Selasa, 08 Maret 2011

sebuah rahasia

mataku tak bisa lagi membodohi pikirku
aku hanya bisa...
hanya memandangi wajahmu dari meja kelasku
indahmu kalah kan keanggunan puri keraton
kederhanaanmu lambangkan putri indonesia
aku tersipu ..
ketika mentari tertidur menanti malam
biarkanlah waktu yang berdentang
cintaku terdiam di hamparan kekalahanku

hanya sebuah mimpi

aku dilahirkan di atas manusia kalah
lihatlah saudara..
aku dan kamu adalah berasal dari tanah yang sama
mimpi kita adalah mimpi para manusia bijaksana
kita kan beriringan seiring waktu yang berputar
meraih mimpi dri kekalahan
bangkit dari penderitaan
berlari dari cengkeraman pengecut
bermimpilah para kawanan
sebelum mimpi itu menjadi musuhmu
perjalanan bukanlah sebuah persahabatan
dan bukan juga sebuah peristiwa menjengkelkan
perjalanan adalah sebuah perubahan
perubahan untuk berani maju di depan
meraih pelangi di angkasa
kembali di saat senja tertidur di balik bulan

hidup hanya sekali

tertawalah ..
smapaikan resahmu di balik bunga seroja
bawalah sekuintum harapan di balik kehampaan malam
tersembunyi sebuah misteri beralaskan sebuah mimpi

bijaklah dengan hatimu
jangan karamkan kejujuranmu demi sangkakala kemewahan
taburilah perkataanmu mu dengan sinar pelangi
bukankah hidup sekali
tergugatkah saudara dialtar penghakiman semesta

tanyakanlah ....
apakah mimpi itu berasal dari tempat tidur
sekalipun kita hanya tersenyum
mungkin kita hanya tertawa
apakah ada cinta yang mengalir
sejernih di hamparan bukit bukit sang khatulistiwa

teriakkkanlah...........
buatlah semua penghuni bumi bergetar
suarakanlah kata hatimu bagi setiap yang mendengar
menjadi bijak adalah hakiki
jangan jadikan napasmu berbau keserakahan
hidup hanya sekali
kita hanyalah para tawanan

Kamis, 03 Maret 2011

segenggam rindu yang bersemi

diamku ...........
tanpa tujuan akupun bimbang
hanya sediam penghuni lautan
tersisa sebuah harapan
tergantung mimpi yang tak bertepi
rindu yang dalam tentang mempelai
derasnya hujan meneriaki napasku akan sebuah kekalahan
meraih tahta cintamupun aku tak bisa
hilang dan pergi entah kemana
cinta bertemu karang
aku terperdaya
karam i lautan harapan

pasrah

kupasrah................
kuhanya diam di antara dosa
mencaci adalah awal dri kesombongan
biarlah mimpi terkubur di selangkang kekuasaan

sang waktu

kini...
waktu enggan tuk berlari
menyapapun enggan dia lakukan
banyak peristiwa
hinggap i kepala
menangispun aku tak bisa
kubasuh lentera jiwa yang sempat padam
kudendangkan lagi nyanyian para penyair
hening seperti yang dulu dulu
membawahi setisp garis kerutan i dahiku
ada cerita
hilang dan pergi tanpa permisi
kuhanya mengakali dengan seuntai harapan
mungkinkah esok lebih baik dari sekarang
anganku melukis rupa sang angin
tanyaku seperti selosong peluru yang ganas
akankah saat ini akan tiba
wajah putih diam tak serupa
kan terdiam dialtar sebuah kemunafikan
akankah bala bantuan akan terselamatkan
menjangkau hingar bingar sebuah kesombongan
dirangkai dengan sebuah kebaikan
enggan aku bertanya pada sang waktu
masih terlihat kesombongan
masih merekah
gilakah aku jika waktupun menjauh
aku sejenak tersipu
lucu............
tertawalah di lautan
seberangilah
waktupun akan mencari
sisa hidup menawan dendam

rindu buat ibu

awan putih hadir begitu saja membelai pelangi
mentari hanya pasrah di tawan malam
angin sekali kali memecah lamunanku
apa yang tertinggal di akhir perjalananku
riuh gelombang lauatan memacu sebuah kisah
tlah kutancapkan semua hinbgga tak tersisa
kuseberangi lautan laksanan sang pejuang
terkikis di hamparan jembatan kehidupan
bangkit ketika harapan itu masih ada
ada cerita yang mengalir di dalam sedihku
satu yang pasti sebuah penghormatan
kenangan yang kan menjadi sahabat terbaikku
biarkanlah semua waktu terheran heran
karena pelukan demi pelukannya akan selalu abadi
diantar batas realita ku pertaruhkan segalanya
apapun kulakukan di atas nasehat para nabi
menjadi bintang di langit penantian sebuah keajaiban
saatnya aku pulang
kembali di dalam sbuah pertanyaan
rindu mengalir di setiap waktu
bergantungan di atas setiap langkahku
seperti daun seroja yang musuh di alam kesepian