Dendamku tlah lama berujung duka
Diamku tlah lama terdiam di atas awan
Mataku menanti saatnya waktu yangkan bicara
Seperti apakah aku bila aku hanya pasrah
Menatap wajahmmu dibalik kepengecutan
Bicaramu seperti kaum dhuafa
Menjijikkan
Kurasakan ada jiwa yang enggan tuk kembali bernapas
Diantara luka yang masih memerah
Mengapa ada jiwa enggan tuk bertanya
Kemanakah bangsa ini berjalan
Bisu menghanpiri dengan perkataan
Seperti apa rencana di istana
Terdengarkah nyanyian kemiskinan
Bersama dengan denyutan kekalahan para buruh
Berdiri diatas senja
Berlari menerjang hitam
Terdiam di cengkeraman pencakar langit
Pada siapakah kita bertautan
Lelahkah engkau para pujangga bersyair
Atau apakah tak ada pemberontka kan bangkit
Menengadah menanyai kejaliman bangsa
Kamis, 16 Agustus 2012
Senin, 23 Juli 2012
Minggu, 22 Juli 2012
mentari
Tak bosankah engkau mentari memaki tubuhku
Dibalik kesombonganmu terlihat jelas angkuhmu
Mendandani hidupku yang tlah mati
Gusar hati penuh dendang
Terjawab sudah putihnya langit
Diluar sana pun tak ada harapan
Mati adalah ujungnya
Dan viarlah semuanya membisu
Dibalik kesombonganmu terlihat jelas angkuhmu
Mendandani hidupku yang tlah mati
Gusar hati penuh dendang
Terjawab sudah putihnya langit
Diluar sana pun tak ada harapan
Mati adalah ujungnya
Dan viarlah semuanya membisu
Kamis, 19 Juli 2012
Jumat, 13 Juli 2012
Rabu, 11 Juli 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
