Senin, 24 Oktober 2011
negeri tercinta
dengan rasa haru aku hanya bisa tertawa menatap satu persatu kisah kisah yang tlah terlewati dan kini bersandar pada naungan sebiji harapan krna hari harapanku kurasakan bangkit kembali
banyak cerita yg ingin kusandarkan padam,u saudara tapi hati ini hanya bisa tertawa dalam keheningan malam tertidur dalam batu yang jayh dari tanah
seperti itunya hal aku
bernazar dan bernapas hanyalah sebuah cinta cinta yang bertepi dalam satu pemandangan ttg bangsa ini yang tlah diobrak abrik tangan tangan pemerintahan yg rakus dan tak bertuhan.kita lihat bagaimana negeri ini hanyalah bisa berharap dan menanti tetapi apakah yang kita tunggu tunggu akan datang,dan apakah kita hanya akan juga mendiam di sawah sawah berselimutkan ijasah yang hanya membeku di langit impian kita yg kosong dan apakah kita hanya bisa melihat merasakan seolah tak mahu tahu,pikirkanlah ini saudaraku
kita sudah di injak injak bahkan kita sdah tenggelam di samudera yang namanya juga tak terdaftar di ambangan daratan negeri ini,ketidak adilan para penguasa tlah memperkosa mimpi mimpi anak anak kita,ilhamkanlah dri kita ,kita adalah bagian yang terakhir yang terbuang di negeri sendiri kita bangkita untuk bertanya.kemanakah keadilan itukan di tegakkan?adakah terdengar pangeran dri bukit bukit,dari hutan rimba,samudra apakah ada ksatria dari hutan rimba untuk berlari menancapkan reformasi....
ada baiknya bersama sama ,mengorganisir kita yang didasari pancasila mengangkat bendera tegakkan keadilan dan kebenaran walau mentari enggan untuk menyinari kita kan selalu berada di depan menerjang kerakusan para pemnguasa. kita sdah melihat segalanya sudah berubah,mereka sepekat tlah meracuni anak bangsa dengan dalih keagungan para penguasa,yang kaya dan bangsawan tlah mempoerbudak kita di bawa bangkir bangkir dan finance finance yang tak kenal lelah dan malu memperkosa hak kita ,sebenarnya mereka meludahi dimana kepandaian mereka di jadikan tameng untuk menghakimi orng orang bodoh di negeri ini.kita sudah di jajah oleh kaum inteletual yang di prakarsai dari negeri kulit kuning,idealisme kita bergotong royang tlah dibuang jauh menjadi berkeping keping tak tersisa kita dijadikan seperti kaca yang di pecahkan terbagi bagi saling memfitnah,sdaling mencurigai yang dilandasi dengan individu individu yang langsung diangkut dri kaum borjuis.moral dan etika kita tidak lagi berlandaskan pada ketuhanan yang maha esa melainkan siapa yang kaya itulah tuan segalanya,kita melihat langsung bagaimana para milyunert di negeri ini dengan kesombongan mereka berdansa di altar alatr istana yang megah,mereka bernayayi bagaikan kerajaan abad pertengahan anggun dan mewah,mereka berlari sangat kencang dengan segala keangkuhan negerui ini para koruptor berdansa di tahanan para lelaki si hidung belang,mereka mereplika sandiwara bagaikan sinetron sinetron cinderella dimana para artis dan tokohnya adalah para perampok di negeri ini.senyapkah kita hanya bisa melihat para babi bai koruptor mencari celah untuk diampuni bukankah lebih baik mereka mati,malukah dirinya dengan segala kejahatannya...mereka berdansa saudara dan menikmati semuanya didinding dinding kemegahan hukum denagn kucing garongnya mahkamah konsitutusi yang bisa dibeli dengan selembar kain kafan
salam dari para manusia yang dimanapun saudara berada jika anda membaca apa yang menjadi idelogi dri pemikiran ini sama halnya dengan melihat kemunafikan segalanay yg mereka pertontonkan,koalisi partai,jebak jebakn,tuduh menuduh dan masalah swasembada partai hangat untuk di jual belikan dan aku juga mengapa para penyiar itu juga mempertontonkan semua itu apakah tidah baiknya mereka menyoroti kehidupan masyarakat dimana hingga kini selalu penuh dengan kesusahan.,pengangguran bertambah,pendidikan dan kesehatan berubah menjadi serigala mencekik kaum miskin.menjadi bijak bukanlah untuk menertawai pemikiran yang dilandasi pada acuan suatu metode yang tersirat menapaki sisa sisa dri kekalahan tetapi kita menawarkan sesuatu yang terhilang untuk datang kemabli dan menajdikan sesuatu yang datang itu untuk berarti karena semuanya apa yang ada bagi kaum muda yang intelek,berjiwa besar dan tertinggal bersamalah kita bergandengan tangan menerobos kezaliman para penguasa dengan kekuatan doa dan pastinya harapan,seperti halnya aku dan kamu kita adalah generasi yang langsung berdiri apa yang sepantas kita perjuangkan meskipun butuh pengorbanan marilah kita beranjak danmenapaki bahwa cukup sampai disini mereka mempertontonkan keangkuhan bangsa ini.semuanya adalah bagian yang terkecil,datar dan menyerupai suatu sentuhan tentang imajinasi kita untuk bersama dengan segala kelemahan dan keterbelakangan ,bahu membahu serta bergerak menjadi sebuah kekuatan yang dilandasi bhineka tunggal ika.kita mewujudkan demokrasi yang hakiki dan harga mati tentang HAM menegakkan keadilan dimanapun kita berada tanpa memandang keterbelakangan siapa yang membutuhkan pertolongan wajib di tolong tanpa mengaharapkan imbalan seperti halnya sebuah kemerdekaan yang tlah diraih para pahlwan kita baiknya kita juga menjadikan sebagian tubuh kita untuk berjuang kembali di negeri ini karena negeri ini kita sdah melihat sendiri ketika kebodohan mampu dibeli dengan kekuasaan dan memahkotai kebodohan menjadi penguasa,semua terbeli dan terpasung menghakimi kaum inteletual yg tlah menghabiskan waktu memikirkan bangsa ini dan menajdikan kita barisan para pengecut yang tercuil di negeri ini.
bangkit adalah harga mati ,dasarilah kalbu ini dengan pemberontakan dan kedamaian,menjadi bijak adalah sesuatu yang tertanam di dalam sanubari para generasi untuk melangkah lebih awal sebelum ayam berkokok dan mentari keluar dari istananya
teriakakanlah tentang jiwa jiwa yang bersembunyi di hutan hutan untuk kembali menjadi bagian dri sejarah mengambil peranan untuk menegakkan keadilan setinggi tingginya.
bangkitlah engkau saudaraku nagkitlah dengan segala kehormatan dan napas dunia
bergeraklah seperti ait di sungai sungai
seperti halnya engkau para anak negeri
hari ini dan selamanya waktu yang kita nanti
pakaikanlah jubahmu dengan keberanian dan pengorbanan
tawarkanlah takutmu dengan selaksa kemenangan
kejarlah mimpimu ke gunung gunung dan ke segala penjuru
teriakkanlah semangatmu di dinding ketuhananmu
sebab sampai kapanpun
kita akan terlahir dari tetek ibu
jadikanlah dirimu menjadi pemberontak untuk kemunafikan bangsa ini
karena pemberontakan ini adalah awal dri sebuah harapan
harapan yang ditawar dengan kematian
tidak dibeli
tidak korupsi dan di kasihani
merdekakanlah negeri ini dari para perampok yang berdasi putih
banyak cerita yg ingin kusandarkan padam,u saudara tapi hati ini hanya bisa tertawa dalam keheningan malam tertidur dalam batu yang jayh dari tanah
seperti itunya hal aku
bernazar dan bernapas hanyalah sebuah cinta cinta yang bertepi dalam satu pemandangan ttg bangsa ini yang tlah diobrak abrik tangan tangan pemerintahan yg rakus dan tak bertuhan.kita lihat bagaimana negeri ini hanyalah bisa berharap dan menanti tetapi apakah yang kita tunggu tunggu akan datang,dan apakah kita hanya akan juga mendiam di sawah sawah berselimutkan ijasah yang hanya membeku di langit impian kita yg kosong dan apakah kita hanya bisa melihat merasakan seolah tak mahu tahu,pikirkanlah ini saudaraku
kita sudah di injak injak bahkan kita sdah tenggelam di samudera yang namanya juga tak terdaftar di ambangan daratan negeri ini,ketidak adilan para penguasa tlah memperkosa mimpi mimpi anak anak kita,ilhamkanlah dri kita ,kita adalah bagian yang terakhir yang terbuang di negeri sendiri kita bangkita untuk bertanya.kemanakah keadilan itukan di tegakkan?adakah terdengar pangeran dri bukit bukit,dari hutan rimba,samudra apakah ada ksatria dari hutan rimba untuk berlari menancapkan reformasi....
ada baiknya bersama sama ,mengorganisir kita yang didasari pancasila mengangkat bendera tegakkan keadilan dan kebenaran walau mentari enggan untuk menyinari kita kan selalu berada di depan menerjang kerakusan para pemnguasa. kita sdah melihat segalanya sudah berubah,mereka sepekat tlah meracuni anak bangsa dengan dalih keagungan para penguasa,yang kaya dan bangsawan tlah mempoerbudak kita di bawa bangkir bangkir dan finance finance yang tak kenal lelah dan malu memperkosa hak kita ,sebenarnya mereka meludahi dimana kepandaian mereka di jadikan tameng untuk menghakimi orng orang bodoh di negeri ini.kita sudah di jajah oleh kaum inteletual yang di prakarsai dari negeri kulit kuning,idealisme kita bergotong royang tlah dibuang jauh menjadi berkeping keping tak tersisa kita dijadikan seperti kaca yang di pecahkan terbagi bagi saling memfitnah,sdaling mencurigai yang dilandasi dengan individu individu yang langsung diangkut dri kaum borjuis.moral dan etika kita tidak lagi berlandaskan pada ketuhanan yang maha esa melainkan siapa yang kaya itulah tuan segalanya,kita melihat langsung bagaimana para milyunert di negeri ini dengan kesombongan mereka berdansa di altar alatr istana yang megah,mereka bernayayi bagaikan kerajaan abad pertengahan anggun dan mewah,mereka berlari sangat kencang dengan segala keangkuhan negerui ini para koruptor berdansa di tahanan para lelaki si hidung belang,mereka mereplika sandiwara bagaikan sinetron sinetron cinderella dimana para artis dan tokohnya adalah para perampok di negeri ini.senyapkah kita hanya bisa melihat para babi bai koruptor mencari celah untuk diampuni bukankah lebih baik mereka mati,malukah dirinya dengan segala kejahatannya...mereka berdansa saudara dan menikmati semuanya didinding dinding kemegahan hukum denagn kucing garongnya mahkamah konsitutusi yang bisa dibeli dengan selembar kain kafan
salam dari para manusia yang dimanapun saudara berada jika anda membaca apa yang menjadi idelogi dri pemikiran ini sama halnya dengan melihat kemunafikan segalanay yg mereka pertontonkan,koalisi partai,jebak jebakn,tuduh menuduh dan masalah swasembada partai hangat untuk di jual belikan dan aku juga mengapa para penyiar itu juga mempertontonkan semua itu apakah tidah baiknya mereka menyoroti kehidupan masyarakat dimana hingga kini selalu penuh dengan kesusahan.,pengangguran bertambah,pendidikan dan kesehatan berubah menjadi serigala mencekik kaum miskin.menjadi bijak bukanlah untuk menertawai pemikiran yang dilandasi pada acuan suatu metode yang tersirat menapaki sisa sisa dri kekalahan tetapi kita menawarkan sesuatu yang terhilang untuk datang kemabli dan menajdikan sesuatu yang datang itu untuk berarti karena semuanya apa yang ada bagi kaum muda yang intelek,berjiwa besar dan tertinggal bersamalah kita bergandengan tangan menerobos kezaliman para penguasa dengan kekuatan doa dan pastinya harapan,seperti halnya aku dan kamu kita adalah generasi yang langsung berdiri apa yang sepantas kita perjuangkan meskipun butuh pengorbanan marilah kita beranjak danmenapaki bahwa cukup sampai disini mereka mempertontonkan keangkuhan bangsa ini.semuanya adalah bagian yang terkecil,datar dan menyerupai suatu sentuhan tentang imajinasi kita untuk bersama dengan segala kelemahan dan keterbelakangan ,bahu membahu serta bergerak menjadi sebuah kekuatan yang dilandasi bhineka tunggal ika.kita mewujudkan demokrasi yang hakiki dan harga mati tentang HAM menegakkan keadilan dimanapun kita berada tanpa memandang keterbelakangan siapa yang membutuhkan pertolongan wajib di tolong tanpa mengaharapkan imbalan seperti halnya sebuah kemerdekaan yang tlah diraih para pahlwan kita baiknya kita juga menjadikan sebagian tubuh kita untuk berjuang kembali di negeri ini karena negeri ini kita sdah melihat sendiri ketika kebodohan mampu dibeli dengan kekuasaan dan memahkotai kebodohan menjadi penguasa,semua terbeli dan terpasung menghakimi kaum inteletual yg tlah menghabiskan waktu memikirkan bangsa ini dan menajdikan kita barisan para pengecut yang tercuil di negeri ini.
bangkit adalah harga mati ,dasarilah kalbu ini dengan pemberontakan dan kedamaian,menjadi bijak adalah sesuatu yang tertanam di dalam sanubari para generasi untuk melangkah lebih awal sebelum ayam berkokok dan mentari keluar dari istananya
teriakakanlah tentang jiwa jiwa yang bersembunyi di hutan hutan untuk kembali menjadi bagian dri sejarah mengambil peranan untuk menegakkan keadilan setinggi tingginya.
bangkitlah engkau saudaraku nagkitlah dengan segala kehormatan dan napas dunia
bergeraklah seperti ait di sungai sungai
seperti halnya engkau para anak negeri
hari ini dan selamanya waktu yang kita nanti
pakaikanlah jubahmu dengan keberanian dan pengorbanan
tawarkanlah takutmu dengan selaksa kemenangan
kejarlah mimpimu ke gunung gunung dan ke segala penjuru
teriakkanlah semangatmu di dinding ketuhananmu
sebab sampai kapanpun
kita akan terlahir dari tetek ibu
jadikanlah dirimu menjadi pemberontak untuk kemunafikan bangsa ini
karena pemberontakan ini adalah awal dri sebuah harapan
harapan yang ditawar dengan kematian
tidak dibeli
tidak korupsi dan di kasihani
merdekakanlah negeri ini dari para perampok yang berdasi putih
Jumat, 21 Oktober 2011
negeri terasing di dadaku
Jauh kulambai lambai sebuah berita
Kutautkan pada sebuah ketakutanku
Tahukah dirinya
Kusimpan. Sebuah rahasia
Waktupun berlalu seperti khalifah
Dipanggil dia membuang mata
Kutriak dia berlari tanpa suara
Dengarkah dirinya
Interigtas bangsa di pertanyakan
Presidennya hanya menggonggong
Mentrinya sperti bola sepak
Diganti ganti
Mengubah cerita
Reshufle kembali berkumandang
Bodohkah yg di sanayan
Atau binatang kah mereka yng berdentang
atau aku yg jalang mempertanyakan gugatan yg terbuang
Kusam wajah para jelata
Tangis bayi di pom bensin
Wanita tua bertelanjang dada
Terselip di akhir cerita
Situan adil bijaksana
Tebar senyum di televisi
Dia adalah arjuna dri cikeas
Terkutuk di tangan para koruptor
Century terlahir dan pergi
Hanya sebentar tp tak bertepi
Blt menjadi singa
Banyak nyawa tergadai di pintu surga
Mengangkangi terbang garuda
Enggan hinggap di tanah pertiwi
FPI menjadi hakim baru
Tak terjamah dan tak kenal takut
Kebenaran di tegakkan dengan kekerasan
Surban putih jd taruhan
Akahkah semuanya terpampang
Di dinding situan penuh kesombongan
Gayus berlari dri kegelapan
Bagai hantu menyerupai manusia
Membeli siapa saja yg bisa di beli
di atas sajadah selimut kemunafikan akan dosa kita terselubung bagaikan waktu yang berdentang
kata katanya terdengar jauh ke negeri para pengecut untuk bangkit saja sangat riskan untuk berlari
kita dikalahkan oleh keraguan yang mendalam
terdampar pada sejuta beban yang tertancap di tanah
kita hanya bisa berharap pada hati mulia
menanti datangnya sang adil
menanti dtangnya sang bijaksana
hanya kita bisa terasing di negerio sendiri
Kutautkan pada sebuah ketakutanku
Tahukah dirinya
Kusimpan. Sebuah rahasia
Waktupun berlalu seperti khalifah
Dipanggil dia membuang mata
Kutriak dia berlari tanpa suara
Dengarkah dirinya
Interigtas bangsa di pertanyakan
Presidennya hanya menggonggong
Mentrinya sperti bola sepak
Diganti ganti
Mengubah cerita
Reshufle kembali berkumandang
Bodohkah yg di sanayan
Atau binatang kah mereka yng berdentang
atau aku yg jalang mempertanyakan gugatan yg terbuang
Kusam wajah para jelata
Tangis bayi di pom bensin
Wanita tua bertelanjang dada
Terselip di akhir cerita
Situan adil bijaksana
Tebar senyum di televisi
Dia adalah arjuna dri cikeas
Terkutuk di tangan para koruptor
Century terlahir dan pergi
Hanya sebentar tp tak bertepi
Blt menjadi singa
Banyak nyawa tergadai di pintu surga
Mengangkangi terbang garuda
Enggan hinggap di tanah pertiwi
FPI menjadi hakim baru
Tak terjamah dan tak kenal takut
Kebenaran di tegakkan dengan kekerasan
Surban putih jd taruhan
Akahkah semuanya terpampang
Di dinding situan penuh kesombongan
Gayus berlari dri kegelapan
Bagai hantu menyerupai manusia
Membeli siapa saja yg bisa di beli
di atas sajadah selimut kemunafikan akan dosa kita terselubung bagaikan waktu yang berdentang
kata katanya terdengar jauh ke negeri para pengecut untuk bangkit saja sangat riskan untuk berlari
kita dikalahkan oleh keraguan yang mendalam
terdampar pada sejuta beban yang tertancap di tanah
kita hanya bisa berharap pada hati mulia
menanti datangnya sang adil
menanti dtangnya sang bijaksana
hanya kita bisa terasing di negerio sendiri
mati
Kepadanya kupanjatkan sebuah doa
Doa yang terbungkus dlam kain kafan
Mengapa kita tertawa
Dalam derap langkah. Hitam dunia
Sepertinya waktuku untuk menunggu
Hening tak lagi bernyanyi
Doa yang terbungkus dlam kain kafan
Mengapa kita tertawa
Dalam derap langkah. Hitam dunia
Sepertinya waktuku untuk menunggu
Hening tak lagi bernyanyi
pemberontakan
Aku bkan chairil anwar dan ak bkan jg wr rendra
Ak adalah anak siantar yg punya mimpi seperti merka
Mulutku adalah syair dan pikiranku adalah pemberontakan
Ak adalah sejarah yg terlupakan mencoba untuk bangkit
Mengingatkan kita akan sepenggal kisah tragedi
Ketika kita di pertanyakan anak bangsa
Sedetik kata menyongsong mentari
Waktu itu jg lukiskan kesombongan ketika mimpiku bertabrakan dengan kisahku
Aku dibesarkan di tetek ibuku yg serba kekurangan
Ak di timang seorang lelaki yang perkasa
Bagiku dia adalah perjuanganku
Mengabadikan namanya di barisan terhormat yg kusanjung
Ak adalah manusia yg pernah kalah
Puisi adalah napasku
Ak tertanam dlam kehidupan terjerat para sarjana terbeli
Aku hanya tamat sma
Tp didadaku adalah replika perjuanganku yg tiada henti
Aku berjuang di barisan depan
Menggempur lawan lawanku dengan ingatan yg cemerlang
Seperti sang pemikir seperti itu jgalah aku
Ak berjalan sperti hantu hingga si anak emas kuatirkanku
Dendamnya mengutukiku di telapak tangan orang tuanya
Hingga fajar pun tak lagi seindah yg dlu
Ak simiskin dri siantar menunggu mati
Tenggelam dalam kehampaan sebuah pertanyaan
Bangkitpun aku enggan
Krna kata katanya tlah memerah
Membunuhku dgn ganasnya
Idealismeku terapung di samudra biru
Ak adalah sebuah lukisan perjuangan
Ak bangkit dari yg mati hidup kembali
Ketika pikiran bernyanyi dengan perjalanan
Mimpi itupun pergi seiring senyum mentari
Disini ak berani bernyanyi lebih berani
karna hidup hanya sekali
Terbeli dan tergadai
Takdirpun gentar menawanku
Hitam langkahku gentarkan semua lawanku
Ak anjing dri kegelapan itu yg kutahu namaku
Siapa saja aku hentakkan bertmu dgn pencipta
Semuanya terdiam seperti halilintar
Menerjang kebaikan dan kebenaran
Menyeret kesombongan pada siku kepahlawanan
Biarlah tuhan menjadi hakim dlm dosaku
Aku adalah serigala dri siantar
Aku bermimpi tentang hal pertapa
Membantu anak bangsa menjadi bijak
menaburi tanah dengan benih
Bekerja dengan cinta
Berjalan dengan bergandengan
Hingga akupun terjatuh dlam pengasingan
Aku adalah puisi
Puisiku hanya bisa tertawa
Beban langkah terasa terzalimi
Ternoda dlm sehimpit keruangan kesombongan
Darah mengalir dlm dekapan
Penuh noda dan dosa
Mati adalah akhirnya
Terpasung dlm hidup pemberontakan
Ak adalah anak siantar yg punya mimpi seperti merka
Mulutku adalah syair dan pikiranku adalah pemberontakan
Ak adalah sejarah yg terlupakan mencoba untuk bangkit
Mengingatkan kita akan sepenggal kisah tragedi
Ketika kita di pertanyakan anak bangsa
Sedetik kata menyongsong mentari
Waktu itu jg lukiskan kesombongan ketika mimpiku bertabrakan dengan kisahku
Aku dibesarkan di tetek ibuku yg serba kekurangan
Ak di timang seorang lelaki yang perkasa
Bagiku dia adalah perjuanganku
Mengabadikan namanya di barisan terhormat yg kusanjung
Ak adalah manusia yg pernah kalah
Puisi adalah napasku
Ak tertanam dlam kehidupan terjerat para sarjana terbeli
Aku hanya tamat sma
Tp didadaku adalah replika perjuanganku yg tiada henti
Aku berjuang di barisan depan
Menggempur lawan lawanku dengan ingatan yg cemerlang
Seperti sang pemikir seperti itu jgalah aku
Ak berjalan sperti hantu hingga si anak emas kuatirkanku
Dendamnya mengutukiku di telapak tangan orang tuanya
Hingga fajar pun tak lagi seindah yg dlu
Ak simiskin dri siantar menunggu mati
Tenggelam dalam kehampaan sebuah pertanyaan
Bangkitpun aku enggan
Krna kata katanya tlah memerah
Membunuhku dgn ganasnya
Idealismeku terapung di samudra biru
Ak adalah sebuah lukisan perjuangan
Ak bangkit dari yg mati hidup kembali
Ketika pikiran bernyanyi dengan perjalanan
Mimpi itupun pergi seiring senyum mentari
Disini ak berani bernyanyi lebih berani
karna hidup hanya sekali
Terbeli dan tergadai
Takdirpun gentar menawanku
Hitam langkahku gentarkan semua lawanku
Ak anjing dri kegelapan itu yg kutahu namaku
Siapa saja aku hentakkan bertmu dgn pencipta
Semuanya terdiam seperti halilintar
Menerjang kebaikan dan kebenaran
Menyeret kesombongan pada siku kepahlawanan
Biarlah tuhan menjadi hakim dlm dosaku
Aku adalah serigala dri siantar
Aku bermimpi tentang hal pertapa
Membantu anak bangsa menjadi bijak
menaburi tanah dengan benih
Bekerja dengan cinta
Berjalan dengan bergandengan
Hingga akupun terjatuh dlam pengasingan
Aku adalah puisi
Puisiku hanya bisa tertawa
Beban langkah terasa terzalimi
Ternoda dlm sehimpit keruangan kesombongan
Darah mengalir dlm dekapan
Penuh noda dan dosa
Mati adalah akhirnya
Terpasung dlm hidup pemberontakan
mimpi dr kemiskinan
Kemiskinan ini adalah awal dr sbuah penantian
Penantian yg dtng tak mnghmpiri
Rasa kecewa terbungkus dlam kubangan sawah
Menanti tua dibalik senja
Kita terpenjara dalam kubangan pengharapan
Seperti awan kupernah melukis mimpi
Ada mimpi yang harus kita raih
Ada perjuangan di atas kepala
Menyapa sauadar kita berangkat ke pacuan
Hidup adalah sebuah perjalana
Tp perjalanan kah jika izasah kering di lemari
Membisu sperti orang gila
Mengutuki prestasi dihamparan ilalang
Ilalangpun hanya bisa tersenyum
ada sarjana gila terhilang
Dicaci mentari
Malamnya digilir bintang diinjak debu
Kita hanya bisa
Waktukan berdendang
Semua hanya terkapar tak berdaya
Hidup adalah waktu ygkan pergi
Jejakkan kaki di hamparan para nafdu situan pintar
Jejali kita tentang indahnya surga
Kita berhasrat meraih sebuah kata kata
Kata apa yg akan kita sampaikan
Agar meraka tahu
Jgan jalimi kami kekuasaan yang di perintah oleh kemenangan
Dimana kemenangan yg di dasari kekuatan materi dan nepotisme
Tp berikanlah kami harapan utk berjuang kembali
Krna hri ini adalah hari untuk kami
Terlahir dri kemiskinan,kekalahan,terpinggirkan dan yg tlah mati
Berikanlah kami awal dri sebuah kemenangan
kemenangan yg kami raih dri otak dan prestasi
aliri kami dengan tanggung jawab seamplop dengan kejujuran
lihatlah dan katakanlah kita hanyalah ilalang kecil yang ingin di goyang angin
bermimpilah anak bangsa hingga mimpimu itu membunuhmu dengan segala kebodohan
Penantian yg dtng tak mnghmpiri
Rasa kecewa terbungkus dlam kubangan sawah
Menanti tua dibalik senja
Kita terpenjara dalam kubangan pengharapan
Seperti awan kupernah melukis mimpi
Ada mimpi yang harus kita raih
Ada perjuangan di atas kepala
Menyapa sauadar kita berangkat ke pacuan
Hidup adalah sebuah perjalana
Tp perjalanan kah jika izasah kering di lemari
Membisu sperti orang gila
Mengutuki prestasi dihamparan ilalang
Ilalangpun hanya bisa tersenyum
ada sarjana gila terhilang
Dicaci mentari
Malamnya digilir bintang diinjak debu
Kita hanya bisa
Waktukan berdendang
Semua hanya terkapar tak berdaya
Hidup adalah waktu ygkan pergi
Jejakkan kaki di hamparan para nafdu situan pintar
Jejali kita tentang indahnya surga
Kita berhasrat meraih sebuah kata kata
Kata apa yg akan kita sampaikan
Agar meraka tahu
Jgan jalimi kami kekuasaan yang di perintah oleh kemenangan
Dimana kemenangan yg di dasari kekuatan materi dan nepotisme
Tp berikanlah kami harapan utk berjuang kembali
Krna hri ini adalah hari untuk kami
Terlahir dri kemiskinan,kekalahan,terpinggirkan dan yg tlah mati
Berikanlah kami awal dri sebuah kemenangan
kemenangan yg kami raih dri otak dan prestasi
aliri kami dengan tanggung jawab seamplop dengan kejujuran
lihatlah dan katakanlah kita hanyalah ilalang kecil yang ingin di goyang angin
bermimpilah anak bangsa hingga mimpimu itu membunuhmu dengan segala kebodohan
Selasa, 18 Oktober 2011
mawar dri hati yang dalam
dsisni ada cerita yang mengalir
satu persatu kurangkai menjadi sebuah syair
rindu yang datang masih seperti dulu mengagumimu tanpa engkau pun tahu
malu..
iwa ini terasa lugu
jantung berdebar bagaikan tsunami menerjang pertahanaan kejantananku
aku mati saat dekat denganmu
pecah pikiranku tlah teracuni bijaksanamu
wibawaku seakan pergi entah kemana
jauh jauh dan enggan untuk kembali
inikah cinta wahai dewi
inikah sinaran kehidupan itu
memukul mukul otakku untuk berdiri bangkit tersenyum
memacu otakku untuk tak tahu malu
membongkar tulangku untuk menyambut senyumnya
ada cinta terindah
terdiamku dihamparan para sang pemikir
memikirkanmu adalah hal terindah untukku
berhari hari bahkan tlah mengisi waktuku
dirimu bagai hantu dipusara hati
apakah cintakukan bersemi
hanya inikah yang bisa kunanti
cintaku tlah memperkosa bathinku
satu persatu kurangkai menjadi sebuah syair
rindu yang datang masih seperti dulu mengagumimu tanpa engkau pun tahu
malu..
iwa ini terasa lugu
jantung berdebar bagaikan tsunami menerjang pertahanaan kejantananku
aku mati saat dekat denganmu
pecah pikiranku tlah teracuni bijaksanamu
wibawaku seakan pergi entah kemana
jauh jauh dan enggan untuk kembali
inikah cinta wahai dewi
inikah sinaran kehidupan itu
memukul mukul otakku untuk berdiri bangkit tersenyum
memacu otakku untuk tak tahu malu
membongkar tulangku untuk menyambut senyumnya
ada cinta terindah
terdiamku dihamparan para sang pemikir
memikirkanmu adalah hal terindah untukku
berhari hari bahkan tlah mengisi waktuku
dirimu bagai hantu dipusara hati
apakah cintakukan bersemi
hanya inikah yang bisa kunanti
cintaku tlah memperkosa bathinku
Langganan:
Postingan (Atom)
