Jumat, 24 September 2010

hanya itu

zaman berubah perilaku tak berubah
dulu PKI sekarang terorisme
wajah menyeringai si kaum dhuafa
dengan taring seribu keganasan
gandhi yang di cari yang terdampar hanya sebilah pedang komedi
revolusi yang di nanti yang datang azhari
lembaga berdiri gagah perkasa bagai laksana tentara roma
tetapi jubahnya berdarahkan korupsi
century terbang ke singasana para dewa
pendidikan berdiri seperti pasir di pantai
menjual ijasah dengan selangkangan para moderator situan punya harta
mengilhami negeri dengan kerakusan yang semata
sekali lagi rakyat terheran diambang pintu si tuan polan
katanya demi kebaikan nyawapun tergadai di pasungan
SBY hanya tertawa di istana para kumbang
bangga di hamparan para pejuang
sebaris dan sederajat menyangsingkan
adakah di hatimu bertuliskan seribu nurani......

rasa tajkut

hanya tuhan yang tahu
hanya tuhan yang bisa
hanya kita berdiam saja
terdampar di sejuta ketakutan yang menguntit
dri fajar hingga senja
ketika semuanya hanya diam mermbisu
penguasa merebut singasana dengan kelimpahan sejuta harkat yang membanjiri
siapakah kita
yang hanya terjebak di altar rasa takut
kita hanya diam dan menanti
kemanakah negeri ini selanjutnya
pernah nurani yangkan di depan
adakah tangis bayi kecilkan terbalaskan
dan adakah sang penyelamat melimpahi kedamaian

Kamis, 10 Juni 2010

sansiro aku menanti

sesuatu y6g indah akan tiba saatnya
kitya hanyalah sesuatu yg menanti
aku menantimu kawan
di seberang sekolah
ketika bel pulang melaju
bersama menelusuri jalan dgn sejuta mimpi
kita akan ke sansiro
aku intermilan dan kamu ac milan
aku materazzi dan kamu shevenco
dan kta akan bertarung
layaknya sisingamangaraja
dgn ulos dibahu
mengakangkat negeri
aku menanti
engkau tlah pergiu kwan
dengan sejuta skit yg tertahan
diammu di nisanmu
kuhanya terpesona di detik waktu
aku akan diam
jauh menuju sansiro

mimpi

jika aku hanyalah mimpi di atas para gunung
aku kan rela disisiku sebilah pedang
mengatasnamakan kebenarn di surbanku
menghakimi yg hilang
menista si tuan bejat.......
hingga satupun enggan kembali ke alam

terperosok

sehening malam hanya aku berpikir
tak habis mimpi melayang ke surga
hilangnya cinta di ambang dewa isis
kuhanya terperosok diantara cinta yang kalah

Sabtu, 05 Juni 2010

diamnya aku hanya bersamamu

lihatlah aku adalah sebungkus kata cinta
tataplah aku hanyalah sebagian crita luka
rasakanlah aku hanya diam dan perih di ujung samudra
adakah ada yng mengerti
satu persatu cinta hilang di terjang sang halilintar
menerjang layaknya sang kafir
mengilhami kbnaran dgn nafsu dunia
tertawalah wahai manusia
tertawalah yng keras
hingga semuanya merasa benar
hitam langit yg kau paparkan memerah di senja
fajarpun tertawa menahan pudarmu
siangpun hanya membisu
tak mapu menahan gettir yg engkau ukir...
di balik napas yg mengalir sprti efraim
aku kalah
diam membisu
aku tertawa
hanya sedetik rupa
diamnya aku bioarkanlah bersamamu

Jumat, 04 Juni 2010

ada rasa

hanya sedetik
mungkin terakhir kali
ataupun semuanya kan kembali
kala itu jika aku bisa
merangkum pikiranku
berjiwa sprti sisingamangaraja
tak melepasmu
dengan seribu kesalahan