Sabtu, 12 Mei 2012

terlahir kembali

Kenang aku sebagai pengecut
Tawailah ak sebagai martir
Dan bunuhlah aku sebagai penghianat
Rasa ini tak bercampur lagi
Kebutaanku ttng kekalahan sdah hadir di depan mata
Akukan mendiami istana kematian para pemberani
Duduk di sudut sebelah mentari menanti kembali
Mempersenjatai tubuhku dgn rintihan ketakutan
Menambah kebijaksaanaanku di altar para pangeran
Dan terlahir kembali
Ke alam para manusia kalah

Jumat, 11 Mei 2012

takut

Tak seperti aku mengharapkan senyumanmu
Tak seharusnya kutersentuh dengan kebodohanmu
Dan tak semestinya cinta ini terpaku dlam pusara cintamu
Tapi aku tak bisa mengatakan
Sesungguhnya aku jg takut kehilanganmu
Jakakaka

Jumat, 04 Mei 2012

ilham

hujan membasahi bumi dengan harapan semua yang dibicarakankan menmjadi terang kemudian terangnya menyinari hati gundah yg kelana menjadi jingga di b alik keraguan anak negeri tentang impian yang trerdiam di ketakutan yang dalam banyak cerita yang terindah menggapai kenakalan kitsa bermimpi banyak kebohongan yang datang ditepian sang mentari yang enggan untuk berlari dan ada masanya kita mengerti dua dunia yang berlain arah tersudut diambang sebuah keraguan hanya tuhan yg tahu hanya kita berdiam di reaqlita yang takkan terdengar oleh kaum kaum nbejat di negeri ini terhempas kandas didunia yang berbeda apakah kitakan menjadi lukisan di langit nusantara bila kita hanyalah seperti angin yang berlari tanpa tujuan- tak seorangpunkan menanyakan apa ilham yamg kan menjadi taruhan di bukit karmel apa yang tersendiri di atas kebohongan dan apa yang perlu disampaikan di balik sejarah apakah ada yang mengerti tanpa ada tujuan yang hadir begitu rupa seperti kita hanyalah berencana sepakatilah di dalam hidupmu satu kehidupan yang lebih baik dari yang kemarin hemntikan kata katamu yang berserakan seperti sampah terbitkan kejujuran dfi hatimu dengan sejuta senyuman dan katakan tidak un tuk mereka yang bersandiwara seperti orang gila

lihat terangmu kawan

kemana langkah sang waktu telah pergi seiring ceritas yang tlah pergio beryaung tentangf perdamaian negeri bagaimana caramu untuk membuatku tertawa sang kharisma jika kita hanyalh bisa tertawan dalam jauhnya siang dan malam dengan dekapan kekalahan yang berakhir dimana kita tak mengerti apa yang hjarus kita lakukan kita hanyalah nseperti angin yang berlalu dari gunung turun ke lembvash lembah dan dari lembah kitsa berakhir di tamnah y6ang gersang bnersama dengan derap ;langkah sang waktu kita hanyalh sedekat kematiuan yang tertindas dalam deksapan sdang waktu

Senin, 30 April 2012