Kamis, 12 Januari 2012

Waktu yang berjalan mengingatkan kita akan sebuah kebaikan dan keburukan
Tetapi waktu jg bisa menjadi musuh terhebat dikala kita hanya larut dalam kemalasan
Diam ,membeiarkan waktu berjalan semakin jauh


Suara yang membahana lebih parah dri pada kentut yangtertahan di celana
Krna mampu megambarkan sifat asli seseorang

Hidup yang damai adalah hidup dimana kita hanya mampu memberikan senyuman kepada sesama yang lain dan berbuat orang lain bahagia


Mengalirlah sperti sungai dan bersemilah bunga di taman serta berikan kecupan yang hangat di pipiku menawariku akan rindu yang belum hilang

Jiwa yang mati menyambar nyambar seperti halilintar
Suaranya kejam seperti pemangsa
hitam putih tak ada di tangannya


Menari di atas awan dan bergantungam di angin dan terapung di lauatan
Sebuah makna yang hanya dialamatkan untuk pengembara
Tak henti melangkah trus berjalan hingga ajal menajdi penghormatan terakhir utknya

Mimpi yang terbeli menyelamatkan kita akan kemenangan tetap mimpi yang di perjuangkan dihormati diatas langit dan di bawah langit

Biarkanlah waktu yang menjadi teman terbaikku dan menjadi teman akhirku

Hidupku mengalir dari puisi ke puisi yang lain
Dan aku gila terdampar di tangan para penyair
Mudahnya kita bicara tak setimpal apa yang kita pikirkan dan lakukan
Kadang mulut jg bisa menghancurkan satu kota
Tpi hati yang lapang mampu mendamaikan dua insan yang bodoh untuk menjadi bijak

Ketika kita jatuh dalam kekalahan kita hanya larut dlm penyesalan tetapi bagi pejuang seperti aku
Takkan ada kekalahan yang bisa mengalahkanku
Meski raga yang tersisa
Kukan tetap tetap berdiri
Sebab kekalahan tlah jauh kutanggalkan di impian kecilku


Apa yang semestinya yang kita katakan baiknya kita menampakkan semua kejujuran tiu selalalu di depan dan menutupnya dengan kejujuran juga


Uang dan airmata gambaran rupa sebuah kehidupan,karena sesempurna insan tak ada yg melebihi sang kuasa,jadikanlah dirimu menjadi gambaran akan kebaikan bagi semua orang

Jadikanlah dirimu seperti sungai,meski limbah mengalir amata airnya tetap setia pada penciptanya...mengaliri sepanjang masa


Kekuatan yang berasal dri pikiran mambu membuat perselisihan yang besar tetapi kekutan dari tatapan mata memberikan dunia baru bagi yang melihatnya

Jauhkanlah apa yang ada di buruk di atas kepalamu dan dekatkan segala cintamu untuk sekelilingmu

satu kegagalan sangat berharga drpda seribu kemenangan,kemenangan yang didapat dri penindasan tak berarti bila semua insan mengutuki kita

Daun yang jatuh kebumi lambangkan kerendahan hati kpd sang pencipta
Tetapi hati yang membalaskan dendam akan berontak sepanjang hidupnya

Rabu, 11 Januari 2012

kecuplah aku wahai bidadari dngan sejuta cintamu,sebelum cintamu bernaung di hatiku
Tanyakanlah pada kalbumu!tertawakah langit mendengarku!!


Masa depan adalah seperti perabotan yang mahal,bisa dibeli dengam lembaran uang lertas..tpi cinta adalah segalanya
Mengalahkan kebodohan seorang pemuda yang miskin

Jika aku menjadi bodoh,kuatkanlah aku dengan kejaliman
Krna hanya kejaliman yang bisa kami dapatkan
Sperti kejaliman jg lah kami menjadi dihormati
Senjata terhebat di topeng kemiskinan


Jika kesuksesan diraih dengan hanya ijasah sma,itukan menjadi teladan bagiku tp bila kesuksesan itu diraih dengan sarjana
Aki menganggapnya seperti pencuri ketiban rejeki
Bukankah di indonesia pendidikan itu sangat mahal...


Jika aku menjadi awan biarlah angin bagianmu
Krna hanya angin yg mampu mendewasakanku
Manapaki kegelisahanku
Kehilanganmu

Berikanlah apa yang menjadi kewajibanmu
Jawablah pertanyaan yang engaku anggap benar
Jujurlah pada akhlakmu
Pada siapakah kita berdoa!!


Cantikmu adalah lukisan yang terdampar di samudera biru
Menggema hingga ke roma
Kemanakah langkah sang pujangga
mencintaimu kekalahan terhebatku

Ketulusan hati berawal dari hati yang kosong,menapaki rentang waktu akan kebenaran

cerita usang

Terhempasku di atas tumpukan kegelisahan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala

Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia

Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil

Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan

Senin, 09 Januari 2012

cinta...(harta)

Jika atas langit ada langit
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku

atas nama hukum

Apa yang salah di pikiran kita
Ingin rasanya ku robek robek suratmu
Terdengar kicauan burung gereja lukiskan memerah wajahmu
Engkau terbaring dlam cengkeraman rajawali emas
Membisu mulutmu tergantung terpenjara laknat
Atas namakan hukum
Malingh sandal terpapah terkandang jeramai besi
Sang koruptor menjadi pahlwan
Membeli apa saja yangh bisa di beli
Selagi kehormtan masih di selakangan
Lakukan apa yang perlu untuk disampaikan
Mengistiarkan kejaliman anjing negara
Jauh di padang sana
Terdampar duka sang ibu
Hanya bisa tersenyum di balik kerudungnuya
Menangisi dua putranya tergadai di jeratan anjing negara
Bersih seperti sungai jordan tanpa irama kesalahan
Saling jegal di atas lapang mengisi kebobrokan bangsa ini
Atas nama hukum
Terdengar hanya sejam
Terbawa berita hanya di seberang
Pergi entah kemana
Hati bimbangpun berkaca dalam ketakutan
Serigala kelabu menghadang di depan
Kemarilah wahai sejenak
Jauh sudah langkah ini tersempit dlm kubangan
Atas nama hukum apakah adanya pembantaian
Anjingkah mereka atau hanya pengecut
Buaskah mereka
Todongkan senjata ke arah sudut kemiskinana
Berdoakah mereka di saat kosong pikiran mengacau
Mentabiskna penghakiman akan kematian di telapak tangan
Atas nama hukum
Pengadil manakah yangkan menjadi penjerat si anjing negara
Tanyakanlah apa yang ingin mereka katakan
Dan tataplah nanar wajah yng tergadai
Ribuan kasih menyambutmu di jantung ketuhanan

Minggu, 08 Januari 2012

masih ada cinta

Kankukenang cerita yg pernah ada
Kan kujadikan sebuah kisah yang indah
melupakanmu adalah akhir dari perjalanan
Selamat tinggal cintaku
Dulu ada cinta yng menyapa
Mentari tersenyum di taman sekolah
Hanya mampu untuk meninkmati cinta yang hadir begitu senja
Kita hadir dengan untaian puisi puisi ilmiah
Metafora bersama idealisme kita tlah tertunduk
Diatas jalur arah yang berbeda
Aku adalah pemuda dari keturunan tak berdaya
Debu adalah sahabatku
Mentari adalah lawanku
Dan waktu yng sombong tlah kutabiskan utk menjadi senjataku
Tertanam di kerikil yang buas
Menapaki sisa hidupku untuk menjadi pedang
Kembali maratapi akhir ujung langkah
Aku tak berdaya
Dan berjuang layaknya sang ksatria
Demi keturunan yg dititipkan ayahku
Membawa keluarga ke gerbang madani
Kelaparan memangsa sesama dengan pembalasan yang serupa
Hanya mengingatmu disisi
Terbaring di pangkuanku
Iti adalah hantu yang selalu kutunggua
Melukis wajahmu di atas beban hidup
Kupercaya membuat langkahku semakin mantap
Napas dalam hidupku kujadikan taruhan
Dirimu adalah asas semua mengapa aku masih hidup
Semakin hangat dan semakin menerka
Terselip bunga seroja di jubah hitamku

Tahukah engkau kini
aku sendirian dan hingga aku ingin bermandikan tubauhku di sungai asahan
Apa yang dititipkan ayahku
Tlah bersatu dengan alam
Semua tlah di sembelih pendekar dari tanah gersang
Keluargaku dan semuanya tlah lenyap
Disalibkan di ilalang terowongan hitam
Aku tertawan dlm dekapan risau hati yng sedih
Kehancuran akan jiwa yh terpenggal
Dan kasih yg dalam
Wajah mereka dan wajahmu selalu hadir hingga ak memnucaki semua nadiku intuk berontak
Hidupku yang putih yang dijejali ayat ayat ketuhanan tlah kutinggalkan di atas gunung sinabung
Aku iktiarkan napas ini bukan lagi mahluik suci
Tubuh ini tidak lagi sepeutih kain kapan
Menjadi serigala adalah akhlaknya
Dan menantang kodrat adalah akhirnya
Hingga malam tiba aku dgn segenap cinta yang tak berdaya
Berontak seperti halilintar
Tanganku sperti tiang keadilan suaralu mengaunh speri serigala
Siapapun uyangh didepan kubantai dengan ganasnyua
Sperti setan aku tlah berontak
Luluhkan semuanya hingga mpenawankupun ketakutan nbegitu dashyat
Kabur ke hutan seperti rusa
Semua tewas di tanganku
Dan aku nerteriak teriak
Seperti orang kesurupan
Bangga tpi nanar terlihat sepi
Rebah di tanah