Satu hal yang pasti,aku benar pengecut dan laknat tpi apakah engkau pantas dihormati bila kekayaanmu berasal dari rakyat
Dan hidupmu berazaskan kebengisan ttg falsafah pancasila
Aku yakin dan percaya jutaan pemuka agama gerja dan hajipun di indonesia takkan mampu membawa indonesia keluar dari kemaksiatan tp aku berani mengatakan suatu saat nanti salah satu pemuda kristen akan menjadi pemimpin bangsa
Aku salut dengan orang timur dan begitulah jadinya,mereka tak terkalahkan
Orang pintar selalu tampil mempesona tetapi orang pendiam selalu tampil untuk sempurna,menunggu adalah jawabnya
Kemiskinan adalah sahabat kami,wajar aku mengatakan krna tak terasa seumur hidup aku hidup di dalamnya
Bila hatimu gundah cobalah tertawa tetapi bila hatimu porak poranda jgn coba coba tertawa krn bila engkau tertawa duniapun akan menertawaimu
Kini hidupku bagai kutilang,lucu dan menjijikan
Mana yang engkau pilih,ikan paus ato ikan hiu..
Ikan paus orang gendut macam di senayan bicara lantang seperti kentut tak berotak dan doyan selangkangan
Ato ikan hiu yang ditahbiskan hidupnya seperti kucing garong..
Perlu anda tahu!!di batam pelacur itu sdah dianngap profesi
Kegilaan hatiku hanya satu,,kok bisa ya dikala kecilnya berak celana di kelas sekolah dan bodohnya minta ampin dan ditambah tukang kentut bisa kd pegawai negeri
Tentara versus polisi...coba tebak siapa yang paling banyak nghabisin uang negara...
Kamis, 01 November 2012
Rabu, 31 Oktober 2012
pertanyaan
Aku pernah bertanya
Dan aku juga pernah bertapa
Di dalam kesepian aku menatap jauh para khalifah
Aku terpaku di dinding bejana tua
Terpenjara dlam keheningan surga
Terbuai dlm sebuah kehidupan
Ketika satu persatu harapan bangsa terdiam
Seperti air mengalir
Terbawa jauh ke laut dan menangungi dirinya dengan kebiadaban
Tak perlu lg ada pertanyaan
Dan aku juga pernah bertapa
Di dalam kesepian aku menatap jauh para khalifah
Aku terpaku di dinding bejana tua
Terpenjara dlam keheningan surga
Terbuai dlm sebuah kehidupan
Ketika satu persatu harapan bangsa terdiam
Seperti air mengalir
Terbawa jauh ke laut dan menangungi dirinya dengan kebiadaban
Tak perlu lg ada pertanyaan
Selasa, 30 Oktober 2012
Benar ada seribu bahasa di indonesia begitu juga suku tp bagi saya suku betawilah yang paling derajatnya rendah krna mereka hanya bertahan hanya di satu kota bknkah kini mereka terkepung banjir...
Jika saja aku bisa bicara dengan hujan,kan kukatakan cantikmu melebihi putri indonesia
Putri yang dari dulu sampe skrng kita sdah tahu pasti kota mana pemenangnya...
Finance bisa memuncaki klasemen kehidupan krna orang yg hidup didalamnya sdah lama kuanggap binatang dimana cakarnya tak punya rasa hormat
Jika saja aku bisa bicara dengan hujan,kan kukatakan cantikmu melebihi putri indonesia
Putri yang dari dulu sampe skrng kita sdah tahu pasti kota mana pemenangnya...
Finance bisa memuncaki klasemen kehidupan krna orang yg hidup didalamnya sdah lama kuanggap binatang dimana cakarnya tak punya rasa hormat
Jumat, 26 Oktober 2012
berharap pada waktu
Berharap pada waktu yang tlah lama kunanti
Terpenggal pada cerita yang tlah menjauh
Siapakah aku dihadapan para pembela kebenaran
Terdengarkah napasku di balik jubah hitammu
Dan apakah yang tersisa dari tragedi kemarin
Tak cukupkah mereka menjadi bukti
Tak tangiskah pikiranmu ketika alam merobek robek nasib sebangsa
Dan dimanakah akal mu menatap yg terhina
Menanti kebenaran
Dihamparan langit malam anak bangsa bercerita
Jauh disebelah timur mimpi sedekat dlam genggaman
tak dipandang tpi mampu dikatakan
Ada jalan menuju yang tak terbatas
Tpi kudiam dinegeri sendiri
Kuterlahir diselangkangan para manusia agamis
Bicara lantang seperti para pesulap
Bicara kotor yang penting halal
Dan memuliakan kekudusan demi tangan kotor yang memerah
Liar dan terjal adalah kekuatan yang sangat mahal
Dan biarlah lautan murka dengan falsafah mereka
Hentakan kebodohan menjadi sasaran empuk kaum ningrat
Darah biru yang tak perlu di damaikan
Maju dihadapan dalam sekejap
Hilang di akhir jaman
Aku tertindas di nafas kekalahan
Krna aku dilahirkan dari debu
Ayahku adalah tanah gersang
Ibuku adalah kerikil tak bertulang
Dan siapakh aku bila dilaitkan dengan kehidupan
Dihadapanmu aku tak berarti
Krna otakku tlah memerdekaanku ttg pemberontakan
Akuu sdh melihat
Tpi aku bimbang
Aku sdh mendengar
Tp aku takut
Untuk mengatakan
Tak ada lagi yang diharapkan di negeri ini
Terpenggal pada cerita yang tlah menjauh
Siapakah aku dihadapan para pembela kebenaran
Terdengarkah napasku di balik jubah hitammu
Dan apakah yang tersisa dari tragedi kemarin
Tak cukupkah mereka menjadi bukti
Tak tangiskah pikiranmu ketika alam merobek robek nasib sebangsa
Dan dimanakah akal mu menatap yg terhina
Menanti kebenaran
Dihamparan langit malam anak bangsa bercerita
Jauh disebelah timur mimpi sedekat dlam genggaman
tak dipandang tpi mampu dikatakan
Ada jalan menuju yang tak terbatas
Tpi kudiam dinegeri sendiri
Kuterlahir diselangkangan para manusia agamis
Bicara lantang seperti para pesulap
Bicara kotor yang penting halal
Dan memuliakan kekudusan demi tangan kotor yang memerah
Liar dan terjal adalah kekuatan yang sangat mahal
Dan biarlah lautan murka dengan falsafah mereka
Hentakan kebodohan menjadi sasaran empuk kaum ningrat
Darah biru yang tak perlu di damaikan
Maju dihadapan dalam sekejap
Hilang di akhir jaman
Aku tertindas di nafas kekalahan
Krna aku dilahirkan dari debu
Ayahku adalah tanah gersang
Ibuku adalah kerikil tak bertulang
Dan siapakh aku bila dilaitkan dengan kehidupan
Dihadapanmu aku tak berarti
Krna otakku tlah memerdekaanku ttg pemberontakan
Akuu sdh melihat
Tpi aku bimbang
Aku sdh mendengar
Tp aku takut
Untuk mengatakan
Tak ada lagi yang diharapkan di negeri ini
Kamis, 27 September 2012
sepertimu cinta
Tlah lama kumendekap dlam cinta
Tak ada sesuatu yg mampu mengubah hidupku
Kehilanganmu tlah membuatku terjebak
Dlm waktu yang tak kudengar.lagi kedamaian
Bahkan sepipun tlah memukulku
Tepat dihadapan para pengadil
Jantungku tlah membisu seperti seroja
Menyepi layaknya pertapa
Yang hidupnya ditasbihkan dlam segelas minuman
Dimanakah cinta itukan menjadi indah
Bila tubuhku tak bergejolak trhadp wanita
Tak ada yang satupun tercipta sepertinya
Bahkan aku tlah meracuniku cintaku agar tak tumbuh bermekaran
Pikiran mereka tlah bercampur dgn air sungai asahan
Kejijikan yang ada pada tubuhnya
Kehormatan mampu dibeli dgn sdkit rayuan
Hingga kumbang kumbangpun mengiklaskan jasadnya bersatu menjadi alam
Bimbang tak ada lagi yg perlu diberdebatkan
Dan tak ada lagi musim memanen
Semuanya lenyap seperti debu dan bersembunyi layaknya sang mentari
Tak ada yang baik dihadapan para pencinta
Tak ada harapan di tanah yang gersang
Dan cintakupun tertanam di batu batu
Berserakan seperti rumput di padang$
Biarlah menjadi ilalang yg enggan memguning
Tak ada sesuatu yg mampu mengubah hidupku
Kehilanganmu tlah membuatku terjebak
Dlm waktu yang tak kudengar.lagi kedamaian
Bahkan sepipun tlah memukulku
Tepat dihadapan para pengadil
Jantungku tlah membisu seperti seroja
Menyepi layaknya pertapa
Yang hidupnya ditasbihkan dlam segelas minuman
Dimanakah cinta itukan menjadi indah
Bila tubuhku tak bergejolak trhadp wanita
Tak ada yang satupun tercipta sepertinya
Bahkan aku tlah meracuniku cintaku agar tak tumbuh bermekaran
Pikiran mereka tlah bercampur dgn air sungai asahan
Kejijikan yang ada pada tubuhnya
Kehormatan mampu dibeli dgn sdkit rayuan
Hingga kumbang kumbangpun mengiklaskan jasadnya bersatu menjadi alam
Bimbang tak ada lagi yg perlu diberdebatkan
Dan tak ada lagi musim memanen
Semuanya lenyap seperti debu dan bersembunyi layaknya sang mentari
Tak ada yang baik dihadapan para pencinta
Tak ada harapan di tanah yang gersang
Dan cintakupun tertanam di batu batu
Berserakan seperti rumput di padang$
Biarlah menjadi ilalang yg enggan memguning
Selasa, 25 September 2012
ironi kebangsaan
Mentari terasa enggan tuk bersinar
Dlam hening kugapai ketakutanku
Adak celah yang membuatku berontak dlm jiwa
Kumelihat negeri tak lagi seperti harapan pancasila
Kelaknatan century tlah menjadi jendela keangkuhan bangsa
Diperdebatkan tapi hanya sebentar
Ditanyakan ada yg di perhadapkan
Memaki itu adalah pedang yang manja
Hingga mereka layak pelakon wayang
Ironi kebangsaan hanya umpatan
Tlah tlah tersalib dihadapan para bangsa bangsa
Hargadiri murahan tergadai di gerbang kemaksiatan
Apakah ada yang perlu ku katakan ketika harapan anak bangsa terjebak di lorong hitam
Tak ada yang perlu dihormati
Tak perlu seseorang dibutuhkan untuk jadi penyelamat
Tak seorangpun berhak
Tpi apakah ada yang berjiwa besar ketika kita dihadapan majelis keadilan
Bernapas saja kita malas
Melihat keangkuhan pemimpin negeri
Bergaya oriental penuh dgn iman
Berotak agamis tp bentrok di falsafah pancasila
Menganggap benar kebangsaannya tpi enggan untuk mengalah
Hingga mereka mengatakan merekalah yang paling benar
Dlam hening kugapai ketakutanku
Adak celah yang membuatku berontak dlm jiwa
Kumelihat negeri tak lagi seperti harapan pancasila
Kelaknatan century tlah menjadi jendela keangkuhan bangsa
Diperdebatkan tapi hanya sebentar
Ditanyakan ada yg di perhadapkan
Memaki itu adalah pedang yang manja
Hingga mereka layak pelakon wayang
Ironi kebangsaan hanya umpatan
Tlah tlah tersalib dihadapan para bangsa bangsa
Hargadiri murahan tergadai di gerbang kemaksiatan
Apakah ada yang perlu ku katakan ketika harapan anak bangsa terjebak di lorong hitam
Tak ada yang perlu dihormati
Tak perlu seseorang dibutuhkan untuk jadi penyelamat
Tak seorangpun berhak
Tpi apakah ada yang berjiwa besar ketika kita dihadapan majelis keadilan
Bernapas saja kita malas
Melihat keangkuhan pemimpin negeri
Bergaya oriental penuh dgn iman
Berotak agamis tp bentrok di falsafah pancasila
Menganggap benar kebangsaannya tpi enggan untuk mengalah
Hingga mereka mengatakan merekalah yang paling benar
cinta
Kukenang semua cerita cinta
Kurangkai kembali waktu yang tlah pergi
Menatap indah senyummu kasih
Engkau tercipta hanya untukku
Tpi engkau hanya membisu
Setelah waktu membawamu berlabuh
Pikirmu tlah berganti bau bunga seroja
Dan akupun tersisihkan oleh dinding keangkuhan dunia
Menepi enggan tuk berharap sepi seperti kesunyian
Kalah adalah laknat yg tertatap disalib cintaku
Kurangkai kembali waktu yang tlah pergi
Menatap indah senyummu kasih
Engkau tercipta hanya untukku
Tpi engkau hanya membisu
Setelah waktu membawamu berlabuh
Pikirmu tlah berganti bau bunga seroja
Dan akupun tersisihkan oleh dinding keangkuhan dunia
Menepi enggan tuk berharap sepi seperti kesunyian
Kalah adalah laknat yg tertatap disalib cintaku
Langganan:
Postingan (Atom)
