kecuplah aku wahai bidadari dngan sejuta cintamu,sebelum cintamu bernaung di hatiku
Tanyakanlah pada kalbumu!tertawakah langit mendengarku!!
Masa depan adalah seperti perabotan yang mahal,bisa dibeli dengam lembaran uang lertas..tpi cinta adalah segalanya
Mengalahkan kebodohan seorang pemuda yang miskin
Jika aku menjadi bodoh,kuatkanlah aku dengan kejaliman
Krna hanya kejaliman yang bisa kami dapatkan
Sperti kejaliman jg lah kami menjadi dihormati
Senjata terhebat di topeng kemiskinan
Jika kesuksesan diraih dengan hanya ijasah sma,itukan menjadi teladan bagiku tp bila kesuksesan itu diraih dengan sarjana
Aki menganggapnya seperti pencuri ketiban rejeki
Bukankah di indonesia pendidikan itu sangat mahal...
Jika aku menjadi awan biarlah angin bagianmu
Krna hanya angin yg mampu mendewasakanku
Manapaki kegelisahanku
Kehilanganmu
Berikanlah apa yang menjadi kewajibanmu
Jawablah pertanyaan yang engaku anggap benar
Jujurlah pada akhlakmu
Pada siapakah kita berdoa!!
Cantikmu adalah lukisan yang terdampar di samudera biru
Menggema hingga ke roma
Kemanakah langkah sang pujangga
mencintaimu kekalahan terhebatku
Ketulusan hati berawal dari hati yang kosong,menapaki rentang waktu akan kebenaran
Rabu, 11 Januari 2012
cerita usang
Terhempasku di atas tumpukan kegelisahan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala
Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia
Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil
Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan
Pendamkan sejuta kekuatiran
Hijaukan angkuh dlm sanubariku
Kemana langkahnya sang waktu
Masihkah terdenmgar gogongan kegelapan
Batinku tersirat dlm langkah
Hitamkankan bayangmu di atas kepala
Ceritakanlah setiap jengkal perjalananmu
Tinhkahmu tersembunyi ditutupi debu
Mengendus kegalauan akan sesuatu peristiwa
Hanyut mengajak kita terkalahkan
Pengecut di barisan depan dengan tingkah seperti kera
Bergantungan di ranting yg tak beridealisme
Melemah di terpa badai
Jatuh terjungkal di lampu lampu kesenangan
Ditertawai kebablasan akan ideologi
Kita hanyalah sebuah kegembiraan
Datang dri rahim ibu
Dan ditawari kebahagian dengan kegilaan nafsu dunia
Kehangatan yang terdalam
Genggaman jauh akan mimpio yg terjual
Camar bernyanyi di jendela pikiran kita
Menyatakan akan sebuah beritya di tanah gersang
Teringat kembali cerita yang tlah tertidur
Senjata terhebatku untuk bangkit kembali
Berjuang dengan segenap kekuranganku
Menjadi bijak adalah anugerah yang maha kuasa
Perjanjianku dengan sang pencipta
Tirani disudut kiriku takkan berkuasa
Meski peluru bersandar di jiwa
Lantangku menantang kesambongan bangsa
Terkutuklah mereka yang percaya
Akan insiatif manusia kecil
Dendangan kisah seakan menyapa
Luluhkan suara alam yang lama bertapa
Perjalanan adalah sesuatu ygkan pulang
Kembali menapaki cerita yang tlh mati
Segenggam kata dari sahabat
Sampai cinta di ujung dunia
Rasah yang datang menjadi sahabat
Menjadi bijak adalah anugerah tuhan
Senin, 09 Januari 2012
cinta...(harta)
Jika atas langit ada langit
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku
Diamku hanya sesepi relung hati yang dalam
Hancur harapku di tepian jendela rumah
Tak berkesudahan hati teaniyaya di jalan basah..
Ada apa dgn cinta..
Kembalikan aku ke rahim ibuku
Cintamu kunanti terlepas di perbedaan antara dua kemanusian
Materi menjadi sahabatmu cinta
Tak tertawarkan di merah langitku
atas nama hukum
Apa yang salah di pikiran kita
Ingin rasanya ku robek robek suratmu
Terdengar kicauan burung gereja lukiskan memerah wajahmu
Engkau terbaring dlam cengkeraman rajawali emas
Membisu mulutmu tergantung terpenjara laknat
Atas namakan hukum
Malingh sandal terpapah terkandang jeramai besi
Sang koruptor menjadi pahlwan
Membeli apa saja yangh bisa di beli
Selagi kehormtan masih di selakangan
Lakukan apa yang perlu untuk disampaikan
Mengistiarkan kejaliman anjing negara
Jauh di padang sana
Terdampar duka sang ibu
Hanya bisa tersenyum di balik kerudungnuya
Menangisi dua putranya tergadai di jeratan anjing negara
Bersih seperti sungai jordan tanpa irama kesalahan
Saling jegal di atas lapang mengisi kebobrokan bangsa ini
Atas nama hukum
Terdengar hanya sejam
Terbawa berita hanya di seberang
Pergi entah kemana
Hati bimbangpun berkaca dalam ketakutan
Serigala kelabu menghadang di depan
Kemarilah wahai sejenak
Jauh sudah langkah ini tersempit dlm kubangan
Atas nama hukum apakah adanya pembantaian
Anjingkah mereka atau hanya pengecut
Buaskah mereka
Todongkan senjata ke arah sudut kemiskinana
Berdoakah mereka di saat kosong pikiran mengacau
Mentabiskna penghakiman akan kematian di telapak tangan
Atas nama hukum
Pengadil manakah yangkan menjadi penjerat si anjing negara
Tanyakanlah apa yang ingin mereka katakan
Dan tataplah nanar wajah yng tergadai
Ribuan kasih menyambutmu di jantung ketuhanan
Ingin rasanya ku robek robek suratmu
Terdengar kicauan burung gereja lukiskan memerah wajahmu
Engkau terbaring dlam cengkeraman rajawali emas
Membisu mulutmu tergantung terpenjara laknat
Atas namakan hukum
Malingh sandal terpapah terkandang jeramai besi
Sang koruptor menjadi pahlwan
Membeli apa saja yangh bisa di beli
Selagi kehormtan masih di selakangan
Lakukan apa yang perlu untuk disampaikan
Mengistiarkan kejaliman anjing negara
Jauh di padang sana
Terdampar duka sang ibu
Hanya bisa tersenyum di balik kerudungnuya
Menangisi dua putranya tergadai di jeratan anjing negara
Bersih seperti sungai jordan tanpa irama kesalahan
Saling jegal di atas lapang mengisi kebobrokan bangsa ini
Atas nama hukum
Terdengar hanya sejam
Terbawa berita hanya di seberang
Pergi entah kemana
Hati bimbangpun berkaca dalam ketakutan
Serigala kelabu menghadang di depan
Kemarilah wahai sejenak
Jauh sudah langkah ini tersempit dlm kubangan
Atas nama hukum apakah adanya pembantaian
Anjingkah mereka atau hanya pengecut
Buaskah mereka
Todongkan senjata ke arah sudut kemiskinana
Berdoakah mereka di saat kosong pikiran mengacau
Mentabiskna penghakiman akan kematian di telapak tangan
Atas nama hukum
Pengadil manakah yangkan menjadi penjerat si anjing negara
Tanyakanlah apa yang ingin mereka katakan
Dan tataplah nanar wajah yng tergadai
Ribuan kasih menyambutmu di jantung ketuhanan
Minggu, 08 Januari 2012
masih ada cinta
Kankukenang cerita yg pernah ada
Kan kujadikan sebuah kisah yang indah
melupakanmu adalah akhir dari perjalanan
Selamat tinggal cintaku
Dulu ada cinta yng menyapa
Mentari tersenyum di taman sekolah
Hanya mampu untuk meninkmati cinta yang hadir begitu senja
Kita hadir dengan untaian puisi puisi ilmiah
Metafora bersama idealisme kita tlah tertunduk
Diatas jalur arah yang berbeda
Aku adalah pemuda dari keturunan tak berdaya
Debu adalah sahabatku
Mentari adalah lawanku
Dan waktu yng sombong tlah kutabiskan utk menjadi senjataku
Tertanam di kerikil yang buas
Menapaki sisa hidupku untuk menjadi pedang
Kembali maratapi akhir ujung langkah
Aku tak berdaya
Dan berjuang layaknya sang ksatria
Demi keturunan yg dititipkan ayahku
Membawa keluarga ke gerbang madani
Kelaparan memangsa sesama dengan pembalasan yang serupa
Hanya mengingatmu disisi
Terbaring di pangkuanku
Iti adalah hantu yang selalu kutunggua
Melukis wajahmu di atas beban hidup
Kupercaya membuat langkahku semakin mantap
Napas dalam hidupku kujadikan taruhan
Dirimu adalah asas semua mengapa aku masih hidup
Semakin hangat dan semakin menerka
Terselip bunga seroja di jubah hitamku
Tahukah engkau kini
aku sendirian dan hingga aku ingin bermandikan tubauhku di sungai asahan
Apa yang dititipkan ayahku
Tlah bersatu dengan alam
Semua tlah di sembelih pendekar dari tanah gersang
Keluargaku dan semuanya tlah lenyap
Disalibkan di ilalang terowongan hitam
Aku tertawan dlm dekapan risau hati yng sedih
Kehancuran akan jiwa yh terpenggal
Dan kasih yg dalam
Wajah mereka dan wajahmu selalu hadir hingga ak memnucaki semua nadiku intuk berontak
Hidupku yang putih yang dijejali ayat ayat ketuhanan tlah kutinggalkan di atas gunung sinabung
Aku iktiarkan napas ini bukan lagi mahluik suci
Tubuh ini tidak lagi sepeutih kain kapan
Menjadi serigala adalah akhlaknya
Dan menantang kodrat adalah akhirnya
Hingga malam tiba aku dgn segenap cinta yang tak berdaya
Berontak seperti halilintar
Tanganku sperti tiang keadilan suaralu mengaunh speri serigala
Siapapun uyangh didepan kubantai dengan ganasnyua
Sperti setan aku tlah berontak
Luluhkan semuanya hingga mpenawankupun ketakutan nbegitu dashyat
Kabur ke hutan seperti rusa
Semua tewas di tanganku
Dan aku nerteriak teriak
Seperti orang kesurupan
Bangga tpi nanar terlihat sepi
Rebah di tanah
Kan kujadikan sebuah kisah yang indah
melupakanmu adalah akhir dari perjalanan
Selamat tinggal cintaku
Dulu ada cinta yng menyapa
Mentari tersenyum di taman sekolah
Hanya mampu untuk meninkmati cinta yang hadir begitu senja
Kita hadir dengan untaian puisi puisi ilmiah
Metafora bersama idealisme kita tlah tertunduk
Diatas jalur arah yang berbeda
Aku adalah pemuda dari keturunan tak berdaya
Debu adalah sahabatku
Mentari adalah lawanku
Dan waktu yng sombong tlah kutabiskan utk menjadi senjataku
Tertanam di kerikil yang buas
Menapaki sisa hidupku untuk menjadi pedang
Kembali maratapi akhir ujung langkah
Aku tak berdaya
Dan berjuang layaknya sang ksatria
Demi keturunan yg dititipkan ayahku
Membawa keluarga ke gerbang madani
Kelaparan memangsa sesama dengan pembalasan yang serupa
Hanya mengingatmu disisi
Terbaring di pangkuanku
Iti adalah hantu yang selalu kutunggua
Melukis wajahmu di atas beban hidup
Kupercaya membuat langkahku semakin mantap
Napas dalam hidupku kujadikan taruhan
Dirimu adalah asas semua mengapa aku masih hidup
Semakin hangat dan semakin menerka
Terselip bunga seroja di jubah hitamku
Tahukah engkau kini
aku sendirian dan hingga aku ingin bermandikan tubauhku di sungai asahan
Apa yang dititipkan ayahku
Tlah bersatu dengan alam
Semua tlah di sembelih pendekar dari tanah gersang
Keluargaku dan semuanya tlah lenyap
Disalibkan di ilalang terowongan hitam
Aku tertawan dlm dekapan risau hati yng sedih
Kehancuran akan jiwa yh terpenggal
Dan kasih yg dalam
Wajah mereka dan wajahmu selalu hadir hingga ak memnucaki semua nadiku intuk berontak
Hidupku yang putih yang dijejali ayat ayat ketuhanan tlah kutinggalkan di atas gunung sinabung
Aku iktiarkan napas ini bukan lagi mahluik suci
Tubuh ini tidak lagi sepeutih kain kapan
Menjadi serigala adalah akhlaknya
Dan menantang kodrat adalah akhirnya
Hingga malam tiba aku dgn segenap cinta yang tak berdaya
Berontak seperti halilintar
Tanganku sperti tiang keadilan suaralu mengaunh speri serigala
Siapapun uyangh didepan kubantai dengan ganasnyua
Sperti setan aku tlah berontak
Luluhkan semuanya hingga mpenawankupun ketakutan nbegitu dashyat
Kabur ke hutan seperti rusa
Semua tewas di tanganku
Dan aku nerteriak teriak
Seperti orang kesurupan
Bangga tpi nanar terlihat sepi
Rebah di tanah
Jumat, 06 Januari 2012
surat dari kawan
Seperti apakah yang tlah kau kuucapkan
Itu juga yang kusampaikan padanya
""Dengarkanlah dan camkanlah dengan hati yang bergelorta
Kita sdah melihat sendiri bagaimana bangsa ini tidak berjalan seperti yang kita harapkan
Pemerintah hanya punya dalih dengan kebijaksanaan yang selalu merugikanm rakyat
Bbm kembali di naikkan,pendidikan menjadi sperti barang impor,koruptor di sana sini
Keadilan bisa dijadikan sebuah lambang kejaliman ketidak berdayaan kita.
Kita melihat sendiri kerakusan para bangsa ini ketika koruptor yang merugikan rakyat triliunan hanya di penjarta tujuh tahun bahkan ada diantata mereka hingga sampai skrnhg tak tersentuh,aparat polisi sama rakus seperti serigala membunuh dan membanti siapa saja yang menjadi pengjadang tuannya,para buruh di perbudak dengan upah yang tidak memadai dan banyak anak bangsa menangisi masa depannya di lemari rumahnya
Janganlah engaku hanya bisa tertawa saudaraku,bagian kita tlah tergadai di nusantara
Merka tlah merampok dan memperkosa titipan nenek moyang kita.
Apakah kita hanya diam saja,ketika orang tua kita terbaring lemah pesakitan dimana ketika rumah sakit mengabaikanya,merka hanya memikirkanm diri sendiri,merka buas hingga menjual martabat bangsa ini.
TKI di negeri arab dan malaysia digantunh dan di cambuk pemimpin bangsa menangis di altar televisi,kecengengannya terdengar ke tanah pertiwi merasakn aib yng dalam,dan janganlah enhaku jg menangis mendengar kabar ini,jauh di sumatra ratusan anak bangsa tergadai di tanah,nyawa melayang demi tanah yang terbeli di warisan nenek moyang.mereka di bantai saudara dengan laras panjang tp penguasa hanya diam dilkandangnya sperti babi,sibuik dengan cucunya.katakan kepada saudaramu yang nberdarah pancasila.tanamkan dalam dadamu pemberontakan agar pengorbanan hutagalung tidak sia sia menjengkali pemerintah kita.
Kita adalah sebarisan anak bangsa,baiknya kita bersihkan hati kita untuk keluar dari tempat tinggal dengan kain putih di lengan,kita nberontak a pada kejaliamnm dan ketidakpedulian penguasa....
Itu juga yang kusampaikan padanya
""Dengarkanlah dan camkanlah dengan hati yang bergelorta
Kita sdah melihat sendiri bagaimana bangsa ini tidak berjalan seperti yang kita harapkan
Pemerintah hanya punya dalih dengan kebijaksanaan yang selalu merugikanm rakyat
Bbm kembali di naikkan,pendidikan menjadi sperti barang impor,koruptor di sana sini
Keadilan bisa dijadikan sebuah lambang kejaliman ketidak berdayaan kita.
Kita melihat sendiri kerakusan para bangsa ini ketika koruptor yang merugikan rakyat triliunan hanya di penjarta tujuh tahun bahkan ada diantata mereka hingga sampai skrnhg tak tersentuh,aparat polisi sama rakus seperti serigala membunuh dan membanti siapa saja yang menjadi pengjadang tuannya,para buruh di perbudak dengan upah yang tidak memadai dan banyak anak bangsa menangisi masa depannya di lemari rumahnya
Janganlah engaku hanya bisa tertawa saudaraku,bagian kita tlah tergadai di nusantara
Merka tlah merampok dan memperkosa titipan nenek moyang kita.
Apakah kita hanya diam saja,ketika orang tua kita terbaring lemah pesakitan dimana ketika rumah sakit mengabaikanya,merka hanya memikirkanm diri sendiri,merka buas hingga menjual martabat bangsa ini.
TKI di negeri arab dan malaysia digantunh dan di cambuk pemimpin bangsa menangis di altar televisi,kecengengannya terdengar ke tanah pertiwi merasakn aib yng dalam,dan janganlah enhaku jg menangis mendengar kabar ini,jauh di sumatra ratusan anak bangsa tergadai di tanah,nyawa melayang demi tanah yang terbeli di warisan nenek moyang.mereka di bantai saudara dengan laras panjang tp penguasa hanya diam dilkandangnya sperti babi,sibuik dengan cucunya.katakan kepada saudaramu yang nberdarah pancasila.tanamkan dalam dadamu pemberontakan agar pengorbanan hutagalung tidak sia sia menjengkali pemerintah kita.
Kita adalah sebarisan anak bangsa,baiknya kita bersihkan hati kita untuk keluar dari tempat tinggal dengan kain putih di lengan,kita nberontak a pada kejaliamnm dan ketidakpedulian penguasa....
diana
Jam tiga sore di siantar plasa
Kurangkul kembali semangatku yng tlah pergi
Kekembalilkan kembali pengharapan itu di atas kepalaku
Masih adakah insiatif itu menghampiri..aku terjungkal di depan tahta
Gilaku tlah berdami dengan darahku...
Dirinya tersenyum di kejauhan
Kembali $mengombakkanku di tiang tak berujung
Secantik seperti kemarin
Luluhkanku kupernah mendekapmu...
Kurangkul kembali semangatku yng tlah pergi
Kekembalilkan kembali pengharapan itu di atas kepalaku
Masih adakah insiatif itu menghampiri..aku terjungkal di depan tahta
Gilaku tlah berdami dengan darahku...
Dirinya tersenyum di kejauhan
Kembali $mengombakkanku di tiang tak berujung
Secantik seperti kemarin
Luluhkanku kupernah mendekapmu...
Langganan:
Postingan (Atom)
