Selasa, 08 September 2009

aku muda

kuhanya membisu
tak ada satupun suara yang kuutarakan
semua tak terpikirkanku di hadapan mereka
jauh aku berbeda
semua telah hilang seperti bukit hijau yang tandus
pemikiranku ketika satu persatu
gagasanku berakhir di jahatnya persengkokolan mereka
pertanyaan dan alasan mereka yang memusuhi langit
aku hanya terpaku
aku tak mau merespon
aku diam seperti padi

akankah aku terima kekalahan ini
ketika setiap kata tak bernyawa
tak seperti misteri bayangan penuh
palsu penuh sandiwara
menggugat dan menjauhi kebenaran
dan menelanjangi pemikiran
negara ini di kotori cerita busuk
negara ini di buat seperti boneka
generasi didik seperti tak berhati
dan kita hanya membisu
tak ada yang melawan
dan aku ........
seperti aku............
beginilah aku......
kembali taringku melayu
mereka bersulang seperti kumpulan bangsawan
terdengar tawa keras
dan aku hanya membisu......
dikalahkan karena aku muda

Senin, 07 September 2009

aku anak siantar
aku bangga jadi anak siantar
kota ini mengajarkanku hidup
tentang cinta dan nurani
aku tinggal di BDB lorong 24
di jalan itu ada kebahagian
yang takkan terlukiskan
aku SD di jalan perwira lorong 23 BDB
dimana kini kau sahabat.......
3 tahun kuhabiskan di SMP negeri 8
masihkah jalan pane di penuhi dengan lubang
titip salam amamu desminar sidabutar
dah berapa anaknya!!!!!!!!!!!
jam enam aku harus online di kamar mandi
biar tak terlambat ke SMU negeri 1
semua berdesakan seperti ikan rebus di dalam bus
uih!!!aku rindu bau yang menyengat di dalamnya
lidia kamu sombong banget sih
pesan di facebookku gak pernah dilirik
ama pak polisi alfredo seragamnya bagus bung
tapi tanya ya ama emaknya ,berapa sih duit dikeluarin untuk beli seragamnya!
pasti mahal dong!!!!!!!!!!!!!ah!!!!!!!!!!!!!!!!!!
kini aku di batam
halo parlin
gimana belum dapat cewek yang cocok ya
kawin dong biar makan enak kita
kawin-----------kawin--------
thanks

realita cinta

jika aku tak mampu lagi............... kukan mendiam
dalam seribu tanya
jika aku tak kuat lagi..........akukan tertidur
dalam seribu mimpiku
kukan tepikan semua mimpiku
kukan bekukan selimut cintaku
biarkan tanganku,merasuk dalam istanamu
untuk terakhir kembali
namun...............
hitam keadilan menerkamku di balik dinding perbedaan
menahanku dan merobekku tanpa nyali
meludahi pemikiranku dan menelanjangi aku
agar aku tertidur berselimutkan ketakutan
dengarkanlah................tertawalah.................
hai.......binatang yang memiliki tanduk di kepala
apakah orang seperti aku tidak berhak mencintai
seorang putri sion
apakah kemiskinan ini menjadi jurang
dan apakah ituyang namanya keadilan
bagi kami yang dikalahkan kehidupan
karena pada saat ini......
ketika mentari bersahabat dengan penghuni alam
di situ aku jugakan menyeret tubuhku
melakukan perjanjian kepadamu
bahwa cinta itu adalah hadiah yang paling berharga
yang diberikan sang isa kepada anaknya
hingga keturunanmu merasakan kejahatanmu
hingga akhir dunia...........
dan mataku tertutup untuk bersatu dengan alam
sendiri menahan kematian
melukiskan indah wajah kekasihku dipelukanku
sampai jumpa di kehidupan yang lain
hingga napas..............
di ujung membisu

aku dan pikiranku

aku adalahseorang patriot
tak ada takut di medan perang
aku seperti titus
menguasai seluruh dunia
tetapi aku tak mau sperti zonah(pelacur)

aku adalah terpelajar
yang mengabdi bagi orang bodoh
aku ingin seperti aristoteles
mewarnai dunia dengan pemikiran
tak mau
seperti rodef

aku adalah diriku
aku yang pernah hilang
telah kembali...............
dan kini aku tahu dan ternyata aku bodoh tetapi kata hatiku bertanya
layakkah aku dikatakan aku bodoh
hatiku adalah pemberontak dan napasku adalah cinta damai
ya memang aku bodoh............
tapi tahukah kamu..........
diamnya seorang binatang hanya yangbbijak tahu

kini aku kembali dan terbangun dari tidur panjangku
setelah tak ada seorangpun yang mengerti arti salibnya
dan jangan salahkan aku
jika aku membakar sisa-sisa kebodohanmu
di hadapan bapaku di surga
kalian senang menyusun peraturan,akan tetapi lebih senang lagi melanggar peraturan
ibarat anak-anak asyik bermain si tepi pantai
dengan penuh semangat meyusun pasir
menjadi
menara yang tinggi
setelah itu menghancurkannya dengan penuh tawa
kalian dapat membuat peraturan
antara baik dan buruk
tapi aku bertanya padamu?
siapakah yang dapat melarang burung pipit
bernyanyi di pagi hari
dan burung itu..........
adalah aku yang terbangun dari kematian
aku kembali bangkit untuk menggugatmu
karena aku tahu bukan karena inginku
tapi tuhan membingbing lidahku untuk menyampaikan perkara ini
pa:bila kau tak menghargaiku
maka aku akan pergi darimu
kembali untuk menyusun rencana kedua
bukan aku sahabat
bukan aku saudara
dan bukan aku yang berbicara
tetapi ada bisikan padaku
dan aku harus menyampaikan ini
"setiap tangan yang mengepal ke angkasa,itulah rasa patriot sebenarnya,aku,kamu,engkau dan kalian persiapkanlah dirimu jika negara ini memanggilmu"

MENANTI SANG NASIONALIS

dengan gagah kau tancapkan merah putih
di tanah kering agar setiap orang tahu
betapa mahal negeri ini
dan betapa kaya bangsa ini
lidahmu tak henti-hentinya berbicara
sampaikan sesuatu kemerosotan moral bangsa ini
meski peluru siap menghabisimu
sedikitpun engkau tak gentar
kerena sekali di lahirkan kita takkan bisa laridari kematian
masih teringat apa yang kau katakan
masih ada sesuatu yang menjadi akar dalam kehidupan
membangunkanku dari mimpi penawar gelisahku
untuk sampaikan kepada negeri ini
sesuatu apa yang dinyatakan tentang nasionalis
tibalah saatnya para mentari kecil akan bangkit dari tidurnya
membawa ribuan puisi tentangmu di pusara
dan berbicara lantang menggurui yang lebih tua dari dia
di tangan kanannya ada keadilan
di tangan kirinya ada kedamaiannya
dan di hatinya ada napas kehidupannya
semangatnya akan seperti badai
menghancurkan setiap jengkal keserakahan penguasa
akan terlihat dari keturunan nya dendam yang dalam
hingga air matanya menggalir seperti sungai ratapan
hingga ia menyesal dilahirkan ke bumi
dia akan memimpin burung-burung untuk bernyanyi
menghibur jiwa yang yang telah mati
memberikan sejumlah emas
membagikan sejumlah kebajikan
menggugat para hakim dan aparat
membersihkan dengan darah mereka sendiri
hingga mayatnya tak di ijinkan bersatu dengan tanah
setiap orang akan meludah dan mengutuk
tapi..........akankah ada yang terlahir
putra-putri bangsa ini
akankah ada jiwa yang terdiam dan terpanggil
apakah ada yang mendengar suara ini
adakah yang akan berdoa di setiap detik waktu berdentang
terlahir SATU JIWA yang darahnya di basuh MERAH PUTIH


HENDRA DAMANIK
AKU INGIN SEPERTI W.S.RENDRA

Minggu, 06 September 2009

tentang nusantara

aku masih terdiam diantara tanya dan jawabku
menatap negeriku yang tandus akan kedamaian
setiap anak lahir di beri tanggung jawab yang pilu
setiap manusia hanya mampu berharap
seperti hujan dengan sombongnya memperkosa alam
dan kita hanya mampu bertanya.............
dan kita hanya mampu melihat..................
di balik selimut merah putih ada harapan
di balik doa kami menunggu
penguasa kumpulan para pemain bola
menendang dan tertawa mencetak gol untuk rakyatnya
gol yang yang terindah di nusantara di genggam dengan rakusnya
dan tahukah kamu...........
dan mengertikah engkau.........
dan menangiskah engkau...............
hai!para penghianat.........
gawang itu adalah kami
yang tertidur di bawah langit
yang tersisih di tanah kelahirannya sendiri
dimana airmatanya seperti hujan.setahun puasa membasahi bumi
haruskah kami membakar nurani kami
akankah kami membuka baju
dan bersama berpegangan tangan
kebodohan apa lagi yangkan kalian sampaikan
politik apa yangkan kalian utarakan
jangan jejali kami dengan kata-kata kalah
kami tak kalah...kami pemenang
orang-orang pintar di negeri ini kau jadikan level terendah
dan orang bodoh yang bertemankan keserakahan
bersamamu menikmati jalan dosamu
bersama memperkosa anak negeri ini
tanyaku !dan mana jawabmu!
bisikku dan dengarkanlah
seharusnya tangan-tangan putihmu
mengalir dan mengepal
membentang ke seluruh penjuru nusantara
dan katakan pada semua orang untuk mendengar,melihat
INDONESIA BANGKITLAH





HENDRA DAMANIK
SMU NEGERI 1 SIANTAR
HP 081372246714