Kamis, 28 Juni 2012

sahabat debu

Engkaup pernah menjadi debu di pikiran hitamku
Merasukiku ttg kenistaan di ambang para perawan
Kita berdansa di lubah api yang terjal
Menyantap semua perbudakan di ilalang tanah kering
Menangisi waktu yang kan menjadi musuh
Seperti apakah engkau kini
Lama tak kudengar suaramu
ketika klematian datang tubuhmu talah menjadi debu
Terlihat seolah kumbang yg enggan bertarung
Tertidur di selokan selokan berair
Kudis tlah menjadi selimutmu
Dan tangisanmu tlah menjadi air di efrata

Tangan tangan ilahi enggan untuk menyapamu
Tak ada belas kasihan yang datang
sepi hidupmu sendiri di hutan belantara
Kering tanpa sepatah katapun
Terdengar diammu tlah bersama dengan alam

tangisku

Menatap indah wajahmu di balik kebodohanku
Mengharapkan kejaiban keci yang dtang sperti sengatan lebah
Sadarkanku bahwa cinta ini tak selamanya ondah
Tawamu mendamaikan segenap penghuni surga
Dan tangisku tersisih di kubangan dosa
Perbedaan yang didepan takkan pernah sirna
Dan meskipun akan ada hari yang cerah
kuhanyutkan semuanya tenggelam di samudera kekalahan

Rabu, 27 Juni 2012

engkau pelacur malam

Terdiamku mendengar tangisanmu
Tak mampu raga ini membelaimu
Memberikan cerita agar kaupun terhenti
Dari resah hidupmu yang hitam

Engkau berjalan dengan tanganmu
Menghapus luka di balik cerita malam
Dan engkau selalu tak gentar menghadapi hidup
Meski kadang mereka menghina hidupmu


Engkau pelacur malam
Tetaplah tersenyum
Waktunya kan tiba engkaukan tertawa
Engkau pelacur malam jiwakan damai
Sedamai hatimu tuk selalu ter senyum

seberapa lama aku bisa bertahan

Napasku hanya bisamerintih menahan sakit yang dalam
Ketakutan itu kembali menyeruak seperti hantu yang siap menerjang
Aku tak berdaya menantang mentari
Kubiarkan satu persatu bayang bayang itu pergi entah kemana
Lelah menghinggapi menutup semua pintu celah nadiku
Untuk bangkit kembali.
Apakah ada yang kutanyakan ketika hari berganti dengan hari kuhanya bisa tertahan di samudera kekalahan
Pikirku tak lagi segarang yang dulu
Ada dualisme kepengecutan bertunas kembali
Menaburi kisahku dengan debu debu keserakahan
Terjatuhkan aku kembali dalam kubangan kejahatan
Atau adakah pertolongan itu hadir kembali
Secepat apakah aku bisa untuk kembali ke atas
Apakah terlambat aku berlari
Aku melihat tapi pikiranku ada di awang
Enggan kembali krn tlah tersirup dlm keangkuhan
Menanti ajal layaiknya sang pengecut
Hanya itu yang kubisa!!
Seberapa lama aku bisa bertahan???

Minggu, 24 Juni 2012

Lambat launkan mereka tahu ada saatnya nanti kehormatan yang pernah kalah akan menemukan waktunya untuk kembali berjuang

Aku memilih jalan yang penuh batu dan kerikil dripada aku memilih jalan yang penuh dengan kedamain,krna terkutuklah orang yang menganggap hidup hanya sementara.hidup adalah apa yang ada di hatimu maka bersiaplah jgn jadikan hidupmu penuh dgn kemaksiatan


Menyerah tak ada dalam otakku tp mengalah adalah bagian dr perjlananku

Mewarnai hidup dengan seggenggam keberanian
Melawan dunia dengan seikat kejujuran
Dan menjadi pecundang hanya sekali
Tibalah saatnya kita bangkit dri kebodohan

cinta yang kalah

Dimanakah sesuatu yang indah
Apakahkan kutemukan
Wanita yang bisa membuatku tersenyum
Dikala mentari membunuhku

Tak ada yang bisa aku katakan
Tak mungkin semuanya hanyalah cinta
Bersinar seperti $mentari yang kehijauan
Lalu memerah dengan murka menyakitiku


Gentar menyapa hentakan cahaya fajar
Berselimut erangan kelaparan aku terburai
Ada cinta yang semestinya berbunga
Tengkurap enggan mati di tanah yang tak ada dosa
Bila dunia yang ingin mengalahkan hatimu
Kubiaskan hitam dibelakangku
Semuanya takkan pernah berlalu
Kutakbisa memberi kehormatan di tangan kananmu

Selasa, 19 Juni 2012

rindu

Bila kuingat saat saat yang indah
Terbayangkan sudah betapa kutak mampu
Tuk lupakan cintamu
Hadirkan sejuta kisah yang terindah
Sampai mati cinta inikan abadi

Kukenang kembali waktu yang tlah pergi
Kusimpan semuanya di dalam doaku
Berharap ada kisah yng tersisa
Mengingati kembali cerita yang pernah engkau janjikan


Disini kusetia menanti
Meski enggan ku mencari
Tetapi hatiku ini tak mampu tuk katakan rindu
Yang berlahan ingin pergi
Mengapa kutakbisa tuk melupakan artimu
Dihadapan tahta ku yng tenggelam diantara perbedaan yang menjuangh