drpd ditipu
Pintar lebih baik sehari drpd pengecut sllamya
Hidup tertawan dlam sepi
Tulang pun tahu..
Engkaupun tahu tulang
Yg pintar mengangkangi kaum bijaksana
Sehelai kertas tersirat dlam pikiran
Tulang lama engkau sdah terkubur
Ada crita tlah lama membeku
Di hari tua senja pun berpijar
Biarlah tulang tahu
Anakmu sekali lgi di zolimi negeri ini
Rabu, 11 April 2012
kumelihat
Ku melihat ada yg mengerikan
Negeri ini tlah penuh dengan orng orang serakah
Mataku kusam dgn air mata
Penderitaan semakin tak terbatas
Rintihan mereka terdengar sprti nyanyian di azan bertautan
Terbaring di debu jalan sikaum tua
Apakah ada yankan mengatakan
Sesuatu ada ygkan ddtng
Negeri ini tlah penuh dengan orng orang serakah
Mataku kusam dgn air mata
Penderitaan semakin tak terbatas
Rintihan mereka terdengar sprti nyanyian di azan bertautan
Terbaring di debu jalan sikaum tua
Apakah ada yankan mengatakan
Sesuatu ada ygkan ddtng
Rabu, 04 April 2012
gugatan
Aku anak dri siantar
Berlari menerjang samudera
Ketika kegagalan menjadi tawanan
Kurela mati demi cinta ygkan tertinggal di ujung waktu
Seribu cinta utkmu kehormatan
Tersalib
Tak ada yang tahu
Ada manusia biadab di seberang taman bunga
Berlari menerjang samudera
Ketika kegagalan menjadi tawanan
Kurela mati demi cinta ygkan tertinggal di ujung waktu
Seribu cinta utkmu kehormatan
Tersalib
Tak ada yang tahu
Ada manusia biadab di seberang taman bunga
ketika cinta
Cinta ini membuatku tersudut
Kembali cintamu membuatku tak berdaya
Engkau menghujamku dgn seribu pelangi
Hembuskan napasku yg terhenti utk kembali berdendang
Apakah masih ada cinta itu mengalir
Dan kemanakah butiran air kasihnya mengalir
Untuk tubuh ini terjerumus memandikan asmara
Berehat ttg artinya
Betapa penting cinta ini kukatakan padamu
Aku terbeku dipalungan kebodohan
Mengagumimu di bawah kemiskinanku
Kembali cintamu membuatku tak berdaya
Engkau menghujamku dgn seribu pelangi
Hembuskan napasku yg terhenti utk kembali berdendang
Apakah masih ada cinta itu mengalir
Dan kemanakah butiran air kasihnya mengalir
Untuk tubuh ini terjerumus memandikan asmara
Berehat ttg artinya
Betapa penting cinta ini kukatakan padamu
Aku terbeku dipalungan kebodohan
Mengagumimu di bawah kemiskinanku
Langganan:
Postingan (Atom)
