Minggu, 04 November 2012

Sabtu, 03 November 2012

Seperti apakah aku ini
Apakah aku bisa berjalan dalam kesesakan
Siapakah yangkan menguatkanku disaat aku rapuh
Siapakah yangkan mengajariku ttg hidup
Aku mengenal engaku sedekat cintamu
Suaramu lembut memanggil namaku
Membelaiku dari lelah
Hingga engkau kusebut ayah

Diammu laksana istana tua
Dibalik tuamu selalu engkau tampil muda
Engakau mengajariku ayat ayat tuhan
Mengenalkanku ttg cerita nabi nabi
Dan didalam doamu terlukiskan namaku

Kamis, 01 November 2012

evrinla

Aku menatapmu dengan penuh harap
Aku memelukmu dgn dekapansang rajawali
Engkau pun mungkin lebih mengerti
Ak tak bisa memberikan apa untukmu
Tp suatu kelak
Mungkin sebelum mentari tertidur
Dan enggan engkau tertidur
Semuanya engkaupun kan tahu
Disaat semuanya tersenyum untukmu
Disaat itulah engkaukan temukan
Untuk apa semuanya ini

kita hanya di bagian dari sebuah kisah
Engkau terlahir seperti sekuntum bunga
Mencerahkan hidupku bagai ditaman cinta
Ada mimpi yang harus engkau perjuangkan
Dan kuberharap engkau mampu melanjutkan mimpiku
Menatap jauh luasnya lautan di pinggir pantai
Dan kuberharap engkau menemukan apa yang tlah aku pikirkan
Berjuanglah dengan kejujuran
Berhentilah sejenak bila terasa lelah
Ganti tujuan dikala tak lagi ada harapan
Bijakilah hatimu dengan ayat ayat tuhan
Ganti pikiranmu selalu sedekat dengan tuhan
Biarlah tuhan yang mewujudkan semua harapmu
Dan kuberharap engkaukan menemukan apa yang selama ini yang kucari
Hidupkanlah bagimu pantang menyerah
Krna pasti banyak jalan menuju keangkasa

Terimakasih evrinla tlah menjadi puisi di hidupku
Satu hal yang pasti,aku benar pengecut dan laknat tpi apakah engkau pantas dihormati bila kekayaanmu berasal dari rakyat
Dan hidupmu berazaskan kebengisan ttg falsafah pancasila

Aku yakin dan percaya jutaan pemuka agama gerja dan hajipun di indonesia takkan mampu membawa indonesia keluar dari kemaksiatan tp aku berani mengatakan suatu saat nanti salah satu pemuda kristen akan menjadi pemimpin bangsa


Aku salut dengan orang timur dan begitulah jadinya,mereka tak terkalahkan

Orang pintar selalu tampil mempesona tetapi orang pendiam selalu tampil untuk sempurna,menunggu adalah jawabnya

Kemiskinan adalah sahabat kami,wajar aku mengatakan krna tak terasa seumur hidup aku hidup di dalamnya

Bila hatimu gundah cobalah tertawa tetapi bila hatimu porak poranda jgn coba coba tertawa krn bila engkau tertawa duniapun akan menertawaimu

Kini hidupku bagai kutilang,lucu dan menjijikan

Mana yang engkau pilih,ikan paus ato ikan hiu..
Ikan paus orang gendut macam di senayan bicara lantang seperti kentut tak berotak dan doyan selangkangan
Ato ikan hiu yang ditahbiskan hidupnya seperti kucing garong..

Perlu anda tahu!!di batam pelacur itu sdah dianngap profesi

Kegilaan hatiku hanya satu,,kok bisa ya dikala kecilnya berak celana di kelas sekolah dan bodohnya minta ampin dan ditambah tukang kentut bisa kd pegawai negeri


Tentara versus polisi...coba tebak siapa yang paling banyak nghabisin uang negara...

Rabu, 31 Oktober 2012

pertanyaan

Aku pernah bertanya
Dan aku juga pernah bertapa
Di dalam kesepian aku menatap jauh para khalifah
Aku terpaku di dinding bejana tua
Terpenjara dlam keheningan surga
Terbuai dlm sebuah kehidupan
Ketika satu persatu harapan bangsa terdiam
Seperti air mengalir
Terbawa jauh ke laut dan menangungi dirinya dengan kebiadaban
Tak perlu lg ada pertanyaan


Selasa, 30 Oktober 2012

Benar ada seribu bahasa di indonesia begitu juga suku tp bagi saya suku betawilah yang paling derajatnya rendah krna mereka hanya bertahan hanya di satu kota bknkah kini mereka terkepung banjir...

Jika saja aku bisa bicara dengan hujan,kan kukatakan cantikmu melebihi putri indonesia
Putri yang dari dulu sampe skrng kita sdah tahu pasti kota mana pemenangnya...



Finance bisa memuncaki klasemen kehidupan krna orang yg hidup didalamnya sdah lama kuanggap binatang dimana cakarnya tak punya rasa hormat

Jumat, 26 Oktober 2012

berharap pada waktu

Berharap pada waktu yang tlah lama kunanti
Terpenggal pada cerita yang tlah menjauh
Siapakah aku dihadapan para pembela kebenaran
Terdengarkah napasku di balik jubah hitammu
Dan apakah yang tersisa dari tragedi kemarin
Tak cukupkah mereka menjadi bukti
Tak tangiskah pikiranmu ketika alam merobek robek nasib sebangsa
Dan dimanakah akal mu menatap yg terhina
Menanti kebenaran
Dihamparan langit malam anak bangsa bercerita
Jauh disebelah timur mimpi sedekat dlam genggaman
tak dipandang tpi mampu dikatakan
Ada jalan menuju yang tak terbatas
Tpi kudiam dinegeri sendiri
Kuterlahir diselangkangan para manusia agamis
Bicara lantang seperti para pesulap
Bicara kotor yang penting halal
Dan memuliakan kekudusan demi tangan kotor yang memerah
Liar dan terjal adalah kekuatan yang sangat mahal
Dan biarlah lautan murka dengan falsafah mereka

Hentakan kebodohan menjadi sasaran empuk kaum ningrat
Darah biru yang tak perlu di damaikan
Maju dihadapan dalam sekejap
Hilang di akhir jaman
Aku tertindas di nafas kekalahan
Krna aku dilahirkan dari debu
Ayahku adalah tanah gersang
Ibuku adalah kerikil tak bertulang
Dan siapakh aku bila dilaitkan dengan kehidupan
Dihadapanmu aku tak berarti
Krna otakku tlah memerdekaanku ttg pemberontakan
Akuu sdh melihat
Tpi aku bimbang
Aku sdh mendengar
Tp aku takut
Untuk mengatakan
Tak ada lagi yang diharapkan di negeri ini