Senin, 12 Oktober 2009

cantikmu

cantikmu bukanlah suatu harapan
sebuah masa depan yang indah seperti pelangi
cantikmu bukanlah segalanya
tertidur dengan jiwa menikmati tubuhmu dengan harga mati
cantikmu adalah anugrah
seperti firman membasuh setiap tubuhmu yang lelah
mennanti saatnya tertidur di dalam cinta
menawarkan cerita tanpa ada resah
bersembunyi di kelambu malam
dalam dekapan sang cinta

sebuah pertanyaan

jika engkau hanya terdiam di balik kebodohanmu
aku akan menggemparkan seisi dunia
kemarin masih ada sejuta di balik setiap langkahku
sekarang hanya sebuah lembaran yang terbang di tahta belalang
engkau tertidur di indahnya dunia
tanpa ada sebuah hutang dengan jeratan
memutar serselimutkan sejuta kebohongan
iapa saja yang melihat
tertidur b

masa lalu berganti

sang surya kembali mengepakkan sayapnya
di balik kebodohanku beranjak untuk dewasa
tertinggal ketika tanggung jawab menuntut
siapakah diri kita sebenarnya
aku bukan khalil gibran
aku bukan abu ghazali
aku bukan sang isa
dan aku juga bukab pahlawan
aku hanya manusia biasa
tertinggal diantara waktu
hanya puisi menjadi pena
menuntun kesendirianku
berselimutkan kekalahan
menjembatani hidupku
esok lebih baik dari sekarang

Sabtu, 10 Oktober 2009

kosong

aku hanya sehelai kertas
terdampar di lauatan rindu
aku terlahir di perut seorang wanita terhormat
di beri cinta terindah
bernaluri seperti ksatria
meng enang seorang yang bertemu dengan mentari
di balik awan tersimpan sejuta kata
aku bangga di dekapan malam
menyebut namamudi balik mimpiku

Kamis, 08 Oktober 2009

tentang tujuan

lihat semuanya telah berubah
pikirkan tak ada lagi seperti pelangi
renungkan mengapa jalan ini tak ada tujuan
pastika langkahmu berjalan
menuju surga

hidup kita untuk peduliit

aku hanya bisa menahan senyum
ketika bocah kecil menawarkan sehelai koran padaku
dengan tawa penuh harap
ku tahu kebaikan yang terdalam
bajunya seperti kenlap
di dapur rumahku
hanya sedetik kubasuh air mataku
ketika hujan membasahi bumi
kembali membuatku tak berdaya
dia duduk di sampingku
sehelai kertas di baca
bergetar jantungku bertanya
mengeja kata demi kata
mencoba untuk membaca
tersirat rintihan yang amat dalam
tubuhnya kurus tak ber-ayah
rambutnya kumal tak-ibu
bertemankan dengan waktu
menghibur diri sendiri
berjalan tanpa ada tujuan
di samping mobil-mobil mewah yang parkiran
membisu di balik rindunya pada belaian
inikah indonesiaku
hanya mampu berdoa
di balik dosa-dosa masa lalu
hai........
kalian yang terlahir dari besi
bentuklah dirimu menjadi samurai
membinasakan jiwa
dengan cinta
membunuh raksasa dengan ketapel
mengatakan kita adalah insan
insan bertanyakan pengharapan
untuk memenangkan setiap insan
terdiam tanpa ada tujuan
menjadi bahu
ketika bahu yang lain leleh
tanpa ada imbalan
memberontak melawan keadilan
uantuk menjadi hakim di dalam kebenaran
memenangkan insan satu persatu
di indonesiaku ini

bunga

ku bukan dewa
kubukan raja
ku bukan angin tapi aku hanya ingin
hidup seperti bunga di taman
mewarnai dengan ikhlas
mewangi
damaikan setiap insan yang memandang