Kamis, 03 Juli 2014
surat untuk pak jokowi
surat untuk mr jokowi
salam 2 jari
pak jokowi semoga salam sejahtera di hati kita
begitu juga dibangsa ini damai dan tentram.
saya sungguh sangat terpengaruh dengan idealisme dan ditambah falsafah hidup
anda yang selalu mau turun ke masyarakat dan mendengar nurani rakyat
.gebrakan anda serta keuletan anda sudah diakui dunia,saya pribadi bangga dengan ideologi revolusi mental bangsa ini
.krena saya lihat para pegawai pemerintahan yg nota bene jabatan0profesi dilabeli dengan uang dan nepotisme jd pada dasarnya acuan saya tetap teguh meski bapak di hina dan dimaki serta di benci.bedirilah tegak dan tersenyumlah krna doa ku akan selalu beserta bapak......indonesia hebat jika dipimpin manusia yang berwibawa dan bersih
kesederhanaanmu adalah hak segalanya,teruslah maju...haleluya
Dekapanmu tertawan di nafasku
Tanpa kutahu engkau menemaniku
Ketika aku berjalan engkau memegang tanganku
Ketika aku bekerja engkau memberi kekuatan padaku
Dan ketika aku tertawa engkau menghiburku
Dan ketika aku lupa
Engkau mengingatkanku
Untuk berdoa
Thank Yesus atas hari yg indah!
Kirimkan malaikatmu dgn rohkudusmu menjaga keluargaku tidur Bapa...
Dalam nama Yesus amin
jiwa yang mati
didalam keremngan senja
dihamparan langit malam
tertawan nostalgia kehidupserupa tapi tak sama
hanya cinta yang membedakan
terpedaya antar cinta atau kasihan
sama saja seperti belengku akan sebuah realita
harapan sekali kali memang menghampiri tapi tak butuh waktu lama telah berlalu
Selasa, 01 Juli 2014
harapan
senja dihamparan langit malam
dalam diam kumencoba tertawa
menyapa sang bulan dengan harapan
mata terpejam dengan sejuta cinta
besok masih fajarkan menyapa
dinding dinding kerapuhan sudah menebal
tak ada lagi yangkan kuperjuangkan
mimpi dan hitam sudah mulai mendekat
pasrah adalah akhirnya
luluh lantak diterpa hujan
sedikit menghibur diatas penderitaan
masihkah TUHAN..
yanhg harus kutanyakan>>>>
Rabu, 19 Maret 2014
tawa
seperti waktu tlah menghantui pelipur lara
terdiam diacuan jawaban kekalahan
tak mampu bicara
enggan tuk menyapa
terasing di hamparan sang waktu
bagaimana bisa
kita waspada
bila masih ada dusta yang tertawa
Senin, 17 Maret 2014
KUASA ALKITAB
filippi 4:6-7
janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,tetapi nyatakanlah dalam sgala hal keinginanmu kepada allah dalam doa dan permohonan dgn ucapan syukur.damai sejahtera allah ,yang melampaui sgla akal akan memelihara hati dan pikiranmu dlm kristus yesus
alkitab adalah buku peraturan saya ,apabila saya tidak tahu harus berbuat apa,saya mendapat jawaban dlm buku ini
PERLENGKAPAN ROHANI
akhhirnya,hendaklah kamu kuat di dalam tuhan
di dalam kekuatan kuasanya
kenakanlah seluruh perlengkapan senjata allah
supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging
tetapi melawan pemerintah pemerintah
melawaqn penguasa penguasa
melawan pengulu pengulu dunia yang gelap ini
melawan roh roh jahat di udara
sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata allah
supaya kamu mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu
dan tetap berdiri ,sesudah kamu menyelesaiakan sgla sesuatu
jadi berdirilah tegap,berikat pinggangkan kebenaran dan berbaju jirah keadilan
kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan damai sejahtera
dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman
sebsab dengan perisai itu kamu akan dapat
memadamkan semua panah api dari si jahat
dsn trimalah ketopong keselamatan dan pedang roh
yaitu firman allah
EFESUS 6:10-17
Jumat, 12 Juli 2013
sang pengecut
hendaklah jiwa yangkan menjadi sebuah alasan tentang pertentangan
berpikirlah sejenak dikala rembulan yang sombong menertawai
apakah ada gerangan seuntai kata kata
yang hendak menyerupai imajinasi sang waktu
atau enggan kah kita tertawa di barisan hari hari
terpana sebuah kekalahan yang mnenderu dibalik jubah
hingga saatnya tiba kita terbenam di dalam jiwa sang pengecut
hidup adalah sesuatu gerangan yang dipertanyakan
dan sesuatu jwaban yang menghandalkan etika kelaknatan
sedekat kita bercerita ttg diam
seketika itu jg membuat kita terbuai dalam kehampaan senja yang tak terbatas
lembut merayu kuat mengikat hingga kita terjebak diuntaian doa
terlihat seperti warna kemenangan namun sirna dimakan senja
hingga kita menyatakan senja tak lagi sedamai seperti syair
berdiri di altar sang kekalahan
aku terjebak dlam sebuah imajinasi
piukiranku tak lagi semerah aku bernyanyi
ada nafas baru yang menggantii
aromanya terasa seoerti dendam sang waktu
melawan takdir aku tak bisa
menyerah adalah ajalnya
aku adalah pengecut yang enggan tuk bernyanyi
Langganan:
Postingan (Atom)
