Minggu, 11 September 2011

sang pelacur

engkau hanya seorang pelacur
bagiku engkau hanyalah lukisan dalam kemalasanku
tak mengerti dan tak semudah itu engkau hanya pergi
campakkan semua janji yg pernah kubuang
tak bertepi

engkau hanya pembawa sial bagiku'satu persatu mimpiku
terbawa jalan hidupku tentang senyummu
dan engkau tahu
engkau membuangnya dengan sekejap saja
sangat bergarga bagiku tapi kutahu siapakah diriku
aku tak sehebat si cina dari negeri kecil
aku tak sehebat si melayu simalas
aku hanya anak indonesia yang punya cinta
dan semuanya hanya tulus kuberikan untukmu
pelacur.........

teriakkanlah pada dunia malam
tertawalah pada situan kecilmu
mandikanlah tubuhmu di bawah sang rembulan
berikanlah kepuasa yang menikmati tubuhmu
jika ada dusta hanya sesaat
tawarkan dunia dengan pelukan si gadis malas
jejalilah tubuhmu dengan lafal allah
bukankah hidup ini butuh perjuangan
dan kemalasanmu tergadai bak emas dan permata
mandiukan dosa dengan arungan napasmu
monyetpun tergoda menjilat tubuhmu....


wahai pelacur
bukankah engkau pelacur
poelacur malam dengan mimpi dan takdirnya
menjengkal negeri dengan tetes airmata
demi cinta dipertanyakan di hakim hakim
siapakah sang pendosa?
apakah kita yang belajar berdoa
atau kita kumpulan si peci putih
tanyakanlah kepada para khalifah
demi cinta kita bertaruing dengan sang pencipta
kita tukar raga demi kebebasan semata
begitulahkita
dan menanti sang pengghakim yang bijaksana
kita hanyalah sebarisan para manusia laknat

pelacur................
hanya seorang pelacur...........

untukmu sby

Sabtu, 10 September 2011

bintang

bintang itu tak lagi bisa untuk bersinar
karena angkuhnya tlah terjebak di langit putih
ada sesuatu masa lalu mengubur mimpinya
hingga dirinya enggan untuk bercerita
baiknya kita menjadi seusatu yang sangat di benci daripada kuta mempertaruhkan yang tak ada menjadi ada
lakukanlah sekarang menjadi sebuah inspirasi
bagi orang orang yang perlu bagi anda

tragedi

terdiam diantara seribu kisah yang menanti
engkau hadir dengan sejuta tawa
engkau basuh lukaku dengan cerita kehidupan
bangkitkan aku untuk kembali berdiri
bijk hatimu membuatku bangga
berlari menyongsong dengan sebuah harapan
kembali berdiri menjaid penantang
bangkitkan para penyair kembali di pikiranku
lahirkan semangatku yang tlah lama mati
hentakan mulutku untuk berbicara seperti meriam di masa perang
menantang situan rasul berjas surban berjenggot
putih
menantang pemikiran situan nabi nabi
yang meletakkan di keadilan di kandang babi
idealisme negeri diganti dengan imperialisme kesombongan
agamis di jadikan sebuah kekuatan keserakahan
propaganda untuk saling menjebak
menghasut kebaikan menjadi pemberontakan
melahirkan para penghianat di negeri ini
merongrong pancasila dengan buatan mereka


kekesihku terdengarkah aku kembali menyapa
terdengarkah jiwa ini kembali terjatuh
benar adanya aku berbicara dengan lantangnya
tpi mereka bribu ribu banyaknya
sedangkan aku
aku hanya sendiri
tak ada yang mengert apa yang aku perjuangkan
karena otak mereka tlah tersisi ajaran ajaran sejarah
kemunafikan mereka tlah terisi penuh
hingga kebaikan tak ada tempat bagi mereka
mereka serentak meludahi aku
menendang bahkan menarik narik aku
bahkan ada juga teriakin aku untuk disalibkan

keksihku
cantikmu laksana sang rembulan
aku tlah kembali menelan kepahitan hidup[ ini
biarkanlah aku disini bersama dengan dentakan jantungku
kerna ,mati mungkin penawarnya bagiku

mengagumimu

menatap indah senyummu dibawah bodohku mengagumimu tanpa engkaupun tahu
hanya sedetik kupejamkan mata mengenangmu di hamparan rindu yang dalam
terlahir sebuah ide di khatuslistiwa membenamkan mataku menyebut namamu
bahagiaku seakan menghampiri relung hati penyendiri tertawankan cintamu
adacinta yang mengalir seperti aroma bunga seroja
menghiasai setiap jengkal langkahku
ada cinta segudang rasa
ada tertanam cinta yang menyapa
cinta ini sedikit hanya tersipu
waktukan merangkai seiring sang pengecut
mengagumimu tanpa ijinmu
hanya itu yang kubisa

Jumat, 09 September 2011

cemburu

Jelaskan padaku jangan hanya membisu
Uraikanlah dengan kebencian jika masih ada cinta
Rahasiamu jgnlah menjadi senjata pemusnah
Selagi waktu hanya menjadi saksi
Tawarkanlah nafsu cintaku dengan ratapan sedihmu
Buanglah jauh semua cintamu sebelum aku terjungkal
Berdiri layaknya sang pengecut
Kemanakah cinta ini bertautan
Adakah cintamu yg tulus putih itu memerah
Terdampar di tepian pantai lelaki bijaksana
Cintamu tak lagi seperti senyum mentari

risahlah hati

tiada kata yang indah terbawa dalam sebuah makna
Tiada cinta yang hilang di dalam sebuah tanya
Biarkanlah sepi menjelma menjadi tawanan
Menuntun waktu terbeli mimpi di hamparan kekeringamn sawah petani
Terdiam sendiri pandangi langit
Kita beranjak dan berdiri
Berlari lari dengan nafsu sorgawi

Erangan malam mengisi sejuta rindu
Terdampar di haluan tanah yg datar
Bisikan bisikan kelaparan sangat kelas menggema
Teriakan keganasan meledak ledak
Kawahnya hadirkan sejuta dendam
Meneriakin siapa saja yglemah
Bagai hantu menjelma memotonh nadi
Terlihat jelas bahkan nampak nyata
Satu satu anak bangsa menutup mata
Beramai ramai menanti disembelih
Biarkanlah kita hanya meratapi
Begitu banyak bahkan terlewatkan
Ada berkumandang suara azan
Membelai rambut lembut segarkan sejenak
Lalu tertawa dalam kebohongan belaka

Jika kita hanyalah penuh rasa
Ada bahasa menjelma menjadi harapan
Sejenak kita renungkan wahai saudara
Hentikan langkah waktu sombongnua penguasa kezaliman
Terdiam diam bagai angin
Siapakah kita yang berjalan bersama
Dihamparan waktu kita satu tujuan
Bersama membangun negeri....