Rabu, 29 Februari 2012
dan bila
Dan bila kita hanya tertawa
Membodohi keterbelakangan akan sejarah dunia
Kemanapun langkah berjalan tanpa ada tujuan
Pastinya kita kan terhenti pada kubangan waktu
Berjalan seperti air yang. Mengalir
Dan terhenti di hitamnya kalbu
Tak terpikirkan bahwa dosa di bawa mati
Membodohi keterbelakangan akan sejarah dunia
Kemanapun langkah berjalan tanpa ada tujuan
Pastinya kita kan terhenti pada kubangan waktu
Berjalan seperti air yang. Mengalir
Dan terhenti di hitamnya kalbu
Tak terpikirkan bahwa dosa di bawa mati
kekalahan sang pencinta
Diamku mungkin adalah jawaban terbaikku
Ketika satu persatu menjadi sebuah makna kehidupan
Cinta ini terlahir dri debu yg berasal dri kemiskinan
Aku terlahir dari akar kehidupan yang dialiri nafa skekalahan
Berontak untuk berlari enggan untuk berlari
Sekejap mata menahbiskan kekurangan dgn perbedaan
Yang datang dengan untaian jiwa yg terpatri di kubangan dosa
Penuh harapan membalas keangkuhan
Kesombongan mereka melempari hinaan yang tajam
Kejam bagaikan pasukan sosilo
Tak kenal ampun
Bahkan cengkeraman mereka lebih keras dri baja
Aku diteriakin seperti pemerkosa
Bajuku terkoyak di erangan kejaran yang tak berujung
Nyawaku teranjam meski aku di tengah hutan
Selalu saja bayangan kekejaman mereka memburuku
Hinggap tertidurpun aku enggan untuk bermimpi
Akankah akukan terselamatkan dri cinta yang putih ini
apakah ada kata selain cinta
Cinta ini membunuhku
Aku terpenjara dalam kejaran seribu dewa dewa
Mencintaimu membuatku erlari ke ujung dunia
Wajahmu bersih bernapas nyanyian raja daud
Memperdaya pemikiranku tentang kemiskinan
Sejuta menghampiri dengan untaian debu berserakan
Hadirmu sederhana tanpa serabut kelelahan
Kurasa itukan menjadi sempurna
Dan hingga aku trus berlari dan berlari
Bersembyi di gua gua
Menahan lapar di persembunyian aku selalu berdoa
Jangan sampai pedang mengukur jasadku
Terpenggal tanpa kepala
Daingku berserakan dicabik serigala hutan
Tuhan kirim aku penyelamatku
Ketika satu persatu menjadi sebuah makna kehidupan
Cinta ini terlahir dri debu yg berasal dri kemiskinan
Aku terlahir dari akar kehidupan yang dialiri nafa skekalahan
Berontak untuk berlari enggan untuk berlari
Sekejap mata menahbiskan kekurangan dgn perbedaan
Yang datang dengan untaian jiwa yg terpatri di kubangan dosa
Penuh harapan membalas keangkuhan
Kesombongan mereka melempari hinaan yang tajam
Kejam bagaikan pasukan sosilo
Tak kenal ampun
Bahkan cengkeraman mereka lebih keras dri baja
Aku diteriakin seperti pemerkosa
Bajuku terkoyak di erangan kejaran yang tak berujung
Nyawaku teranjam meski aku di tengah hutan
Selalu saja bayangan kekejaman mereka memburuku
Hinggap tertidurpun aku enggan untuk bermimpi
Akankah akukan terselamatkan dri cinta yang putih ini
apakah ada kata selain cinta
Cinta ini membunuhku
Aku terpenjara dalam kejaran seribu dewa dewa
Mencintaimu membuatku erlari ke ujung dunia
Wajahmu bersih bernapas nyanyian raja daud
Memperdaya pemikiranku tentang kemiskinan
Sejuta menghampiri dengan untaian debu berserakan
Hadirmu sederhana tanpa serabut kelelahan
Kurasa itukan menjadi sempurna
Dan hingga aku trus berlari dan berlari
Bersembyi di gua gua
Menahan lapar di persembunyian aku selalu berdoa
Jangan sampai pedang mengukur jasadku
Terpenggal tanpa kepala
Daingku berserakan dicabik serigala hutan
Tuhan kirim aku penyelamatku
Selasa, 28 Februari 2012
kabarmu
Terdiam aku di kala senja bertanya
Sejauh hati ini menangungi rinduku
Kekasih masih kah teringat dirimu kini
akan cinta yang pernah menjadi indah
Hamparan kerinduan tlah menjelma
Menjadi hantu yg sangat mengecewakan
Kabar buruk dri seberang membisikkan
Seuntai kekalahan terjatuh dlm jerami
Besok engkau akan ersanding dengan sang arjuna
Khianati kerasnya perkara yangkan kuseberangi
Sejauh hati ini menangungi rinduku
Kekasih masih kah teringat dirimu kini
akan cinta yang pernah menjadi indah
Hamparan kerinduan tlah menjelma
Menjadi hantu yg sangat mengecewakan
Kabar buruk dri seberang membisikkan
Seuntai kekalahan terjatuh dlm jerami
Besok engkau akan ersanding dengan sang arjuna
Khianati kerasnya perkara yangkan kuseberangi
sang mempelai
Takkan lagi ada cinta
Takkan lagi bisakan tergantikan
Drimu satu satunya di hatiku
Selamanyakan menjadi hidup dan matiku
Bukan krna cantikmu bkan krna hebatmu
Kesederhanaanmu mengubah langkahku
Kau tunjukkan aku arti dri hidup ini
Disaat jatuh kau kuatkan aku
Inilah ibu yg kupilih menjadi kekasihku
Berikanlah senyummu yang terindah utkmu
Inilah ibu yang kupilih menjadi mempelaiku
Sertakan namanya di dalam doamu
Segalanya kan menjadi indah
Kejujurannya menutupi keangkuhanku$
Takkan lagi bisakan tergantikan
Drimu satu satunya di hatiku
Selamanyakan menjadi hidup dan matiku
Bukan krna cantikmu bkan krna hebatmu
Kesederhanaanmu mengubah langkahku
Kau tunjukkan aku arti dri hidup ini
Disaat jatuh kau kuatkan aku
Inilah ibu yg kupilih menjadi kekasihku
Berikanlah senyummu yang terindah utkmu
Inilah ibu yang kupilih menjadi mempelaiku
Sertakan namanya di dalam doamu
Segalanya kan menjadi indah
Kejujurannya menutupi keangkuhanku$
sang kekasih
Tuhan kaupun mengerti
Hati ini terasa sepi
Bilakah cinta ini kan bertautan
Pada tepian hati yang membisu
Kukecap dan tak kulepas lagi
Untaian cintamu yng dlu pernah ada
Mungkinkah bila semuanya kan berakhir
Pada ujung dunia yg tak bisa mengerti
Kepakkanlah sayapmu menari
Diatas awankan kulukis kan segalanya
Engkaulah hidup dan matiku
Kurebahkan semuanya diatas selimut sang waktu
Mencintaimu adalah keiklasan raga
Kucinta dirimu dengan sejujurnya
Kukan selalu menjadi bintang pujaanmu
Di setiap waktu disetiap saat
Hati ini terasa sepi
Bilakah cinta ini kan bertautan
Pada tepian hati yang membisu
Kukecap dan tak kulepas lagi
Untaian cintamu yng dlu pernah ada
Mungkinkah bila semuanya kan berakhir
Pada ujung dunia yg tak bisa mengerti
Kepakkanlah sayapmu menari
Diatas awankan kulukis kan segalanya
Engkaulah hidup dan matiku
Kurebahkan semuanya diatas selimut sang waktu
Mencintaimu adalah keiklasan raga
Kucinta dirimu dengan sejujurnya
Kukan selalu menjadi bintang pujaanmu
Di setiap waktu disetiap saat
Minggu, 26 Februari 2012
neraka
Aku ini seperti orang tidak mendengar
Orang bodoh yg dtng dri negeri yg hilang
Semua tlah kudiamkan ketika aku melihat keangkuhan para penguasa
Mereka berani mengatakan kebenaran
Kebenaran yangkkan menjadi karang kehidupan
Ketika mati menjadi tanya yang mencekam
Buat apa uang di tangan
Buat apa hidup di ormati
Bila di penghakima terakhir dibakr hidup hidup
Didepan ulama yang benar
Orang bodoh yg dtng dri negeri yg hilang
Semua tlah kudiamkan ketika aku melihat keangkuhan para penguasa
Mereka berani mengatakan kebenaran
Kebenaran yangkkan menjadi karang kehidupan
Ketika mati menjadi tanya yang mencekam
Buat apa uang di tangan
Buat apa hidup di ormati
Bila di penghakima terakhir dibakr hidup hidup
Didepan ulama yang benar
Langganan:
Postingan (Atom)
