Semenjananya waktu yg terbawa imajinasi orang mati
Dan akupun terjebak dlam keangkuhan sang dunia
Kamis, 20 September 2012
Rabu, 05 September 2012
masalalu
Tlah kubungkam rasa takutku di tepian kekalahanku
Kuaduk rata kepengecutanku di bgian terhormat
Berharap waktukan terdiam seperti angin malam
Menangisiku
Apalah artinya hidup dengan cinta bila hanya hadir diheningnya malam
Memelukmu ku jangan
Menatapmu ku enggan
Bahkan mengeja namamu haram bagiku
Inilah cinta diatas beringin berakar
Masalalu tetap mengejarku
Kuaduk rata kepengecutanku di bgian terhormat
Berharap waktukan terdiam seperti angin malam
Menangisiku
Apalah artinya hidup dengan cinta bila hanya hadir diheningnya malam
Memelukmu ku jangan
Menatapmu ku enggan
Bahkan mengeja namamu haram bagiku
Inilah cinta diatas beringin berakar
Masalalu tetap mengejarku
wajah negeri
senja reda dibalik falsafah
Dentuman wajah pribumi tak bernyawa
Kemarin ada crita yang datang meniru sang fajar
Melambai l ambai riak bagai halilintar
Mencoba tersenyum di wajah paradigma
Renta sudah wajah ini menyapa
Mengapa masih ada orang bijak bekaca di sungai yang kotor
Terlintas dlam jiwa kemunafikan
Apakahj masih ada yang menjaga pikirannya
Negeri rongsokan oni pergi menjauh..
Dentuman wajah pribumi tak bernyawa
Kemarin ada crita yang datang meniru sang fajar
Melambai l ambai riak bagai halilintar
Mencoba tersenyum di wajah paradigma
Renta sudah wajah ini menyapa
Mengapa masih ada orang bijak bekaca di sungai yang kotor
Terlintas dlam jiwa kemunafikan
Apakahj masih ada yang menjaga pikirannya
Negeri rongsokan oni pergi menjauh..
Kamis, 23 Agustus 2012
Sabtu, 18 Agustus 2012
mengenangmu
Bijaknya aku hanya sebentar
Seperti air hujab di vulan september
Mengenangmu di cerita senja
Menawan wajahmu di rindu terdalamku
Kemarin aku masih melihat wajahmu dibalik bodohku
Sekarang aku masih terpaku didindingnya
Menemukan cinta sejati adalah akhirku
Kesakitanku mengatakan sikapku yang acuh
Kesombonganku tlah merajai isi pikiranku
Berwarna jingga cerminkan keangkuhan
Dankini aku di ujung bumi
Bertapa di langit langit malam
Bertinju dengan kekalahan
Dan biarlah sepi menjadi mimpi
Mimpiku berakhir dihembusan debu
Seperti air hujab di vulan september
Mengenangmu di cerita senja
Menawan wajahmu di rindu terdalamku
Kemarin aku masih melihat wajahmu dibalik bodohku
Sekarang aku masih terpaku didindingnya
Menemukan cinta sejati adalah akhirku
Kesakitanku mengatakan sikapku yang acuh
Kesombonganku tlah merajai isi pikiranku
Berwarna jingga cerminkan keangkuhan
Dankini aku di ujung bumi
Bertapa di langit langit malam
Bertinju dengan kekalahan
Dan biarlah sepi menjadi mimpi
Mimpiku berakhir dihembusan debu
Jumat, 17 Agustus 2012
ketakutan
Kumandang jeritan suara dari dlam ketakutan
Berdengung memupus keberanian diatas kepala
Dulu ada cerita yang mengalir
Kini hanyalah sepenggal kisah
Pergi entah kemana
Berlalu terbawa waktu
Hingga tiba saatnya kita sendiri
Tak ada yang perlu di pertanyakan...
Disini kita hadir dengan kekalahan
Berdengung memupus keberanian diatas kepala
Dulu ada cerita yang mengalir
Kini hanyalah sepenggal kisah
Pergi entah kemana
Berlalu terbawa waktu
Hingga tiba saatnya kita sendiri
Tak ada yang perlu di pertanyakan...
Disini kita hadir dengan kekalahan
Langganan:
Postingan (Atom)
