Kenang aku sebagai pengecut
Tawailah ak sebagai martir
Dan bunuhlah aku sebagai penghianat
Rasa ini tak bercampur lagi
Kebutaanku ttng kekalahan sdah hadir di depan mata
Akukan mendiami istana kematian para pemberani
Duduk di sudut sebelah mentari menanti kembali
Mempersenjatai tubuhku dgn rintihan ketakutan
Menambah kebijaksaanaanku di altar para pangeran
Dan terlahir kembali
Ke alam para manusia kalah
Sabtu, 12 Mei 2012
Jumat, 11 Mei 2012
takut
Tak seperti aku mengharapkan senyumanmu
Tak seharusnya kutersentuh dengan kebodohanmu
Dan tak semestinya cinta ini terpaku dlam pusara cintamu
Tapi aku tak bisa mengatakan
Sesungguhnya aku jg takut kehilanganmu
Tak seharusnya kutersentuh dengan kebodohanmu
Dan tak semestinya cinta ini terpaku dlam pusara cintamu
Tapi aku tak bisa mengatakan
Sesungguhnya aku jg takut kehilanganmu
Jumat, 04 Mei 2012
ilham
hujan membasahi bumi dengan harapan semua yang dibicarakankan menmjadi terang
kemudian terangnya menyinari hati gundah yg kelana menjadi jingga di b alik keraguan anak negeri tentang impian
yang trerdiam di ketakutan yang dalam
banyak cerita yang terindah menggapai kenakalan kitsa bermimpi
banyak kebohongan yang datang ditepian sang mentari yang enggan untuk berlari dan ada masanya kita mengerti dua dunia yang berlain arah
tersudut diambang sebuah keraguan
hanya tuhan yg tahu
hanya kita berdiam di reaqlita yang takkan terdengar oleh kaum kaum nbejat di negeri ini
terhempas kandas didunia yang berbeda
apakah kitakan menjadi lukisan di langit nusantara bila kita hanyalah seperti angin yang berlari tanpa tujuan-
tak seorangpunkan menanyakan
apa ilham yamg kan menjadi taruhan di bukit karmel
apa yang tersendiri di atas kebohongan
dan apa yang perlu disampaikan di balik sejarah
apakah ada yang mengerti tanpa ada tujuan yang hadir begitu rupa seperti kita hanyalah berencana
sepakatilah di dalam hidupmu satu kehidupan yang lebih baik dari yang kemarin
hemntikan kata katamu yang berserakan seperti sampah
terbitkan kejujuran dfi hatimu dengan sejuta senyuman
dan katakan tidak un tuk mereka yang bersandiwara seperti orang gila
lihat terangmu kawan
kemana langkah sang waktu telah pergi
seiring ceritas yang tlah pergio beryaung tentangf perdamaian negeri
bagaimana caramu untuk membuatku tertawa sang kharisma jika kita hanyalh bisa tertawan dalam jauhnya siang dan malam
dengan dekapan kekalahan yang berakhir dimana kita tak mengerti apa yang hjarus kita lakukan
kita hanyalah nseperti angin yang berlalu
dari gunung turun ke lembvash lembah dan dari lembah kitsa berakhir di tamnah y6ang gersang bnersama dengan derap ;langkah sang waktu
kita hanyalh sedekat kematiuan yang tertindas dalam deksapan sdang waktu
Senin, 30 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
