Kenyataan yang hadir di dalam mimpi
Kusambut dengan tangan di bawah
Meski menyakiti
Kan kucoba untuk tetap berdiri
Jumat, 13 Januari 2012
stres tingkat tinggi
Perdebatan yang tiada henti
Tanya jwab hdirkan lelucon kecil sedikit berasap tp mengesankan
Ada yg terluka di balik pintu
Menahan nafsu belalang
Ada yng bangga di jubah safari
Suaranya lantang dengan bijaksana
Diskusi propaganda yang mengesankan
Berontak sikaum kumuh
Hijau bergelombang
Menggapai kursi di meja hijau
Sekali dan takkan berulang kali
Berhenti di arah jam sepuluh
Berdebat mencari kambing hitam
Siapa yang menjadi pemangsa!
Minggu depan kembali beraksi
Kecil dan rupawan hangat tersipu
Cerita berganti lagi
Sikanis bergaya orientasi
Dibalik kumis pintar mengorganisir
Candaan kaum bijaksana
Terus teruslah mengalir tanpa arti
Tanpa ada penggugat
Datang dan pergi seperti penyair
Tiada hukum yang berhadapan
Tiada keadilan yang terselip dikantong
Tiada jawaban mengakhiri rasa takut
Jauh dan pergi
Seperti angin yang bertiup
Damaikan kebodohan anak negeri
Pergi dan pergi
Jauh dan jauh
Selamanya engkau pergi pecundang
Hanya bicara akupun bisa
Hanya mengancam anjingpun bisa
Tapi engkau bukan anjing
Setangkai mawar untuk mu karni suarakanlah apa yang semestinya engkau tanyakan
Sebelum aku suarakan kepadamu
Adakah hantu di lapindo
Adakah pencuri di istana gayus
Jika para anjing di beri tulang
Dia akan menganggung layaknya sang pengerat
Tpi ketamakan dan keberanianmu untuk suaraku
Jadikanlah menjadi ayat hapalanmu
diatas langit aku tlah melukis namaku
Namaku jelas sebaris dengan kaum jelata
Memarahiku adalah gila
Krna aku sudah gila
Menghinamu adalah kutukku
Dan biarkanlah kuabadikan dalam kegilaanku tingkat tinggi
Tanya jwab hdirkan lelucon kecil sedikit berasap tp mengesankan
Ada yg terluka di balik pintu
Menahan nafsu belalang
Ada yng bangga di jubah safari
Suaranya lantang dengan bijaksana
Diskusi propaganda yang mengesankan
Berontak sikaum kumuh
Hijau bergelombang
Menggapai kursi di meja hijau
Sekali dan takkan berulang kali
Berhenti di arah jam sepuluh
Berdebat mencari kambing hitam
Siapa yang menjadi pemangsa!
Minggu depan kembali beraksi
Kecil dan rupawan hangat tersipu
Cerita berganti lagi
Sikanis bergaya orientasi
Dibalik kumis pintar mengorganisir
Candaan kaum bijaksana
Terus teruslah mengalir tanpa arti
Tanpa ada penggugat
Datang dan pergi seperti penyair
Tiada hukum yang berhadapan
Tiada keadilan yang terselip dikantong
Tiada jawaban mengakhiri rasa takut
Jauh dan pergi
Seperti angin yang bertiup
Damaikan kebodohan anak negeri
Pergi dan pergi
Jauh dan jauh
Selamanya engkau pergi pecundang
Hanya bicara akupun bisa
Hanya mengancam anjingpun bisa
Tapi engkau bukan anjing
Setangkai mawar untuk mu karni suarakanlah apa yang semestinya engkau tanyakan
Sebelum aku suarakan kepadamu
Adakah hantu di lapindo
Adakah pencuri di istana gayus
Jika para anjing di beri tulang
Dia akan menganggung layaknya sang pengerat
Tpi ketamakan dan keberanianmu untuk suaraku
Jadikanlah menjadi ayat hapalanmu
diatas langit aku tlah melukis namaku
Namaku jelas sebaris dengan kaum jelata
Memarahiku adalah gila
Krna aku sudah gila
Menghinamu adalah kutukku
Dan biarkanlah kuabadikan dalam kegilaanku tingkat tinggi
Kamis, 12 Januari 2012
Waktu yang berjalan mengingatkan kita akan sebuah kebaikan dan keburukan
Tetapi waktu jg bisa menjadi musuh terhebat dikala kita hanya larut dalam kemalasan
Diam ,membeiarkan waktu berjalan semakin jauh
Suara yang membahana lebih parah dri pada kentut yangtertahan di celana
Krna mampu megambarkan sifat asli seseorang
Hidup yang damai adalah hidup dimana kita hanya mampu memberikan senyuman kepada sesama yang lain dan berbuat orang lain bahagia
Mengalirlah sperti sungai dan bersemilah bunga di taman serta berikan kecupan yang hangat di pipiku menawariku akan rindu yang belum hilang
Jiwa yang mati menyambar nyambar seperti halilintar
Suaranya kejam seperti pemangsa
hitam putih tak ada di tangannya
Menari di atas awan dan bergantungam di angin dan terapung di lauatan
Sebuah makna yang hanya dialamatkan untuk pengembara
Tak henti melangkah trus berjalan hingga ajal menajdi penghormatan terakhir utknya
Mimpi yang terbeli menyelamatkan kita akan kemenangan tetap mimpi yang di perjuangkan dihormati diatas langit dan di bawah langit
Biarkanlah waktu yang menjadi teman terbaikku dan menjadi teman akhirku
Hidupku mengalir dari puisi ke puisi yang lain
Dan aku gila terdampar di tangan para penyair
Tetapi waktu jg bisa menjadi musuh terhebat dikala kita hanya larut dalam kemalasan
Diam ,membeiarkan waktu berjalan semakin jauh
Suara yang membahana lebih parah dri pada kentut yangtertahan di celana
Krna mampu megambarkan sifat asli seseorang
Hidup yang damai adalah hidup dimana kita hanya mampu memberikan senyuman kepada sesama yang lain dan berbuat orang lain bahagia
Mengalirlah sperti sungai dan bersemilah bunga di taman serta berikan kecupan yang hangat di pipiku menawariku akan rindu yang belum hilang
Jiwa yang mati menyambar nyambar seperti halilintar
Suaranya kejam seperti pemangsa
hitam putih tak ada di tangannya
Menari di atas awan dan bergantungam di angin dan terapung di lauatan
Sebuah makna yang hanya dialamatkan untuk pengembara
Tak henti melangkah trus berjalan hingga ajal menajdi penghormatan terakhir utknya
Mimpi yang terbeli menyelamatkan kita akan kemenangan tetap mimpi yang di perjuangkan dihormati diatas langit dan di bawah langit
Biarkanlah waktu yang menjadi teman terbaikku dan menjadi teman akhirku
Hidupku mengalir dari puisi ke puisi yang lain
Dan aku gila terdampar di tangan para penyair
Mudahnya kita bicara tak setimpal apa yang kita pikirkan dan lakukan
Kadang mulut jg bisa menghancurkan satu kota
Tpi hati yang lapang mampu mendamaikan dua insan yang bodoh untuk menjadi bijak
Ketika kita jatuh dalam kekalahan kita hanya larut dlm penyesalan tetapi bagi pejuang seperti aku
Takkan ada kekalahan yang bisa mengalahkanku
Meski raga yang tersisa
Kukan tetap tetap berdiri
Sebab kekalahan tlah jauh kutanggalkan di impian kecilku
Apa yang semestinya yang kita katakan baiknya kita menampakkan semua kejujuran tiu selalalu di depan dan menutupnya dengan kejujuran juga
Uang dan airmata gambaran rupa sebuah kehidupan,karena sesempurna insan tak ada yg melebihi sang kuasa,jadikanlah dirimu menjadi gambaran akan kebaikan bagi semua orang
Jadikanlah dirimu seperti sungai,meski limbah mengalir amata airnya tetap setia pada penciptanya...mengaliri sepanjang masa
Kekuatan yang berasal dri pikiran mambu membuat perselisihan yang besar tetapi kekutan dari tatapan mata memberikan dunia baru bagi yang melihatnya
Jauhkanlah apa yang ada di buruk di atas kepalamu dan dekatkan segala cintamu untuk sekelilingmu
satu kegagalan sangat berharga drpda seribu kemenangan,kemenangan yang didapat dri penindasan tak berarti bila semua insan mengutuki kita
Daun yang jatuh kebumi lambangkan kerendahan hati kpd sang pencipta
Tetapi hati yang membalaskan dendam akan berontak sepanjang hidupnya
Kadang mulut jg bisa menghancurkan satu kota
Tpi hati yang lapang mampu mendamaikan dua insan yang bodoh untuk menjadi bijak
Ketika kita jatuh dalam kekalahan kita hanya larut dlm penyesalan tetapi bagi pejuang seperti aku
Takkan ada kekalahan yang bisa mengalahkanku
Meski raga yang tersisa
Kukan tetap tetap berdiri
Sebab kekalahan tlah jauh kutanggalkan di impian kecilku
Apa yang semestinya yang kita katakan baiknya kita menampakkan semua kejujuran tiu selalalu di depan dan menutupnya dengan kejujuran juga
Uang dan airmata gambaran rupa sebuah kehidupan,karena sesempurna insan tak ada yg melebihi sang kuasa,jadikanlah dirimu menjadi gambaran akan kebaikan bagi semua orang
Jadikanlah dirimu seperti sungai,meski limbah mengalir amata airnya tetap setia pada penciptanya...mengaliri sepanjang masa
Kekuatan yang berasal dri pikiran mambu membuat perselisihan yang besar tetapi kekutan dari tatapan mata memberikan dunia baru bagi yang melihatnya
Jauhkanlah apa yang ada di buruk di atas kepalamu dan dekatkan segala cintamu untuk sekelilingmu
satu kegagalan sangat berharga drpda seribu kemenangan,kemenangan yang didapat dri penindasan tak berarti bila semua insan mengutuki kita
Daun yang jatuh kebumi lambangkan kerendahan hati kpd sang pencipta
Tetapi hati yang membalaskan dendam akan berontak sepanjang hidupnya
Rabu, 11 Januari 2012
kecuplah aku wahai bidadari dngan sejuta cintamu,sebelum cintamu bernaung di hatiku
Tanyakanlah pada kalbumu!tertawakah langit mendengarku!!
Masa depan adalah seperti perabotan yang mahal,bisa dibeli dengam lembaran uang lertas..tpi cinta adalah segalanya
Mengalahkan kebodohan seorang pemuda yang miskin
Jika aku menjadi bodoh,kuatkanlah aku dengan kejaliman
Krna hanya kejaliman yang bisa kami dapatkan
Sperti kejaliman jg lah kami menjadi dihormati
Senjata terhebat di topeng kemiskinan
Jika kesuksesan diraih dengan hanya ijasah sma,itukan menjadi teladan bagiku tp bila kesuksesan itu diraih dengan sarjana
Aki menganggapnya seperti pencuri ketiban rejeki
Bukankah di indonesia pendidikan itu sangat mahal...
Jika aku menjadi awan biarlah angin bagianmu
Krna hanya angin yg mampu mendewasakanku
Manapaki kegelisahanku
Kehilanganmu
Berikanlah apa yang menjadi kewajibanmu
Jawablah pertanyaan yang engaku anggap benar
Jujurlah pada akhlakmu
Pada siapakah kita berdoa!!
Cantikmu adalah lukisan yang terdampar di samudera biru
Menggema hingga ke roma
Kemanakah langkah sang pujangga
mencintaimu kekalahan terhebatku
Ketulusan hati berawal dari hati yang kosong,menapaki rentang waktu akan kebenaran
Tanyakanlah pada kalbumu!tertawakah langit mendengarku!!
Masa depan adalah seperti perabotan yang mahal,bisa dibeli dengam lembaran uang lertas..tpi cinta adalah segalanya
Mengalahkan kebodohan seorang pemuda yang miskin
Jika aku menjadi bodoh,kuatkanlah aku dengan kejaliman
Krna hanya kejaliman yang bisa kami dapatkan
Sperti kejaliman jg lah kami menjadi dihormati
Senjata terhebat di topeng kemiskinan
Jika kesuksesan diraih dengan hanya ijasah sma,itukan menjadi teladan bagiku tp bila kesuksesan itu diraih dengan sarjana
Aki menganggapnya seperti pencuri ketiban rejeki
Bukankah di indonesia pendidikan itu sangat mahal...
Jika aku menjadi awan biarlah angin bagianmu
Krna hanya angin yg mampu mendewasakanku
Manapaki kegelisahanku
Kehilanganmu
Berikanlah apa yang menjadi kewajibanmu
Jawablah pertanyaan yang engaku anggap benar
Jujurlah pada akhlakmu
Pada siapakah kita berdoa!!
Cantikmu adalah lukisan yang terdampar di samudera biru
Menggema hingga ke roma
Kemanakah langkah sang pujangga
mencintaimu kekalahan terhebatku
Ketulusan hati berawal dari hati yang kosong,menapaki rentang waktu akan kebenaran
cerita usang
Terhempasku di atas tumpukan kegelisahan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala
Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia
Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil
Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala
Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia
Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil
Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan
Senin, 09 Januari 2012
cinta...(harta)
Jika atas langit ada langit
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku
Langganan:
Postingan (Atom)
