Sabtu, 05 Juli 2014
gundah
lihatlah pelangi tlah kembali
tanyaku pada allahku
bimbinglah aku tuhan dlam hidupku
berikanlah aku kekuatan
untuk sekali ini saja..............................
aku manusia kalah
bersembunyi dialtar sang pengecut.......
mati muda adalah akhirnya.....................................
tentangmu
dihamparan pasir putih kulamunkan seribu puisi yng terurai
melukis wajahmu di riak gelmbang serpihan rinduku
masih seperti dulu...
aku masih mengenangmu..
mencintaimu di balik bodohku..
mengagumimu layaknya seperti pengecut...
kuhanya terpaku
sepuluh tahun dah berlalu........
kutatap sekolah kita yang dahulu.
aku hanya tersenyum
dengan senyuman kaku....
puisi itu masih menanti....
di dinding kelas...hanya untukmu...
asa
engkau hanya terdiam di altar lantai keramikmu
tawamu sumringah menjelma meneriaki anak bangsa
napasmu hanya menahan seribu peristiwa masa lalu
hari ini indonesia hanya terdiam
seribu generasi bangsa tertunduk di altar kebodohan
membakar mimpi mimpi di kantung kekalahan
seribu bayi terlahir dengan dosa dengan kembang moral
dan esoki apa lagi.....
tapi matamu hanya membisu............bangkitlah bangsaku
tanya
jangan engkau tanyakan apa arti dri nasionalisme
tpi tanyakan dalam dadamu seuntai kemenangan
persenjatailah dirimu dengan ketangguhan
gantikan penakutmu dengan sejuta keberanian
yang di belakang maju di depan
tak ada yang abadi
sejuta anak negeri akan terlahir di altar seribu tuhan
hingga tak ada satupun yangkan menggugat
disitulah kita bersandar..................
sebab orang bodoh juga berasal dri kemah daud...
celoteh sang penyair
aku bkan khalil gibran
aku juga bkan abu ghazali
aku juga bkan mathin luther
aku hanya lah sesosok insan yg terjaring di altar sribu dewa2
kata2 adlah shbatku dan darahku adlah perjuangan
sbb mundur adlah sbuah kekalahan tak ada yg dtang tanpa di pikirkan
diamnya seekor bintang hanya yg bijak yg tahu
apa gunanya kita mmliki rtusan alumni sarjana yg cerdas
ttpi rkyat di biarkan bodoh?
bangkitlah bangsaku..
rindu
biarlah waktu yangkan merangkai
kenangan itu selalu ada
membuka kedua mataku untuk mengenangmu di sudut malam
kau yang tlah pergi dan takkan kembali
di balik pelangi ada sebuah warna
putih dan akan selalu abadi.....
perdamaian
perdamaian bukanlah utopia ataun gagasan yg tak terjangkau maupun impian yg tak terwujud
perang bukanlah bencana yg tak terhindari
perdamain bisa tercapai dan karena bisa tercapai
perdamaian adalah tugas kita:
tugas penting kita tanggung jawab kita!!
Langganan:
Postingan (Atom)
