Selasa, 23 Agustus 2011

ada

Ada kata terlahir dr sbuah tanya
Ada jiwa yang mati di hamparan tepian ke kalahan
Berlari riak di tepian kegelisaan
Siapakah ak yang berlalu seperti angin

ada

Ada kata terlahir dr sbuah tanya
Ada jiwa yang mati di hamparan tepian ke kalahan
Berlari riak di tepian kegelisaan
Siapakah ak yang berlalu seperti angin

Kamis, 18 Agustus 2011

Di manakah sang pujangga
Adakah sang garuda akan datang
Terlihatkah hentakan langkah sang penguasa
Diambang kemayoran hampa terasa
Kemerdekaan hanya bagian dri sbuah tanya
Dimakan senja sebelum mentari tertidur
Tujuh belasan hanya seperti kentut tertawa

Senin, 01 Agustus 2011

risah

hentaian angin malam meneriaki ku dengan seribuan fajar menyingsing
terlalu riuh aku melambai pada suatu akhir cerita
diam hanya bisa aku lakukan bersanding dengan segala risau hati
biarkanlah waktu menjadi saksi kisahku
kumelambai lambai riak menyapa weajah wajah terhormat
kuberharap fajarkan menyingsing laksana kicauan burung bernyanyi
damaikan gemuruh bijaknya nafasku mengalir seperti air terjun niagara
genderang perang tlah bertabuh di pelupuk mata
siap tempur adalah hakikatnya siapakah kita yang bertarung di angkuhnya malam
pernahkah kita teringati di hamparan sawah desa.....

Sabtu, 16 Juli 2011

Hanya pengecut yang pernah menjadi kalah
Tp orang kalah yang bisa sekali menjadi pengecut
Berani mati adalah akhlaknya
Demi indonesia ragapun di berikan

Minggu, 26 Juni 2011

hitam langit

kita hanyalah sebagian dri sebuah keserakahan
menjelma menjadi sebuah malapetaka
perih mendera bak senjata dalam kantung
merampas dengan bijaksana hingga fajar menyapa kita tetap tak berubah
darah yang mengalir warnanya tak merah lagi
sepertinya tanah tlah mengutuk setiap jengkal kematian
bangkit berdiri mentari tlah menjauh
berlatri menyapa sang bulan tlah tertidur
terbang ke awan sang langit pun diam tanpa kata
hanya tersirat wajah wajah tak bersahabat
cacian,makian dan tamparan

Selasa, 21 Juni 2011

kita hanya bisa bertanya

erangan sebuah penderitaan dihamparan langit kamarku
terbayangkan indah sebuah kisah
menantang setiap jengkal tanah harapan
keadilan menderu seoerti suara sirine perang
kita dizaLIMI TAK BERDAYA
napas napas ilahi berdiri menantang tapi terjatuh di sombongnya tamparan sang angin
kita dikalahkan oleh kejamnya hidup ini
tak berdaya tapi tak mengapa
siapakah musuh terbesar kita
haruskah kita hanya bertanya..
diamkah kita sebijak sang senja
kalah kita ditepian lautan
kita terkurung tak berdaya
pikirannya di perkosa oleh penguasa kota
kita hanya bisa bertanya........