cinta membnuhku diantara dua simpang waktu yang berbeda
mencintaimu adalah akhir sebuah perjuangan
langit bertahta seiring gelombang sang waktu
menertawai di sepanjang jalan kehidupan
tawarkan segudang jiwa yang hilang
kemanakah sang waktu kan terbang
adakah cinta inikan abadi
ataukah cinta ini persis seperti sang debu
hilang di persimpangan jalan
kembangkanlah sayapmu wahai sang pecinta
kita ditakdirkan untuk menjaDI PENCINTA
Selasa, 21 Juni 2011
Senin, 09 Mei 2011
sahabat
sahabat.......
diam penamu terdiam diatas mejamu
kemanakah langkahmu pergi di kala mentari tertidur
adakah seuntai sebuah idealisme tentang sebuah tanggung jawabmu
engkau pikulkah kemana harapan anak negeri..
kudengar kemarin
tawamu memecah di barisan dendang lagu komunis
kencang bermatraikan keserakahan
pengecut menari nari dihadapan sang borjuis
diam penamu terdiam diatas mejamu
kemanakah langkahmu pergi di kala mentari tertidur
adakah seuntai sebuah idealisme tentang sebuah tanggung jawabmu
engkau pikulkah kemana harapan anak negeri..
kudengar kemarin
tawamu memecah di barisan dendang lagu komunis
kencang bermatraikan keserakahan
pengecut menari nari dihadapan sang borjuis
tak diam
tak diam...
jangan engkau membisu
beranjaklah dan berjuanglah
mentari talah kembali
kalahkan mereka dengan untaian kata katamu
ceritakanlah pada mereka
kemanakan keadilan itu pergi.........
jangan engkau membisu
beranjaklah dan berjuanglah
mentari talah kembali
kalahkan mereka dengan untaian kata katamu
ceritakanlah pada mereka
kemanakan keadilan itu pergi.........
nyanyian rindu
kemarau tlahberanjakmeninggalkansebuah penggalankisahlama
terhimpit dikala rindu berjuang diatas para kekalahan
ternyata ada cinta yang terdiam di altar para manuisakalah
lama detak gendang bersua dalan untaian lagu lagu
nyanyian itu kembali membuka pikiran tentang sebuah perjanjian
menjelma menjadi hukuman para penderma
terseok tersisih dalamkubangan sang waktu
siapakah kita....
ada cerita terlahir dari sebuah keserakan
ada waktu yang tlah pergi tanpa ada sebuah harapan
tersising nyanyian sang fajar
mendekap sang bulan di untaian seribu puisi puisi cinta
hanya bisa mengarang dan merangkai
apakah cinta kan kembali seperti indahnya sang memtari.....
sang pncerah darti timur
dalamkeheningan malam terdiam aku hanya mampu tersenyum
tertawa di sebuah perjalanan cinta yuang tertidur di bawahbantal
menawan wajahnya dengan nyanyian kekalahan
dimanakah dirimu oohhh..sang perawan
dengarkah drimu nyanyian rinduku
apakah suaramu juga merindukan desahan kata kata indah
merangkai menyelimuti sajadah hidupmu yang panjang
mentarikan menjadi kumbang
dan akukan menjadi tawanan dalam setiap detik hidupmu
terhimpit dikala rindu berjuang diatas para kekalahan
ternyata ada cinta yang terdiam di altar para manuisakalah
lama detak gendang bersua dalan untaian lagu lagu
nyanyian itu kembali membuka pikiran tentang sebuah perjanjian
menjelma menjadi hukuman para penderma
terseok tersisih dalamkubangan sang waktu
siapakah kita....
ada cerita terlahir dari sebuah keserakan
ada waktu yang tlah pergi tanpa ada sebuah harapan
tersising nyanyian sang fajar
mendekap sang bulan di untaian seribu puisi puisi cinta
hanya bisa mengarang dan merangkai
apakah cinta kan kembali seperti indahnya sang memtari.....
sang pncerah darti timur
dalamkeheningan malam terdiam aku hanya mampu tersenyum
tertawa di sebuah perjalanan cinta yuang tertidur di bawahbantal
menawan wajahnya dengan nyanyian kekalahan
dimanakah dirimu oohhh..sang perawan
dengarkah drimu nyanyian rinduku
apakah suaramu juga merindukan desahan kata kata indah
merangkai menyelimuti sajadah hidupmu yang panjang
mentarikan menjadi kumbang
dan akukan menjadi tawanan dalam setiap detik hidupmu
Selasa, 03 Mei 2011
harapan
setiap detik adalah sebuah harapan
sebuah harapan mungkinkah sebuah kemenangan
jiwa yang mati tak lagi sedamai indah mentari
membusuk di liang kezaliman bangsa ini
ketika kekalahan bersandar pada manuisa lemah
siapakah yang terpana
di sudut sudut kegelapan malam
bintang pun bercerita layaknya sang permaisuri
cantiknya tlah terbayar di antara kemarahan besar
adakah sebuah harapan
harapan yang terlahir dari tengah samudera
melambai lambai layaknya sang pertapa
terdiam diantara para dewa dewa.....
sebuah harapan mungkinkah sebuah kemenangan
jiwa yang mati tak lagi sedamai indah mentari
membusuk di liang kezaliman bangsa ini
ketika kekalahan bersandar pada manuisa lemah
siapakah yang terpana
di sudut sudut kegelapan malam
bintang pun bercerita layaknya sang permaisuri
cantiknya tlah terbayar di antara kemarahan besar
adakah sebuah harapan
harapan yang terlahir dari tengah samudera
melambai lambai layaknya sang pertapa
terdiam diantara para dewa dewa.....
Kamis, 10 Maret 2011
embun pagi
kemilau awan menerawang melompati batinku
Serentak kata tertaancap di kemerahan mentari
Ada cinta terlahir di aakhir perjalaanaan
Meneriaki setengaah dendam yaang menyapa
Kaata hati hitaamkaan sebongkaah alasan
Mengapa pagi tak laagi merekah
Te
Serentak kata tertaancap di kemerahan mentari
Ada cinta terlahir di aakhir perjalaanaan
Meneriaki setengaah dendam yaang menyapa
Kaata hati hitaamkaan sebongkaah alasan
Mengapa pagi tak laagi merekah
Te
Selasa, 08 Maret 2011
mati
tak lagi aku berani
kata kata tlah pergi menghitung hari
langkahku hanya selangkah
sepi seperti di alam ghaib
malaikat tersenyum menghampiriku
kurebahkan tubuhku i atas lelah hidup ini
berhenti melangkah
selamanya
kata kata tlah pergi menghitung hari
langkahku hanya selangkah
sepi seperti di alam ghaib
malaikat tersenyum menghampiriku
kurebahkan tubuhku i atas lelah hidup ini
berhenti melangkah
selamanya
Langganan:
Postingan (Atom)
