Malam yang sepi kembali menjarumi stiap detik tulangku
Mneghela naps di tandusnya tanah gersang
Berbagi cerita di atas langit
Berpijakan di tanah kebanggaan
Mengaliri jalan dengan penuh kegagahan
Masih seperti yang dulu
Masih menyirani negeri
Dihutan hutan kami bersembunyi
Menanti fajar menyapa di ufuk timur
Demi negri yang nanti
Biarlah waktukan menjadi perisai bagi kami
Bertempur dengan jiwa yang takkan kalah
Kutahbiskan awan putih di pikiranku
Teringat dan terbayang sejuknya air di hulu sungai
Mengintipi sang impian di balik batu
Hanya cinta yang mengalir di daun bunga kembang
Siratkan rindu yang terhenyak bagai terikat di alam liar
Mengangkangi kedaulatan dengan tangisan bayi bayi
Kejahatan di abaikan dengan tumpah darah
Mengais ke depan dengan senjata di tangan
Siapapun lawan tiada ku gentar
Selama indonesia tetap negeri tercinta
Kami sebarisan dengan pemuda bijaksana
Mati yterhempas di atas senja
Tertidur di selokan bagai tikus
Menyeruak ganasnya seperti harimau
Menghantam bagaikan angin topan yang siap menghadang
senja itu tlah menghabisi kegundahan hati
Satu persatu sahabat terhembas ke tanah
Fajar di sebelah timur menyeruak menghabisi kegelapan
Teriakan kematian menghela di ujung klematian
Suara tembakan teriakan kami untuk bersiap bertempur
Musuh di depan laksana pasukan kavaleri roma
Beringas bagai meriam di istana esbeye
Kecongkakan dengan ideralisme orang gila
Pencitraan bagai putri monalisa yang giginya ompong
Semuia orang tahu dia tercipta bagaikan kumbang
Krana dengan lagunya menggambarkan kebodohan
Mundur teriak sahabat yang ada di depan
Langkahku terhenyak dengan takut yg dalam
Dan sekejap kakiku enggan uintuk berlari
Senin, 30 Januari 2012
Selasa, 24 Januari 2012
aku
aku adalah manusia kalah
Datang dri siantar dengan pedang kecil di jubah
Menapaki kekalahan dengan senyum menyapa
Mempertaruhkan segalanya demi cinta
$enghempaskan keangkuhan di jejak langkah
dan biarlah aku menjadi bumerang bagi yang hilang
Terdiam di sudut kehampaan
Datang dri siantar dengan pedang kecil di jubah
Menapaki kekalahan dengan senyum menyapa
Mempertaruhkan segalanya demi cinta
$enghempaskan keangkuhan di jejak langkah
dan biarlah aku menjadi bumerang bagi yang hilang
Terdiam di sudut kehampaan
tiang besi kekutanku
Dan bila waktukan berhenti
Ditepian kesendirianku
Terbayang kembali indah wajahmu
Hadirkan sejuta kisahku di balik kenangan
Mengagumimu
Menawan wajahmu di anganku
Menapaki kisahku bersamamu di mimpi
Terperanjat dalam seribu kekalahanku
Yang tak bisa jujur pada hatiku
Terluka dalam kubangan kemiskinan
Terdampar di lorong hitam tak bertepi dan berlayar ke ruang tak terdengar
Kisah itu hadir kembali
Sekian lama tlah pergi menjauh
Tringat kisah memandangimu
Tanpa ijinmu
Tak terdengarkah suara cintaku
Yg kubisikkan di tlinganmu dngan senduku
Apakah ada cintamu kan bertautan seirama lagu cintaku
Ataukah cinta bertepi pada gelombang lautan
Aku merindumu disajadah kubah kenangan yg lama
Hilang dan jauh seiring teriakan manusia kalah
Bergamtungan pada sisa sisa dosa
Mana tahu adasetitik cinta menjadi milikku
Kekasih..
Hentakan kepengecutanku tlah lama tersalib
Menungguimu di barisan manusia kalah
Pikiranku tlah berjuang dengan langkahku dri perjalanan jauh
Mengukir namamu di atas kepalaku
Dan hanya namamu yang tersebut ketika lelah merajaiku
Penawar beban akan ketakutanku
Tiang besi kekuatanku
Ditepian kesendirianku
Terbayang kembali indah wajahmu
Hadirkan sejuta kisahku di balik kenangan
Mengagumimu
Menawan wajahmu di anganku
Menapaki kisahku bersamamu di mimpi
Terperanjat dalam seribu kekalahanku
Yang tak bisa jujur pada hatiku
Terluka dalam kubangan kemiskinan
Terdampar di lorong hitam tak bertepi dan berlayar ke ruang tak terdengar
Kisah itu hadir kembali
Sekian lama tlah pergi menjauh
Tringat kisah memandangimu
Tanpa ijinmu
Tak terdengarkah suara cintaku
Yg kubisikkan di tlinganmu dngan senduku
Apakah ada cintamu kan bertautan seirama lagu cintaku
Ataukah cinta bertepi pada gelombang lautan
Aku merindumu disajadah kubah kenangan yg lama
Hilang dan jauh seiring teriakan manusia kalah
Bergamtungan pada sisa sisa dosa
Mana tahu adasetitik cinta menjadi milikku
Kekasih..
Hentakan kepengecutanku tlah lama tersalib
Menungguimu di barisan manusia kalah
Pikiranku tlah berjuang dengan langkahku dri perjalanan jauh
Mengukir namamu di atas kepalaku
Dan hanya namamu yang tersebut ketika lelah merajaiku
Penawar beban akan ketakutanku
Tiang besi kekuatanku
Senin, 23 Januari 2012
Kamis, 19 Januari 2012
Kepakkanlah sayapmu saudara,carilah apa yang terlahir di sanubari krna hari nerganti hari dan waktupun kan berlalu tataplah ke depan tak ada lkeberhasilan diraih tanpa ada perjuangan,maka matikanlah kemalasanmu detik ini
Kematian adalah akhir dari perjalanan tetapi manusia yang tdk menghargai kematian hendaklah dia banyak banyak berdoa agar doanya menjadi hakim dri hidupnya yg baru
Kekuatan doa berasal dri nurani,jadikanlah nuranimu seperti sungai yng terus $engalir hingga kekeringan tidak melanda
Cintamu tlah menjadikan aku sebongkah permata yang indah warnanya warnyanya jingga seindah ilalang di ladang pertanian krna apapun yg ada pada dirimu adalah lukisan kepribadianku
Biarlah angin itu memperkosaku
Biarlah dirinya menjadi singa di hatiku
Drpda aku menjadi burung di langit
Yg enggan bernyanyi
Lidah yg tebal mampu mencairkan es di antartika
Kepribadian orang dpt dilihat dri keadaan motornya
Cantikmu laksana dewi tp cantikmu jg mampu membuatku rapuh
Cintamu pergi dengan bayangan kemewahan istana para pangeran
Tak terbeli dan terjamah menodai warisan yng beruntung hidup
Ibu lihat kupu kupu itu
Terbang bebas terhempas angin pagi
Aku jg ingin bebas selayaknya merpati
Terbang tinggi ke langit surga
Menjadi garam di tengah dunia
Kematian adalah akhir dari perjalanan tetapi manusia yang tdk menghargai kematian hendaklah dia banyak banyak berdoa agar doanya menjadi hakim dri hidupnya yg baru
Kekuatan doa berasal dri nurani,jadikanlah nuranimu seperti sungai yng terus $engalir hingga kekeringan tidak melanda
Cintamu tlah menjadikan aku sebongkah permata yang indah warnanya warnyanya jingga seindah ilalang di ladang pertanian krna apapun yg ada pada dirimu adalah lukisan kepribadianku
Biarlah angin itu memperkosaku
Biarlah dirinya menjadi singa di hatiku
Drpda aku menjadi burung di langit
Yg enggan bernyanyi
Lidah yg tebal mampu mencairkan es di antartika
Kepribadian orang dpt dilihat dri keadaan motornya
Cantikmu laksana dewi tp cantikmu jg mampu membuatku rapuh
Cintamu pergi dengan bayangan kemewahan istana para pangeran
Tak terbeli dan terjamah menodai warisan yng beruntung hidup
Ibu lihat kupu kupu itu
Terbang bebas terhempas angin pagi
Aku jg ingin bebas selayaknya merpati
Terbang tinggi ke langit surga
Menjadi garam di tengah dunia
kegilaan
Kegilaan hatiku bertambah minus
Senjataku tlah meracuniku akan kepengecutan
Binasa yang datang kni hadir menyapa
Sejurus kutakberdaya
Tapi kubahagia
Kuterjerat dlm naungan surga
Sendiri menghentikan kegilaan
Biarlah waktukan menjadi intisari hidupku
Senjataku tlah meracuniku akan kepengecutan
Binasa yang datang kni hadir menyapa
Sejurus kutakberdaya
Tapi kubahagia
Kuterjerat dlm naungan surga
Sendiri menghentikan kegilaan
Biarlah waktukan menjadi intisari hidupku
Sabtu, 14 Januari 2012
Kadang jika kita terlalu banyak bicara mungkin porsi makanan kita mungkin berlebihan hingga kita seperti boneka yang lucu
Dan orang yang mendengar akan menggerutu
Jadikanlah mimpi itu seperi tarian ,tentukan dendangnya sesuai keadaanmu
Seperti apakah engkau sang dewinrupawankah dirimmu hingga mentari seakan gak kenal lelah menjebakmu
Bukankah cantikmu adalah satu sisi yang di haramkan
Suarakanlah apa yang ada di dalam hidupmu
Katakanlah apa yang ada di benakmu
Hingga engkaupun tertawa
Di kesunyian malam
Melacuri hidupmu dengan suara yang indah
Seakan itu adalah suara nafiri
Mentahbiskan hidupmu di antara peronda malam
Kekuatanku tlah lama kubuang terbuang di jalan hitamku
Dan tersisa hanya sebongkah keangkuhan
Cinta tlah membinasakanku tpi cintamu tlah mengalir seperti salju putih
Apakah dirimu dewi itu!
Dan orang yang mendengar akan menggerutu
Jadikanlah mimpi itu seperi tarian ,tentukan dendangnya sesuai keadaanmu
Seperti apakah engkau sang dewinrupawankah dirimmu hingga mentari seakan gak kenal lelah menjebakmu
Bukankah cantikmu adalah satu sisi yang di haramkan
Suarakanlah apa yang ada di dalam hidupmu
Katakanlah apa yang ada di benakmu
Hingga engkaupun tertawa
Di kesunyian malam
Melacuri hidupmu dengan suara yang indah
Seakan itu adalah suara nafiri
Mentahbiskan hidupmu di antara peronda malam
Kekuatanku tlah lama kubuang terbuang di jalan hitamku
Dan tersisa hanya sebongkah keangkuhan
Cinta tlah membinasakanku tpi cintamu tlah mengalir seperti salju putih
Apakah dirimu dewi itu!
Langganan:
Postingan (Atom)
